After Met In Korea

After Met In Korea
스물여덟 - DUA PULUH DELAPAN


"Halo, So Hee kau disana ?"


"Yeoboseyo, nuguseyo? I Arjun inga ?" (Halo, maaf dengan siapa? Apa ini Arjun ?)


Arjun merasa sedikit asing dengan suara disebrang. Jelas karena itu bukan suaraku.


Lelaki itu menutup bagian bawah telpon dengan tangannya lalu bertanya sebentar pada Cleo.


"Cleo apa benar kau menelpon kak So Hee ?"


"Hm, kakak memberikanku nomor itu"


"Baiklah, sekarang Cleo main didalam dulu om ingin bicara dengan kakak mu"


"Baiklah, sampaikan salam Cleo untuk kak So Hee ya"


"Baik bos"


"Aku akan menyiapkan makan malam, masuklah setelah selesai bicara"


"Baik kak"


Setelah kak Anggita dan Cleo masuk kedalam, Arjun kembali fokus pada pembicaraan di telpon.


"Is this really So Hee's phone ?" (Apa benar ini ponsel So Hee ?)


"Ah sorry. Yeah this is So Hee's phone. Is this Arjun ?" (Ah maaf. Benar ini ponsel So Hee. Apakah ini Arjun ?)


"Yes i am. Sorry, who i am talking to ?" (Ya saya Arjun. Maaf dengan siapa saya bicara ?)


"I'm Ji Ah, So Hee's friend. What is the need for you to call ?" (Saya Ji Ah, teman So Hee. Ada perlu apa kau menelponnya ?)


"There is something i want to talk about with her. Can i speak with her ?" (Ada hal yang harus saya bicarakan dengannya. Bisakah saya bicara dengan So Hee ?)


"You can talk to me later, I'll tell him.  Right now he is resting and cannot be disturbed" (kau bisa bicara padaku, nanti akan ku sampaikan padanya. Saat ini So Hee sedang istirahat dan tidak bisa diganggu)


"Is she okay ?" (Apakah dia baik-baik saja ?)


"Yes, she is fine" (ya, dia baik-baik saja)


"Alright. I'll call again later. Thankyou" (baiklah. Aku akan menghubunginya lagi nanti. Terimakasih)


Bukan karena Ji Ah bersikap dingin dan jahat pada Arjun saat itu. Hanya saja ia tidak ingin aku terlibat dengan Arjun untuk sementara waktu.


Setelah menutup panggilan, Arjun kembali menatap rerumputan dihadapannya. Dia merasakan bahwa telah terjadi sesuatu padaku.


"Bagaimana hasilnya ?"


"Itu bukan So Hee ?"


"Lalu ?"


"Temannya"


"Apa terjadi sesuatu pada So Hee ?"


"Aku yakin begitu, tapi temannya hanya mengatakan bahwa So Hee sedang istirahat"


"Baiklah jangan berpikir macam-macam, mungkin saja yang dikatakannya memang benar. Sekarang masuk dan makan bersama Cleo"


"Baiklah"


*****


[Seoul]


Baru saja aku terbangun dan melihat Ji Ah masuk keruangan sambil membawa ponselku. Sedang apa dia dengan ponsel milikku.


"Darimana kau ?"


"Cari angin"


"Lalu kenapa membawa ponselku ?"


"Ah ini, tadi aku salah membawa ponsel"


"Salah bawa? Bukankah ponselmu sedang kau genggam di tangan kirimu ?"


"Hm aku memang tidak bisa berbohong sebentar saja padamu"


"Kali ini apa lagi yang kau sembunyikan dariku ?"


"Tidak ada, aku hanya menerima satu panggilan dari ponselmu"


"Panggilan? Dari siapa ?"


"Pangeranmu"


"Arjun?!"


"Hm.."


"Kenapa kau mengangkatnya ?"


"Terlalu berisik, aku takut kau akan terbangun nanti"


"Itu bukan suatu alasan darimu"


"Baiklah baiklah"


"Bicara apa dia ?!"


