
...BAB V - Boy In Luv...
...| Benci Basket |...
...✨...
...🎶Red Velvet - See The Star...
...........
Kana memegangi bahu Seongwoo ketika ia hendak turun dari atas motor. Pagi ini Seongwoo tak ingin keduluan lagi untuk berangkat bersama dengan gadisnya.
Seongwoo menerima helm dari Kana, lalu turun dari motornya juga.
"Jadi si anak ayam itu bakal tinggal di rumah kamu?"
Kana mengangguk.
"Yakin dia gak bakal macem-macem?"
Kana mengangguk lagi.
"Kamu kok dari tadi cuman ngangguk-ngangguk doang sih?"
Selain cemburu karena mengetahui bahwa Woojin akan tinggal bersama dengan Kana mulai sore ini, ia juga kesal karena Kana hanya mengangguk tanpa memberikan sepatah katapun padanya.
"Ya terus aku harus ngomong apa? Emang gitu."
"Emang bang Jonghyun segitu jarang pulangnya ya sampe kamu harus ditemenin?"
Sambil tetap mengobrol, keduanya mulai berjalan menuju kelas. "Akhir-akhir ini sih iya, soalnya bang Jonghyun juga mau pergi ke Singapura gitu buat ngehadirin seminar."
"Kenapa kamu gak nginep di rumah aku aja?"
Kana melirik Seongwoo dengan cepat, "Itu sih keenakan kamunya."
"Ya udah kalo gak mau berarti aku aja yang nginep di rumah kamu."
"Dih? Ngapain?"
"Nemenin kamu lah, jagain kamu dari gangguan PHO yang terkutuk!"
"Enggak ah, lagian siapa sih yang mau ngerusak hubungan, orang Woojin sepupu aku gitu."
Seongwoo nampak kecewa, "Iihh, Kana. Sesekali doang," rengek Seongwoo.
"Gak. Lagi kalo ada apa-apa juga aku tinggal telpon."
"Gak bisa, hpnya juga bakal aku buang! Nginep aja Na."
Kana melirik Seongwoo sambil terkekeh, "Geer banget sih, emang siapa yang mau nelpon kamu, orang mau nelpon bapak polisi aja."
Seongwoo yang tak percaya dengan apa yang ia dengar hanya menatap Kana yang berjalan di depannya.
Kana sendiri hanya tertawa karena melihat ekspresi Seongwoo yang kecewa saat mendengar penolakannya.
...
...
Natta sudah ingin tenggelam saja rasanya saat Pak Siwon datang ke kelasnya dan memberikan ujian dadakan di mata pelajaran olahraga kali ini.
Dan parahnya lagi Natta sudah terlalu banyak izin dalam mata pelajaran yang satu itu sampai mungkin Pak Siwon sudah bosan mendengar alasannya.
Jadi Natta tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti pelajaran olahraga.
"****** ah gue kan **** banget," keluh Yerin dengan kesal.
"Lu sih emang gak pernah pinter Yer," jawab Joshua yang sudah siap dengan kaos olahraganya.
"Tau nih Pak Siwon kok jahat banget ya." Luna juga merasakan hal yang sama dengan Yerin.
Memang pada dasarnya dari mereka berlima, yang pandai dalam urusan olahraga itu ya hanya Joshua. Sisanya sama sekali tidak berbakat.
"Gimana nih *****?" tanya Jaehwan setengah panik karena ia memang benar-benar tidak bisa main basket.
"Ya tinggal prakteklah, Jae," jawab Joshua.
"Gue gak bisa izin lagi ya?" sambung Natta dengan lesu.
"Mau sampe kapan sih mau izin terus, Tta? Udahlah ada gua ini, nanti gua ajarin deh."
Natta pun dengan mau tak mau hanya bisa mengangguk lemas karena memang tidak punya alasan lain lagi untuk kabur dari mata pelajaran olahraga.
"Halah modus lu Jo, awasin gak tuh tangan. Di amuk pawangnya baru tau rasa." Luna memukul mukul lengan Joshua yang masih merangkul Natta.
"Iya iya gua lepas, bawel ya nenek lampir." Luna mendengus kesal sembari menatap ke arah Joshua, "Maju sini lo."
Hampir seluruh penghuni kelas XI IPS 1 berada di lapangan karena pak Siwon akan mengadakan ujian praktek basket dadakan.
