4 Walls

4 Walls
5.1 - Sebuah Alasan


...BAB V - Boy In Luv...


...| Sebuah Alasan |...


...✨...


...🎶Junggigo feat Dawon - Slowly, Little Bit...


...........


Karena kebetulan kelas Minhyun dan Jisung sedang kosong, Minhyun jadi tidak memiliki sesuatu untuk di kerjakan.


Dan saat melihat lapangan yang ramai oleh anak kelas XI, Minhyun pun memilih untuk menonton saja dari depan kelasnya. Dan kebetulan nya lagi, kelas itu adalah kelas Natta yang sedang ujian praktek dadakan dari Pak Siwon.


Jadilah Minhyun semakin betah disana.


Minhyun bisa melihat bahwa Natta yang terus-terusan menekuk wajahnya karena kesal, dan Minhyun tahu karena gadis itu memang tidak suka olahraga.


"Daniel kemana?" tanya Minhyun saat menyadari tidak ada Daniel yang datang bersama Jisung.


"Gatau gua, ngilang mulu emang kerjaannya," balas Jisung tak peduli lalu mengalihkan pandangannya ke arah Minhyun melihat.


"Itu Natta kan? Bete banget mukanya tuh." Jisung menunjuk ke arah Natta yang tengah berdiri sembari bersedekap dan sesekali berbicara dengan temannya.


Minhyun mengangguk dan tersenyum diam-diam, "Natta emang gak suka olahraga."


Jisung mengangguk mengerti karena memang kelihatannya Natta sangat malas berada dalam pelajaran itu, "Natta mau praktek?"


Minhyun hanya mengendikkan bahunya tidak tahu.


Minhyun masih memerhatikan gadis itu yang di panggil maju ke tengah sendiri dan terlibat obrolan dengan Pak Siwon sebentar sebelum akhirnya mendribble bola.


"***** itu Natta ngapain, masa dribble bola kaya gitu sih Hyun?" Jisung tertawa terbahak-bahak sembari menoleh ke arah Minhyun.


Minhyun sendiri sampai terkekeh melihat kelakuan kekasihnya yang tidak bisa mendribble bola.


"Natta emang payah kalau masalah ginian, gua gak tega jadinya," balas Minhyun saat Natta malah menggaruk tengkuknya dengan canggung dan sepertinya kena marah oleh Pak Siwon.


"Kena marah Pak Siwon kayanya," ucap Jisung saat Natta sudah tidak mendribble bola lagi dan malah terlibat obrolan dengan Pak Siwon.


Minhyun tertawa lagi ketika melihat Natta menutup wajah malu dan temannya yang lain menyorakinya.


Meskipun Minhyun tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi Minhyun yakin bahwa Natta merasa tertekan.


"Kayaknya emang kena marah."


Minhyun bukannya merasa kasihan malah merasa lucu dengan Natta. Lagipula apa gunanya sih punya kekasih kapten basket kalau ujian praktek saja tidak bisa mendribble bola.


Jisung menatap Minhyun yang tertawa renyah di sampingnya, rasanya sangat mengherankan melihat lelaki itu yang tiba-tiba menjadi banyak tersenyum.


"Gua gak nyangka aja ya lu jadi banyak senyum gini," kata Jisung dan menatap ke arah lapangan lagi.


"Banyak senyum gimana?" tanya Minhyun bingung. "Ya kayak sekarang aja, lu ketawa Cuma karena liat Natta. Dulu sih mana pernah lu begini."


Mendengar ucapan Jisung, Minhyun tidak mengelak. Ia juga tidak tahu mengapa Natta sangat berpengaruh padanya, pada hidupnya.


"Natta hebat banget ya sampe bisa bikin lu kaya gini, gua salut sama dia. Gua aja, kita deh; Gua, Seongwoo, Daniel yang udah lama banget temenan sama lu tuh susah buat bikin lu sesantai ini."


Padahal awalnya Minhyun hanya sekedar penasaran dengan siapa gadis itu, ia hanya tidak tahu bahwa akhirnya yang terjatuh terlalu jauh malah dirinya.


"Dan yang paling penting sih lu udah gak banyak mainin cewek lagi," lanjut Jisung.


"*******." Minhyun memukul bahu Jisung agak keras sembari tertawa.


Lalu setelahnya, Minhyun kembali menatap Natta di lapangan yang masih di marahi oleh Pak Siwon.


...


...


Saatnya makan siang, Kana ingin membelikan beberapa cemilan untuk Geonhee dan teman-teman Osis lainnya.


"Mana ya? Kok gak ada?" Kana celingak-celinguk.


"Nyari apa?" Daniel mengejutkan Kana dengan berdiri di samping gadis itu.


"Kak Daniel?"


