After Met In Korea

After Met In Korea
여덟 - DELAPAN


"Nay, Arya janji kalo nanti Arya sudah besar, Arya bakalan nikahin Nayla pakai cincin ini"



"Arya janji ya"



"Janji"



Kilasan tentang dua bocah itu muncul kembali saat aku menatap laki-laki dihadapanku ini.



"Sepertinya wajahmu tidak asing bagiku"



"Apakah anda mengenal saya, Tuan ?"



"Entahlah"



"Mungkin Tuan salah ingat orang"



"Bukankah kau yang ingin melakukan bunuh diri Tiga tahun yang lalu ?"



Bunuh diri??



Seingatku, aku tidak pernah merencanakan sesuatu yang mengerikan seperti itu selama hidupku. Apa yang sedang dibicarakan oleh lelaki ini.



Aku menatapnya lagi namun kali ini dengan tatapan tajam yang penuh dengan kebingungan juga rasa terkejut. Jelas aku merasa terkejut karena laki-laki itu mengatakan hal yang mengerikan mengenai diriku tepat dihadapan wanita yang ingin memekerjakan ku sebagai dokter pribadi.



"Arjun, jangan asal bicara, dokter Soo He adalah dokter yang akan menjaga Cleo, kau harus jaga sikapmu"



"Kak, aku bicara terus terang. Aku pernah bertemu dengannya di Korea saat aku sedang jogging dekat Sungai Han"



Wait...


Apa barusan dia menyebut Sungai Han, Korea??


Apa lelaki ini yang pernah salah paham denganku Tiga tahun lalu??


Dan barusan dia panggil wanita didepanku itu dengan sebutan apa??


Kakak??



Sepertinya aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi padaku jika aku meneruskan pekerjaan ini, sebaiknya ku hentikan sekarang sebelum...



"Aku melihatnya ingin melompat ke sungai, jadi aku berlari untuk menyelamatkannya, hey aku benar kan?"



Lelaki itu berusaha meyakinkan kakaknya dan menunggu respon dariku. Aku harus bagaimana ini??



"Baiklah begini Tuan biar saya jelaskan mengenai kejadian itu, sebenarnya.."



"Nah dia sendiri sudah mengakuinya, apa kakak setuju jika Cleo dirawat oleh dokter yang pernah ingin melakukan tindak bunuh diri terhadap dirinya sendiri"



Bukankah bunuh diri itu memang terjadi pada diri sendiri, kalau aku ingin bunuh orang lain maka akan berubah menjadi pembunuhan, bukan.



Back to the Topic...



Belum sempat aku menjelaskan kejadian sebenarnya, lelaki itu terus saja memotong ucapanku.



Tapi hey, bukankah dia juga tahu aku tidak ada niatan bunuh diri, dia juga tahu kalau aku hanya ingin mengambil tasku, tapi kenapa yang dijelaskan justru berbeda.



"Dokter Soo He, apakah yang dikatakan oleh adik saya benar ?"



"Maaf sebelumnya Nyonya Arga, saya memang pernah bertemu dengan Tuan ini di Hangang Bridge, dan saat itu Tuan melihat saya sedang berada dipembatas jembatan, tapi bukan untuk bunuh diri melainkan mengambil tas saya yang terjatuh dibawah pagar pembatas"



"Ah begitu rupanya, maafkan atas sikap adik saya dokter, dia memang memiliki sifat yang buruk"



"Untuk apa kakak meminta maaf padanya, aku mengatakan yang sebenarnya"



"Maaf Tuan, tapi bukankah sebenarnya Tuan sudah tahu bahwa saya tidak ada rencana melakukan bunuh diri, hal itu hanya sebuah kasalahpahaman saja, dan terlebih lagi Anda lah yang membantu mengambilkan tas saya, apa Anda lupa?"



"Saya membantu Anda, hah... sepertinya Anda salah ingat. Kak aku pergi sekarang, ada sesuatu yang harus aku urus dikantor"



"Hey Arjun kau yang memulai keributan ini dan belum minta maaf pada dokter Soo He sekarang kau malah pergi"



Tidak ada jawaban dari Arjun. Lelaki itu terus melangkah menuju garasi mobil dan pergi begitu saja. Aku sangat geram dengan lelaki itu. Tapi ingatan apa yang aku lihat saat menatap matanya tadi. Apakah aku pernah mengenal lelaki itu sebelumnya.



