After Met In Korea

After Met In Korea
열둘 - DUA BELAS


"Arjun, kenapa tidak bilang kalau kau baru kembali dari Korea ?"



Ucap seorang gadis berambut ikal panjang sambil menggelayut manja dilengan Arjun. Sedangkan Arjun hanya menjawabnya dengan ketus.



"Bukan urusanmu"



"Kau selalu bersikap kasar padaku, apa salahku padamu"



"Bukankah aku sudah pernah menjelaskannya padamu, apa kau masih tidak mengerti, nona Lolita Deksa!"



"Tapi aku tetap tunanganmu, dan cepat atau lambat akan menjadi istrimu"



"Jangan berharap terlalu banyak"



"Kau tidak bisa berbuat apa-apa karena pernikahan kita sudah ditetapkan"



"Aku tidak pernah menyetujuinya"



"Tapi ayahmu sudah menyetujuinya, bukankah kau juga harus menyetujuinya"



"Kalau begitu kau nikahi saja ayahku, lepaskan aku, lebih baik kau segera pulang! aku sibuk"



Arjun segera melepaskan tautan lengan gadis itu dengan kasar lalu pergi meninggalkannya dihalaman depan.



Lolita melihat kepergian Arjun dengan kesal karena sampai saat ini dia belum bisa mendapatkan perhatian dari laki-laki itu.



"Sampai kapan kau akan mengabaikan aku, Arjun"



***



"Apa kalian sudah siap ?"



"Sudah, ayo berangkat!"



"Yeay, kita liburan"



Aku menanggapi pertanyaan Arjun dengan ketus, dan langsung berjalan ke mobil bersama Cleo yang kegirangan karena kak Anggita bilang kami akan liburan bukan untuk perawatan.



"Ada urusan apa gadis itu datang kerumah ini"



"Tidak penting"



"Arjun, apa yang kau lakukan dengan So Hee kemarin malam ditaman belakang"



"Hanya mengobrol dengannya"



"Sebuah ciuman ditengah obrolan sepertinya hubunganmu dengannya sudah jauh lebih baik"



"A-apa kakak melihatnya ?"



"Lalu darimana aku tahu kalau aku tidak melihatnya"



"Kenapa kau selalu melihat hal yang tidak seharusnya kau lihat, menyebalkan!"



"Awalnya aku hanya ingin mengambil air minum, tapi ternyata mendapat Jackpot karena hal itu"



"Aku tidak punya hubungan apapun dengan gadis itu"



"Aku tidak memercayaimu"



"Terserah apa katamu"



Setelah obrolan singkat antara kakak beradik itu, kami langsung berangkat ke Bandara.



****



[Seoul, 05 Juli 2014]



Setelah kemarin melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Seoul. Hari ini kami berencana untuk kerumah sakit mendaftarkan nama Cleo supaya bisa memulai perawatan.



"Apa Cleo mau lihat rumah sakit tempat kakak bekerja ?"



"Mau kak. Tapi kak So Hee, apa Cleo bisa sembuh kalau berobat dirumah sakit kakak ?"



"Bisa dong, apa Cleo mau kakak obatin ?"



"Mau, Cleo mau kalau kakak yang obatin Cleo"



"Yaudah nanti kita sekalian daftarin Cleo disana yah"



"Asyik, ayo kak"



"Kebetulan yang sangat pas"



"Rencana Tuhan itu indah kak Dara"



Benar, rencana Tuhan itu indah jika kita bisa ikhlas menerimanya. Apapun itu.



Aku langsung membawa kak Anggita dan Cleo menuju rumah sakit tempat dimana aku bekerja. Sampai disana kak Anggita langsung ke bagian pendaftaran untuk mendapatkan hak perawatan.



Sedangkan aku langsung menuju ruanganku untuk bekerja, karena hari ini aku ada jadwal konsultasi di pagi hari.



"Kak Dara, aku ada konsultasi pagi ini, setelah kakak mendaftar langsung ke ruang profesor dulu kalau sudah selesai aku akan menyusul"



"Baiklah"



"Cleo, kakak pergi bekerja dulu yah nanti kita ketemu diruangan profesor okay"



"Ok kak"



****



"So Hee"



"Sunbae, ada apa ?"



