
"So Hee bukanlah anak yang tidak jelas asal-usulnya, dia adalah anak kandung dari kakaku, jika kalian tidak ingin mengakuinya itu terserah kalian aku juga tidak butuh izin siapapun untuk mengurusnya. Mengenai permintaan kalian untuk mengundangku kesini, dengan senang hati aku menolak. Aku harus pergi sekarang"
Setelah mengatakan apa yang ingin beliau katakan, tante Yoo Ra langsung melangkahkan kaki ingin meninggalkan rumah tapi suara dari kakekku yang bernama Yoon Jun Jae membuat langkah tante berhenti.
"Aku akan mengakui kalau gadis itu cucuku jika dalam darahnya mengalir darah keturunan Yoon yang sah"
"Apa maksudmu sebenarnya!"
"Lakukan tes DNA"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kang Mi Ra ibu kandungnya membuat tante Yoo Ra terkejut bukan main.
"Apa?!"
"Kenapa? Bukankah kau sangat yakin jika gadis itu adalah anak Yoon Seok ?"
"Aku sangat memercayainya tapi jika kalian tidak percaya aku tidak akan memermasalahkannya karna itu juga bukan urusanku, So Hee ayo kita pulang dari sini, lama-lama berada disini membuatku pengab"
"Apa kau takut jika saja dugaanmu salah dan terbukti bahwa gadis ini hanyalah anak yang tidak jelas asal-usulnya"
"Pertahankan pikiran kalian seperti itu dan aku bisa pastikan kalian akan menyesalinya"
"Yoo Ra, apa selama kau diluar sana sopan santunmu sudah hilang, beginikah caramu bicara pada orangtuamu?!"
"Bukankah hasil seperti ini yang kalian inginkan, aku hanya ingin memerlihatkannya pada kalian!"
"Kau..."
Tante terus saja membantah ucapan nyonya Mi Ra dan juga tuan Jun Jae.
'Tante ku mohon berhentilah'
Ucapku dalam hati sambil menatap tante Yoo Ra berharap ia akan menyadarinya. Tapi keinginanku hanyalah tinggal kenangan, tante Yoo Ra tak ada niatan sedikitpun untuk berhenti.
Akhirnya aku memutuskan untuk menyetujui hal tersebut. Kali ini aku membuat keputusan tanpa bertanya lebih dulu pada tante, entah ia akan setuju atau tidak adalah urusan nanti, yang terpenting saat ini adalah melerai pertengkaran mereka.
"Cukup! Aku mohon hentikan perdebatan kalian. A-aku bersedia melakukan tes itu"
"Apa katamu So Hee ?!"
"Tante, aku akan menyetujui hal itu, aku akan melakukan tes itu supaya kalian berhenti berdebat"
"Jangan bodoh So Hee, mereka hanya memermainkanmu saja. Meskipun hasilnya positif mereka tetap tidak akan berubah pikiran"
"Apa yang membuatmu begitu yakin jika kami harus merubah pikiran kami"
"Memang itulah yang ingin kalian lakukan!"
"Tentu saja kami tidak akan mengubah pikiran kami karna anak itu bukanlah cucu kami. Yoo Ra berhenti berdebat denganku dan segera kembali ke perusahaan"
"Tante, aku mohon padamu percaya padaku kali ini, aku ingin melakukan tes itu untuk membuktikan pada mereka siapa aku sebenarnya"
"So Hee bukankah kau sudah mendengarnya sendiri, mereka tidak akan pernah mengakuimu sebagai keluarga, karena mereka memang tidak percaya pada anak mereka sendiri"
"Tuan Jun Jae aku akan melakukan tes DNA itu dengan ataupun tanpa persetujuan dari tante Yoo Ra"
"Hh... anak yang sombong, kau lihat Yoo Ra bahkan dia tidak mendengarkan kata-katamu, sangat tidak terdidik"
"Apa kalian pantas membicarakan tentang akhlak anak ini sedangkan kalian sendiri tidak memilikinya"
"Yoo Ra!"
"Sudahlah mah, biarkan dia. Besok datanglah ke RS Daehan, Seoul untuk melakukan tes tersebut pukul sembilan pagi, jika kalian tidak datang maka Yoo Ra akan kembali ke perusahaan dengan atau tanpa persetujuanmu"
****
Perkataan terakhir yang dikatakan tuan Jun Jae sepertinya masih dipikirkan oleh tante Yoo Ra, hal itu terbukti bahwa selama perjalanan pulang, beliau nampak murung. Bahkan sekalipun tidak ingin melihatku.
Sampai dirumah tante turun terlebih dahulu dan masuk ke dalam rumah, aku yang tertinggal dibelakang hanya bisa menyusulnya.