Sebuah ingatan yang sama persis seperti Tiga tahun lalu muncul kembali dalam pandanganku sekilas. Apa maksud dari kejadian itu sebenarnya.



"Dokter, maafkan atas sikap Arjun tadi, dia memang seperti itu, tolong Anda berbaik hati memaafkannya yah"



"Ah tidak apa-apa Nyonya"



"Jangan panggil aku Nyonya rasanya seperti sudah sangat tua, panggil saja aku kakak"



"Ah itu akan tidak sopan"



"Tidak sopan jika kau tidak menuruti perintah seorang kakak, benar"



"Baiklah, k-kak.."



"Anggita, namaku Anggita Dara Arga"



"Boleh aku panggil kak Dara ?"



"Dara?"



"Apakah tidak sopan? Maaf kalau begitu saya panggil kak Anggita"



"Bukan begitu dokter, hanya saja sudah lama sejak terakhir kali ada yang memanggil nama tengahku"



"Ah begitu, oh ya Anda juga bisa panggil dengan nama saya saja"



"Baiklah, Soo-He"



Obrolan kami tidak berakhir disana. Obrolan berlanjut mengenai kondisi Cleo. Kak Dara adalah ibu dari Cleo Arga Seto, seorang anak yang telah menjadi pasien pribadiku.



Cleo didiagnosa Gagal Ginjal sejak umur Dua tahun oleh dokter dan sudah menjalani berbagai macam perawatan di rumah sakit. Saat ini Cleo merasa bahwa dirinya tidak akan hidup lebih lama lagi, itu sebabnya kak Dara mencarikan dokter anak yang bisa memberikan semangat juga merawat Cleo sekaligus.



Kenapa aku bisa menjadi dokter pribadi Cleo??



Sudah jelas karena kak Dara yang membayarku, tapi bukan itu point nya.



Saat aku bekerja dirumah sakit, atasanku menawarkan pekerjaan ini padaku. Awalnya aku ragu karena pasti waktu ku akan tersita lebih banyak untuk pasien daripada mencari tahu tentang kebakaran itu.



Tapi aku juga tidak bisa melupakan sumpahku sebagai dokter. Itu sebabnya aku ada disini sekarang. Dan lebih terkejut lagi saat aku tahu bahwa pasienku adalah keponakan dari orang yang pernah membantuku dahulu. Sungguh kebetulan yang sangat miris.



Mengapa??



Apa kalian ingat sikap yang ditunjukkan lelaki itu padaku tadi, juga sikap yang ia perlihatkan di atas jembatan Sungai Han. Sangat bertentangan. Apakah dia memiliki kepribadian ganda??



Kurasa.



****



"Siapa sebenarnya gadis itu ?"



Terlihat Arjun sedang bertanya pada dirinya sendiri sambil duduk dikursi menghadap jendela kaca yang langsung mengarah pada suasana kota Jakarta pada pagi hari, sangat sibuk.




Gumamnya lagi kali ini dengan posisi menangkup dagu dengan dua genggaman tangan sambil berpikir keras.



Dan akhirnya...



"Bianca, tolong segera keruangan saya"



Titahnya pada Bianca sambil memencet bel yang langsung terhubung pada meja sang Sekretaris.



Tak lama terdengar bunyi suara ketukan, dilanjutkan dengan seorang gadis cantik muncul dari balik pintu setelah dipersilahkan masuk.



"Bapak perlu sesuatu ?"



"Tolong kamu cari tahu mengenai dokter bernama Soo He, semuanya dan serahkan pada saya"



"Baik pak"



Ternyata lelaki itu sangat ingin tahu mengenaiku. Bukannya bertanya langsung padaku mungkin masalah akan terpecahkan tapi justru diam-diam menyelidiki ku.



Tapi kalau tidak begitu maka cerita ini akan cepat selesai, karena jika kami saling terbuka sudah dipastikan masalalu cepat terungkap, benar reader :)



Back to the topic...



****



[Seoul, 14 Februari 2013]



"Sunbae, apa kau sudah terima kabar dari Soo He bulan ini ?"



"Belum ada kabar darinya"



"Ada apa dengannya, biasanya dia selalu mengabari kita"



"Coba kau hubungi dia"



"Baiklah"



Sudah sekitar dua minggu aku lupa memberi kabar ke Korea tentang kondisiku, karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku di Jakarta.



