
"Tante yakin mau merelakan ku pergi ?"
"Haha.. dasar anak nakal, apa menurutmu tante kurang yakin?"
"Kenapa kau jadi begitu senang saat aku akan meninggalkanmu"
"Siapa bilang aku senang ?"
"Kau bisa tertawa seperti tadi, juga tidak melarangku"
"Kau pergi bukan untuk meninggalkanku, tapi karena tanggung jawab pekerjaanmu, jadi kenapa aku harus melarangmu ?"
"Tetap saja aku pasti merindukanmu"
"Bukankah sebelumnya juga kau pergi selama setengah tahun saat aku koma ?"
"Tapi keadaannya sudah berubah, mana bisa disamakan. Ini semua gara-gara Arjun, kalau saja dia tidak ber-ulah aku tidak mungkin berpisah dengan tante"
**
'Permisi Profesor, apa Anda memanggil saya ?'
'So Hee duduklah, ada yang ingin saya sampaikan padamu'
'Terimakasih Prof'
Meskipun panggilan mendadak Profesor menyelamatkanku dari pertanyaan Cleo tempo hari, tetap saja aku penasaran ada keperluan apa sampai Profesor mencariku. Dan perasaanku berubah jadi tidak enak, seperti ada sesuatu yang akan menimpaku.
'Hal ini mengenai pasienmu'
'Maksud Anda Cleo pasien saya dari Indonesia ?'
'Ya. Seperti yang kau tahu dia menjalani pengobatan di RS ini, saya sudah melihat grafik perkembangannya, dan hasil pemeriksaan sore nanti saya yakin bahwa dia sudah bersih'
Hm.. bersih yang dimaksud Profesor Lee tadi adalah tidak ada lagi penyakit dalam tubuh pasien yah sobat :)
'Saya juga berpikiran seperti itu Prof'
'Dan saya menerima permintaan dari keluarga pasien agar kau bisa menjaga dan mengawasi perkembangan pasien pasca pengobatan'
'Tentu tidak masalah Prof'
'Tapi keluarga pasien ingin supaya mereka bisa kembali ke Indonesia dan kau merawat pasien tersebut dirumahnya'
'Maaf. Ma-maksud Profesor saya harus ikut dengan mereka ke Indonesia'
'Ya benar'
'T-tapi bagaimana dengan pekerjaan saya di rumah sakit dan tante saya juga baru kembali siuman setelah koma dan diperbolehkan pulang besok, saya harus menjaga beliau Prof'
'Mengenai pekerjaanmu di RS saya akan mengurusnya, lagipula kau pergi untuk menjalankan tanggung jawab, dan masalah tante mu kau bisa diskusikan dengan beliau, anggap ini permintaan dariku sebagai atasanmu. Kau boleh pergi, pikirkan permintaanku baik-baik'
**
"Hey tidak baik bicara begitu, anggap ini sebagai tanggung jawabmu sebagai seorang dokter, mengerti!"
"ucapanmu sama persis dengan yang dikatakan oleh Professor Lee"
"kau dengar aku anak nakal!"
"Ya aku mengerti"
"Baiklah, beri aku pelukan"
"Um... aku akan sangat merindukanmu tante. Jaga diri baik-baik disini, aku akan kembali bulan depan dan merayakan natal bersamamu disini"
"Tentu saja, aku menunggumu. Jaga dirimu disana, jangan nakal"
"Tante.."
"Baiklah-baiklah, sudah cepat berangkat"
Hari ini aku meninggalkan tante juga negaraku untuk pergi ke Indonesia, menemani sekaligus merawat Cleo pasca pengobatan.
Semua ini adalah ulah laki-laki menyebalkan itu. Harusnya aku ada disamping tante saat beliau baru dibolehkan pulang dari RS, tapi justru aku meninggalkannya selama sebulan.
****
"Semoga aku tidak kena sial saat berada di dekatnya, lagipula dia sudah akan menikah, pasti akan lebih sibuk mengurus pernikahannya. Baiklah Yoon So Hee, tetap tenang kau hanya perlu waktu satu bulan disana setelah itu kau bisa bebas, semangat, fighting"
Seperti orang yang sudah tidak waras, aku terus berbicara pada diriku sendiri didalam taksi menuju bandara.
Sebenarnya aku berharap ini semua mimpi tapi saat ku minta tante Yoo Ra mencubitku terasa sakit, ini nyata.
Tak bisa dipungkiri jika hati kecilku merasa bahagia bisa melihat Arjun lebih lama lagi, tapi disisi lain aku juga merasa sakit dan kesal jika mengingat kenyataan bahwa lelaki itu sudah mempunyai calon istri dan akan segera menikah.
Oh Tuhan...
Bantu aku untuk melupakan perasaanku pada laki-laki yang sudah mempunyai tunangan.
Apa aku akan disebut sebagai orang ketiga nantinya??
Oh No !
Big No !
