Loser's Dream

Loser's Dream
RENCANA MENYATUKAN JAKARTA


“kalian tahu... pelajar di Indonesia juga dikenal karena sering melakukan tauran, bahkan saat aku ke Jepang, para pelajar mereka mengenal kita karna hal itu, mengangkat senjata dan menebas pelajar lain hanya karna sesuatu yang di sebut sebagai harga diri, padahal mereka sendiri masih belum mengerti tentang satupun hal mengenai harga diri” ucap Eugene dengan wajah serius.


“lalu apa hubungannya dengan rencana menyatukan Jakarta?” tanyaku.


“jakarta adalah kota dengan kasus tauran paling banyak di Indonesia” ucap Eugene. “saat ini, setiap wilayah Jakarta seperti selatan, barat, utara, dan timur dipimpin oleh satu sekolah terkuat, mereka semua menyerang sekolah lain dan menjadikan daerahnya sebagai wilayah kekuasaan mereka, bahkan mereka juga banyak melakukan tindakan kriminal”


di selatan ada Nusantara academy, di barat ada STM Buya Hamka, di utara ada SMK Pancasila, dan SMA pelita bangsa yang ada di timur. keempat sekolah itu adalah yang terkuat di masing-masing daerah, setiap leader dari keempat sekolah itu menjalankan bisnis ilegal, seperti penjualan narkotika, penipuan, pemerasan, menjual barang curian, judi online, dan masih banyak lagi, begitulah penjelasan dari Eugene.


Eugene ingin menyelesaikan kasus ini hanya dalam 2 hari, oleh karna itu dia membutuhkan kekuatan ku dan Lingga, padahal kami berdua baru pertama kali kerjasama, tapi Eugene bilang kami adalah kombinasi yang sempurna.


“siswa yang barusan kami serang dari sekolah mana?” tanyaku.


“mereka berasal dari SMA 01 Senayan” jawab Eugene.


“kalau begitu harusnya mereka tidak ada kaitannya dengan 4 sekolah yang kau sebutkan tadi kan?” tanya Lingga.


“kau salah, justru mereka memiliki bukti kejahatan dari STM Buya Hamka” ucap Eugene. “SMA 01 Senayan berada di bawah kekuasaan STM Buya Hamka, dan selama ini... mereka merampok serta melakukan pemerasan agar bisa membayar uang setoran pada STM Buya Hamka”


“itu berarti... apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanyaku.


“sekarang kita menuju Jakarta barat dan hancurkan STM Buya Hamka!” ucap Eugene sambil tersenyum jahat.


“hahaha jika ini pesta besar yang kau maksud semalam, aku menyukainya!!!!” ucap Lingga dengan semangat.


STM Buya Hamka di pimpin oleh siswa kelas 2 bernama Yuda, sejak hari pertamanya sekolah, Yuda langsung membuat banyak masalah dan mengalahkan jagoan dari setiap kelas dari kelas 1 sampai kelas 3, sekarang adalah tahun keduanya memimpin STM Buya Hamka, rumornya dia tidak akan segan memukuli wajah siapapun orang yang menentangnya, termasuk guru yang mengajar disana.


mereka mendapat laporan tentang SMA 01 Senayan yang kami serang, kemudian mereka juga melapor bahwa orang yang menyerang SMA 01 Senayan sedang menuju tempat mereka. orang yang melaporkan berita itu pada mereka adalah siswa yang bertemu Eugene tadi, dia adalah siswa SMA 01 Senayan, namanya Fadli, dia melapor karna memang perintah dari Eugene, aku juga masih belum mengerti tentang rencana Eugene.


(scene berpindah ke STM Buya Hamka.)


“bos!, ada anak SMA 01 Senayan yang ingin memberi laporan penting!” ucap salah satu bawahan Yuda.


“tentang apa?!, jika tidak terlalu penting lebih baik pergi!” ucap Yuda memukul samsak. “aku sedang malas menemui siapapun”


“katanya SMA 01 Senayan diserang, dan semua barang bukti sudah diamankan polisi” ucap bawahan Yuda.


“APA?!!” ucap Yuda dengan wajah kaget. “cepat suruh dia masuk!”


Fadli masuk kemudian menjelaskan semuanya pada Yuda, hal itu membuat Yuda terlihat sangat marah, saking kesalnya bahkan dia sampai menghancurkan samsak yang ada dihadapannya.


“jadi... siapa ketiga orang itu?!!” tanya Yuda sambil menahan amarah.


“aku tidak mengenal mereka, tapi mereka mengenakan seragam milik Nusantara academy” ucap Fadli berbohong.


