4 Walls

4 Walls
7.1 - Antara Jatuh dan Cinta


...BAB VII - One Step Closer...


...| Antara Jatuh dan Cinta |...


...✨...


...🎶Yook Sungjae - Love Song...


...........


Guanlin yang baru saja ingin memasukkan bola ke dalam ring menjadi urung saat melihat Yerin dan Luna berlari ke pinggir lapangan.


Lalu Jinyoung, Woojin, Jihoon, dan Daehwi yang juga berada di sana mendadak menoleh karena keributan yang kedua teman Natta itu ciptakan.


Biasanya jika ada Luna dan Yerin, Natta pun pasti ada di antara mereka. Tapi kali ini mereka hanya berdua tanpa Natta dan membuat Jinyoung bingung.


"Lah? Kak Luna sama kak Yerin ngapain disini?"


Lalu mata Jinyoung mencari keberadaan Natta sekali lagi di antara mereka, "Natta mana?"


Sontak Luna dan Yerin menoleh ke belakang lalu setelah itu berteriak sangat kencang.


"NATTA SINI! DI CARIIN JINYOUNG."


Jinyoung tertawa saat mendengar teriakan Yerin yang sangat kencang. Lalu ia bisa melihat Natta yang sedang berjalan ke arah lapangan bersama Jaehwan.


"Lama banget sih Tta jalannya, kaya anak monyet aja lu."


Niat Guanlin jadi terpecah setelah mendengar nama Natta di sebut-sebut oleh kedua gadis yang baru saja datang di pinggir lapangan.


"Berisik banget sih Yer, kebiasaan tau gak tuh bibir." Natta membekap mulut Yerin saking kesalnya.


Jika itu sudah Natta, Guanlin mana ingat dengan yang lain.


"Ah gila nih kak Natta temennya anak famous semua," ucap Daehwi tak kalah heboh karena melihat teman-teman Natta.


Woojin yang masih terkejut pun hanya bisa mengangguk setuju karena memang semua teman Natta termasuk jejeran anak populer sekolah.


"Duh, maaf ya kelakuan temen gua emang suka malu-maluin. Gak ganggu, kan?"


Natta kemudian beralih menatap Jinyoung dan yang lain nya di tengah lapangan.


"Gak papa kak santai. Gabung aja sini, kita juga jamkos."


Belum sempat Natta menjawab, Luna dan Yerin sudah main pergi seenaknya menghampiri Daehwi yang bicara begitu.


"Engga lagi pada bolos kan?" tanya Natta saat sudah berada di samping Jinyoung.


Jinyoung menoleh ke arah Natta, "Enggak Za. Lagian lu juga ngapain gak masuk kelas?"


"Pelajaran Pak Yunho cuma ulangan, jadi kita gabut Young makanya kesini," jelas Jaehwan yang diam-diam sudah berada disana.


Jaehwan dan Jinyoung memang sudah cukup dekat karena seringkali bertukar informasi masalah Natta. Maksudnya jika kebetulan Natta tidak ada yang menjemput.


"Gua baru tau adek kelas taun sekarang kok modelnya bikin khilaf semua ya." Suara Luna langsung di balas jitakan dari Joshua.


Jihoon menunduk malu karena perkataan Luna, "Kak Luna bisa aja mujinya."


"Tumben bolos? Udah ketagihan bolos ya Tta?" ucap Guanlin tiba-tiba yang membuat Natta terkejut.


Lalu saat Natta menoleh, Guanlin memang sudah ada di sampingnya sembari membawa bola basket.


"E-enggak. Siapa juga yang bolos sih Guan." Natta mengalihkan pandangan nya dari Guanlin.


Guanlin hanya tertawa melihat Natta yang berubah gugup.


"Mau gua traktir triple choco lagi gak? Biar gendut sekalian."


"Guanlin rese banget sih!" Karena sudah terlanjur malu, jadi Natta lanjut memukuli Guanlin.


Sedangkan yang lain hanya melongo melihat Natta dan Guanlin yang asik sendiri.


Apalagi orang semacam Luna dan Yerin yang sedari tadi misuh-misuh menanyakan kebenaran bagaimana Natta bisa dekat dengan Guanlin.


"Inget yang disini dong Tta. Kita bukan obat nyamuk kali."


Natta lupa jika disana ada Luna dan Yerin yang mulutnya tidak bisa di beri kepercayaan.


Di tambah lagi ada Jinyoung, dan kalimat nya yang semalam.


"Kak Natta sejak kapan deket sama Guanlin?" teriak Daehwi heboh sebagai Natta Guanlin shipper.


Dan sekarang di tambah Daehwi yang paling suka gosip.


...


...


Seperti kebanyakan siswa lain, Kana juga ingin bersenang-senang saat guru yang mengajar tidak bisa masuk. Jam kosong saat belum waktunya istirahat bagi Kana merupakan waktu damai untuknya rehat.