"Siapa wanita dan anak kecil yang bersamamu di koridor ?"



"Ah anak itu pasien pribadiku sewaktu di Jakarta, dan wanita itu ibunya"



"Kenapa mereka bisa ada disini ?"



"Untuk pengobatan"



"Apa kemarin kau izin tiga hari untuk menjemput mereka ?"



"Bagaimana kau tahu ?"



"Jadi itu benar ?"



"Hm.."



"Kelihatannya kau sangat peduli dengan mereka"



"Tentu saja, mereka sudah sangat baik padaku saat aku bekerja dirumahnya"



"Apa aku tidak baik dimatamu ?"



"Sunbae, hari ini kau tampak aneh"



Saat aku berjalan kearah ruanganku, seniorku Park Yoo Shik menghampiri dan berjalan disampingku. Tingkahnya sangat aneh hari ini.



Tiba-tiba Sunbae menarik lenganku kearah lift dan langsung menekan Rooftop pada tombol lift.



"Kemana kau membawaku, aku ada konsultasi dengan orangtua pasien pagi ini"



"Hanya sebentar, aku perlu bicara denganmu lagipula konsultasi dimulai pukul sembilan, bukan ?"



"I-iya benar, tapi apa yang ingin kau bicarakan denganku"



"Nanti juga kau akan tahu"



Saat itu aku sungguh tidak mengetahui apa yang akan dibicarakan oleh Yoo Shik sunbae, karena pikiranku pagi itu benar-benar hanya tentang konsultasi dan perawatan Cleo.



Aku sangat terkejut karena lelaki itu tiba-tiba menyatakan perasaannya dan melakukan sebuah lamaran padaku. Bahkan dia sudah menyiapkan cincin untuk melamarku.



"So Hee, aku tidak mengerti bagaimana cara memperlakukan wanita dengan romantis, aku juga tidak bisa bertindak manis, tapi satu hal yang bisa aku janjikan padamu bahwa aku akan selalu menjaga dan mencintaimu, apa kau mau menikah denganku ?"



"M-moragu sunbae !" (Apa katamu sunbae !)



"Aku tahu ini terlalu mendadak, kau tidak harus menjawabnya sekarang, kau bisa memikirkannya lebih dulu, aku akan menunggumu"




Aku terus berbicara secara tergagap karena masih merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh lelaki dihadapanku ini.



"Aku hanya baru menyadari perasaanku, saat kau tidak ada disisi ku"



"A-aku masih tidak mengerti, kenapa tiba-tiba kau melamarku ?"



"Aku hanya tidak ingin kehilanganmu"



"Tapi ini masalah lain sunbae, orang lain biasanya menyatakan perasaan untuk menjadikan wanita itu sebagai kekasih, tapi kau justru ingin aku menjadi istrimu"



"Kalau kau belum siap menikah, kita bisa bertunangan terlebih dahulu"



"Bukan itu permasalahannya saat ini, sunbae"



"Lalu apa ?"



"I-ini terlalu mendadak. Baiklah begini beri aku waktu untuk memikirkannya, setelah itu aku akan memberi jawabannya padamu"



"Baiklah, aku akan menunggu sampai kau menjawabnya"



"Kalau begitu aku harus turun sekarang, sebentar lagi sesiku dimulai"



"Baiklah"



Baru beberapa hari yang lalu hatiku terasa sakit saat mendengar berita pertunangan Arjun. Tapi sekarang berita mengejutkan lain datang dari Yoo Shik sunbae yang secara tiba-tiba melamarku.



Apa dia adalah orang yang dikirim Tuhan untuk menjagaku dan juga mengobati irama jantungku.



****



[Tiga bulan kemudian]



"So Hee"



"Eun Som, ada apa ?"



"Ada yang mencarimu"



"Siapa ?"



"Laki-laki, cukup tinggi dan tampan, apa dia kekasihmu ?"



"Kekasih apanya? Dimana dia?"



"Dikoridor"



"Baiklah, terimakasih"



Cha Eun Som adalah teman kuliahku, dia juga dokter anak didepartemenku. Dia wanita yang cantik, juga baik, dan dia satu-satunya temanku yang sudah menikah, saat ini dia sedang hamil muda.