“sial!.., jadi Ditya mulai bergerak untuk menghancurkan ku ya!” ucap Yuda kesal dan sambil tersenyum.


(scene kembali ke Agi.)


saat Fadli sedang menjelaskan semuanya pada Yuda. aku, Lingga, dan Eugene sejak tadi sudah melakukan penyerangan pada STM Buya Hamka, kami bertiga menyerang tempat nongkrong siswa kelas 1 mereka, walau sebenarnya yang bertarung hanya aku dan Lingga.


“Lingga, jangan pukul mereka terlalu keras!” ucap Eugene seperti sedang menonton pertunjukan. “Agi, kau tidak perlu ragu dan hajar semuanya seperti Lingga”


“baik!” ucapku sambil bertarung.


“HAHAHA, maju kalian sialan!!!” ucap Lingga penuh semangat


Sebelum menyerang STM Buya Hamka, Eugene menyuruh aku dan Lingga untuk memakai seragam Nusantara Academy, sepertinya dia berencana untuk mengadu domba Yuda dan Ditya (pemimpin Nusantara Academy).


“kenapa kita tidak langsung menyerang markas utama mereka, dan malah menyerang siswa kelas 1 nya?” tanyaku pada Eugene.


“itu membosankan, lagipula pemenangnya pasti kalian berdua” ucap Eugene sambil tersenyum. “rencana ku kali ini lebih menyenangkan dibanding kita langsung datang dan menghancurkan mereka”


“memangnya apa rencana mu sebenarnya?” tanyaku pada Eugene.


“kita akan buat STM Buya Hamka menyerang balik Nusantara Academy!” ucap Eugene serius. “aku menyuruh kalian mengenakan seragam itu, agar mereka mengira dalang dari pelaku penyerangan ini adalah Nusantara Academy, aku ingin membuat STM Buya Hamka merasa bahwa Nusantara Academy mulai menjalankan rencana menyatukan Jakarta”


“tapi kita sudah menghancurkan siswa kelas 1 nya, dan jumlah siswa mereka sedikit, apa kau yakin mereka akan menyerang balik Nusantara Academy?” tanya Eugene.


“kau jangan terlalu meremehkan mereka, jika dibandingkan denganmu yang memiliki kekuatan super, tentu saja mereka kalah, tapi.... mereka adalah monster jika dibandingkan dengan sekolah lain yang ada di Jakarta barat, oleh karna itu STM Buya Hamka bisa menjadi penguasa disini” ucap Eugene pada Lingga.


“lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanyaku.


“meski STM Buya Hamka memiliki kekuatan yang hebat, tapi mereka masih belum setara jika dibandingkan dengan Nusantara Academy” ucap Eugene.


“kenapa begitu?” tanya Lingga.


“tujuan kita selanjutnya adalah SMK Pancasila dan SMA pelita bangsa?” tanyaku.


“ya!, tujuan kita selanjutnya adalah menyerang kedua sekolah itu, kita buat STM Buya Hamka, SMK Pancasila, dan SMA pelita bangsa bekerja sama untuk mengalahkan Nusantara Academy” ucap Eugene sambil tersenyum jahat.


“kalau begitu, ayo ke tempat pesta selanjutnya!!!” ucap Lingga penuh semangat.


kami bertiga langsung menuju ke sekolah selanjutnya, dan tujuan kami selanjutnya adalah SMK Pancasila, sejak penyerangan pertama, Lingga terlihat sangat bahagia, dasar maniak bertarung.


Eugene sengaja menyuruh aku dan Lingga untuk melepaskan salah satu dari siswa kelas 1 yang barusan kami pukuli, dia sengaja dilepaskan untuk memberikan kabar buruk ini pada Yuda, dan benar saja.... Yuda sangat marah karna hal itu, sepertinya rencana Eugene akan berjalan lancar.


SMK Pancasila di pegang oleh pria bernama Andre, dia siswa kelas 2 sama seperti Yuda, hanya saja Andre tidak mendapatkan kekuasaannya dengan cara yang sama seperti Yuda, dia mendapat pengakuan sebagai ketua SMK Pancasila karna dapat mengalahkan 2 sekolah sendirian, sejak saat itu dia mulai ditakuti dan diakui sebagai pemimpin SMK Pancasila.


(scene berpindah ke SMK Pancasila)


“Andre, sepertinya selatan sedang melakukan penyerangan ke barat” ucap salah satu bawahan Andre.


“apa yang akan dilakukan Yuda setelah ini, apa mereka akan menyerang balik?” ucap Andre sambil tersenyum.


