
...BAB III - Best Luck ...
...| Pendekatan |...
...✨...
...🎶AKMU - Give Love...
...........
Guanlin menyandarkan punggungnya pada loker setelah menyimpan baju olahraga miliknya.
Karena sedang tidak dalam mood yang baik, Guanlin jadi malas ke kelas. Apalagi ada Daehwi si biang gosip yang pasti akan membawa berita aneh seperti tadi pagi.
Semenjak kemarin, Guanlin rasanya ingin menghajar langsung wajah kakak kelasnya yang bernama Minhyun.
Tapi apa boleh buat jika kenyataan nya Natta sudah milik lelaki itu, bulan dirinya.
"Loh? Temennya Jinyoung kan? G-Guan, Guanlin ya?" Suara milik gadis yang berdiri tak jauh dari Guanlin membuat lelaki itu menoleh dan terkejut.
Disana ada Natta yang dengan sangat cantiknya membawa buku yang Guanlin duga akan di masukkan ke dalam loker.
"Eh, Natta ya." Guanlin tersenyum dengan semangat ke arah Natta.
"Kak Natta, Guanlin," ucap Natta membenarkan. Seingat Natta, Guanlin itu adik kelasnya. Bukan sekelas dengan nya.
"Maunya Natta aja, gimana?" Susah memang meladeni adik kelas semacam Guanlin. Natta hanya bisa tersenyum kecil.
"Terserah lu dek. Ngapain disini? Mau bolos ya?" Jiwa kedisiplinan Natta tetap ada dimanapun.
Jadi melihat gelagat Guanlin yang tampaknya memang ingin bolos, Natta harus mengingatkan lebih dulu.
"Gua cuma abis naro baju aja, abis itu mau balik kelas. Tapi liat lu, jadi pengen disini terus."
Natta terkekeh melihat kelakuan Guanlin yang tidak di sangka. Ia pikir Guanlin itu pendiam, ternyata masih sebelas dua belas sama Jinyoung.
"Apaan sih dek. Udah ah, minggir. Gua mau naro buku nih di loker." Natta berjalan lagi melewati Guanlin dan membuka lokernya yang hanya terpisah tiga loker dengan loker Guanlin.
"Itu loker lu?" tanya Guanlin yang di angguki Natta. "Oh iya, panggil Guan aja, gak enak gua berasa adek lu." Untuk masalah satu itu, Natta juga tidak masalah.
Natta menepuk sekilas lengan Guanlin, "Iya deh, udah sana balik kelas. Gua gak mau ya masih kelas X aja udah suka bolos."
"Udah gua bilang gua gak bolos, Tta. Susah banget ya di bilangin." Rasanya Guanlin tahu mengapa Jinyoung bisa merasa senyaman itu dengan Natta.
"Ya udah yang penting balik kelas sekarang. Ayo balik." Entah pikiran darimana, Natta menarik lengan baju Guanlin untuk mengikutinya kembali ke kelas.
"Gak usah tarik-tarik Tta, ntar gua baper." Mendengar Guanlin bicara seperti itu, Natta langsung melepas tarikannya.
"Dasar Guanlin baperan," dengus Natta yang malah di balas dengan tawa Guanlin.
"Ternyata lu asik ya. Gua kira anak populer yang keliatannya kalem kaya lo gak bisa se asik ini," kata Guanlin lalu menoleh pada Natta yang juga menoleh ke arahnya.
"Makanya jangan nilai orang dari luar nya aja."
Guanlin tersenyum, "Yaudah sini gua nilai dalem nya lo."
"Ih, Guanlin apaan sih! Gua kasih poin nih nanti," ancam Natta karena malu sendiri dengan ucapan Guanlin barusan.
"Yah, maennya anceman nih."
Natta juga tidak tahu kenapa bisa cepat akrab dengan Guanlin.
"Minta id lu dong. Siapa tau kan, gua mau kenalan." Tiba-tiba Guanlin menyodorkan ponselnya pada Natta.
"Gak ah, minta aja sama Jinyoung," ledek Natta sembari berlari lebih dulu meninggalkan Guanlin yang masih menyodorkan ponselnya.
"Tta!" Guanlin buru-buru narik tangan Natta sebelum gadis itu jauh.
"Gua belum bilang sesuatu ke lu nih. Penting." Natta mengernyit bingung ke arah Guanlin.
"Apaan?" tanya Natta.
Guanlin senyum, "Lo cantik banget, gua jadi suka." Sehabis itu, Guanlin mengusap puncak kepala Natta.
Dan pergi gitu aja.
...
...
Jisung jelas tahu berita tentang kedua temannya yang sudah memulai hubungan baru dengan seseorang.
Siapa yang tidak akan terkejut ketika mendengar bahwa empat orang populer itu ternyata menjalin kasih di waktu yang hampir bersamaan.
"Oh gitu, jadi tinggal gua ama Daniel nih yang jomblo." Jisung mendapati Seongwoo dan Minhyun hanya tersenyum seolah tak tahu harus bereaksi seperti apalagi.
"Niel," Jisung menatap Daniel yang sejak tadi hanya diam, "Tinggal kita nih yang jomblo, gimana dong? Lu kira-kira kapan mau nyusul mereka?"
Daniel berusaha tersenyum, namun tak sepatah katapun yang dapat ia katakan saat itu.
Tanpa merasa ada yang aneh dan harus ditanyakan, ketiga temannya itu hanya tertawa bersama saat menanggapi lelucon Jisung yang seperti biasanya selalu lucu.
"Lu jangan ngatur-ngatur Daniel mau kapan nyusul, lu sendiri kapan mau punya pacar?" tanya Seongwoo.