Dan karena ini adalah ujian praktek pertama Pak Siwon, beberapa kelas yang memiliki jam kosong pun mencuri kesempatan untuk melihat-lihat.
"Adrenatta Mayaza." Natta merutuki namanya yang harus berawalan A dan membuat namanya harus di panggil oleh pak Siwon lebih dulu.
"Coba kamu dribble bolanya, terus shoot ke ring. Kalau bisa, kamu pake teknik lay up shoot," ucap pak Siwon pada Natta yang sudah berdiri di tengah.
Natta hanya terbengong karena tidak tahu apa yang di lakukannya. Ia pikir, bermain basket itu hanya sebatas mendribble dan memasukkannya ke dalam ring.
"M-maksudnya pak?" tanya Natta setengah malu pada Pak Siwon.
"Ayo dribble bolanya Natta," balas pak Siwon dengan gemas.
Padahal Natta anak yang cukup berprestasi, dan kebetulan anak osis juga, tapi kenapa bidang olahraganya nol.
"I-iya pak." Natta hanya mengangguk terpaksa dan mulai mendribble bolanya.
"Bukan gitu cara mendribble bola, Adrenatta," tegur Pak Siwon yang melihat Natta sangat payah saat mendribble bola.
"S-salah ya p-pak?" Natta menghentikan kegiatan mendribble bolanya dan menatap Pak Siwon dengan ragu sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Masa cara dribble bola aja kamu gak bisa, Natta." Pak Siwon memulai wejangannya dan Natta hanya bisa pasrah mendengarkan.
"Maaf pak, tapi saya udah lakuin sebisa saya," balas Natta seadanya.
Pak Siwon menghela nafas pelan, "Pacar kamu itu kan kapten basket, kenapa gak belajar dari dia? Emang kalian selama ini kalau pacaran tuh ngapain aja sih?"
Anak anak satu kelas Natta langsung tertawa mendengar penuturan pak Siwon yang sangat tepat sekali menyindir Natta.
Dan sekarang gadis itu hanya bisa menutup wajahnya yang memerah karena terlalu malu mendengar kalimat Pak Siwon.
"T-tapi pak―" Pak Siwon lebih dulu memotong, "Jangan kamu kira saya gak tahu ya kalau kamu sama Minhyun itu pacaran."
Natta hanya bisa mengelus dadanya dengan sabar.
"Iya tuh pak, Natta kalau pacaran bukan di pake yang bener." Suara celetukan Jaehwan membuat tawa teman-temannya pecah lagi.
Jika saja bukan di depan Pak Siwon, Natta pasti sudah menghajar lelaki itu karena sudah seenaknya mengatakan hal itu.
"Kamu remedial. Habis ini minta Minhyun ajarin kamu sampe kamu bisa." Lanjut Pak Siwon dan di angguki Natta dengan cepat.
"Paling bukannya belajar malah pacaran pak," sambung Joshua yang membuat Natta semakin kesal saja. "E-enggak pak, saya pasti belajar kok."
"Sampe minggu depan kamu belum bisa juga, kamu bapak hukum. Oh iya, sama Minhyun nya juga sekalian."
Natta mendongak dan mengibaskan tangannya di depan Pak Siwon, "Jangan pak, kan salah saya."
"Belain pacar terus ya Tta," ucap Luna sembari terkikik geli melihat wajah merah Natta yang sudah di goda satu kelas, "Cie Natta."
"Salah Minhyun juga karena dia gak bisa ngajarin kamu padahal dia itu jago basket."
Intinya apapun yang coba Natta katakan, ujungnya tetap Natta yang salah hanya karena ia tidak bisa mendribble basket dengan benar.
"Kalau ngajarin kamu basket aja gak bisa, gimana dia mau jadi imam kamu nanti," goda pak Siwon sembari mendribble bola basket.
"Pak Siwon―" rengek Natta sebal karena sedari tadi terus-terusan di jahili oleh guru olahraganya itu.
"Muka apa kepiting rebus tuh Tta," tambah Yerin menggoda Natta.
Hari ini adalah hari yang paling Natta benci. Natta benci pelajaran olahraga dan segala kesialannya, serta pak Siwon dan teman-temannya yang terus saja menggodanya.
............
...03 Februari 2019....
...Reeshiellaa Nat...
...Ft Dewi Hsu...