Loser's Dream

Loser's Dream
DECAY


"apa itu Decay?" tanyaku.


"mereka adalah sekte pemuja iblis" jawab Davis. "mereka adalah orang-orang mengerikan yang mengincar sesuatu pada dunia ini"


"sebenarnya apa yang mereka inginkan?, kenapa sampai harus membuat kontrak dengan iblis?" tanyaku.


"ya..., jika kau menginginkan jawabannya, lebih baik kau bertanya pada Agam" jawab Davis. "dia adalah orang yang menghabisi 13 tahun dalam hidupnya untuk menyelidiki setiap hal tentang Decay"


"begitu ya..., baiklah, aku akan bertanya pada Agam saat sampai nanti" ucapku.


setelah setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai di kantor, saat itu hari mulai gelap, dan aku langsung mengantar Freya pulang ke rumahnya, saat sampai di rumahnya, aku bertemu dengan bibi Soraya.


"Freya... kamu darimana? kenapa tidak pulang seharian? kenapa kamu juga tidak mengabari bunda?" tanya bibi Soraya pada Freya.


"maaf bunda... tadi aku kabur dan tidak sengaja melihat Agi di stasiun, aku mengikutinya dan tanpa sengaja aku tersesat, untung aku bertemu lagi dengan Agi, akhirnya aku memutuskan ikut dengan untuk menjenguk papa dan adiknya di rumah sakit" jawab Freya.


"Agi!..., apa benar begitu?" tanya bibi Soraya padaku.


"ya bibi!, maaf karna aku tidak langsung mengajak nya untuk pulang" jawabku.


"baiklah, kali ini bibi maafkan" ucap bibi Soraya padaku sambil tersenyum.


"Freya... lain kali jika kamu ingin keluar, lebih baik izin dulu, kasihan Anita(manager Freya), sejak tadi dia mencari mu" ucap bibi Soraya pada Freya.


"iya bunda... Freya minta maaf" ucap Freya dengan wajah memelas.


wajahnya terlihat sangat imut waktu dia meminta maaf pada ibunya, bibi Soraya langsung menyuruhnya untuk masuk, aku langsung merasa tidak enak dan berpikir akan di marahi, setelah Freya masuk... bibi Soraya langsung menanyakan suatu hal padaku.


"bibi melihat semuanya di tv, tadi... bukan serangan tero*is kan?" tanya bibi Soraya dengan wajah serius.


"apa maksud bibi?" ucapku.


"bibi merasakannya, ability Freya aktif, dan bahkan bibi merasa dia hilang kendali" ucap bibi Soraya. "bibi sudah bilang padamu kan?, jika kamu ingin berteman dengannya, kamu harus bisa melindungi nya, jika ability nya sampai keluar seperti itu, bukankah artinya tadi nyawa Freya terancam?"


"maaf... itu memang kelalaian ku, jika saja aku lebih kuat, mungkin nyawa Freya tidak akan terancam" ucapku sambil menundukkan kepala.


"entah mengapa... tapi bibi tidak bisa marah padamu, rasanya bibi masih menaruh kepercayaan besar padamu" ucap bibi Soraya.


"terimakasih, selanjutnya... aku tidak akan melibatkan Freya dalam bahaya lagi" ucapku.


"jika kamu masih ingin berteman dengan Freya, bibi mohon... jadilah lebih kuat, lindungi dia dan jangan biarkan dia terluka sedikitpun, apalagi sampai membuat ability nya keluar, bibi tidak mau hal itu terjadi lagi, dia adalah harta bibi satu-satunya, jadi... tolong lindungi dia dengan baik" ucap bibi Soraya sambil tersenyum.


"baik!" jawabku.


"baiklah, bibi masuk dulu" ucap bibi Soraya sambil masuk kedalam rumahnya.


"oh ya... apa kamu mau mampir dan minum teh dulu?" tanyanya.