"Tau nih, gak nyadar banget *****." Minhyun ikut menanggapi.
"Okeh-okeh, tenang dong. Gua sih santai ya, gak usah buru-buru harus punya pacar cepet kalo ujungnya gak cocok terus putus cepet juga."
Jisung melirik satu persatu temannya seolah mengejek masa lalu percintaan mereka, "Pengalaman kalian itu berharga buat kelancaran percintaan gua."
Jisung menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyangkal ucapan Seongwoo, tak sengaja ia melihat Daniel yang berbeda.
"Eh Niel, lu ngapa dah?"
Setelah menatap Daniel, Jisung juga melihat kearah Seongwoo dan Minhyun seolah-olah salah satu mereka ada yang tahu.
"Enggak, gua gak papa."
"Kok lu diem aja dari tadi?"
Seongwoo melihat Daniel sedikit pucat, "Lu sakit Niel?"
Mendengar itu, Minhyun juga mengecek keadaan Daniel.
"Kayaknya gua kecapean doang gara-gara latihan tadi deh."
Ketiga temannya merasa buruk karena telah membiarkan Daniel begitu saja tanpa tahu bahwa temannya itu sedang merasa sakit.
"Lu mau gua anter ke UKS?" tawar Jisung sungguh-sungguh.
"Enggak Hyun, gua sendiri aja." Daniel bangkit, "Duluan ya, sorry."
"Yakin lu mau sendirian aja?"
Seongwoo juga bangkit untuk membantu Daniel, namun lelaki itu malah mendapat tatapan aneh dari Daniel, "Gua bantu aja ya?"
"Gak usah, gua sendiri aja. Gua cuman gak enak badan doang kok."
Daniel pergi begitu saja tanpa menunggu temannya menjawab lagi.
"Niel?" panggil Minhyun khawatir, namun percuma saja, Daniel hanya mengabaikan ketiga temannya itu.
...
...
Jam sekolah sudah selesai sejak dua jam yang lalu. Kana juga sudah menyelesaikan rapatnya bersama anggota OSIS lainnya.
Gadis itu masih mengobrol ria bersama Geonhee dan beberapa anggota OSIS yang masih tersisa.
"Seungwoon tuh, kalo nagih duit aja paling semangat giliran sendirinya bayar terakhir," protes Geonhee tak terima ketika uang sakunya dipalak bendahara semacam Seungwoon.
"Lah, emang masalahnya apa? Gua ini yang megang, yang penting bayar cuy! Bilang aja lu iri ama gua."
Jaehwan menepuk bahu Seungwoon dengan pelan, "Woon, bilang aja ama gua kalo ada yang susah bayar uang kas. Ntar gua hukum!"
Kana dan Natta, dua gadis yang tersisa di dalam ruangan itu merespon perilaku konyol temannya tersebut dengan tertawa keras.
"Permisi." Suara seseorang diambang pintu tiba-tiba saja membuat semua orang menoleh dan otomatis menghentikan lelucon itu.
Seongwoo mendapat tatapan tak percaya dari orang-orang yang sedang berada di dalam ruangan OSIS. Lelaki itu tersenyum dan menemukan Kana yang terlihat gugup entah apa alasannya.
"Eh, Kak Seongwoo? Nyari siapa kak?" tanya Geonhee ramah.
Natta tersenyum juga saat Seongwoo menyapa semua orang disana.
"Mau ngajak Kana pulang, kalian udah selesai kan?"
Perkataan ini jelas membuat terkejut semua orang yang mendengarnya, Kana langsung mendapatkan tatapan dari setiap pasang mata yang ada disana.
Sedangkan gadis yang tengah mendapatkan perhatian itu hanya tersenyum kaku tak ingin menjelaskan.
Natta tak ingin langsung menyimpulkan, ia belum mendengar apapun yang bisa menjelaskan keadaan sekarang.
Gadis itu hanya menatap Seongwoo dan Kana bergantian dan menduga-duga sendiri.
"Yuk, Na?" Seongwoo berjalan menghampiri Kana.
"I-iya kak." Kana berdiri dan memandang satu persatu temannya sebelum pergi, "Gua duluan ya."
Seongwoo tersenyum lagi pada semua orang, "Duluan ya temen-temen."
Geonhee, Jaehwan dan Sungwoon saling berbisik setelah Kana dan Seongwoo telah pergi.
"Eh, eh? Lu pada mikirin apa yang gua pikirin gak?"
Natta hanya menyimak tanpa ingin bergabung.
Sungwoon dan Jaehwan saling bertukar tatapan, lalu mengangguk bersamaan menjawab pertanyaan Geonhee.
"Waaahhh." Geonhee terperangah, "Ini sih berita gede, Ketua OSIS kita pacaran sama Kakak kelas populer macam Kak Seongwoo!"
Saat ketiga pria itu sedang menebak apa yang terjadi antara Kana dan Seongwoo, Natta hanya diam tanpa memberikan reaksi apapun saat mendengar ucapan terakhir Geonhee.
Jaehwan yang menyadari itu lalu menoleh kearah Natta dengan perasaan yang ikut merasakan kecewanya Natta saat ini.
"Tta?" Jaehwan mendekat kearah Natta tanpa dipedulikan oleh Geonhee dan Sungwoon yang masih sibuk menebak. "Lu, gak papa kan?"
Natta tersenyum pahit lalu memandang kearah Jaehwan, "Gak papa, kok, Jae.”
...........
...21 JANUARI 2019...
...Reeshiellaa Nat...
...Ft Dewi Hsu...