
"Sayang, papah berangkat dulu ya"
"Hati-hati, pah"
"Baiklah, sampai nanti"
Saat mobil kak Arga sudah menjauh dari halaman rumah, kak Dara bergegas masuk tapi saat melihat Arjun ia langsung berhenti dan berbicara serius pada lelaki itu.
"Malam ini lebih baik kau pulang ke rumahmu"
"Apa kau mengusirku, kak ?"
"Tidakkah kau memiliki sedikit perasaan peka terhadap suasana di rumah ini ?"
"Canggung ?"
"Pintar"
"Aku tidak mengganggunya, hanya melihatnya"
"Lalu kejadian didapur tempo hari ?"
"Ah itu... aku tidak mengganggunya, hanya menyapa saja, tapi dia langsung memanggil pengawal dan menyeretku keluar dari sana"
"Bukankah itu sama"
"Begitukah ?"
"Atau jangan-jangan kau memang jatuh hati pada gadis itu ?"
"Aku hanya merasa nyaman dengan melihatnya, tapi hatiku tetap pada Nayla"
"Sampai kapan kau akan mengingatnya ?"
"Aku harus pergi sekarang, sampai nanti"
Kak Dara menghela napas berat melihat kepergian sang adik yang terlihat jelas menghindar dari pertanyaannya.
Rupanya sampai saat ini adiknya itu masih belum juga merelakan kepergian gadisnya.
Hah..
Andai saja mereka tahu bahwa gadis yang dicintai oleh Arjun masih hidup dengan sehat dan berada ditengah mereka. Ya itu aku.
Sayangnya, saat itu aku pun tidak tahu mengenai identitas dan hubungan keluarga mereka dengan kehidupanku sebelumnya.
Aku hanya melihat mobil Arjun keluar dari halaman rumah kak Dara melalui balkon kamarku.
Sebenarnya, semalam setelah mengantarkan minuman untuk laki-laki itu, aku kembali kekamar dan mengingat lagi senyuman yang tergambar jelas diwajahnya yang penuh air.
Senyuman itu membuat hatiku bergetar dan terasa hangat. Aku terus membayangkannya sepanjang malam.
'Ah sepertinya aku akan terkena insomnia selama tinggal disini' pikiranku tidak bisa terkendali.
****
Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya, aku bermain dan belajar bersama Cleo. Sampai kak Dara menghampiri kami.
"So Hee"
"Kak Dara. Kakak tidak ke kantor ?"
"Ah aku izin masuk siang, apa kau tidak keberatan jika aku memintamu untuk mengantarkan makan siang Arjun ?"
"Makan siang ?"
"Yah, semalam dia berada di kolam sangat lama aku khawatir dia sedang dalam masalah. Aku hanya tidak ingin dia melewatkan makan siangnya, apa boleh ?"
"Ah aku mengerti. Aku akan mengantarkannya ke kantor Arjun, kakak jangan khawatir"
"Baiklah, terimakasih So Hee"
"Kalau kakak pergi aku dengan siapa dirumah ?"
"Cleo dirumah bersama dengan bibi ya, kakak So Hee hanya sebentar kok, mamah juga ada rapat siang ini"
"Baiklah, Cleo mengerti"
"Anak pintar. Kalau begitu mamah pergi dulu ya sayang"
"Hati-hati mah"
"So Hee, kakak berangkat ya"
"Iya kak, hati-hati dijalan"
Sepertinya saat ini Arjun memang sedang ada masalah serius. Kalau tidak, untuk apa kak Dara begitu khawatir seperti ini.
Setelah kak Dara pergi, aku langsung berangkat ke kantor Arjun untuk mengantarkan makan siang. Tentu saja naik taksi, karena aku tidak mempunyai SIM Internasional.
"Sayang, Cleo main di dalam dengan bi Minah ya, kak So Hee harus ke kantor om Arjun sebentar"
"Iya kak, kakak hati-hati ya"
"Okay sayang, kakak pergi ya"
Hm...