Yang dipanggil hanya tersenyum tipis, seperti merasa canggung.


Kana baru sadar ketika melihat Daniel, ia langsung teringat Seongwoo. Gadis itu lalu menoleh ke belakang dan kesekitar kantin, namun tak melihat ada tanda-tanda Seongwoo ada disana.


"Sendiri kak?"


"Iya masih single."


Kana melirik Daniel, seperti menyadari maksud perkataan Daniel kemana. Ia lalu melihat Daniel tertawa.


"Btw mau jajan apa?" tanya Daniel.


"Tadinya sih mau kerupuk seblak, tapi gak ada deh kayaknya."


"Yang lain aja, yang keliatan di depan mata."


"Contohnya?"


"Gua."


Kana terdiam, tangannya yang ingin meraih pintu lemari es untuk mengambil beberapa minuman bersoda tiba-tiba saja terhenti ketika mendengar apa yang baru saja Daniel katakan padanya.


Daniel melihat Kana dengan hati-hati, ia sedikit merasa malu karena mengatakan hal yang konyol seperti tadi.


"Ini berapaan ya?" pertanyaan Daniel membuat Kana menoleh kearahnya.


...


...


Woojin berkumpul bersama teman-temannya. Mayoritas suara yang terdengar diantara genk anak ayam hanyalah suara Daehwi dan Jihoon.


Tak aneh jika sedari tadi Woojin hanya mendengar pembicaraan diisi oleh kedua temannya itu.


"Gua gak mau ikut ekskul ah, males dikerjain seniornya."


Daehwi yang mendambakan kemendekaan diri akhirnya mengungkapkan rencananya di sekolah ini.


"Tinggal bilang ke gua kalo lu pada dikerjain sama senior buluk."


Semua menatap Woojin tak percaya, seolah lelaki itu tengah membual dan ucapannya hanya omong kosong belaka.


"Serius lah."


"Emang lu mau ngapain kalo kita bilang ke lu?" Akhirnya Guanlin bertanya begitu.


"Kalo lu bilang ke gua, ntar gua lapor ke Ketua OSIS."


Benar saja, Woojin memang tak pernah bisa dipercaya sepenuhnya. Lelaki itu masih saja merasa bangga dengan ucapannya saat semua orang di meja menatapnya konyol.


"Jin," Jihoon menepuk pundak Woojin, "Gua tau lu nge-fan banget ama Ketua OSIS yang udah nolongin lu waktu itu, tapi lu gak bakal terobsesi buat selalu minta tolong ke Kak Kana kan? Lu cowo kali Jin."


Woojin melirik Jihoon dengan senyum yang seolah-olah ia merasa terluka dengan dugaan Jihoon itu, "Ini bukan masalah gua cowok atau bukan, ini masalah keadialan yang harus ditegakkan di sekolah kita tercinta!"


Rasanya terlalu berlebihan bagi Daehwi, Jihoon, Jinyoung dan Guanlin jika benar hanya itu alasan Woojin membuat laporan pada Ketua OSIS sekolah.


"Ya, bener sih. Tapi gua aneh aja dengernya." Guanlin saja merasakan ada yang tak beres dengan Woojin.


"Atau jangan-jangan lu lagi modus aja ama Kak Kana?" Jinyoung menebak dengan tepat setengahnya.


"Ah iya ya? Lu emang pada dasarnya cuman pengen modusin Kak Kana! Idih, ngarep banget lu sumpah!" Daehwi menggebu-gebu saat menemukan tebakan Jinyoung bisa saja memang benar.


Woojin menyayangkan itu, ia hanya menggeleng-geleng kecewa karena teman-temannya tidak bertanya tentang intinya saja, mengenai hubungan apa yang bisa membuat Woojin bisa sebebas itu menghubungi Kana.


"Terus apa kalo bukan mau modus? Yeu, basi lu." Daehwi lagi.


"Lu belum tau aja, gua ini sepupunya Kak Kana kali."


Semua tertawa mendengar pernyataan Woojin, seolah yang dikatakannya itu sebuah lelucon.


"Liat deh?" Daehwi yang pada dasarnya mempunyai sifat menyebalkan terus menerus mengejek Woojin, "Gak kesampean jadi cowonya Kak Kana, sekarang dia jadi ngayal punya hubungan darah gitu ama Kak Kana."


"Serius gua, elah."


"Muka lu gak ada pantes-pantesnya buat jadi sepupu Kak Kana, Woojin Gibrani." Jihoon menggeleng-gelengkan kepalanya karena prihatin melihat temannya itu.


Guanlin melihat Woojin yang kesal, "Ya iya Jin, gua percaya."


"Awas aja lu pada, gua buktiin ntar."


