4 Walls

4 Walls
2.2 - Kafeteria


...BAB II - Love Scenario...


...| Kaffeteria |...


...✨...


...🎶Punch feat Chen - Everytime...


...........


Sebenarnya kafeteria cukup ramai, tapi untungnya Natta beserta teman temannya masih mendapat bangku dengan nyaman tanpa perlu berdesakan dengan yang lain.


Tetapi karena Natta masih punya urusan dengan Jinyoung, gadis itu langsung berbalik arah menuju meja Jinyoung dan teman temannya.


"Kak Natta kan itu? Mau kesini dia?" tanya Daehwi dengan kebingungan. Padahal sudah jelas juga ada Jinyoung disana.


"Nyariin Jinyoung paling." Woojin yang melihat kehadiran Natta juga ikut membalas ucapan Daehwi.


"Oh, hai," sapa Natta sembari tersenyum pada teman teman Jinyoung yang lain yang berada di meja itu.


"Nyariin Jinyoung, kak?" tanya Jihoon pada Natta tanpa basa basi.


Natta mengangguk. Masalahnya Natta ini anak kedisiplinan, bisa bahaya juga kalau gadis itu sadar mereka tidak memakai dasi.


"Young, gua ada rapat OSIS nih mendadak. Gak niat nungguin gua? Gua balik sore tau Young," Panggil Natta pada Jinyoung yang malah berpura-pura sibuk dengan ponselnya.


"Gak urus ah gua Za, capek nih."


Kadang-kadang ya susah juga kalau untuk urusan membujuk Jinyoung untuk menunggunya sampai selesai rapat.


Natta sangat tahu bahwa Jinyoung paling tidak suka menunggunya saat rapat OSIS.


"Nanti gua balik sama siapa Young? Jahat banget sih sama gua."


Karena ini di sekolah dan lebih parahnya lagi di depan teman-temannya Jinyoung, Natta pun tidak bisa bersikap seperti di rumah.


"Mau gua aja kak yang anter pulang?" Tawar Guanlin dengan tiba-tiba karena sedari tadi ia diam-diam memerhatikan apa yang Natta dan Jinyoung bicarakan.


"Soalnya gua juga ada kumpul basket sampe sore," sambung Guanlin.


"Eh? Gak usah gak papa, nanti gua ngerepotin lagi. Lagipula kita juga belum kenal nih," balas Natta dengan canggung.


Sebenarnya apa kata Joshua benar sih, lelaki yang mau mengantar nya pulang itu banyak, hanya saja Natta tidak suka juga memanfaatkan orang lain.


Di tambah lagi ini teman nya Jinyoung yang menawari nya begitu, tidak mungkin juga Natta mau menerimanya padahal mereka belum kenal sama sekali.


"Ya, kenalan dong kak. Anak populer sih ya, susah." Daehwi ikut ikut saja jika ia bisa berkenalan juga dengan Natta.


"Eh iya ya, gue Adrenatta. Panggil aja Natta," ucap Natta sembari tersenyum manis pada ke empat teman Jinyoung.


"Siapa sih yang gak kenal kak Natta, kita pasti kenal kok. Gua Daehwi kak." Daehwi tertawa di selingan kalimatnya saat melihat Natta malah menggaruk tengkuknya tidak gatal.


"Ah, gua gak sepopuler itu kok," kata Natta sembari malu-malu.


"Nih kak, yang paling pinggir namanya Woojin, sebelahnya Jihoon, nah yang tinggi itu namanya Guanlin, kak," lanjut Daehwi memperkenalkan temannya yang lain.


"Anak kelas X sekarang tinggi tinggi ya," balas Natta saat melihat satu persatu temannya Jinyoung.


"Itu sih lu nya aja yang pendek, Za." Jinyoung menimpali kalimat Natta.


"Ini sekolah ya young, panggil gua kakak kek." Wejangan Natta rasanya hanya seperti angin bagi Jinyoung karena lelaki itu tidak peduli sama sekali pada ucapan Natta.


"Gua sih ogah ya manggil lu kakak. Lagipula gua lahir beberapa bulan lebih dulu ya." Kebiasaan Jinyoung yang suka sekali menyentil dahi Natta tidak bisa hilang meskipun mereka di sekolah.


"Bodo ah Young." Natta pergi dari meja Jinyoung dan teman-temannya karena merasa sangat malu.


"Kak Natta lucu *****. Mau gua bawa balik aja dah rasanya," seru Daehwi heboh saat melihat Natta yang berbalik dengan wajah kesal.


"Sorry ya, Natta milik gua," sambung Guanlin.


"Kaya udah resmi aja ****." Jihoon jika sudah bicara ya pasti tidak salah tempat.


"Berisik ah lu pada." Guanlin hanya menatap ke arah Natta yang menjauh.


...


...


Sejak pertama kali Natta masuk ke dalam kafeteria, perhatian Minhyun sudah terarah kesana sepenuhnya.


Mengawasi seluruh pergerakan gadis itu sampai akhirnya gadis itu berdiri di sisi salah satu meja milik kumpulan lelaki yang ia tahu pasti adalah adik kelasnya.


Dan yang terpenting, lelaki itu adalah lelaki yang sama dengan lelaki yang ia lihat tadi pagi di pelataran parkir bersama Natta.


"Liat apaan sih Hyun? Natta lagi?"


