Jeanne Aleeza

Jeanne Aleeza
Pria Yang Aneh


Jea terus berjalan menelusuri trotoar sambil sesekali ia bernyanyi. Ia tidak menyadari kalau ada pasang mata yang memperhatikannya. Pria itu makin mendekati Jea, lalu dia mendorong tubuh Jea hingga terjatuh.


Pria itu kelihatannya sangat bahagia, telah membuat Jea jatuh dan meringis kesakitan. Jea dibuat kebingungan akan tingkah Pria itu, Jea melirik orang itu. Wow mata Jea berbinar kagum, orang yang dihadapannya seorang pria tampan. Tinggi, putih, mancung, dan pria itu memiliki body yang seksi. Bagi wanita yang melihat pria itu, pasti merasakan hal sama seperti Jea.


Orang itu terus tertawa bahagia, sambil berkata kamu wanita jahat.


"Maaf anda kenal saya?" tanya Jea yang penasaran


"Kamu Jahat" hanya jawaban itu yang dilontarkan oleh Pria itu.


Segerombolan orang yang berpakaian rapi datang menghampiri mereka. Maaf nona, "kami minta maaf, apabila Tuan kami, menganggu ketenangan anda." Kata orang itu.


"Tidak apa-apa Pak." kalau begitu saya pamit dulu. Kata Jea meninggalkan orang itu.


.


Salah satu dari segerombolan orang itu, sepertinya dia sedang menelpon seseorang.


"Nyonya?" Maafkan keteledoran kami, kami sudah menemukan Tuan. Sebentar lagi kami akan membawahnya pergi ketempat yang Nyonya maksud. Kata orang ini mengakhiri panggilannya.


Jea yang masih terbawah suana kebingungan, dipikirannya masih tertanam pertanyaan, ada apa dengan orang itu, dan mengapa dia bertindak seperti itu. Ah sudahlah ngapain juga aku kepikiran.


.


.


Waktu menjelang petang, Jea belum juga mendapatkan pekerjaan. mungkin besok sajalah aku lanjut lagi. Jea pun segera melangkahkan kakinya untuk pulang, namun Jea teringat persediaan makanan dirumahnya hampir habis. Jea terpaksa memilih untuk singgah disebuah Minimarket terlebih dahulu, tapi ketika Jea ingin melangkahkan kakinya untuk masuk ke Minimarket tersebut.


Jea mendengar suara, seperti dari toko sebelah. Jea yang merasa penasaran, segera menghampiri tokoh tersebut. Disana terdapat seorang lelaki tampan sedang marah-marah kepada pengawainya.


Ataukah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Batin Jea


Pemilik tokoh itu melihat Jea yang hanya bengong dari tadi. "Heii ladies?? kalau mau pesan sini masuk, atau kalau mau minta-minta.. Jangan disini." Tegas Pria itu.


Apa semua laki-laki galak yah, semua yang ku temui hari ini kasar.


"Maaf Pak, aku hanya ingin melamar pekerjaan." Kata Jea, entah yang diucapkan itu benar atau tidak (toh nyatanya juga, dari tadi aku mencari pekerjaan).


Oh Tuhan, semoga dia tidak menerima lamaran pekerjaanku, aku hanya bercanda ngomong ini kepada dia. Itu hanya alasan aku, Aku takut Tuhan, dia sepertinya orang yang sangat galak. Batin Jea.


Pria ini pun lalu menghampiri Jea. Kebetulan hari ini banyak karyawan yang gue pecat. "sekarang lho gue terima." kata Pria itu.


"Pak?? benaran aku diterima?" tanya Jea


"Iya! katanya mau lamar kerjaan, sekarang gue terima lho. Dan satu lagi jangan panggil gue dengan sebutan PAK tapi Tuan, karena gue boss mu sekarang."


"Aduh ngimani ini, apa iya, aku harus terima pekerjaan ini." Batin Jea


"Heii Ladies? kenapa bengong aja, apa sekarang gue harus pecat lho, gue tidak suka karyawan yang kerjanya cuman bengong aja." kata Pria itu kesal


"iy... a Pak, eeeh Tuan maksudnya. Aku tidak akan bengong-bengong terus, aku janji tidak akan mengecewakan Tuan." Kata Jea


kalau lho bohong, gaji lho akan gue potong. Pinta Pria itu


Yah Ampun, bisa-bisa saya naik tekanan kedepannya, kalau tiap hari harus berpapasan dengannya. Gumannya yang merasa jengkel akan boss barunya itu.