Karena tak mendapatkan kepercayaan penuh dari ketiga temannya yang lain, tiba-tiba saja ia menjadi haus dan segera meraih gelas minumannya yang isinya hanya tinggal setengah saja.


Jihoon melirik Woojin yang sedang minum, "Jin, ikutan ekskul dance yuk?" ajak Jihoon.


Tanpa pertimbangan yang berarti, Woojin mengangguk begitu saja. Ia memang suka menari, itu sudah termasuk ke dalam bakatnya yang disertifikasi.


"Boleh juga tuh, gua ikut deh." ujar Woojin.


"By the way busway, lu udah tau belum siapa senior di ekskul dance?" Daehwi mengaktifkan radar gosipnya, "Aduh.. please deh. Hidup kalian tuh gak ada persiapannya ya?" ucap Daehwi ketika melihat Woojin dan Jihoon menggelengkan kepalanya.


"Bukannya ada dua anak paling populer yang jadi senior disana?" Jinyoung yang baru selesai minum lalu menimpali kembali Daehwi dengan pertanyaan.


Guanlin mengangguk tanda setuju, walaupun dia termasuk anggota yang paling diam, Guanlin tahu jika tentang hal ini.


"Emang siapa?" Jihoon bertanya karena penasaran.


"Seongwoo Azka Pratama sama Daniel Willy Ananta," ucap Daehwi dengan bangga.


Woojin menyemburkan minuman dalam mulutnya, keempat temannya itu menghindar agar tak terkena sedikitpun pada pakaian mereka.


"Lu ngapa dah, jorok banget *****. Untung gak kena," ucap Daehwi yang mencintai kehigenisan.


"Lu bilang siapa?" tanya Woojin yang bahkan tidak merasa bersalah.


"Bang Seongwoo ama Bang Daniel, anak kelas 12 IPA 2 sama 12 IPA 4!" tegas Daehwi sambil mengeluarkan tisu dari sakunya.


"Kenapa sih? Kok lu kayak kaget gitu?" tanya Jinyoung.


"Kalo gitu gua gak jadi ikut Hoon!"


"Apaan yang gak jadi? Kok lu gitu?" Pernyataan Woojin itu merenggut kebahagian Jihoon.


"Males gua *****."


Daehwi yang menyadari penyebab Woojin tiba-tiba tak jadi ikut lalu berkata, "Lu gak jadi ikut bukan karena Bang Seongwoo pacarnya Kak Kana kan?"


Woojin melipat kedua tangannya dengan wajah yang ditekuk. Semua tahu jawabannya hanya dengan melihat itu.


"Terus lu mau ikut ekskul apa?" Jihoon bertanya.


"Gua mau jadi asisten Ketos aja kalo gitu."


"Mana ada *****."


"Ada, gua yang bikin!"


Semuanya menggelengkan kepala, entah sudah berapa kali kalimat tak masuk akal keluar dari mulut Woojin hari ini.


Mereka hanya dapat berdo'a semoga Woojin dapat kembali ke jalan yang benar.


"Nah lu sendiri mau ikut ekskul apa, Young?" tanya Guanlin karena belum mendengar rencana lelaki itu.


"Gua?" Jinyoung pun belum sempat memikirkan itu, "Hm.. kayaknya gua ikut ekskul yang ada Natta nya aja deh. Tapi kalo bisa sih gua gak usah ikutan ekskul, males gua."


"Tuh, kita emang sama Young. Males kan kalo ikutan ekskul." Woojin mengangkat tangannya dan melakukan highfive bersama Jinyoung.


"Kira-kira ekskul apa ya yang cocok buat gua?" Daehwi juga ingin punya tujuan, mendengar teman-temannya mempunyai pilihannya sendiri, tiba-tiba ia juga menjadi memikirkan itu.


"Ekskul mading aja," ucap Woojin menyarankan.


"Kenapa? Apa alesan lu nyaranin ekskul para anak kutu buku kreatif itu?"


"Lu kan update tuh, biang gosip juga, jadi lu bisa ekspersiin diri lu disana, bikin dah tuh artikel penelitian tentang gosip-gosip yang lagi berkembang di sekolah."


Ucapan Woojin itu membuat semua temannya tertawa. Hanya Daehwi yang menatap Woojin dengan tajam, lelaki itu juga menyesal karena telah mendengarkan bahkan bertanya alasannya pada Woojin.


"Woojin bener tuh Hwi, lu bisa nyalurin bakat lu disana." Jihoon ikut-ikutan.


"Lu juga sama aja *****, lu pikir partner gosip gua siapa? Jangan ikutan ekskul dance, muka lu gak cocok Jihoon Yuan!" Daehwi membuat Jihoon juga merasakan akibatnya karena ikut-ikutan menggoda.


............


...06 Februari 2019...


...Reeshiellaa Nat...


...Ft Dewi Hsu...