After Met In Korea

After Met In Korea
열하나 - SEBELAS


"Arya, Nay takut liat danau"



"Itu kan cuma air, kenapa harus takut"



"Nay takut jatuh kesana trus tenggelam, Nay mau pulang aja"



"Kan ada Arya disini, jadi Nay jangan takut"



Lagi-lagi kilasan tentang dua anak itu muncul lagi saat aku berada dalam pelukan Arjun.



Siapa sebenarnya dua anak dalam ingatanku itu??


Apakah ada hubungannya dengan laki-laki ini??



"Apa kau sudah merasa tenang"



"Hm... terimakasih telah bersedia meminjamkan tubuhmu"



"Kau bisa meminjamnya saat kau butuh"



"A-apa aku tidak salah dengar ?"



"Apa aku harus mengulangi perkataan ku barusan ?"



"Kau tidak tampak seperti Arjun yang ku kenal sewaktu di Jakarta"



"Aku juga tidak mengenali sosok diriku yang sekarang, tapi entah mengapa aku bisa bersikap seperti ini padamu"



"Apa kau benar-benar memiliki kepribadian ganda"



"Jangan coba merayuku"



"Dasar laki-laki aneh"



"Dasar gadis bodoh"



Pagi menjelang siang, Arjun terus menemaniku. Bahkan ia juga mengunjungi tante Yoo Ra dirumah sakit. Kebetulan hari ini jadwal liburku.



Tawaran Arjun mengenai pekerjaan ku di Jakarta, aku belum bisa memutuskannya itu sebabnya ia memberiku waktu untuk memikirkannya matang-matang.



Disisi lain ada tante yang harus aku temani selain itu pekerjaanku dirumah sakit juga menanti. Tapi disisi lain aku tidak mau jika Cleo kembali menutup diri seperti dulu. Aku harus bagaimana??



****



[Jakarta, 03 Juli 2014]



"Bukannya mamah bilang kalau om Arjun lagi jemput kak So Hee, kenapa mereka belum datang juga sampai sekarang ?"



"Om Arjun tadi bilang kalau hari ini pulang ke Indonesia, mungkin sekarang masih dipesawat"



"Jadi hari ini Cleo bisa ketemu sama kak So Hee dong, mah"



"Apa Cleo senang ?"



"Iya Cleo seneng banget bisa ketemu kak So Hee lagi"



"Tapi janji ya kalau nanti ketemu sama dokter So Hee, Cleo harus patuh dan bersikap baik, mengerti jagoannya mamah"



"Siap kapten"



"Anak pintar"



Cleo sepertinya sangat senang mengetahui aku akan datang dan bertemu dengannya.



Anak itu memang sangat periang, hal itu aku ketahui saat merawatnya selama empat bulan terakhir, tapi karena penyakit yang ada ditubuhnya itu yang menyebabkan Cleo menjadi anak yang tertutup.



Kepribadiannya sangat baik dan penurut. Ia hanya ingin dimengerti, ia ingin disemangati dengan penuh kasih sayang bukan dengan tatapan iba.



****



Saat mobil Arjun sampai di garasi, Cleo langsung berlari keluar rumah menghampiri adik kandung dari mamahnya itu untuk melihat kedatanganku.



"Om Arjun, kak So Hee dimana ?"



"Om baru dateng kok yang ditanya malah orang lain sih"



" aku kan emang lagi nunggu kak So Hee bukan nungguin om"



"Hey, Cleo kok makin pintar aja sih, kangen gak sama kakak ?"



"Kak So Hee"



Cleo langsung berlari saat melihatku. Tidak peduli dengan wajah Arjun yang merasa dinomor dua kan.



"Apa kabar jagoan"



"Baik kak"



"Kakak dengar, belakangan ini kamu gak ceria lagi, kenapa hm ?"



"Kakak gak ada disini, jadi aku gak punya temen main"



"Kan disini ada mamah sama om Arjun yang nemenin Cleo"



"Mereka gak tahu apa yang Cleo mau, gak seperti kakak"



"Okay, kalau gitu kita main sekarang, mau ?"



"Mauu, ayo kak"



"Cleo sayang, kakak So Hee nya kan baru sampai masa langsung diajak main"



"Gak apa-apa kak Dara, aku gak capek kok"



"Asyik, ayo kak kita kedalam"



Sebenarnya tubuhku merasa sangat lelah karena perjalanan yang cukup lama, tapi melihat antusias Cleo membuatku tidak tega melihatnya kecewa.



"Kak Dara ?"



"Yah, So Hee memang memanggilku dengan sebutan yang sama dengan gadismu"



***



"Jadi maksudmu, Cleo harus menjalani pengobatan di Korea ?"



"Menurutku itu solusi terbaik untuk saat ini kak, lagipula perkembangan medis disana sangat baik, tidak ada salahnya untuk mencoba"



"Tapi apa memang tidak ada cara lain ?"



"Kak, Cleo butuh So Hee sebagai penyemangatnya, tapi So Hee juga tidak bisa tinggal di sini, dia memiliki kehidupan di negara nya, lagi pula dia memiliki anggota keluarga yang sedang koma disana"



"Koma ?"



"Ya, tante nya"



"Baiklah, aku akan bicarakan hal ini dengan mas Arga terlebih dahulu"



"Okay"



Apa kalian bingung dan bertanya, kenapa aku bisa sampai di Indonesia bersama dengan Arjun ???



Jawabannya, karena kami naik pesawat yang sama dari Korea menuju Indonesia !



Back to the topic...