****
"Maaf kak sudah menunggu lama, tadi jalanan cukup padat"
"Tidak apa, kami juga baru sampai, ayo masuk"
"Kakak nanti duduk disebelah Cleo saja ya"
"Baiklah"
Yah, hari itu aku pergi meninggalkan Korea bersama Cleo dan juga kak Anggita. Perjalanan siang hari karena harus mengurus beberapa dokumen mengenai tugasku juga Cleo.
Penerbangan yang cukup memakan waktu dan juga terdapat perbedaan waktu di dua negara tersebut membuat kami sampai di Indonesia pada malam hari.
"Ah Cleo sangat merindukan rumah, ayo mah kita cepat pulang"
"Iya sayang, mamah ambil barang dulu ya"
"Biar aku saja yang bawa barangnya, kakak dan Cleo bisa duluan ke mobil"
"Mana bisa begitu, kau itu datang sebagai tamu kami mana boleh bawa barang"
"Iya benar, kakak sama Cleo saja kita jalan ke mobil"
"Masa mamah bawa barangnya sendirian kan berat sayang"
Ucapku pada Cleo yang terus saja menarik lenganku menuju pintu keluar.
"Kalau begitu aku akan panggil pengawal untuk mengambil barang saja, kita ke mobil sekarang ya"
"Okay"
Ternyata Arjun sudah memersiapkan semuanya. Ada dua pengawal didekat pintu keluar yang bersiap mengawal kami dan mengambil barang bawaan. Dan juga mobil beserta sopir dipintu keluar bandara.
Holang kaya memang beda, semua sudah ada yang mengatur !! apalah dayaku yang hanya butiran debu !!
****
"Selamat datang kembali jagoan kecil om"
"Om Arjun"
Cleo berlari kepelukan pamannya saat kami sampai diruang tamu. Lelaki itu menunggu kami dirumah alih-alih menjemput kami dibandara. Katanya itu sangat melelahkan.
"Hey jagoan sudah merasa sehat ?"
"Sudah dong, kakak So Hee benar-benar hebat bisa menyembuhkan Cleo"
"Benarkah ?"
"Hm.."
"Kalau begitu apakah kakak So Hee mu harus diberikan sebuah hadiah sebagai ucapan terimakasih ?"
"Om punya hadiah ?"
"Belum terpikirkan"
"Gimana kalau besok kita belikan hadiahnya, malam ini Cleo lapar"
"Oke kalau begitu kita makan sekarang"
"Yeay"
Arjun dan Cleo langsung menuju ruang makan disusul oleh kak Anggita, sedangkan aku menuju kamar untuk merebahkan tubuh dan mengabari tante bahwa aku sudah tiba dengan selamat.
"So Hee, kau mau kemana kita makan dulu"
"Ah kakak duluan saja aku tidak lapar, lebih baik aku istirahat, aku juga harus mengabari tante kalau sudah sampai di Jakarta"
"Selamat malam kak"
"Selamat malam"
"Loh kak So Hee dimana mah ?"
"Kak So Hee lelah, jadi dia istirahat dikamar, Cleo makan dulu ya habis itu bersih-bersih lalu istirahat oke!"
"Siap boss"
"Anak pintar, habiskan makananmu"
"So Hee dikamar atas ?"
"Jangan coba-coba mengganggunya seperti terakhir kali atau aku akan memberimu pelajaran, mengerti!"
"Kakak pikir aku anak kecil masih ingin memberiku pelajaran"
"Kau memang kurang pelajaran dariku"
"Lagipula yang membawa dia kemari itu ide ku, mana mungkin aku akan mengirimnya kembali dengan cepat"
"Yah baiklah, idemu itu.. aku suka"
Kak Anggita memang senang saat mendengar aku akan ikut ke Indonesia selama satu bulan untuk mengawasi perkembangan Cleo.
Tak disangka juga bahwa ia memiliki adik yang cerdas karena berhasil membawaku kembali dengan alasan yang tepat.
Sedangkan aku ??
Aku bingung dengan perasaanku, mana mungkin aku bisa menghilangkan perasaan ini saat aku harus berada didekat pria itu, jika saja aku berada di Korea mungkin akan lebih mudah.
"Hallo, tante ini aku"
"So Hee, kau sudah sampai di Indonesia ?"
"Iya, aku sampai saat hari sudah malam"
"Benarkah?"
"Hm.."
"Kalau begitu istirahatlah, kau pasti sangat lelah seharian diperjalanan"
"Bagaimana kabarmu? Apa kau merindukanku ?"
"Tentu saja, aku sangat merindukanmu"
"Ah aku sangat merindukan pelukanmu saat ini tante, kurasa aku tidak bisa tinggal disini lebih lama"
"Hey tenanglah. Ada waktunya nanti kau akan kembali kerumah bersama tante"
"Fiuh, baiklah"
"Kenapa tidak bersemangat, seingat tante dulu kau yang meminta ingin hidup mandiri dan jauh dari rumah, bukan? Kenapa sekarang kau lebih banyak mengeluh dan jadi lebih menja padaku ?"