Sampai akhirnya dering ponselku membangunkan tidurku.



"Hallo"



"Ya-Yoon Soo He, nal ij-eo beolingeoya? Wae uri hante malhaji anheungeoya? Urineun neoe daehae geogjeonghagoiss-eo, gwenchanh-i?"


(Hey Soo He, apa kau sudah melupakan aku? Kenapa kau tak mengabari kami? Kami khawatir denganmu, apa kau baik-baik saja?)



"Mianhae, naega neoege malhagileul ij-eul ttaekkaji neoui illo neomu bappas-eo, naneun gwenchanh-a, geogjeongma"


(Maaf, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, sampai lupa mengabari kalian, aku baik-baik saja, jangan khawatir)



"Eonje dasi hangug-e gal geoni?"


(Kapan kau akan kembali ke Korea?)



"Nado molla, naneun deo isang yeogie iss-eoya hae"


(Masih belum tahu, aku masih harus menetap disini lebih lama lagi)



"Al gess-eo, Yeonlaghaneun geos-eul ij-ji maseyo"


(Baiklah, tapi jangan lupa hubungi kami)



"Ne, geuraeyo. Hm.. Ji-Ah gomoui sangtaeneun eottae ?"


(Ya, baiklah. Hm.. Ji Ah bagaimana kondisi tanteku?)



"Geuneun gwencanh-a, geubal-i issdamyeon uriga hwagsilhi yeonlag halkkabwa geogjeonghaji mara"


(Beliau baik-baik saja, jangan khawatir kami pasti akan segera menghubungimu jika ada perkembangan)



"Geurae araseo, kkeunheunda"


(Yasudah kalau begitu, sampai jumpa"



"Apa katanya ?"



"Dia bilang sibuk dengan pekerjaan nya, itu sebabnya lupa menghubungi kita"



"Apakah pekerjaan disana terlalu berat untuknya ?"



"Hey Sunbae kau lupa, Soo He itu dokter anak, kau sendiri tahu tidak semudah itu menangani seorang anak apalagi jika ada antrian panjang, belum lagi pekerjaannya sebagai dokter pribadi"



"Apa dia kekurangan uang sampai harus menerima pekerjaan sampingan itu"



"Hey kau juga jangan lupa dengan sumpah dokter yang telah di ucapkan oleh Soo He"



"Apa karena sumpah tersebut bisa dijadikan alasan Soo He tidak menolak pekerjaan itu, lagi pula tujuan dia kesana bukan untuk bekerja"



"Mungkin dia memikirkan cara lain"



"Seperti apa ?"



"Entahlah, aku juga tidak tahu kau tanya langsung saja padanya, kau juga belum mengucapkan selamat untuknya, apa kau juga tidak ingin membuat Soo He jadi milikmu seutuhnya"



"Apa maksudmu ?"



"Sudahlah kau ingat saja baik-baik kata-kataku barusan sebelum gadis itu jadi milik orang lain. Aku pulang dulu"



****



"Apa kau sedang mengawasiku secara diam-diam ?"



"Tentu saja, aku tidak mungkin percaya padamu begitu saja apalagi hal itu berurusan dengan Cleo"



"Apa kau pikir aku seorang psiko yang akan membahayakan nyawa Cleo sampai kau harus mengawasiku ?"



"Maybe"


(Mungkin)



"Kau..."




####



Annyeonghaseyo 😊


Jumpa dengan Ayu si author kece hihi,,


Wah... Naneun jongmal neo...mu-neomu gamsahamnida 😊


Thankyou-nida 😊


Terimakasih 😊


Like dan Vomment kalian sangat berarti buat Ayu,, author ngerasa kalau novel ini bakal gak ada peminat tapi ternyata gak seburuk itu hihi,,


Dan untuk kalian yang request cerita mengenai BTS, maaf banget Ayu gak tau apa-apa mengenai BTS, author bukan k-popers hanya fans k-drama wkwk 😎


Sebagai gantinya, bakalan dimasukin sedikit deh mengenai k-popers didalamnya meski hanya sedikit hihi


Semoga kalian bisa terhibur dengan cerita ini, buat kalian para Readers, terimakasih atas dukungan juga respon positif dari kalian tentang cerita ini,


Ayu sangat menghargainya,,


Tetap tunggu kisah Nayla dan Arjun selanjutnya 👋👋