
'Pak Arjun, soal kasus nona Nayla sebelas tahun lalu, kami mendapat sebuah petunjuk'
"Lanjutkan!"
'Pria yang ada di TKP sebelum dan saat kebakaran adalah salah satu pengawal kepercayaan tuan Seto, dan hari ini kami mendapat kabar bahwa dia baru saja kembali ke Indonesia'
"Baiklah, kabari aku jika kau sudah mengonfirmasi beritanya"
'Baik pak'
"So Hee maaf tadi aku harus mengangkat telpon seben-tar, Kemana perginya gadis itu"
Saat lelaki itu tak menemukan keberadaanku ditaman, dia langsung mengirim pesan padaku. Lama tak mendapat balasan, ia memutuskan untuk kembali ke hotel terlebih dahulu.
****
[Seoul, 15 Oktober 2014]
"Tante, bagaimana keadaanmu ?"
"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu ?"
"Heol, apa kini kau menghawatirkan aku ?"
"Tentu saja"
"Aku hampir mati hidup sendirian disini, apa tante tahu"
"Hey kenapa bicara seperti itu"
"Aku sangat takut kalau tante tidak akan bangun lagi"
"Bukankah aku sudah bangun dan melihatmu menangis sekarang"
"Tante jangan pernah meninggalkanku lagi, mengerti"
"Baiklah tante janji"
"Cepat beri aku sebuah segel"
Segel berarti sebuah janji yang sudah terikat dan tidak boleh diingkari, hal ini sangat umum dikalangan masyarakat Korea.
Aku sangat takut jika tante benar-benar meninggalkanku. Jika hal itu terjadi mungkin aku juga akan mengakhiri hidupku. Tapi untungnya tante telah kembali bersamaku.
"Ah ya berapa lama aku bermimpi, dan tahun berapa ini ?"
"Sekitar satu tahun lebih, sekarang sudah masuk tahun 2014 akhir tante, sebentar lagi masuk musim dingin, kau harus berpakaian tebal agar tidak terkena flu"
"Dan kau berubah jadi lebih dewasa juga cerewet rupanya"
"Tante, kenapa kau tidur lama sekali, apa mimpimu sangat indah ?"
"Tentu saja. Aku hampir tidak ingin bangun karena mimpi itu"
"Apa yang kau bicarakan, kau lebih memilih tidur di alam mimpi daripada menemaniku disini"
"Hey anak nakal, bagaimana bisa aku meninggalkanmu, itu tidak akan terjadi. Selama aku tidak ada, masalah apa yang telah kau buat?"
Tante baru saja terbangun tadi malam, dan pagi ini sudah menuduhku membuat masalah.
Bukannya aku membuat masalah tapi justru aku yang mempunyai masalah. Akhirnya aku menceritakan tentang Yoo Shik sunbae yang melamarku diatap tempo hari.
"Wow... benarkah. Setahu tante, Yoo Shik anak yang baik, bukankah dia juga seniormu sewaktu kuliah ?"
"Hm..."
"Kau pasti sudah mengetahui bagaimana kepribadiannya"
"Dia memang baik, pengertian dan termasuk laki-laki sempurna, tapi aku tidak mempunyai perasaan apapun untuknya"
"Kalau begitu kau tolak saja"
"Bukankah aku akan menyakitinya ?"
"Jika kau menerimanya tanpa perasaan cinta, justru kau akan lebih menyakitinya"
"Begitukah ?"
"Kau ini, baru tadi aku bilang kau lebih dewasa sekarang sudah kembali jadi anak kecil yang tidak tahu apapun"
"Baiklah, aku akan segera menolak lamaran sunbae"
"Tapi ingat, jangan terlalu kasar"
"Aku mengerti"
****
"Sunbae, maaf karena aku harus menolak lamaran mu"
"Baiklah aku mengerti"
"Eh apa kau tidak marah padaku ?"
"Untuk apa ?"
"Karena aku sangat lama memberi jawaban, bahkan saat ini aku menolakmu"
"Untuk alasan itu kau pasti sudah sangat memikirkannya begitu lama, dan sekarang kau baru yakin dengan jawabannya. Jadi, untuk apa aku marah"
"Apa kau tidak merasa kesal sama sekali padaku ?"
"Aku kesal karena hari ini hatiku merasa sangat sakit karenamu"
"Lalu kenapa kau tidak marah ?"
"Karena aku terlalu mencintaimu, aku ingin melihatmu bahagia, bukan tersiksa. Mungkin kau tidak akan bahagia jika bersama ku, karna itu aku akan menerima penolakanmu"
"Apa aku akan menyesal karena menolak lamaranmu ?"