"terimakasih, tapi aku sedang buru-buru" jawabku.


"oke... kalau begitu hati-hati" ucap bibi Soraya sambil menutup pintunya.


"tunggu!... bagaimana bibi bisa tahu kalau tadi bukan serangan tero*is?" tanyaku.


"ya... anggap saja aku bisa merasakan keberadaan iblis" jawab bibi Soraya.


akhirnya bibi Soraya masuk ke dalam, aku sedikit penasaran dengan jawaban bibi Soraya tentang dia yang bisa merasakan iblis, lain kali jika kami bertemu lagi, aku akan langsung menanyakannya tentang hal itu. hari sudah malam, aku kembali langsung kembali ke kantor saat itu, sesampainya di kantor, aku melihat Agam sedang menonton tv sendirian di ruang tengah kantor, aku langsung duduk di sebelahnya dan mengajaknya ngobrol.


"Agam... ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu!" ucapku.


"apa itu?" ucap Agam sambil mengganti channel tv.


"apa kau tau sesuatu tentang Decay?" tanyaku.


"tentu!" jawab Agam.


"kumohon... ceritakan semuanya padaku!" ucapku.


"Decay... mereka merenggut segalanya dariku, mereka adalah sekumpulan orang yang menginginkan perubahan pada dunia ini" ucap Agam.


Agam mulai menceritakan hal yang dia ketahui tentang Decay padaku, 15 tahun yang lalu, seluruh keluarganya di bantai dalam satu malam, dan yang melakukan hal itu adalah iblis yang sampai saat ini masih di buru oleh Agam. 2 tahun kemudian Agam mulai mencari tahu tentang iblis yang membantai keluarganya itu, tapi sampai saat ini... sudah 13 tahun berlalu, dia masih belum menemukan petunjuk apapun selain fakta bahwa iblis itu adalah salah satu dari Decay.


ternyata Agam pun masih belum mengetahui banyak hal tentang Decay meski dia sudah menyelidikinya selama 13 tahun, aku memutuskan untuk tidur setelah nya, karna besok Ezeo akan mulai melatihku lagi. satu bulan sudah berlalu sejak insiden di kereta itu, selama sebulan belakang ini aku benar-benar dilatih Ezeo setiap hari, entah sudah berapa kali Vanca mengobati tulang ku yang patah akibat di banting Ezeo. selama sebulan itu, hubungan ku dan Freya juga semakin dekat, kami jadi sering bertemu dan main bersama, mungkin dia sudah menganggap ku sebagai teman dekatnya, dan setiap bertemu dia pasti menggunakan mode penyamaran nya.


pagi itu... aku ikut Davis untuk menagih hutang, ternyata tempat yang kami tuju dekat dengan sekolahku dulu, cukup banyak rumah yang kami datangi di sana. Davis tiba-tiba menyuruhku untuk menagih hutang sendiri, dia bilang untuk pengalaman dan pembelajaran ku, saat sedang menagih di suatu rumah, tiba-tiba ada yang menendang kepalaku dari belakang.


"wah wah... sepertinya pecundang ini sekarang sedang belajar memalak ya!" ucap orang yang menendang kepalaku.


"setelah keluar dari sekolah, ternyata kau mulai jadi jagoan ya!" ucap lingga padaku.


"ti-tidak... aku hanya sedang bekerja" ucapku.


tanpa banyak bicara dia langsung memukuliku, kedua temannya juga ikut mengeroyok ku, aku benar-benar tidak berdaya, aku sangat ketakutan. mereka tidak hanya memukuliku, tapi berusaha mengambil uang yang aku dapat dari menagih hutang, sejak awal masuk SMA, mereka selalu melakukannya ini padaku. untungnya Davis datang dan membantuku, dia menarik kerah baju lingga dari belakang hingga dia terpental.


"apa yang sedang kalian lakukan!!!" ucap Davis dengan wajah marah.