“Andre!!!, dua orang dari Nusantara Academy menyerang gladiator kita!, semuanya telah dihancurkan!” ucap salah satu bawahan Andre yang tiba-tiba masuk.


“begitu ya... sepertinya selatan sudah memulai perang” ucap Andre sambil memandang kearah luar jendela.


(scene kembali ke Agi)


kami berhasil menghancurkan tempat perjudian milik SMK Pancasila, tempat itu memiliki nama gladiator, tidak ku sangka siswa SMK menjalankan bisnis seperti ini, kami juga menemukan banyak mata uang yang dipakai untuk judi, polisi sudah mengamankan semuanya termasuk orang-orang yang dipukuli olehku dan Lingga.


Eugene mengobrol dengan salah satu siswa yang dipukuli Lingga, entah apa yang dikatakan Eugene pada salah satu siswa SMK Pancasila, tapi siswa itu melakukan semua perintah Eugene.


“sekarang Andre juga pasti berpikir bahwa Ditya sedang melakukan pergerakan” ucap Eugene sambil tersenyum jahat.


“kita bergerak ke tempat selanjutnya?” tanyaku.


“tentu!, kita harus membuat barat, timur, dan Utara bekerjasama hari ini juga, agar besok mereka bisa langsung menyerang selatan” ucap Eugene.


“kalau begitu tunggu apa lagi, ayo kita berangkat!!!” ucap Lingga dengan semangat yang semakin menggebu-gebu.


kami menuju tempat selanjutnya, yaitu SMA pelita bangsa, Eugene menyuruh aku dan Lingga untuk menyerang sebuah rumah susun, yang ternyata rumah itu digunakan untuk tempat pembuatan obat-obatan terlarang, sial... aku tidak menyangka bahwa mereka masih pelajar.


SMA pelita bangsa dipimpin oleh Regi, dia adalah siswa tahun pertama di SMA itu, Regi pernah masuk kedalam penjara remaja saat SMP, dia terkena kasus penganiyaan, walau terlihat pendiam, Regi adalah seorang psikopat, semua siswa SMA pelita bangsa takut padanya dan akhirnya menjadikan nya pemimpin, dia juga pernah menebas siswa kelas 3 sampai pendarahan.


(scene berpindah ke SMA pelita bangsa)


“Nusantara Academy sudah bergerak dan menghancurkan tempat produksi obat-obatan kita” ucap salah satu bawahan Regi.


“apa aku harus kesana dan membereskan mereka?!!” tanya Regi tersenyum sambil melotot. “sudah lama aku tidak menebas orang!”


“jangan!, polisi juga ada disana, kita bisa hancur jika kesana” ucap bawahan Regi.


“hahaha, itu berarti sekarang aku menjadi buronan lagi” ucap Regi sambil tertawa. “ini menyenangkan!”


“sepertinya Andre dan Yuda mengajak kita melakukan aliansi untuk menyerang Nusantara Academy” ucap bawahan Regi. “mereka mengatur pertemuan dengan kita nanti sore”


“tunggu apa lagi?, siapkan celurit ku, kita berangkat sekarang!” ucap Regi. “aku tidak sabar ingin menebas Ditya”


(scene kembali ke Agi)


Eugene berhasil membuat STM Buya Hamka, SMK Pancasila, dan SMA pelita bangsa bekerja sama, mereka bahkan sudah berkumpul untuk membentuk sebuah aliansi, akhirnya mereka bekerja sama untuk menyerang Nusantara Academy besok.


“kenapa kita tidak langsung menyerang Nusantara Academy sama seperti kita menyerang sekolah lainnya?” tanyaku.


“karna itu adalah perbuatan yang sia-sia” jawab Eugene. “berbeda dengan 3 sekolah lainnya, Nusantara Academy tidak memiliki bisnis ilegal atau tindak kriminal, kecuali tawuran, orang-orang yang bersekolah disana memang pada dasarnya berasal dari keluarga yang kaya”


“kalau begitu, apa sekarang kita hanya perlu menunggu?” tanyaku.


“ya!, kalian pasti lelah karna sudah bertarung seharian, lihatlah Lingga, wajahnya jadi semakin jelek” ucap Eugene sambil meledek Lingga.


“apa maksudmu hah?!!!” ucap Lingga sambil melotot dan tersenyum.


“maksudku... hari sudah semakin sore, ayo kita pergi ke kedai bakso, aku yang traktir!” ucap Eugene sambil merangkul aku dan Lingga.


bersambung....