"Apalagi! Bertanya mengenaimu tentunya"


"Tentang apa ?"


"Bagaimana kondisimu? Apa kau baik-baik saja? Wah, sepertinya kau memang sedang mengharapkan pertanyaan seperti itu darinya, apa aku benar !"


"Lalu apa yang katakan ?"


"Sudah jelas aku tidak akan memberitahu kondisimu atau dia akan langsung terbang kesini mencarimu dan kau pasti akan kelimpungan menanganinya"


"Hm.."


"Apa kau benar-benar jatuh cinta padanya ?"


"Sangat"


"Kau tidak pernah jatuh cinta, tapi sekali jatuh kau masuk terlalu dalam"


"Entahlah"


"Baiklah karena kondisimu mulai membaik aku bisa tenang meninggalkanmu"


"Eh kemana kau akan pergi ?"


"Aku ada tugas jaga sore ini. Aku harus pulang untuk mandi dan kembali kesini untuk bekerja tidak sepertimu yang sedang mengambil cuti sayangku"


"Baiklah, hati-hati dijalan"


"Aku pergi dulu, nanti aku mampir lagi"


"Baiklah"


***


Sore itu aku merasa bosan diruangan. Akhirnya aku menelpon seseorang untuk sekedar menghilangkan kebosananku.


"Halo, kau dimana tante ?"


"Kau ini sangat tidak menyayangiku yah, bagaimana kau bisa meninggalkanku dirumah sakit sendirian"


"Maafkan aku, ada pekerjaan mendesak yang harus aku tangani di kantor, setelah selesai aku akan kembali untuk menemanimu, ok"


"Baiklah, aku mengerti. Jaga dirimu"


"Kau juga"


Tidak heran jika tanteku itu sangat sibuk. Karena kemarin ia mengambil cuti tentu saja banyak pekerjaan yang menantinya.


"Apa yang harus ku lakukan ?"


Saat sedang memikirkannya, aku teringat akan janji ku pada orang tua tante Yoo Ra.


"Ah tes DNA, sebaiknya aku pergi ke RS Daehan sekarang"


Karena aku mengenal perawat yang bertugas di bangsal ku, tidak begitu sulit untuk mendapatkan izin keluar tanpa sepengetahuan tante.


Lagipula aku hanya pergi sebentar untuk melakukan tes tersebut. Sebelumnya aku harus menghubungi kakek dan juga nenek ku terlebih dahulu.


Hari memang sudah semakin sore, mungkin saja petugas lab. Sudah tidak ada tugas jaga. Tapi aku harus melakukan sebisa ku untuk membuktikan bahwa tante Yoo Ra berkata jujur.


Lima belas menit perjalanan ke RS Daehan telah ku tempuh, saatnya aku mendatangi laboratorium dan menemui kedua orangtua tante Yoo Ra.


"Tuan Yoon aku datang"


"Cepat masuk kedalam"


"Tapi bisakah aku pergi setelah pengambilan darah selesai, aku tidak ingin tante menghawatirkan ku"


"Baiklah"


Ternyata saat ku temui, hanya ada ayah tante Yoo Ra saja. Itu lebih baik, beliau memang terlihat galak tapi sebenarnya memiliki hati yang lembut.


Aku tahu kalau tuan Yoon memerlakukan ayahku dengan tidak baik, bahkan mengusirnya dari rumah hanya karna tidak menyetujui pernikahannya dengan ibuku.


Tapi aku bisa melihat bahwa dimatanya terdapat rasa penyesalan yang amat dalam.


***


"Apa kau tahu bagaimana mereka memerlakukan ayah dan juga ibumu ?!"


"Ayah dan ibuku ?"


"Disaat kakakku datang kerumah ingin meminta restu pada mereka, dengan tegas mereka menolak dan mengusir kakakku dari rumah, bahkan mereka mencoret nama Yoon Seok dari daftar ahli waris keluarga"


"Apa separah itu? Tapi kenapa mereka tidak merestui pernikahan ayah dan ibuku ?"


