
Sebelum lanjut Author minta maaf, sampai sekarang typo bahkan penggunaan tanda baca masih bertebaran dimana-mana.
Karena ini merupakan karya novel aku yang pertama dan aku juga sebenarnya masih perlu belajar dalam penggunaan tanda baca. Tapi Author akan berusaha untuk memperbaikinya 🙏Thank u🤗
"Kamu...?" tanya Jea heran
Lalu pria itu memakaikan jacket nya kepada Jea.
Jea sendiri nampak merasa cemas, ia mencoba untuk menghindari pria itu tetapi pria itu semakin mendekat kearahnya. Jea berfikir untuk berlari apabila pria itu semakin mendekat.
"Jangan mendekat!" ancam Jea
"Heii Nona? aku pria yang baik-baik, aku hanya berniat membantu kamu, lihat pakaian kamu sudah basah kuyup terus kalau pria yang lain melihatnya bisa-bisa kamu diterkam olehnya. Apa kamu tahu lorong sini itu banyak preman-preman nya, mereka suka menganggu wanita bahkan menidurinya, apalagi dengan pakaian kamu yang transparan begini semakin membuatnya senang.
Jea yang mendengarnya segera memperhatikan pakaiannya, memang betul yang dikatakan oleh pria itu bahwa pakaiannya nampaknya sangat transparan bahkan dalamnya telah kelihatan.
"Heii Nona? kenapa masih bingung liat badan kamu mengeluarkan darah." tanya pria itu.
Ia merasa heran dengan darah yang tiba-tiba saja keluar dari tubuh wanita dihadapannya. Ia tidak bisa menebak darah itu sumbernya dari mana karena tubuh wanita itu telah tertutup oleh jacket.
Oh itu, hanya luka kecil ditangan saya mungkin lukanya belum kering, jadi darahnya kembali mengalir. Jawab Jea
Pria itu mendekati Jea dan ingin membuka jacket dibadan Jea. Namun Jea menangkis tangan Pria itu.
"Hei? kamu mau apa? jangan-jangan kamu salah satu pria yang suka menganggu wanita." Kata Jea yang merasa jengkel
"Jangan salah paham dulu, aku hanya penasaran dengan luka kamu kalau itu hanyalah luka kecil, lalu mengapa darahnya keluar sebanyak ini." kata pria itu lagi
"Aku juga tidak tahu!" jawab Jea singkat
"Emangnya kamu mau kemana?" kata Pria itu
"Hmm.. Aku mau pulang rumah."" Jawab Jea dengan takut-takut
"Biar aku antar, rumahmu dimana? tanyanya lagi"
"Di jalan Matahari." Terimakasih, tapi aku tidak bisa pergi begitu saja dengan pria yang tidak aku kenal!" jawab Jea
"Tenanglah nona, aku bukan pria yang suka mengganggu wanita. Oh iya? nama kamu siapa sih, dari tadi kita belum kenalan?" kata Pria itu
"Namaku.. Jea! kalau kamu? tanya Jea balik
"Kalau namaku Vreno Cakrawala, panggil aku saja dengan nama Vren." Kata pria itu lagi.
"Ayok! kemari biar aku antar, aku ada kotak P3k dimobil, kita bisa menggunakannya. Kebetulan disini hujan kita tidak memiliki tempat berteduh. Ayokk, jangan malu."
Jea pun mengangguk tanda setuju, lalu
Vren mengandeng tangan Jea menuju ke tempat mobilnya terparkir.
Didalam mobil mereka pun terdiam, tidak ada yang yang berani membuka suara terlebih dahulu. Entah mereka malu atau apa! hanya perasaan mereka yang tahu😁
"Aku keluar dulu yahh!" kata Vren
"kamu mau kemana? kamu mau ninggalin aku sendiri disini." kata Jea yang kebingungan
Vren yang mendengarnya tersenyum kecil. "Aku mau ambil kotak P3k buat ngobatin tangan kamu." kata pria itu
Tuhan, mengapa hatiku terasa berbunga-bunga ketika pria ini peduli denganku! batin Jea sambil senyum-senyum sendiri.
Suara pintu mobil terbuka, "Heii Jea? kamu kenapa? kok senyum-senyum sendiri." Tanya Vren heran
"A..ku senyum-senyum karena mengingat kejadian tadi siang ditempat aku bekerja." Jawab Jea salah tingkah
Bodoh.. Jea kenapa kamu sampai ketahuan senyum-senyum sendiri sih.! gumamnya.
"Vren kembali duduk di kursi mobilnya. buka jacketmu, biar aku obati lukamu!" kata Vrenn
"Tidak!! biar aku saja yang obati setelah pulang kerumah, sekarang kita pulang dulu, aku takut kena marah kalau aku pulangnya telat." Jawab Jea menolak.
Jea sebenarnya tidak ingin menolak, tetapi ia kembali berfikir kalau tangannya di Sentuh oleh Vrenn otomatis jacketnya akan dibuka, dan itu akan memperlihatkan tubuhnya. Jea hanya jaga-jaga saja. Meskipun lelaki dihadapan adalah orang baik.
"Baiklah kita pulang saja! kebetulan rumahku arahnya kesana juga!" Kata Vren.
setidaknya dirumah Jea langsung turun dari mobil Vren, segera melangkahkan kakinya berjalan masuk kedalam rumahnya.
"Jea?" panggil Vren
Jea memutar balikkan badannya dan berkata "ada apa"?
Kamu lupa ucapkan terimakasih kepadaku! kata Vren
Jea berlalu begitu saja tanpa merespon kata-kata Vren. Jea hanya tersenyum bahagia. Vren yang tidak mendapatkan ucapan terimakasih itu, iapun berlalu dan menyalakan mesin mobilnya kembali untuk pulang kerumahnya.