
Nama pria yang aku temui di ruang bawah adalah Jhon. saat dia mengatakan akan membunuh siapapun yang menyentuh lukisan dan patung tadi, semua orang hanya diam ketakutan. niat membunuhnya bukan gertakan belaka, aku juga merasakan hawa membunuhnya saat ini.
"sebisa mungkin jangan membunuh, itu akan merepotkan kita" ucap Evan.
wanita itali yang memenangkan lukisan tiba-tiba berdiri di samping Jhon, "ya... jika hanya sekedar membuat mereka cacat, sepertinya tidak apa-apa" wanita itu bisa berbahasa Indonesia.
"Alleisa, jangan mencoba memancingnya. terakhir kali dia seperti itu, dia malah tidak bisa mengendalikan dirinya dan malah membunuh" ucap Evan.
tunggu...mereka bertiga saling mengenal?, lalu kenapa pria bernama Jhon jadi staf keamanan di kapal ini?, lalu wanita bernama Alleisa dan pria bernama Evan itu, kenapa mereka terlihat saling tidak mengenal tadi?.
terlebih lagi, kenapa sejak tadi aku tidak melihat satupun anggota dark tree mafia?.
Eugene berlari kearah ku lalu tiba-tiba dia menarik tanganku, "Lingga, urus pria berambut pirang itu!" dia berteriak pada Lingga.
"TIDAK USAH MENYURUHKU DASAR BAJINGAN!" ucap Lingga. "lagipula... sejak awal aku tidak tahan melihat rambut pria ini!" dia tersenyum lebar.
"namamu Lingga, kemampuanmu bisa membuatmu kebal terhadap serangan apapun ya. atau lebih mudahnya, kau tidak dapat terluka?, begitu?" ucap Evan.
"kau banyak bicara ya!!!" ucap Lingga.
"aku akan membantumu" Freya sudah siap bersama Dewi perang.
"KAU PIKIR AKU LEMAH?, HINGGA KAU HARUS MEMBANTUKU?. PERGILAH DAN BAWA DUA ORANG TEMANMU ITU, AKU BISA MENGHADAPI INI SENDIRI!!!" Freya malah membuat Lingga marah.
"baiklah... hati-hati" Freya memapah Irina dan Fiona, dia pergi meninggalkan Lingga.
Evan berusaha mengejar Freya, "tidak akan kubiarkan kau lolos"
dengan cepat Lingga berlari lalu menghantam wajah Evan, "kau tidak dengar apa yang dikatakan Eugene?, dia menyuruhku untuk mengurus mu, jadi jangan lengah!" Lingga melotot.
"Alleisa, kejar mereka" ucap Evan.
Alleisa berlari melewati Evan dan Lingga, "huh... merepotkan" dia tersenyum.
tapi Diana tidak membiarkannya, dia tahu bahwa misi utama kami adalah membawa Irina dan Fiona. saat ini Freya berhasil membawa mereka berdua, itu berarti misi kami hampir berhasil.
sementara itu Eugene sudah lebih dulu menyuruh Ezeo dan Rei untuk membuat Jhon sibuk. saat ini mereka sedang bertarung habis-habisan.
"kau cukup merepotkan" Rei tersenyum lalu melepas kacamatanya.
"aku menyukainya, dia kuat" Ezeo malah terhibur.
Jhon lari menabrak Ezeo dan Rei, mereka berdua terpental sampai membuat lubang besar di kapal pesiar. mereka terjatuh kelantai satu, dan Jhon berdiri di lubang itu, menatap mereka dari atas, dia menatap seakan sedang merendahkan.
Rei membantu Ezeo berdiri, "hei hei, sepertinya dia meremehkan kita" ucap Rei tersenyum.
"aku benci mengakui ini, tapi kita tidak akan menang jika tidak bekerja sama" ucap Ezeo.
"terkadang kau bisa pintar rupanya" Rei tersenyum.
"baiklah... mari kita nikmati pertarungan ini, dan lihat siapa yang lebih kuat" Rei melakukan peregangan.
"yang berhasil menumbangkannya yang menang" Ezeo langsung melompat kearah Jhon.
Jhon menahan pukulan Ezeo, tapi tangan Ezeo yang satu lagi menarik pundak Jhon, dan membuat mereka terjatuh kebawah. dia membalikkan tubuhnya, sehingga tubuh Jhon lah yang akan membentur lantai.
"TAHAN SEPERTI ITU, AKAN KU HANCURKAN PUNGGUNGNYA!" Rei mengambil kuda-kuda untuk memukul dibawah.
Ezeo membuat arah jatuhnya tepat diatas Rei, dan saat mereka dua meter lagi mencapai lantai, Rei langsung memukul sekuat tenaga.
"MATI KAU!" Rei memukul tepat di punggung Jhon.
Ezeo menggenggam kaki Jhon, dia berputar dan membanting Jhon kelantai setelah punggungnya dipukul Rei. lantai disekitarnya hancur, itu serangan yang sangat mematikan, orang biasa pasti akan mati.
tapi Jhon berbeda, dia berdiri seakan tidak terjadi apapun, dia sangat kuat. hawa membunuhnya malah semakin kuat, dia tidak terlihat marah, tapi dia malah tersenyum.