Sekarang aku harus memesan taksi untuk menjemput dan mengantarku ketujuan.
"Nona, pesanan taksi anda sudah sampai"
"Baiklah, terimakasih"
"Nona maaf sebelumnya, kenapa tidak ingin diantar saja ?"
"Tidak apa, sekalian saya ingin menikmati kota Jakarta di siang hari"
"Tapi nyonya sudah berpesan untuk.."
"Aku akan menjelaskan pada kak Dara nanti, saya harus pergi sekarang"
"Baik nona"
Menggunakan mobil pribadi untuk mengantar kemanapun aku pergi memang praktis, tapi aku merasa tidak nyaman. Itu sebabnya aku lebih memilih untuk memakai taksi.
Tidak ku sangka jika kota ini begitu padat pada jam seperti sekarang. Jalanan penuh dengan kendaraan lalu lalang. Tidak berbeda jauh dengan Seoul.
Sama halnya dengan gedung-gedung disini, tapi sepertinya lebih rendah mungkin hanya sekitar dua puluh lantai.
"Ah majda" (ah iya, hampir lupa)
Aku teringat untuk mengirim pesan pada tante mengenai kegiatanku hari ini. Ah, sungguh aku sangat merindukan beliau.
"Sudah sampai nona"
"Ah terimakasih pak"
Aku turun dari taksi dan langsung menuju ke meja informasi. Tentu saja untuk menanyakan letak ruangan Arjun, karena kak Dara hanya memberikan alamat kantornya saja padaku tadi.
"Permisi, dimana ruangan pak Arjun ?"
"Maaf ada perlu apa dengan beliau ?"
"Ruangan pak Arjun ada di lantai 18"
"Baik terimakasih"
Aku langsung berjalan kearah lift dan menekan nomor sesuai instruksi informan tadi.
**
Selain itu disisi lain, Arjun sedang berada dikantornya dengan seorang gadis memakai rok mini dan kemeja panjang lengkap dengan tas nya yang tengah duduk dikursi tamu.
"Bukankah aku sudah sering mengingatkanmu untuk tidak datang ke kantorku lagi, apa kau lupa dengan kejadian terakhir kali!"
Arjun kembali meninggikan suaranya saat berbicara pada gadis itu.
"Aku juga bilang kalau aku akan datang kesini setiap hari. Apa kau lupa ?"
"Kau benar-benar keras kepala. Usahamu akan sia-sia"
"Arjun, sudah waktunya makan siang. Aku sangat lapar, makan siang bersamaku ya"
"Aku tidak lapar"
"Arjun, kali ini saja kau makan siang bersamaku, aku akan lakukan apapun keinginanmu"
"Aku tidak tertarik"
"Ayolah.."
Lolita beranjak dari sofa dan berjalan mendekati Arjun yang tengah berdiri menghadap jendela. Saat melangkah gadis itu tidak hati-hati yang mengakibatkan kakinya tersandung dan tubuhnya terhuyung kedepan menabrak Arjun.
Tepat disaat aku membuka pintu ruangannya, aku melihat kejadian yang sangat tidak pantas.
Ah...
Ada apa dengan hari ini,
Hatiku terasa retak, mataku panas, emosiku memuncak dan rasanya seperti ingin menampar seseorang.
"So Hee, kau!"
"Ah maaf saya mengganggu, saya hanya ingin mengantarkan makan siang untuk anda, saya letakkan dimeja saja. Kalau begitu saya permisi"
"So Hee tunggu, argh!"
Arjun memaksa bangun dari posisinya meski Lolita masih berada diatasnya. Dia segera mengejarku sebelum ditahan oleh gadis itu.
"Arjun kau mau kemana ?"
"Bukan urusanmu!"
"Tentu saja urusanku, kau adalah calon suamiku. Aku sedang ada di sini dan kau malah ingin mengejar wanita lain"
Lelaki itu tidak menjawab dan menghempaskan tangan Lolita dengan kasar, lalu keluar ruangan untuk mengejarku yang sudah cukup jauh.