Saat tiba diruang tengah, tante Yoo Ra baru mau membuka mulutnya untuk memarahiku.
"Apa kau sudah gila?! Mengapa kau menyetujui permintaan mereka yang tidak masuk akal itu, kau tahu bahwa mereka hanya akan memermainkanmu"
"Tante setidaknya aku sudah berusaha untuk membuktikan bahwa perkataanmu benar"
"Meskipun terbukti kau cucu mereka lalu apa yang akan kau dapatkan, apa kau tahu bagaimana cara mereka memerlakukan ibu dan juga ayahmu dulu!"
"Tante maafkan aku, aku hanya tidak ingin melihat pertengkaran diantara kalian hanya demi untuk membelaku"
"Anak bodoh! Tentu saja aku akan membela mu, kau adalah keponakanku satu-satunya. Menurutmu jika bukan aku siapa yang akan bersedia membelamu seperti tadi"
"Tidak ada. Hiks... maafkan aku tante, maafkan aku"
"Sudahlah aku tidak marah padamu, aku hanya menghawatirkan dirimu itu sebabnya aku sedikit membentakmu tadi, sudah berhenti menangis"
"Benar kau tidak marah padaku ?"
"Untuk apa aku marah padamu ?"
"Bukankah tadi aku sudah membangkang ucapanmu, itu sebabnya kau begitu marah padaku"
"Apa kau tahu, ini pertama kalinya kau tidak menuruti ucapanku disaat yang paling serius"
"Hm, aku tahu. Itu sebabnya aku minta maaf padamu"
"Dan apa kau juga tahu kalau hari ini aku merasa bangga padamu, karena kau telah bersedia untuk berjuang bersamaku"
"Hm, aku tahu. Itu sebabnya aku minta maaf pada...mu, eh apa katamu tante ?"
"Terimakasih telah berjuang bersamaku hari ini"
"Tante, aku sangat menyayangimu"
"Aku juga sangat menyayangimu"
"Tante, mau aku buatkan teh chammomile untuk membuatmu lebih tenang"
"Hm sepertinya aku sangat membutuhkannya kali ini"
"Oke akan segera aku buatkan"
"Baiklah antarkan keruang kerjaku ya"
"Baik"
"Anak pintar"
Segera aku berangkat ke dapur untuk membuatkan secangkir teh chammomile untuk tante Yoo Ra.
Ternyata saat aku beranjak ke dapur, tante langsung menuju ruang kerjanya untuk menerima panggilan, sepertinya sangat penting.
"Apa yang kau temukan ?"
"Nyonya saya menemukan bahwa tuan Arjun adalah anak kedua dari Jerry Seto, salah satu pendiri perusahaan D'Jo yang saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut"
"D'Jo Corporation. Bukankah itu adalah perusahaan yang didirikan oleh mendiang kakakku"
"Apa kau menemukan sesuatu yang lain ?"
"Saat saya menyelidiki tuan Arjun lebih dalam, ternyata semua kejadian itu berkaitan. Mulai dari penculikan nona So Hee sampai kekerasan yang dialami oleh nona"
"Apa yang terjadi selama tiga hari So Hee menghilang ?"
"Nona So Hee diculik saat beliau berada di bandara tanpa sepengetahuan tuan Arjun, dan pelakunya adalah Lolita Deksa putri tunggal dari Deksa Haryadi, pengelola grup Deksa. Nona Lolita juga yang memerintahkan pengawalnya untuk menyiksa nona So Hee selama tiga hari, sampai akhirnya tuan Arjun menemukan nona So Hee"
"Apa hubungan antara Arjun dan gadis itu ?"
"Mereka adalah sepasang tunangan diatas kertas yang melambangkan kerjasama antar kedua perusahaan"
"Apa kau sudah menemukan hubungan perusahaan D'Jo dengan kematian kakakku"
"Kami mendapatkan konfirmasi bahwa Jerry Seto telah mengutus orang untuk mengawasi rumah tuan Yoon Seok pada hari itu, dan saya menemukan bahwa pengawal pribadi tuan Jerry ada di tempat kejadian dari sebelum sampai terjadinya kebakaran"
"Jadi maksudmu kematian kakakku berkaitan dengan Jerry Seto ayah dari Arjun Seto"
"Benar nyonya, saya akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut"
"Apa?!"
Aku menjatuhkan nampan yang berisi segelas teh chammomile panas yang barusaja ku buat untuk tante Yoo Ra sebelum mendengar apa yang dikatakan oleh beliau barusan.