"kalian berdua menarik, kalau begitu aku akan mengerahkan seluruh kekuatanku" dia membunyikan lehernya.
dengan cepat Jhon menghantam wajah Rei, dia membuat Ezeo kaget, karna seketika sudah berada dihadapannya. selanjutnya dia menendang kepala Ezeo, tapi Ezeo berhasil menahan kakinya, dan melemparnya.
Ezeo menghampiri Rei yang terpental, "kau tidak apa-apa?" tanya Ezeo sambil membantu Rei berdiri.
"bukan hanya kuat, dia juga sangat cepat" Rei menyeka darah di bibirnya.
"malam ini bulan terlihat sangat indah, akan ku pastikan ini bulan terakhir yang kalian lihat" ucap Jhon melihat ke langit.
"hey jangan sombong begitu" ucap Ezeo.
"kau mengucapkan itu seakan sudah percaya, bahwa kau yang akan menang" ucap Rei.
"ya... memang aku yang akan menang" ucap Jhon.
Jhon kembali bergerak, dengan sekejap dia sudah berada dibelakang Ezeo, kali ini dia mengincar Ezeo terlebih dahulu.
Dia memukul kepala belakang Ezeo, membuatnya tersungkur ke tanah. Rei langsung menendang wajah Jhon, tapi sepertinya itu tidak melukainya. Jhon langsung membalas tendangan Rei, dia menendang perut Rei, membuat Rei terpental membentur pintu.
Ezeo yang masih terbaring langsung mencengkeram kaki Jhon, dia berdiri lalu membanting Jhon. Ezeo mencabut pilar kapal pesiar, dan memukulkannya pada Jhon.
dia memukul Jhon seperti sedang memukul bola kasti, membuat Jhon terpental ke laut.
Rei langsung menghampiri Ezeo, "dia kuat sekali, tapi apa sudah selesai?" ucap Rei.
"belum" Ezeo menatap tajam kearah laut.
Jhon tidak terjatuh, dia berdiri diatas air, bahkan ombak tidak mengganggunya, air sudah seperti lantai baginya.
***
disisi lain aku masih bingung, alasan Eugene menarik ku pergi, aku tidak tahu apa rencananya.
"ada apa?, Evan kelihatan kuat, Lingga tidak mungkin menang kalau hanya sendiri" ucapku.
"aku tahu, karna itu Dimas akan bertarung bersamanya" ucap Eugene.
Eugene membawaku ke tangga yang menuju ruang bawah di kapal ini, dia menarik ku kebawah.
"sejak awal aku sudah curiga, aku curiga karena tidak ada satupun eksekutif dark tree mafia disini. pasti ada sesuatu yang terjadi" Eugene tersenyum. "oleh karena itu, aku menyuruh Dimas untuk mencari tau sesuatu"
alasan tidak ada satupun eksekutif dark tree mafia yang terlihat adalah, karna mereka semua disekap ditempat yang sama dengan Irina dan Fiona. Eugene dan aku mengangkat sebuah kain, disana si kembar mafia, dan satu orang yang baru aku lihat diikat, dan mereka sudah babak belur.
"mereka pingsan" ucapku.
"jika hanya untuk ditinggalkan, untuk apa kita kesini?" aku bingung.
"ya... hanya memastikan" ucap Eugene. "sekarang kita harus pergi ke ruang kendali, kita harus kembali ke daratan"
aku hanya bisa mengikuti rencananya. sekarang kami bergegas keruang kendali, untuk membuat kapal ini kembali ke daratan.
"tiga orang itu, mereka sangat kuat. mereka dapat mengalahkan eksekutif dark tree mafia, dengan menggunakan evloth" ucap Eugene.
"hanya dengan evloth?" aku kebingungan.
"ya!, diantara mereka bertiga, tidak ada satupun yang memiliki ability tipe power" Eugene tersenyum. "mereka bertiga hanya memiliki ability tipe supporter, tapi mereka bisa jadi kuat, karna mereka memperkuat tubuh mereka dengan evloth"
"memangnya bisa seperti itu?" tanyaku.
"tentu saja, akulah contohnya" Eugene tersenyum sombong.
kami sampai di ruang kendali, dan sepertinya nahkoda kapal ini juga sudah dilumpuhkan.
"aku akan membawa kita kembali ke pelabuhan" Eugene sudah siap di kursi kemudi.
"he-hei, apa kau yakin bisa mengemudikan ini Eugene?" aku sangat ragu.
"aku adalah Eugene, dan aku bahkan bisa mengemudikan kereta dan pesawat" Eugene tersenyum.
iya, untuk apa aku khawatir?, dia adalah Eugene, dia menguasai 10 jenis beladiri, dan 20 bahasa berbeda. jadi harusnya bukan kejutan jika dia bisa mengemudikan kapal.
"kau diam saja disini dan lindungi aku" Eugene tersenyum.
"baik!" aku mengangguk.
***
Jhon bukan hanya bisa berdiri di laut, dia bisa berjalan di atasnya, dan bukan hanya itu, sekarang dia berjalan di udara.
