4 Walls

4 Walls
6.1 - Bukan Omong Kosong


...BAB VI - Yesterday, Today, Tommorow...


...| Bukan Omong Kosong |...


...✨...


...🎶iKON - Best Friend...


...........


"Apaan sih Za, kebiasaan banget ngerusuh di rumah gua." Wajah Jinyoung masih setengah mengantuk karena Natta yang membangunkan nya pagi-pagi begini.


Padahal Jinyoung bersyukur bisa berangkat agak siang kemarin karena Natta berangkat bersama Minhyun.


"Gua nebeng mobil lo ya," kata Natta dengan wajah memelas pada Jinyoung.


Jinyoung hanya menarik poni Natta setengah kesal, "Kemana cowok lo? Gak jemput?"


Natta mendengus karena kebiasaan Jinyoung sama sekali tidak hilang. Lagipula masalah Minhyun, lelaki itu memang sudah mengatakannya semalaman bahwa ia tidak akan bisa menjemput hari ini.


"Kak Minhyun ada urusan katanya. Jadi gua nebeng lo, boleh kan? Lagian lu gak ada cewek ini," ucap Natta yang langsung di pelototi oleh Jinyoung.


Jinyoung hanya bisa mengusap dadanya sabar karena menghadapi orang semacam Natta dalam hidupnya.


"Udah nebeng, gak tau diri lagi. Giliran jadian, gak ada cerita. Cukup tau aja gua," balas Jinyoung sambil berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di depan.


"Bukan gitu Young, gua cuma belum sempet cerita aja serius deh. Gak bohong."


Natta ngikutin Jinyoung dari belakang karena tahu lelaki itu tengah kesal padanya.


"Halah, waktu sama bang Hanbin aja lu cerita tiap menit ke gua. Giliran ini, lu cerita suka sama bang Minhyun aja gak ada."


Mendengar Jinyoung, Natta menghela nafasnya pelan. Bagaimana mungkin Natta menceritakan itu pada Jinyoung jika kenyataan nya ia memang tidak pernah menyukai Minhyun.


"Yaudah, sorry. Gua emang belum sempet cerita. Dan kita juga deketnya sebentar." Sebentar banget malah. Batin Natta.


"Udah masuk. Katanya nanti telat," ucap Jinyoung sembari masuk mobil nya mobilnya.


Natta pun melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan Jinyoung. Masuk ke dalam mobil lelaki itu.


"Oh ya, Young. Guanlin temen lo kan?" tanya Natta ketika teringat dengan sikap aneh Guanlin kemarin di lapangan basket.


"Kenapa sama Guanlin?" Jinyoung noleh ke arah Natta dengan wajah bingung.


Setengah tidak menyangka juga jika Guanlin benar-benar nekat berniat nikung hubungan Natta dengan Minhyun.


"Ya gitu deh, aneh," balas Natta sekenanya karena tiba-tiba ia malas membahas itu.


Jinyoung ngusap rambut Natta, "Udah jangan di pikirin."


Ya,


Tapi anehnya,


Natta terlanjur mikirin,


Guanlin


...


...


Yang namanya olahraga, tetap saja akan berkeringat sekalipun itu dilakukan saat jam pertama atau jam kedua. Matahari memang belum berada tepat di atas kepala, tapi Woojin dan Guanlin yang sekalinya paling pandai berolahraga masih merasa kewalahan karena terlalu lelah saat setelah mengikuti kelas olahraga. Jinyoung sendiri memiliki kemampuan olahraga yang baik, namun tak sebaik kedua temannya itu. Hal itu tentu lebih baik jika dibandingkan dengan dua temannya yang lain, Jihoon dan Daehwi.


Tubuh Jihoon tak bisa olahraga dengan benar, sedangkan Daehwi sangat membenci keringat. Keduanya duduk bersama ketiga teman lainnya di pinggir lapangan sambil meneduh. Lima orang itu berjejer seperti model yang sedang bergaya di depan kamera dengan keringat yang membasahi baju mereka.


Daehwi mengibas-ngibaskan tangannya, "Aduh ya ampun, panas banget deh."


Jihoon yang merasakan hal yang sama melirik Daehwi, "Gak ada yang bawa minum apa ya?"


Woojin tiba-tiba saja bangkit dan membuat keempat temannya melihat serentak kearahnya.


"Mau kemana lu?" tanya Jinyoung.


"Mau ke keran sono, gerah gua pengen mandi."


"Bisa aja *****, mau pamer abs lu ya?" Jihoon iri dengan itu, andai ia mempunyai otot perut.


Woojin memasang wajah sombongnya, ia memainkan alisnya agar bergerak naik dan turun.


"Gua ikut lah." Guanlin ikut berdiri lalu pergi bersama dengan Woojin menuju keran air yang ada di depan lapangan.


Ketiga temannya hanya menatap iri Woojin dan Guanlin dari belakang. Melihat cara mereka berjalan saja semua orang juga sudah tahu bahwa Woojin dan Guanlin itu junior favorit.