Jadi, sewaktu aku memikirkan jawaban yang harus aku berikan pada Arjun terhadap tawarannya, aku mengalami stres yang berkepanjangan sampai akhirnya aku menemukan solusi seperti ini.




Tenyata Arjun setuju dengan usulanku, itulah mengapa aku bisa berada di Jakarta sekarang. Tentu saja untuk menjemput kak Anggita dan juga Cleo.



Malam hari setelah mendapat persetujuan dari sang suami, kak Anggita segera memersiapkan semua keperluan Cleo juga dirinya selama berada di Korea.



Aku ??


Tentu saja sedang menemani Cleo tidur.



"Bisa kita bicara sebentar"



"Ada apa ?"



"Turunlah, aku tunggu di taman belakang"



Laki-laki itu datang ke kamar Cleo dan menyuruhku untuk ke taman belakang rumah secara tiba-tiba. Apa maksudnya ??



"Ada apa malam-malam mencariku ?"



"Aku tidak bisa ikut bersama kalian ke Korea, karena pekerjaanku sangat banyak di kantor"



"Untuk apa kau menjelaskan hal ini padaku ?"



"Entahlah karena aku merasa harus memberitahumu"



"Baiklah, apa masih ada hal lain lagi ?"



"Ah ya ada satu lagi"



"Apa itu"



"Ini..."



Cupss....



"Kau, apa yang kau lakukan!"



"Melakukan seperti yang terakhir kali kau lakukan padaku"



"Aku, kapan aku melaku-kannya!"



Aku bicara dengan terbata saat mulai mengingat hal yang aku lupakan, bahwa aku lah yang memulai semuanya.



"Kau sungguh berpikir kalau aku seorang dokter gadungan?"



"Dengar, kau sendiri yang mengatakannya"



"Kau..."



Saat itu aku terlalu kesal hingga tak sadar kalau aku yang menciumnya duluan. Dan hari ini aku merasakan apa yang dirasakan oleh lelaki itu saat mendadak aku menciumnya.



Aku diam membeku seperti balok es, tidak bergerak dan tidak berbicara sepatah kata pun.



Arjun yang melihatku membatu hanya tertawa kecil, sampai dia mengatakan sesuatu yang membuatku langsung salah tingkah.



"Kalau kau masih tidak bergerak, aku akan mengulanginya lagi"



"Apa kau sudah hilang akal"



"Haruskah aku juga berkata seperti itu padamu ?"



"Argh, baiklah waktu itu aku hanya reflek melakukannya, maafkan aku"



"Ok karena sekarang aku sudah membalasnya, kita anggap lunas"



"Dasar aneh"



Aku langsung kembali ke kamar Cleo dengan terburu-buru. Arjun hanya tertawa kecil saat melihat sikapku barusan.



Sungguh pria yang aneh dan sulit ditebak. Ia selalu menunjukan sikap yang tidak terduga, membuatku hampir kehilangan kesadaran.



Akibat perbuatan Arjun malam itu, aku terjaga sepanjang malam tanpa bisa menutup mata sedetik pun.



"Mata kakak kok mirip mata panda"



"So Hee apa semalam kau tidak tidur dengan nyenyak atau Cleo terus mengganggumu ?"



"Aku tidak mengganggu kakak semalam"



"Kak Dara bukan begitu, hanya saja aku teringat dengan tante ku yang masih di rumah sakit"



"Ah ya, Arjun sudah menceritakan tentang kondisi tante mu padaku, aku turut berduka atas kejadian yang menimpa keluarga mu So Hee"



Aku hanya bisa tersenyum menanggapi pernyataan kak Anggita pagi itu.



"Dimana Arjun, apa dia belum turun ?"



"Tuan Arjun sedang kedatangan tamu nyonya, dia sedang berada di teras rumah"



"Tamu?, pagi-pagi begini, siapa?"



Aku dan kak Anggita segera melihat kearah teras seperti yang dibilang oleh pengawal tadi.



Terlihat seorang wanita cantik sedang berbicara dengan Arjun. Wanita itu berbicara dengan santai sambil merangkul lengan Arjun.



Siapa wanita itu ??


Pikirku



"Nenek sihir itu kenapa bisa kesini, mah ?"



"Cleo kok ngomongnya gitu ?"



"Nenek sihir yang lagi ngobrol sama om Arjun itu jahat kak, kakak jangan dekat-dekat sama dia yah"



"Cleo, kamu main didalam sebentar ya, mamah mau bicara sama kak So Hee dulu"



"Iya mah"



"Memangnya siapa wanita itu, kak ?"



"Dia Lolita, calon istri Arjun"



Saat kak Anggita menyebutkan kata Calon dan Istri, seketika aku merasakan nyeri di dadaku. Ada apa ini ??



Saat itu aku sangat terkejut mengetahui bahwa Arjun sudah memiliki seorang tunangan dan akan segera menikah.



Lalu, apa maksud dari semua perlakuannya padaku belakangan ini. Rasa nyaman yang dia berikan membuatku terbiasa, tapi dengan cepat rasa nyaman itu berubah menjadi rasa sakit. Apakah ini yang dinamakan patah hati ??



"Dia cantik"



Sebuah pujian dengan sangat tidak tulus terucap dari mulutku. Segera aku menyusul Cleo kedalam untuk menghentikan aktivitas yang membuat jantungku tidak sehat.



****



"Sudah lama aku tidak mendengar kabar darimu, kenapa susah sekali untuk menghubungimu ?"



"Aku sedang sibuk"



"Apa kau sengaja menghindar dariku ?"



"Bisakah kau menjauh dari kehidupanku ?"



"Tapi kenapa ?"



"Karena aku MENYUKAIMU"