"jadi itu ability nya ya" Ezeo mengamati Jhon.
"tapi bagaimana dia bisa memiliki kekuatan dan kecepatan yang besar?" Rei keheranan.
Jhon berlari di udara dan menghempaskan Ezeo. lalu Rei menerjang Jhon, membuatnya terjatuh, dan memukuli wajahnya.
"apa hanya itu?" Jhon terlihat biasa saja.
Rei dicekik lalu diangkat, Jhon berputar dan membanting Rei kelantai, membuat lantainya bolong, lalu Rei terjatuh kebawah.
"REI!" teriak Ezeo.
"sudah kubilang, akan ku jadikan ini malam terakhir kalian!" ucap Jhon.
dia berlari menghampiri Ezeo, mencoba memukul wajahnya, tapi Ezeo berhasil menghindar lalu mencengkeram tangan Jhon, dan membantingnya.
Ezeo juga langsung mengangkat Jhon lagi, dia berputar sambil mengayunkan Jhon, lalu melepas cengkraman nya, membuat Jhon terhempas.
"kalian bahkan tidak bisa melukaiku" Jhon bangkit kembali.
"sial!..." Ezeo mengepalkan tangannya.
saat Jhon ingin menghampiri Ezeo lagi, tiba-tiba Rei keluar dari dalam lantai dan memukul wajah Jhon. dia langsung menyerang Jhon dengan serangan bertubi-tubi, tidak memberinya ampun sedikitpun.
darah menetes dari dahi Jhon, "apa..." Jhon kebingungan sambil menyeka dahinya.
"evloth, gunakan evloth untuk memperkuat fisik kita, itulah yang ia lakukan" ucap Rei.
"apa maksudmu?" Ezeo terlihat bingung.
"kita biasanya hanya menggunakan evloth untuk menyegel iblis, tapi tadi aku merasakannya. saat dia membanting ku, aku menggunakan evloth untuk melindungi punggungku, saat itu aku merasakan evloth miliknya aktif, dan digunakan untuk memperkuat fisik" ucap Rei.
"memangnya bisa seperti itu?" tanya Ezeo.
"entahlah, tapi ayo kita coba" jawab Rei.
mereka berdua mulai mengalirkan evloth untuk memperkuat fisik mereka, dibandingkan dengan Jhon, tubuh Rei dan Ezeo sudah babak belur sejak tadi.
Rei maju menerjang Jhon untuk kesekian kalinya, dia mencoba untuk memukul wajah Jhon lagi. pukulannya tepat mengenai rahang Jhon, dan saat itu pukulan Rei berhasil membuat Jhon tunduk.
"apa ini... kau membuat lutut ku menyentuh tanah" ucap Jhon.
Ezeo tidak berdiam diri, dia juga bergerak dan memukul perut Jhon, "kekuatan fisikku rasanya bertambah!" dia memukul Jhon dengan sangat keras.
Jhon yang terhempas kearah Rei, langsung disambut dengan tendangan kearah wajah dari Rei, "entah berapa lama kau melatih evloth mu, tapi kau sangat kuat!" tendangan Rei mendarat di wajah Jhon.
dia terhempas lagi kearah Ezeo, dengan kuda-kuda yang kokoh, Ezeo sudah siap untuk menangkap Jhon dan langsung membantingnya.
dia menangkap leher Jhon, dan langsung membantingnya ke lantai, wajah Jhon benar-benar mencium lantai.
"bagaimana cara kalian langsung beradaptasi dengan teknik itu" sambil mencoba berdiri, Jhon kelihatannya semakin kebingungan.
"ini mudah, karna kekuatan kami yang paling besar di organisasi!" Ezeo tersenyum lebar.
mereka bertiga memasang kuda-kuda, sepertinya ini akan menentukan hasil dari pertarungan. dengan serentak, mereka bergerak menghampiri satu sama lain, mereka saling jual beli pukulan.
dengan sangat keras, Ezeo dan Rei memukul wajah Jhon, begitupun sebaliknya. hingga 10 menit berlalu, ketiganya mulai merasa lemas, keseimbangan mereka juga mulai terganggu.
pertarungan yang mengandalkan kekuatan dan ketahanan, ketiganya sudah kehabisan tenaga, dan satu pukulan akan menentukan hasilnya.
"aku yang akan menumbangkan mu!" Ezeo melancarkan pukulan terakhirnya.
"tidak!, akulah yang akan menumbangkannya!" Rei melakukan hal yang sama.
"kalian berdua lah yang akan kalah!" Jhon mengerahkan seluruh kekuatannya.
pukulan mereka mengenai wajah, suara saat pukulan itu mengenai wajahnya terdengar seperti dentuman yang cukup keras. ya... Ezeo dan Rei berhasil memukul wajah Jhon bersamaan, tapi Jhon gagal memukul mereka berdua.
"sudah lama aku tidak merasa semangat seperti ini" Jhon tersenyum.
dia kemudian tumbang, sementara Rei dan Ezeo masih berdiri kokoh. pertarungan antar kekuatan, pemenangnya adalah Rei dan Ezeo!.
bersambung....