"So Hee, sejak kapan kau ada disana"
"Tante apa maksudmu dengan mengatakan bahwa Arjun berkaitan dengan kematian ayahku jelaskan padaku"
"So Hee tenanglah"
"Bagaimana aku bisa tenang tante"
"Aku sedang mencari tahu kebenarannya, jadi kau harus tenangkan dirimu, oke"
"Bukankah tante sendiri yang mengatakan kalau akulah penyebab kematian keluargaku, bahwa keteledoranku yang menyebabkan seluruh keluargaku tewas"
"So Hee melihatmu menyalahkan diri seperti dulu aku sangat merasa bersalah, karna itu aku kembali menyelidiki kasus tersebut, dan hari ini aku baru mendapatkan titik terang"
"Apa itu berarti kematian mereka bisa saja bukan aku penyebabnya tapi orang lain, begitu ?"
"Kau benar sayang, jadi kau bisa berhenti untuk menyalahkan dirimu sendiri mulai sekarang"
"Tante mungkin kau benar bahwa aku bisa berhenti menyalahkan diriku atas kejadian tersebut, tapi aku akan memiliki alasan lain untuk kembali menyalahkan diriku"
"Tidak, itu tidak benar sayang"
"Tante jika benar bahwa Arjun berkaitan dengan kematian kedua orangtua juga adikku, maka aku telah salah memilih laki-laki untuk ku cintai, aku telah mencintai seorang anak dari pembunuh keluargaku, hiks"
"Tenangkan dirimu sayang. Itu bukan salahmu ok"
Malam itu tante berusaha keras untuk menenangkanku. Membujukku untuk tidak menyalahkan diriku sendiri. Sedangkan aku hanya bisa tenggelam dalam rasa bersalah karna telah tumbuh menjadi anak yang bodoh, sangat bodoh.
*****
(Jakarta, 22 Desember 2014)
"Kau adalah anak pembunuh"
"Kau tidak pantas bersama denganku"
"Ayahmu telah membunuh seluruh keluargaku"
"Aku tidak ingin mengenalmu lagi, pergi"
'Jangan Nay, jangan usir Arya. Arya akan tebus semua kesalahan yang pernah Arya lakuin, jangan pergi Nay, Nayla !'
Terlihat Arjun terbangun dengan nafas yang terengah-engah tepat ditengah malam.
Sepertinya ia mendapatkan mimpi yang begitu mengerikan. Lelaki itu langsung mengambil segelas air putih yang bertengger di atas nakas meja tepat disamping tempat tidurnya.
Tubuhnya bergetar dan dipenuhi dengan keringat dingin akibat ketakutan yang sangat hebat.
'Jika suatu hari nanti aku bisa menemukanmu dan kau telah mendapatkan kebenaran mengenai kejadian itu, akankah kau masih sudi melihatku, Nayla'
Setelah menggumamkan sedikit kata-kata lelaki itu hanya menyenderkan tubuhnya pada sandaran kasurnya hingga pagi menjelang.
Memikirkan kejadian yang semalam datang kedalam mimpinya membuat Arjun terjaga dan tidak lagi bisa tertidur.
Melihat matahari kian naik ke permukaan, akhirnya lelaki itu bersiap untuk pergi bekerja.
**
"Selamat pagi pak, apakah Anda memanggil saya"
"Ya benar. Bagaimana dengan hasil pencarian kalian mengenai keberadaan Nayla sekarang"
"Setelah kami melakukan pencarian, nona Nayla seharusnya memang berada di Korea saat ini. Tapi data-data pribadi mengenai nya tidak ada dalam data internasional pak"
"Apa maksudmu !"
"Kami menduga bahwa anggota keluarga dari nona Nayla sengaja mengubah data beliau untuk memastikan bahwa nona Nayla tidak dapat dilacak"
"Apa kalian sudah berhasil mendapatkan sesuatu tentang hal itu"
"Kami akan mendapatkan hasilnya siang nanti pak"
"Baik, kabari aku segera setelah kalian mendapatkan informasi tersebut, sekarang kau boleh pergi"
"Baik pak, kalau begitu saya permisi"
Disaat tante Yoo Ra sedang berusaha keras mencari titik terang mengenai kejadian sembilan belas tahun lalu, disini justru Arjun sedang berusaha menemukan identitas asliku.
Kapankah hal ini akan berakhir !!!
***
"Tuan kami telah mendapatkan informasi tersebut"
"Cepat katakan padaku apa yang kalian dapatkan"
"... ... ..."
"Apa?!"
*****
Penasaran apa yang ditemuin sama pengawalnya Arjun ???
Menurut kalian apa nih ??
Bisa tebak!
Sampai jumpa di Next Episode 🤗🤗