Jisung menyenggol lengan Minhyun karena melihat lelaki itu terdiam sembari melihat ke arah Natta berdiri sekarang.


"Lu beneran suka sama dia? Jauh juga ya selera lu." Seongwoo ikut menimpali ucapan Jisung.


Minhyun menoleh ke arah Seongwoo dan mendelik, tidak suka atas apa yang baru saja lelaki itu katakan tentang Natta.


Hanya saja memang mengherankan juga.


"Itu cowok yang suka bareng sama Natta siapa?" balas Minhyun yang sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang Seongwoo.


"Mana gua tahu." Untuk yang satu itu Seongwoo juga tidak tahu menahu. Tapi jika di ingat lagi, rasanya lelaki itu juga cukup populer.


"Udahlah, cemburu itu menguras hati." Jisung terkekeh saat mengatakannya sampai rasanya ia juga tidak percaya bahwa Minhyun bisa merasa cemburu.


"Taeyong pernah nembak Natta, kan? atau Taeyong mantannya Natta?"


Mendengar kalimat Daniel, Minhyun jadi bingung sendiri.


Jika Taeyong saja mengenal Natta, bahkan berkemungkinan menjadi mantan atau salah satu lelaki yang dekat dengan Natta bukankah itu berarti Natta memang populer?


Tapi mengapa ia bahkan sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Natta.


"Percaya aja deh Hyun, kali ini pengetahuan lu tentang Natta tuh nol. Abisnya Natta kan gak masuk tipe lu sama sekali."


Minhyun setuju dengan apa yang baru saja Jisung katakan.


Buktinya ia memang tidak tahu apapun. Di tambah kenyataan bahwa Natta bukanlah tipe nya sama sekali.


"Itu cowok anak kelas X?" kata Minhyun yang kembali melihat ke arah Natta.


Dan betapa sialnya Minhyun karena harus melihat lelaki itu menyentil dahi Natta. Sudah jelas Minhyun jadi cemburu.


"Natta emang sering bareng kali sama tuh anak. Pacar barunya mungkin," sambung Seongwoo pada Minhyun yang rasanya sangat penasaran dengan siapa lelaki itu.


"Yaelah, Natta juga sering bareng kali sama Jaehwan. Kemana mana ikut Jaehwan terus." Minhyun mengangguk mengerti setengah cemburu.


Jika Natta menjadi miliknya, Minhyun pastikan tidak ada satupun lelaki yang bisa dekat dengan Natta sebebas itu. Bukan jika. Karena Minhyun pasti akan melakukannya.


"Lagipula gak mungkin juga lah Natta demen adek kelas kaya gitu. Liat aja mantannya," kata Daniel untuk meyakinkan Minhyun.


Minhyun saja bisa berubah haluan tipe, itu berarti Natta juga berkesempatan melakukan hal yang sama. Jadi Minhyun agak ragu juga perihal satu itu.


...


...


Rapat yang di penuhi dengan kebosanan bagi Natta akhirnya usai.


Meski hari itu sudah sangat sore dan sudah seharusnya Natta berada di rumah, ia tidak langsung mengambil jalan menuju gerbang depan.


Natta berbalik ke arah loker miliknya untuk mengambil beberapa buku.


"Tta, lu gak balik?" tanya Jaehwan bingung ketika Natta tidak pergi ke arah gerbang.


Natta menggeleng sekali sambil menggaruk rambutnya, "Enggak Jae."


"Maksudnya gimana?" Alis Jaehwan terangkat tidak mengerti kemana arah pembicaraan Natta.


"Pulang sih, tapi gua mau ke loker dulu sebentar." Maksud Natta menjelaskan, dan Jaehwan hanya mengangguk angguk.


"Lu mau balik bareng gua gak? Bukannya Jinyoung gak bisa jemput lu?"


Sebenarnya Natta sangat ingin mengatakan iya pada Jaehwan.


Hanya saja ia tahu bahwa arah rumah Jaehwan dan rumahnya itu berlawanan, ia masih berpikir juga jika harus membuat Jaehwan pulang lebih sore.


Akhirnya Natta menolak ajakan Jaehwan dengan halus, "Gak usah Jae. Rumah lu jauh, nanti lu capek. Gua gak enak nih."


"Yaelah Tta, kaya sama siapa aja *****. Terus nanti lu balik sama siapa?" Natta menggeleng tidak tahu, membuat Jaehwan mendengus dengan sebal.


"Udahlah gua tungguin aja. Gua gak mau lu pulang sendiri."


Tapi Natta tetap menolak tawaran baik Jaehwan.


"Gak usah, Jae. Gampang lah nanti gua telpon Jinyoung, dia pasti mau kok kalau gua melas melas ke dia." Jaehwan menghela nafas pasrah.


Natta yang keras kepala bukanlah sesuatu yang bisa Jaehwan tolak.


"Bener ya? Awas aja sampe nanti malem Jinyoung malah nelpon gua dan nanyain lu."


"Iya, bawel banget *****," balas Natta pada Jaehwan.


"Yaudah gua balik dulu ya. Kabarin gua kalau udah balik." Natta mengangguk sebelum akhirnya Jaehwan pergi.


Setelah punggung Jaehwan benar-benar menghilang, Natta kembali melanjutkan langkahnya untuk pergi ke loker miliknya.


...........


...Semoga suka....


...Jangan lupa vote sama komen nya ya. Makasih banyak....


...Reeshiellaa Nat...


...Ft Dewi Hsu...