After Met In Korea

After Met In Korea
열여덟 - DELAPAN BELAS


Sepertinya aku ketiduran saat tenggelam dalam tangisan siang tadi. Dan saat aku terbangun matahari sudah berganti tugas dengan rembulan.



'Apa aku tidur selama itu? Jam berapa sekarang ?'



Aku melihat kearah jam dengan mata yang berat. Samar aku melihat jarum jam menunjuk pukul 6.30 p.m.



Tapi tunggu, ada apa dengan mataku, mengapa terasa berat.



Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat ku lihat wajahku di cermin, sungguh ironis.



'Kenapa mataku jadi seperti ini ?'



Yah, mataku yang imut berubah menjadi mata panda. Aku berusaha mengembalikan keadaan mataku tapi tetap tidak bisa. Sepertinya akibat menangis terlalu lama dan langsung tertidur tanpa mencuci muka terlebih dahulu.



Wah,,


Ini gawat !!


Sangat gawat !!


Bagaimana aku menghadapi Cleo dan lainnya dibawah. Sebentar lagi jam makan malam.



Sementara aku sibuk menghawatirkan mataku. Diluar seseorang sedang mengetuk pintu kamarku. Karena sedang berada di kamar mandi, aku tidak dapat mendengar apapun.



"Mah, tadi siang setelah pulang dari kantor om Arjun, aku lihat mata kakak merah seperti habis menangis"



"Benarkah ?"



"Hm... Cleo tidak bertanya karena terlalu mengantuk"



"Baiklah nanti mamah akan tanya pada kak So Hee, sekarang Cleo tunggu dibawah ya, mamah harus panggil kak So Hee untuk makan"



"Baiklah"



Ternyata kak Dara dan Cleo yang mengetuk pintu untuk memintaku turun makan malam.



Setelah Cleo turun, kak Dara menghentikan aktivitasnya untuk mengetuk pintu kamarku dan segera menelpon seseorang. Tapi sepertinya tidak ada jawaban. Lantas ia turun kebawah untuk makan malam karena aku tak kunjung keluar.



"Mamah kok sendirian, kak So Hee dimana ?"



"Kak So Hee sedang tidak enak badan, jadi dia tidak turun, Cleo makan saja ya habis itu belajar untuk tes masuk sekolah tahun depan"



"Tapi Cleo mau lihat kak So Hee"



"Biarkan kak So Hee istirahat ya, besok pagi Cleo boleh main lagi sama kakak"



"Baik mah"



"Anak pintar, ayo habiskan makanannya"



"Iya pah"



"Arjun tidak menginap disini? Papah belum lihat dia"



"Sepertinya masih dikantor, tadi mamah coba hubungi tidak tersambung"



"Ok pikirkan itu nanti, kita makan dulu. Selamat makan"



"Selamat makan"



****



Setelah membersihkan diri, aku ragu untuk turun kebawah. Akhirnya aku memutuskan untuk tetap dikamar. Tak lama suara ketukan pintu kamar terdengar.



"So Hee, apa kau sudah bangun ?"



"Iya kak Dara sebentar"



"So Hee, ada apa dengan matamu"



"Ayo masuk kak. Ah ini, tidak apa kak, hanya terlalu lama tidur jadi seperti ini"



"Aku ambilkan es batu untuk mengompresnya"



"Biar aku yang ambil nanti, ada apa kakak kemari ?"



"Hampir lupa, tadi kau tidak turun untuk makan, itu sebabnya aku mengantarkan makan malam untukmu"



"Aku merepotkanmu, kak"



"Tidak apa. So Hee aku dengar tadi siang kau menangis, apa ada sesuatu yang terjadi ?"



"Aku hanya merindukan tanteku, tidak ada yang terjadi"



"Benarkah? Apa Arjun mengganggumu lagi ?"



"Tidak kak, ini tidak ada hubungannya dengan Arjun"



"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, habiskan makananmu dan istirahatlah. Jangan lupa untuk mengompres matamu"



"Baik kak"



Kak Dara memang selalu baik padaku. Dia selalu mengetahui apapun yang aku rasakan dan tebakannya selalu benar. Hanya saja aku tidak bisa mengakuinya. Karena aku ingin mengakhiri cinta sepihak ini.



Segera ku lahap makanan yang dibawa oleh kak Dara, karena perutku sudah keroncongan sejak tadi.



****



"Kak, apa So Hee ada dikamarnya ?"



"Dia sedang istirahat jangan mengganggunya"



"Apa dia sakit ?"



"Sepertinya begitu, wajahnya agak pucat, matanya merah dan sedikit bengkak"



"Apa dia habis menangis ?"



"Entahlah, dia hanya bilang kalau sedang merindukan tante nya. A-pa kau melakukan sesuatu yang membuatnya sampai menangis tadi siang ?"



"Aku ingin melihatnya sebentar"



"Kau ini apa tidak punya telinga, aku sudah katakan kalau dia sedang istirahat dan jangan mengganggunya"



"Hanya sebentar"



"Lebih baik kau beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi"



"Tidak ada, kalau begitu aku ke kamar dulu, banyak pekerjaan dikantor hari ini"



"Bukankah aku menyuruhmu untuk pulang kerumah ?"