Keindahan mereka bisa saja mengalahkan ketenaran para senior populer di sekolah mereka. Toh dari segi wajah, Woojin dan Guanlin tak kalah tampan dari para senior populer itu.


Walaupun dari jarak yang cukup jauh, Woojin dan Guanlin dengan jelas dapat mendengar suara bising dari arah lapangan saat keduanya membuka kaosnya dan menampakkan semua yang ada di baliknya.


Guanlin yang memang sudah pada dasarnya keren hanya mengabaikan teriakan itu dengan segera membuka keran air dan membasuh tubuhnya dengan perlahan. Sedangkan Woojin yang ingin sedikit pamer sebentar dengan sengaja menoleh ke belakang dan melirik kumpulan gadis yang semakin histeris seperti melihat idolnya.


Woojin tersenyum tipis. Sedangkan ketiga temannya yang melihat itu hanya tertawa hambar karena melihat kelicikan Woojin yang selalu berusaha menambah kepopulerannya dengan sengaja.


"***** seger banget."


Guanlin tersenyum karena setuju dengan ucapan Woojin barusan.


"Lu jadi ikutan ekskul basket Guan?"


"Iya, kenapa? Lu mau ikutan juga?"


"Ngaco lu, gua gak setinggi itu buat ikutan ekskul basket."


"Kata siapa sih? Lu juga jago olahraga, kenapa gak coba dulu aja?"


"Enggak ah, males gua."


Guanlin hanya mengangkat bahunya pasrah sambil terus mengalirkan air ke dadanya. Tiba-tiba ia mendengar Woojin berseru karena melihat seseorang.


"Kak Kana?!"


Guanlin melihat Woojin melambaikan tangannya kearah depan sambil tersenyum cerah menampakkan gigi gingsulnya. Lelaki itu lalu berlari menghampiri gadis tersebut tanpa memakai bajunya terlebih dahulu.


Woojin dan Kana bertemu di tengah. Kana terkejut karena baru menyadari bahwa Woojin bertelanjang dada tepat di hadapannya.


"Kakak mau kemana?"


Saat itu Woojin yakin teman-teman satu genk nya tengah memperhatikannya. Kali ini ia akan buktikan bahwa ucapannya tentang hubungannya dengan Kana bukanlah usaha modus apalagi omong kosong belaka.


"Mau ke kelas, abis dari ruang pembina OSIS." Kana melihat para siswi sekelas Woojin tengah memerhatikannya dari lapangan sana, "Kaos olahraga kamu kok gak dipake sih? Terus ini kenapa basah semua?"


"Abis maen air, lagian panas banget."


"Ntar pusing baru tau deh." Kana melihat Woojin hanya tersenyum, "Heuu, dasar. Nanti cepet keringin." Tangan Kana reflek mengacak-acak rambut Woojin yang basah. Ia malah membuat semua orang yang melihatnya bertanya-tanya dengan iri.


Woojin sendiri hanya menundukkan kepalanya sedikit dan membiarkan Kana mengusap kepalanya dengan lembut walaupun itu hanya untuk membantunya mengeringkan rambut.


Daehwi bersama temannya yang lain juga melihat di tempatnya, ternyata Woojin tidak bercanda. Lelaki itu memang terlihat dekat dengan Ketua Osis sekolah.


"Mau minum gak?" tawar Kana yang saat itu kebetulan baru membeli air mineral setelah selesai menemui pembinanya.


"Mau dong." Woojin mengambil botol minuman milik Kana yang isinya hanya tinggal setengah.


Setelah melihat Woojin menghabiskan sisa minumannya, Kana yang tak bisa berlama-lama lalu pamit pada Woojin.


"Kakak lagi ada kelas nih jadi gak bisa lama-lama, duluan ya."


Woojin mengangguk dan melihat Kana pergi dengan berlari kecil menuju kelasnya. Ia lalu kembali kearah Guanlin yang kini sedang memakai kaosnya setelah selesai menyegarkan diri dengan air keran.


"Nih," Guanlin melemparkan kaos milik Woojin, "Bentar lagi jamnya udah mau selesai, kita ke kantin yu? Haus gua abis liat lu minum."


Woojin dengan cepat kembali menutupi perutnya dengan kaos putih itu. Ia dan Guanlin lalu berjalan bersamaan menuju ketiga temannya yang masih duduk disana.


"Percaya kan lu sekarang sama gua?" tagih Woojin pada teman-temannya yang sempat meragukannya.


"Iya dah iya." Daehwi dan Jihoon mengakui.


"Pamer aja teruss." Kali ini Jinyoung menambahkan, "Gua aja yang punya Natta gak pernah bangga."


Tak hanya Woojin yang tertawa puas, ketiga temannya yang lain pun ikut tertawa karena ucapan Jinyoung barusan. Sambil terus membahas hal yang tak penting lainnya, kelima orang itu berjalan menuju cafetaria untuk membeli beberapa botol minuman dingin pelepas dahaga setelah dua jam berolah raga sebelum akhirnya berganti pakaian lalu mengikuti pelajaran selanjutnya.


...........


...09 Februari 2019...


...Reeshiellaa Nat...


...Ft Dewi Hsu...