Sebuah pertanyaan konyol aku lemparkan pada Yoo Shik sunbae. Untuk apa aku menanyakan hal itu, benar-benar bodoh.
Saat itu aku sangat menyesal atas kelancangan mulutku yang tidak mempunyai rem cakram disudutnya.
Haish..!!
Apa yang harus aku lakukan??
"Kau ini memang gadis bodoh, jika kau sudah memikirkannya begitu lama, kau pasti sudah yakin dengan keputusan yang kau ambil sekarang. Dan jika kau merasa menyesal dimasa depan, cepat datangi aku ya, mungkin aku akan mengumpat didepanmu karena sudah menolakku hari ini"
Sunbae mengatakan kalimat yang panjang itu dengan senyuman. Saat mendengar pertanyaanku tadi pun ia terkekeh geli sambil menatapku. Dan lagi, lelaki ini memanggilku 'gadis bodoh'.
Apa aku sebegitu bodohnya sampai harus mendengar kata itu dari orang yang berbeda.
Sebuah notif pesan muncul dilayar ponsel sunbae.
"Baiklah, aku harus kembali sekarang karena IGD membutuhkanku"
"Aku mengerti"
"Jaga dirimu, dan pikirkan hatimu, aku pergi"
Apa maksud dari kalimat terakhir laki-laki itu. Apa yang harus aku pikirkan mengenai hatiku. Apa hatiku sakit? Atau sedang jatuh cinta?
'Kau dimana ?'
Ada notif pesan muncul di ponselku saat sunbae sudah menghilang ditelan lift maksudku masuk ke lift.
"Mau apa dia mencariku ?"
Sebelum aku mulai membalas pesannya, ia sudah menelponku duluan.
"Aish kkamjjag-iya" (kaget aku)
Panggilan dari Arjun membuatku terkejut setengah mati. Kalau saja ponselku tidak dipegang dengan erat mungkin akan terjatuh ke lantai.
"Yeoboseyo" (halo)
'Kenapa tidak membalas pesanku, dimana kau sekarang'
"Apa mau mu ?"
'Aku ingin menemuimu sebelum kembali ke Indonesia'
"Kalau kau ingin kembali untuk apa menemuiku, memang aku ini siapa ?"
'Kau itu dokter dari keponakanku, cepat katakan dimana kau ?'
"Seperti katamu, aku hanyalah dokter yang merawat Cleo, jadi untuk apa kau mencariku"
'Ah aku sudah melihatmu, tunggu aku disana'
"Hey bagaimana kau tahu aku ada dima-na, h-halo, halo"
Arjun langsung memutus panggilan saat mengatakan sudah melihatku. Tapi bagaimana mungkin dia melihatku, karena saat ini aku sedang berada diatap gedung rumah sakit. Tadi aku membawa sunbae kesini untuk berbicara berdua.
"Apa yang kau lakukan disini ?"
Saat dia mengajukan pertanyaan, aku hanya bisa menatap wajahnya. Kenapa dia bisa begitu tampan dengan tatapan seperti itu.
"Aku tanya apa yang kau lakukan disini, kenapa diam saja"
Seketika aku tersadar dari pikiran yang tidak masuk akal. Aku harus berhenti memikirkan laki-laki yang sudah mempunyai tunangan.
"Bagaimana kau bisa menemukanku disini ?"
"Aku bahkan tau jika kau sedang berada di planet lain"
"Berhenti bercanda! Ada urusan apa kau menemuiku ?"
"Seperti kataku, aku ingin menemuimu sebelum kembali ke Indonesia siang ini"
"Baiklah, kau sudah menemuiku sekarang aku harus kembali ke ruanganku"
"Apa aku berbuat salah padamu ?"
"Apa katamu ?"
"Kenapa kau jadi begitu dingin padaku, apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu marah ?"
"Tidak"
"Lalu ada apa denganmu ?"
"Aku hanya ingin kembali bekerja"
"Kau sedang berbohong"
"Tidak"
"Baiklah, kau mengatakan sesuatu malam itu, karena klakson mobil aku tidak bisa mendengarnya, apa yang kau katakan padaku sambil berteriak dan menangis ?"
Apa malam itu dia melihatku menangis ??
Kurasa tidak!
Aku tidak tahu harus mengatakan apa saat itu. Akhirnya aku langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan Arjun. Padahal hari itu adalah hari terakhir aku bisa melihatnya sebelum ia kembali ke Indonesia.
"Ada apa dengan gadis itu sebenarnya"
****
"Annyeong Cleo"
"Kak So Hee, kakak darimana saja tadi paman menelpon mamah cari-cari kakak"
"So Hee, apa kau sudah bertemu Arjun ?"