"Aku sudah berada disini sekarang, apa kau tetap akan mengusirku? Aku sangat lelah, banyak pekerjaan dikantor hari ini"



"Baiklah-baiklah, pergi kekamarmu dan istirahatlah"



"Kau yang terbaik kak"



****




"Pagi bi Minah"



"Eh non, selamat pagi"



"Biar saya saja yang menyiapkan sarapan, bi"



"Tidak usah repot-repot non, ini sudah menjadi tugas bibi"



"Tidak repot, bi"



Yah, sama sekali tidak repot. Setidaknya masih ada hal yang bisa ku lakukan untuk keluarga ini. Karena mereka sudah sangat baik terhadapku. Tidak mungkin aku hanya diam saja menikmati fasilitas pelayanan yang disediakan, bukan.



"So Hee bisa bicara sebentar ?"



"Maaf aku harus membangunkan Cleo untuk sarapan. Permisi"



Pagi ini maupun pagi berikutnya aku terus menghindar dari Arjun. Bukan karena aku membencinya tetapi lebih pada perasaan takut dihatiku mengenai penjelasannya nanti.



****



[Satu bulan kemudian]



Hal itu terus terjadi sampai hari dimana aku harus pulang ke Korea. Hari yang selama ini aku tunggu.



"Cleo sayang, hari ini kakak tidak bisa menemani kamu karena kakak harus pulang ke Korea. Tapi meskipun kakak tidak ada, Cleo harus terus semangat belajar okay"



"Iya kak. Nanti kalau sudah sampai kasih tahu Cleo ya. Jangan lupa untuk menelpon Cleo setiap hari"



"Baik bos"



"So Hee, terimakasih ya sayang sudah menjaga Cleo selama ini"



"Iya kak Dara sama-sama, ini sudah kewajiban aku sebagai dokter Cleo"



"So Hee, sampai jumpa lagi ya. Kalau main ke Indonesia jangan lupa mampir kesini"



"Baik kak Arga"



"Kau yakin tidak ingin kami antar ke bandara ?"



"Tidak usah kak, aku naik taksi saja"



"Baiklah kalau begitu, hati-hati dijalan jangan lupa hubungi kami"



"Aku mengerti"



aku berjalan kearah taksi, dan disana ada Arjun yang sedang berdiri di pintu taksi menungguku.



"Jaga dirimu"



"Aku permisi"



Dan beginilah kisahku di Jakarta berakhir. Aku akan segera kembali ke Korea dan bertemu dengan tante. Meninggalkan kota Jakarta beserta orang yang ku cintai. Semoga perasaan cintaku ikut tertinggal di negara ini.



Aku sengaja tidak memberitahu tante jika aku pulang hari ini. Aku berniat memberikannya kejutan saat sudah sampai dirumah.



Tapi sepertinya aku telah salah penafsiran.!!



****



"Nayla, kau kah itu ?"



Terlihat Arjun sedang berdiri dihadapanku dengan ekspresi tak percaya juga berharap bahwa ini kenyataan



"Iya, ini aku"



Jawabku mantap padanya. Dengan cepat ia berlari kearahku dan memeluk tubuhku erat, seolah tidak akan membiarkanku pergi lagi.



"Kemana saja kau selama ini, ku kira kau benar-benar sudah pergi meninggalkanku"



"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu, Arya"



"Maafkan aku karena tidak bisa menepati janji untuk melindungimu, Nay"



"Itu bukan kesalahanmu, ini takdir kita Arya"



"Aku janji kali ini aku akan melindungimu, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu lagi, aku akan menjagamu setiap waktu"



"Benarkah ?"



"Hm.."



"Aku percaya padamu"



"Aku sangat merindukanmu, Nayla"



"Aku juga merindukanmu. Eh, bagaimana dengan calon istrimu ?"



Setelah puas melepaskan rindu satu sama lain, kami duduk bersama di taman. Membahas topik yang sama sekali tidak romantis.



"Dari awal aku sudah menolak perjodohan itu, karena aku hanya mencintaimu"



"Bagaimana dengan ayahmu dan perusahaanmu"



"Kau tidak perlu memikirkan hal lain, tugasmu hanya memikirkan ku"



"Bagaimana bisa ?"



"Aku yang akan menyelesaikan semuanya, jadi kau tidak perlu merasa khawatir"



"Apa kau yakin ?"



"Tentu saja, percayakan padaku"



"Aku selalu percaya padamu"



Kebahagiaanku hari ini berlipat ganda dari sebelumnya. Seseorang yang aku cintai selama ini ternyata memang takdirku sejak kecil. Dan sekarang saatnya untuk menyatukan takdir tersebut.



****



Wahhh... 🙄


Neomu orae gidaryeoseo minanhabnida 🙏🙏


Sama seperti Arjun yang meminta maaf pada Nayla, Author juga mau minta maaf untuk para readers 🤔


Maafkan author yang telat update,,


Sebagai permintaan maaf, Ayu sengaja update tiga chapter sekaligus 👐👐


Semoga suka, dan selamat membaca 👋👋




✌Tamat✌