"So Hee, tunggu!"
Aku terus saja melangkah tanpa menghiraukan teriakan Arjun. Saat ini aku tidak ingin menemui siapapun. Aku ingin menghilang dari sini secepatnya.
Beginikah rasanya memiliki cinta sepihak !
Dadaku mulai terasa sesak, bahkan terasa sulit untuk bernapas normal. Perasaan yang sebelumnya tidak pernah aku miliki. Begitu sakit!
Arjun terus mengejarku sampai ke lantai dasar. Saat aku ingin memberhentikan taksi, lenganku sudah diraih oleh lelaki itu.
"Dengarkan penjelasanku"
"Maaf aku mengganggu waktumu, aku hanya ingin mengantarkan makan siang"
"Itu tidak seperti yang kau pikirkan"
"Tidak perlu penjelasan, aku tidak berhak menerima penjelasan apapun, dia adalah calon istrimu bukankah seharusnya kau bersamanya. Aku harus pulang sekarang, Cleo sedang menungguku"
Aku harus segera pergi sebelum air mataku terjun bebas dan terlihat oleh Arjun. Untungnya ada taksi kosong yang bisa aku naiki langsung.
Didalam taksi aku melihat Arjun tetap berdiri menatap taksi yang membawaku pergi melalui kaca depan. Aku tidak bisa menahan air mata ini lebih lama.
Akhirnya didalam taksi aku menumpahkan seluruh perasaanku. Rasa sakit sekaligus kecewa aku rasakan diwaktu yang bersamaan.
Apakah mencintaimu harus merasa sesakit ini !!
Aku tidak tahan lagi, aku ingin segera menyelesaikan pekerjaanku dan pulang menemui tante. Aku ingin memeluknya erat. Aku ingin menangis seperti anak kecil dipelukannya.
**
"Kak So Hee sudah pulang ?"
Sampai dirumah aku langsung disambut oleh Cleo. Aku segera menyeka air mataku sebelum anak itu melihat dan menanyakannya. Entah bagaimana aku menjawabnya nanti.
"Iya sayang, Cleo belum tidur siang ?"
"Cleo tunggu kakak pulang"
"Yasudah sekarang kita ke kamar Cleo ya"
"Iya kak, Cleo juga sudah mengantuk"
"Kenapa tidak tidur saja, hm ?"
"Cleo ingin tidur ditemani kakak"
"Baiklah sekarang kakak sudah disini, saatnya Cleo tidur"
"Selamat tidur, kak"
"Selamat tidur, sayang"
Aku berusaha untuk menahan air mata ini agar tidak keluar. Jangan sampai suara tangisanku membangunkan tidur Cleo.
Saat Cleo sudah nyenyak, aku meninggalkannya dan kembali ke kamarku sendiri. Bersembunyi dibalik bantal dan berteriak disana. Melampiaskan segala perasaanku hari ini.
Sebenarnya aku tidak mengerti satu hal. Untuk apa aku menangis, atas hak apa aku menangis, dan penjelasan apa yang ingin ku dengar, siapakah aku baginya ??
Siapa diriku dimata seorang Arjun ??
Mengapa dia mengejarku dan meninggalkan tunangannya hanya untuk memberiku penjelasan ??
Apa arti seorang So Hee bagi dirinya ??
****
"Pak Arjun maaf mengganggu waktu anda, saya ingin bertanya apakah kontrak So Hee diperpanjang, karena beberapa waktu ini saya sulit menghubunginya"
"Ah maaf membuat anda khawatir nyonya, memang benar jika saya memperpanjang kontrak So Hee, saya akan sampaikan padanya untuk segera menghubungi anda"
"Begitu rupanya, baiklah terimakasih pak Arjun, sekali lagi maaf karena telah mengganggu waktunya"
"Tidak apa nyonya"
"Terimakasih sekali lagi, sampai nanti"
"Kemana perginya gadis itu selama ini"