"Karena ibumu bukan berasal dari keluarga terpandang yang menjalankan bisnis"


"Apakah silsilah keluarga masih berlaku dizaman itu ?"


"Tentu saja tidak, hal itu karena mereka terlalu kuno dan selalu memercayai tradisi turun temurun keluarga Yoon"


"Lalu bagaimana kehidupan ayah dan ibuku setelah mereka diusir ?"


"Sejak saat itu kakakku tidak bisa tinggal disini karena ayahku telah mendeportasinya dari Korea. Akhirnya mereka memulai hidup baru di Indonesia dan kak Yoon Seok mengubah identitasnya menjadi Dirgantara"


"Bagaimana kau tahu kehidupan mereka setelah diusir ?"


"Awalnya aku tidak tahu apapun karena saat itu aku sedang tidak ada dirumah. Aku mengetahui nya dari pelayan, bahwa kakakku telah diusir dari rumah bersama dengan calon istrinya. Sejak saat itu aku tidak tau kabar mereka, sampai aku teringat kalau aku menyimpan alamat email kakakku"


"Itu sebabnya kau bisa berhubungan dengan keluargaku"


"Hm... aku bahkan bisa melihatmu dan Dimas tumbuh besar"


***


Aku mengingat kembali pembicaraanku dengan tante Yoo Ra mengenai ayah dan juga ibuku malam itu sebelum aku hilang kesadaran.


Aku menatap wajah yang memancarkan aura kesedihan dalam diri pria yang sedang berdiri memerhatikan bagaimana dokter mengambil darahku untuk tes.


Aku bahkan hampir tidak memercayai bahwa seorang ayah yang memiliki kepiluan mendalam karena kehilangan sang anak mampu dengan tega mengusir bahkan mendeportasi anak kandungnya sendiri dari negara ini.


"Baiklah sudah selesai, hasil tes akan keluar besok siang"


"Tidak bisakah lebih cepat ?"


"Tuan Yoon, saat ini petugas lab. hampir sudah tidak ada karena waktunya memang sudah sangat terlambat, meskipun bisa dipercepat paling tidak membutuhkan waktu sampai besok pagi"


"Baiklah, kabari aku jika kau sudah mendapatkan hasilnya"


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi"


"Ya"


"Kalau begitu, saya juga pamit tuan"


"Kemana kau ingin pergi ?"


"Ah kerumah sakit Junkook"


"Kau sedang dirawat disana, mengapa justru datang ke sini ?"


"Aku sudah berjanji padamu untuk melakukan tes itu hari ini"


"Naik apa kau kesana ?"


"Aku akan memanggil taksi"


"Lupakan, ikut aku biar ku antar kau kembali"


"Tidak perlu tuan, terimakasih. Aku sungguh bisa kembali sendiri naik taksi"


"Diamlah, apa kau tidak pernah diajari untuk tidak menolak bantuan dari orang yang berniat baik apalagi lebih tua darimu"


"Maaf tuan"


"Cepatlah"


"Baik, terimakasih"


****


"Yoon So Hee, sudah berapa kali aku ingatkan padamu untuk tidak meninggalkan rumah sakit tanpa seizinku, kau benar-benar tidak mau mendengarkanku lagi!"


"Anu... tante maafkan aku, aku terpaksa meninggalkan rumah sakit untuk... hm"


"Untuk apa hah, katakan padaku!"


"Untuk menemuiku!"


"A...ayah"


####


Habisssss....


Apa yang bakal terjadi antara ayah dan anak itu ??


Wah,, likenya banyak tapi yang comment tidak,,


Apa yang harus author baca sementara kalian baca cerita ???


Please,, author sangat mengharapkan komen dari kalian,, mau itu kritik tajam ataupun pengoreksi kesalahan penulisan it's okay no problem..


Butaghaeyo 🤗🤗