"Keadaannya tidak sama tante"
"Baiklah, lebih baik kau istirahat sekarang"
"Ya, besok aku akan menghubungimu lagi"
"Okay, selamat malam sayang"
"Selamat malam tante"
Argh...
Aku sangat merindukan langit Seoul disaat seperti ini. Mengingat bagaimana aku merayu tante supaya mengizinkan ku pindah dulu sangat berbeda jauh dengan saat ini. Aku sangat merindukannya.
****
"Selamat pagi kak Dara"
"So Hee, kau sedang apa ?"
"Membuat sarapan untuk kalian ?"
"Kau sendiri yang membuatnya ?"
"Tentu saja"
"Kenapa repot-repot, biar pelayan yang melakukannya kau kan tamu kami"
"Hanya roti panggang tidak bisa dibilang repot kak. Ayo sarapan, biar aku bangunkan Cleo"
"Baiklah"
Meskipun hanya roti panggang setidaknya aku harus membuatkan sesuatu dipagi hari bukan??
Ah, jika saja aku pandai masak pasti akan aku buatkan sarapan yang lebih enak dari sekadar roti panggang, sayangnya aku sangat payah dalam hal itu.
"Cleo sayang, bangun yuk kita sarapan"
"Kak So Hee, Cleo bangunnya kesiangan ya"
"Gak sayang, ini masih jam tujuh kok, bentar lagi alarm kamu bunyi"
"Tapi kok kakak sudah rapih ?"
"Kakak yang bangunnya terlalu pagi, karena harus siapin Cleo sarapan"
"Benarkah ?"
"Tentu saja"
"Kalau begitu Cleo mau mandi dulu ya, kakak tunggu Cleo dibawah ok"
"Siap tuan"
Anak itu mempunyai kepribadian yang sangat periang. Syukurlah sifatnya telah kembali kedunianya sekarang ini.
Setelah selesai sarapan Cleo bermain juga belajar bersamaku ditaman belakang rumah. Sedangkan kak Anggita harus kembali bekerja setelah mengambil cuti selama masa pengobatan Cleo di Korea.
Sedangkan suami kak Dara baru akan pulang malam nanti dari Amerika karena perjalanan bisnisnya. Itu sebabnya saat kami sampai beliau tidak ada dirumah.
****
Sementara aku sedang memantau perkembangan fisik Cleo. Arjun terlihat sedang berbicara serius dengan orang kepercayaannya.
"Apa kau mendapat informasi lain mengenai hubungan Komisaris dengan kejadian kebakaran tersebut"
"Maaf tuan, kami masih belum mendapatkan informasi tambahan mengenai hal tersebut, tapi ada informasi baru mengenai nona Nayla"
"Nayla? Apa maksudmu ?"
"Salah seorang warga mengatakan bahwa ia melihat nona Nayla masih hidup dan dibawa oleh seseorang, dan jasad gadis yang tewas dalam kebakaran tersebut bukanlah jasad nona Nayla"
"Apa polisi tau mengenai hal ini ?"
"Sepertinya warga tersebut tidak melaporkannya karena takut bahwa ia salah melihat, dan setelah kami menyelidiki lebih dalam kemungkinan besar yang membawa nona Nayla itu adalah adik kandung dari tuan Dirga"
"Apa kau mendapatkan informasi dimana mereka tinggal saat ini ?"
"Sepertinya tuan Dirga merahasiakan mengenai keberadaan keluarganya sehingga kami belum bisa menemukan apapun, tapi kami akan terus mencari informasi tersebut"
"Baiklah teruskan pencarian, beritahu aku jika kalian sudah mendapatkan informasi terbaru. Kau boleh pergi"
"Baik. Kalau begitu saya permisi tuan"
Memang benar jika ayahku merahasiakan siapa dan dimana keluarganya berada. Hal itu dikarenakan beliau tidak ingin lagi berhubungan dengan keluarganya.
Dan Arjun sudah mulai mendapatkan informasi mengenai diriku yang sebenarnya selamat dari kebakaran. Akankah dia akan menemukan keberadaanku ??
"Tidak peduli dimanapun kamu sekarang, aku pasti akan menemukanmu, Nay"
****
"Apa yang sedang kau lakukan ?"
"Bisakah kau berjalan dengan suara"
"Mana bisa. Dari dulu hingga saat ini aku selalu berjalan menggunakan kedua kaki bukan suaraku"
"Tinggalkan aku sendiri atau aku akan panggil pengawal untuk mengusirmu"
"Haha.. kau itu gadis polos atau memang bodoh. Kau pikir pengawal akan setuju denganmu untuk mengusirku ?"
"Baiklah, pengawal tolong bawa tuan Arjun mu ini keluar dari dapur"
"Baik nona"
"Hey apa kau tidak tahu siapa aku, hey"