Kana dan Rose tertawa saat melihat tingkah konyol dari Jungkook. Vernon dan Junior ikut bergabung di meja yang sama karena tertarik mendengar tawa keras dari kedua gadis cantik di kelasnya itu.


Vernon yang memang tak ada bedanya dengan Jungkook pun mengambil tempat duduk di atas meja, tepat di belakang Kana.


"Eh, Ver! Lu jangan modus dong!" Jungkook tak terima saat Vernon duduk begitu dekat dengan Kana.


"Apaan? Emang lu mau gua duduk dimana? Di pelaminan sama Kana?" timpal Vernon yang kemudian mendapatkan pukulan di kepalanya dari Junior yang berdiri di sampingnya juga Kana.


Jendela di samping Kana sengaja di tutup agar suara bising tak terdengar ke kelas lain.


"Inget woy, Kana udah bukan milik umum lagi. Dia udah punya cowo. Kakak kece lagi," ucap Junior tanpa merasa ada yang salah.


"Lu pikir Kana Halte bus. Sembarangan lu kalo ngomong," jawab Vernon yang tak setuju.


"Iya, Kana itu tempat pemberhentian hati gua." Jungkook melirik Kana dengan genit.


Namun gadis itu hanya tertawa sambil menatap Jungkook dengan jijik. Rose pun mencoba melindungi teman sebangkunya itu dengan merangkulnya erat-erat seolah tak ingin Kana terserang virus-virus dari makhluk alay seperti mereka.


Vernon yang melihat itu bertanya, "Ngapain lu Rose?"


"Ngelindungin Kana dari kemungkinan infeksi gara-gara kalian."


Ketiga pria itu hanya menatap Rose, seolah mengancam gadis itu.


"Ati-ati lu balik lewat mana?" ucap Vernon yang kemudian malah ditanggapi tawa oleh semua yang mendengarnya.


"Na? Kok lu diem aja mantan lu diginiin temen lu?" Kali ini Jungkook.


"Jangan bawa-bawa gua ah, haram!" Rose dan yang lainnya tertawa mendengar ucapan Kana tersebut.


Saat itu, tawa mereka tiba-tiba saja memelan saat melihat kaca jendela di samping Kana bergeser oleh seseorang. Hanya Kana yang belum menyadari itu hingga gadis itu keheranan kenapa keempat temannya itu berhenti tertawa dan malah menatap ke arahnya, tepatnya kearah belakangnya.


Kana mendapat isyarat dari Rose untuk melihat ke belakang. Saat gadis itu menoleh ke jendela yang ada di belakangnya untuk melihat apa yang sebenarnya membuat temannya itu diam, ia terkejut karena menemukan wajah Seongwoo yang sudah berada tepat di depan wajahnya.


"S-seongwoo?" Kana berucap pelan.


Hal yang belum biasa bagi Kana adalah melihat senyum manis dari wajah tampan Seongwoo, akhir-akhir ini Kana sering dibuat salah tingkah hanya karena melihat Seongwoo tersenyum.


"Lagi gak ada guru ya?" Seongwoo melihat Kana mengangguk pelan, "Pantesan asik banget, sampe chat aku gak dibales."


Entah sadar atau tidak, seluruh penghuni kelas kini sedang menatap Kana dan Seongwoo dengan iri.


"C-chat?"


Seongwoo mengangguk kecewa, bagi Kana saat itu ia malah terlihat menggemaskan.


Tangan Seongwoo yang mengenggam botol minuman dingin lalu dengan lembut menempelkan botol itu ke pipi Kana. Hal itu jelas membuat Kana terkejut karena merasakan dinginnya botol minuman itu saat menempel di pipi dan membuatnya basah.


Seongwoo tertawa kecil karena lucu melihatnya. Tangan satunya mengusap pipi Kana untuk membersihkan air dingin yang menempel di pipi Kana.


"Di minum yah."


Kana menerima botol minuman Seongwoo lalu melihat lelaki itu tersenyum sebelum akhirnya pergi. Matanya kini beralih kembali kepada teman-temannya. Disinilah ia baru sadar, suara bising di kelasnya tak terdengar lagi karena semua teman sekelasnya sedang menatap kearahnya entah sejak kapan.


Kana semakin tak tahu harus melakukan apa saat semua orang menggodanya dengan berbagai ucapan yang malah semakin membuat pipinya memerah.


"Ciiee yang abis diapelin!"


"Aduh iri gua yang jomblo gini apalah daya."


"Tuhaann! mereka bikin gua iri."


"Kiw kiw.. Kana."


"Duh berasa abis nonton drama gua nih ah. Gak kuat *****."


"Kapan Doyoung bisa kayak gitu."


"Langgeng ya Na!"