Dia mengatakan ada yang sedang mencariku di koridor, seorang laki-laki tapi siapa, apakah sunbae ??



Tidak mungkin, lalu siapa??



Daripada aku penasaran, lebih baik aku melihatnya langsung.



"Jeogiyo, nuguse-yo ?" (Maaf anda siapa ?)



"Bagaimana kabarmu ?"



"A-arjun, kau..."



"Ya, ini aku"



"K-kenapa kau bisa ada disini, sedang apa kau disini ?"



"Apa kau lupa kalau kakak dan keponakanku ada dirumah sakit ini"



"Ah majda" (ah benar)



Tanpa permisi, Arjun langsung membawaku keluar dari rumah sakit. Menuju sebuah taman kecil dekat sungai Han.



Cuaca malam itu mulai sejuk karena akan memasuki musim dingin. Melihatku menangkupkan kedua tangan membuat lelaki itu melepaskan jasnya dan memakaikannya padaku sambil terus berbicara padaku.



"Sudah lama aku tidak mendengar kabar darimu, kenapa susah sekali untuk menghubungimu ?"



"Aku sedang sibuk"



"Apa kau sengaja menghindar dariku ?"



"Tidak"



"Kau berbohong!"



"Tidak"



"Baiklah, bagaimana perawatan Cleo"



"Lancar"



"Kenapa begitu ketus padaku, apa aku berhutang maaf padamu ?"



"Tidak"



"Lalu kenapa jawabanmu sangat singkat, seperti tidak ingin bicara denganku"



"Memang"



"Jelaskan padaku apa kesalahanku padamu"



"Bisakah kau menjauh dari kehidupanku ?"



"Tapi kenapa ?"



"Karena aku MENYUKAIMU"



Tepat disaat aku mengutarakan perasaanku, sebuah klakson mobil terdengar, rupanya ada kesalahpahaman kecil disebrang jalan.



Disaat itu pula air mataku jatuh, dan disaat yang benar-benar bersamaan ponsel Arjun berdering, lelaki itu langsung mengangkatnya tanpa melihatku.



Sepertinya telpon penting !!


Apa dari calon istrinya??



Pikiranku sudah menduga-duga, tapi untunglah jika Arjun tidak melihatku. Aku langsung menghapus air mataku sebelum laki-laki itu melihatnya.



Tapi tak lama aku juga mendapatkan panggilan dari Yoo Shik sunbae, yang mengatakan kalau tante Yoo Ra sudah sadar.



Tanpa menunggu Arjun, aku langsung kembali kerumah sakit untuk melihat kondisi tante.



Dijalan air mataku masih saja menetes, entah air mata bahagia karena tante akhirnya tersadar setelah sekian lama. Atau karena laki-laki itu muncul tepat dihadapanku saat ini, mengingat terakhir kali dia bersama wanita yang noteben-nya adalah calon istri dari laki-laki itu.



"Baiklah, kabari aku jika kau sudah mengonfirmasi beritanya"



'Baik pak'



Arjun kembali ketempat dimana kami berada sebelumnya setelah menutup panggilan.



"So Hee maaf tadi aku harus mengangkat telpon seben-tar"



Tapi saat Arjun berbalik, dia tidak menemukan keberadaanku disana.



"Kemana perginya gadis itu"



***



Disisi lain aku melihat tangan tante bergerak dan matanya terbuka perlahan. Mata yang sudah tertutup selama lebih dari satu tahun akhirnya terbuka.



"Tante, ini aku apa kau bisa melihatku"



"So Hee"



"Iya ini aku So Hee, tante apa yang kau rasakan, apa ada yang sakit, katakan padaku"



Melihat sikap dan mendengar apa yang aku katakan membuat tante menyunggingkan senyuman. Sebuah senyuman yang sangat aku rindukan selama lebih dari satu tahun ini.



Sebuah senyuman hangat yang selalu bisa membuatku merasa baik-baik saja. Sebuah senyuman yang membuatku tidak takut melakukan apapun.



Dan kini senyuman itu kembali ke dunia kecilku. Tante Yoo Ra berhasil melewati masa koma dan telah sadar sepenuhnya.