"Hm, tadi dia menemuiku sebentar katanya ingin kembali ke Indonesia"
"Begitu rupanya"
"Nah Cleo, apa kau sudah siap untuk pengobatan terakhir ?"
"Siap, apa habis ini Cleo tidak perlu berobat lagi kak ?"
"Tentu, setelah pengobatan ini selesai kita akan cek up seluruh tubuh Cleo, jika sudah benar-benar sembuh Cleo bisa pulang"
"Yeay, ayo kak kita lakukan tes nya"
"Baiklah, kita berangkat"
Yah, seperti yang aku katakan pada Cleo, bahwa hari ini merupakan pengobatan terakhir Cleo di rumah sakit Junkook, hari ini pula merupakan penentuan kondisi terakhir Cleo sebelum benar-benar dinyatakan bersih dari penyakit sebelumnya.
Tiga bulan ternyata sudah cukup untuk pengobatannya. Dikarenakan semangat juang Cleo untuk menyembuhkan diri dari penyakit tersebut sangatlah besar. Hal ini sangat membantu dalam proses pengobatan.
Selama tiga bulan terakhir aku selalu berada didekat Cleo untuk merawatnya juga menemaninya. Tidak hanya itu, aku juga bisa menjaga tante hingga kembali siuman.
Setelah beberapa jam berada di ruang tindakan, akhirnya aku, Cleo, dan kak Anggita kembali ke kamar pasien. Sambil menunggu hasil tes yang akan keluar sore ini.
"So Hee, bisa kau jaga Cleo sebentar, aku ingin membeli makanan ke kantin"
"Ah biar aku saja yang belikan, kakak disini saja, akan melelahkan jika harus kebawah lagipula kakak belum istirahat dari semalam"
"Benar tidak apa-apa ?"
"Hm, nah Cleo apa yang ingin kau makan ?"
"Sandwich Club dengan ekstra Cheese"
"Hey mana boleh makan keju"
"Yah tapi kan sudah lama aku tidak makan keju kak"
"Tetap saja tidak boleh, anak nakal. Yang lain saja ya"
"Um.. baiklah apa saja yang kakak berikan padaku, aku pasti akan menghabiskannya"
"Baiklah, bagaimana kalau ditambah dengan coklat panas ?"
"Setuju"
Aku senang melihat perubahan Cleo yang mulai kembali ceria. Wajahnya kini penuh dengan senyuman, begitupula dengan kak Anggita.
"Apa ada yang kakak inginkan ?"
"Bawakan aku seperti yang kau pesan untuk Cleo"
"Baiklah, aku segera kembali"
Sepeninggal ku, mereka berdua (ibu dan anak) langsung membahas mengenai sikapku pada Arjun.
"Mah, apa om Arjun dan kak So Hee bertengkar ?"
"Entahlah, tapi sepertinya begitu ?"
"Apa aku harus membantu mereka baikan ?"
"Nanti ya, saat ini Cleo harus fokus pada pengobatan, mengerti"
"Baiklah. Tapi mah, aku ingin kak So Hee menjadi tante ku"
"Apa mereka cocok"
"Sempurna"
"Benarkah ?"
"Hm.."
"Baiklah akan mamah pikirkan saran Cleo"
Kak Anggita berniat untuk menjodohkan ku dengan Arjun atas saran dari Cleo. Pasalnya sangat sulit mencari seseorang yang bisa mendapatkan hati pria kecil itu, karena hampir semua wanita yang mendekati Arjun sangat tidak disukai oleh Cleo.
Tak butuh waktu lama aku memesan makanan, lalu kembali kekamar dimana Cleo dirawat.
"Pesanan datang"
"Wah, kakak cepat sekali"
"Ya dong"
"Kau juga harus makan bersama kami"
"Baiklah"
"Kakak, bagaimana pendapatmu tentang om Arjun"
"Dia baik"
"Kak So Hee, menikahlah dengan om Arjun dan jadilah tante Cleo, mau ya!"
"Uhuk... uhuk..."
Pernyataan Cleo barusan membuatku terkejut hingga tersedak makanan. Kak Anggita langsung memberiku minum dan melihat kearah Cleo.
"Cleo biarkan kak So Hee makan dulu"
"Maaf kak So Hee, Cleo hanya ingin mengatakan apa yang ada dipikiran Cleo, maafkan Cleo ya"
"Sudah tidak apa-apa, kakak tadi hanya terkejut saja"
"Jadi bagaimana, apa kakak mau ?"
Rupanya anak itu tidak berhenti sampai aku memberikan jawaban. Tuhan, meskipun dia masih kecil aku tidak mungkin asal memberi jawaban yang nantinya akan membuatku berada diposisi sulit.
Apa yang harus aku lakukan ??
Adakah yang ingin memberiku saran??