Kana hanya berusaha menyembunyikan wajahnya dengan menunduk menatap botol minuman pemberian Seongwoo. Ia tak tahu siapa yang menggodanya karena tak melihat satu persatu orangnya. Entah kenapa ia bahkan tak ingat siapa pemilik suara yang ia dengar saat itu karena terlalu sibuk menenangkan detak jantungnya.


"Kalo gua jadi cewek, gua juga bakal ngeleper sih," ucap Junior yang akhirnya diangguki oleh Jungkook dan Vernon.


"Berat, berat gua mau ngerebut Kana kalo gini caranya." Vernon bergumam sendiri saat menyadari siapa saingannya. Ia juga mungkin saja akan menang jika saingan itu adalah Jungkook, namun beda persoalan jika masalah ini berkaitan dengan Seongwoo si senior populer.


"Bang Seongwoo kok jadi orang kayak paket komplit gitu ya? Cakep iya, populer iya, punya bakat iya, pake ditambah manis lagi," ujar Jungkook, ia melirik Kana yang masih duduk tanpa suara, "Pantesan aja Kana berpaling dari gua."


...


...


Setelah semua kekacauan tadi, Luna dan Yerin sudah hilang entah kemana bersama Joshua dan Jaehwan. Lalu Natta, yang entah bagaimana bisa malah terjebak bersama Guanlin.


Bahkan sampai Natta yang ingin pergi ke loker untuk mengambil buku pun harus di ikuti Guanlin dulu belakangnya.


Membuat tanda tanya dari anak-anak lain yang sudah tahu bahwa status Natta sekarang bukan lagi jomblo.


"Guanlin, bisa gak lu jangan ikutin gua terus? Nanti yang lain bisa salah paham." Akhirnya Natta berbalik lalu menatap Guanlin yang masih tersenyum.


"Salah paham gimana?"


Bukannya menjawab, Guanlin malah mendekatkan wajahnya ke wajah Natta yang lebih pendek darinya.


"Y-ya, gua kan--"


Alis Guanlin terangkat tak suka menatap Natta, "Udah punya bang Minhyun?"


Guanlin menegakkan tubuhnya lagi lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.


"Gua gak peduli," balas Guanlin sembari mengangkat bahunya.


"Udah cepetan jalan, katanya mau ke loker." Tubuh Natta di dorong-dorong oleh Guanlin agar berjalan dengan cepat.


Natta hanya bisa menurut lalu berjalan dengan biasa tanpa perlu di dorong oleh Guanlin.


"Temen lu berisik semua ya? Untung cantik."


"Gua aja sebagai temennya kadang suka malu," dengus Natta super kesal karena hari ini mereka sukses membuat Natta malu setengah mati.


Dan sekarang, setelah membuat Natta kesal, mereka malah menghilang entah kemana.


"Lu dari belakang aja cantik banget, Tta." komentar Guanlin yang kebetulan tengah menatap rambut Natta.


Natta diam-diam memutar bola matanya dengan malas, "Baru sadar gua cantik?"


Ya. Guanlin memang baru sadar jika Natta sangat cantik bahkan ketika gadis itu di lihat dari belakang dengan rambut sebahu nya yang manis.


"Habis ini pelajaran siapa Guan?" tanya Natta tanpa menoleh ke belakang karena sibuk membuka loker.


Guanlin nampak berpikir sebentar sebelum menjawab pertanyaan Natta, "Bu Wendy."


Natta menutup lagi loker miliknya setelah semua yang di perlukannya sudah ia ambil dari dalam loker.


Lalu saat Natta berbalik, Guanlin sudah lebih dulu menahan bahu Natta untuk bersandar pada loker di belakangnya.


"Tta—" Natta menahan nafasnya saat Guanlin mendekatkan wajahnya lagi.


Guanlin tidak tahu apa yang tadi ia pikirkan sampai melakukan hal itu.


Tapi karena sudah kepalang basah, lebih baik Guanlin melakukannya atau bahkan tidak sama sekali.


"Gua.." Wajah Guanlin terasa semakin dekat ke arah wajah Natta sampai Natta bisa merasakan hembusan nafas Guanlin.


Sampai akhirnya Natta tanpa sadar memejamkan matanya karena terlalu gugup.


Guanlin menghela nafas di ceruk leher Natta sebentar sebelum berkata,"—Bolehkan gua jatuh cinta sama lu?"


Sontak mata Natta terbuka ketika mendengar Guanlin mengatakan itu.


Jatuh cinta?


Setelah mata Natta terbuka, Guanlin sudah tersenyum di depannya dengan sangat manis lalu mengacak rambut nya.


"Jangan di pikirin Tta, udah yuk ikut gua nyusul yang lain." Natta tidak menjawab apapun.


Natta hanya membiarkan Guanlin yang menarik tangannya meskipun seluruh isi kepala Natta masih bingung harus bagaimana lagi.


...........


...12 Februari 2019...


...Reeshiellaa Nat...


...Ft Dewi Hsu...