"HEI PAK TUA!!!" ucap lingga sambil teriak. "BERANINYA KAU MELAKUKAN ITU PADAKU!!"


lingga langsung menghampiri Davis dan memegang kerah bajunya seakan ingin mengajaknya berkelahi, kedua temannya juga langsung mengelilingi Davis, tapi sepertinya Davis ingin menghindari perkelahian, dia langsung mengeluarkan pistol yang ada di celananya dan menembakan nya ke atas.


"sial!!, dia membawa pistol sungguhan" ucap teman lingga 1.


"lingga, lebih baik kita lari!" ucap teman lingga 2.


"AGI!!, KALI INI PAK TUA INI MENYELAMATKAN MU, TAPI... JIKA KITA BERTEMU LAGI LAIN KALI, AKU AKAN MEMUKULI MU HINGGA MATI!!" ucap lingga padaku.


"JIKA KALIAN MENGGANGGU JUNIORKU LAGI, PELURU INI AKAN LANGSUNG MENEMBUS KEPALA KALIAN!!!" ucap Davis.


mereka akhirnya pergi, wajahku bonyok dan dipenuhi luka, kenapa aku bisa ketakutan seperti itu padahal hal yang aku lalui sebelumnya lebih mengerikan dari ini, aku... benci pada diriku sendiri.


"kenapa kau tidak melawan mereka?" tanya Davis. "bukankah Ezeo sudah mengajarimu Aikido?"


"aku tidak tahu, aku... tidak mampu melawannya" ucapku sambil menangis.


"jika dibandingkan dengan pertarungan mu sebelumnya, harusnya kau bisa mengalahkannya, apalagi Ezeo benar-benar melatih mu selama sebulan penuh kemarin" ucap Davis. "sepertinya mental mu hancur duluan karna trauma"


"lagipula... aku tidak akan bisa menang melawannya meski menggunakan Aikido sekalipun, dia adalah atlet Muay Thai profesional yang mungkin akan debut di MMA nanti, jadi... mana mungkin aku bisa menang" ucapku sambil menangis.


"hahaha!, kalau begitu kau beruntung" ucap Davis. "hapus air matamu sekarang, mulai besok... aku akan mengajarimu boxing, akan ku buat kau lebih kuat"


keesokan harinya Davis mulai melatihku, dia mengajariku teknik dasar terlebih dahulu, seperti Jab, straight, cross, hook, dan uppercut. latihannya berjalan lancar selama seminggu, dari pagi sampai sore aku berlatih dengan Ezeo, dan dari pukul 7 malam sampai pukul 12 aku akan berlatih dengan Davis.


malam itu Freya menghampiri ku saat aku sedang berlatih dengan Davis, dia menonton saat aku dipukuli Davis, bahkan dia terlihat tertawa waktu Davis memukul wajahku dengan kencang sampai aku jatuh.


"hahaha, itu sangat lucu!" ucapnya sambil tertawa.


"apanya yang lucu? wajahku sakit semua tahu" ucapku sambil duduk di sebelahnya.


"Davis... apa latihan hari ini cukup?" tanyaku pada Davis.


"ya.. aku sudah sangat mengantuk, besok kita lanjut lagi latihan nya" jawab Davis.


"baik!" ucapku.


"oh ya nona... ini sudah larut malam, apa kau tidak mau pulang?" tanya Davis pada Freya.


"sebenarnya aku juga sedang berlatih untuk tour show seminggu lagi" ucap Freya.


"lalu.. kenapa sekarang kau disini?, bukankah kau sedang berlatih?" tanya Davis.


"kami sedang istirahat, karna bosan aku keluar dan tidak sengaja melihat kalian disini, tidak apa-apa kan paman?" ucap Freya.


"ya... ini sudah pukul 10 malam, jangan pulang terlalu malam, atau Agi yang akan kena masalah nanti" ucap Davis.


Davis pulang dan meninggalkan kami berdua di taman, Freya ternyata membawakan ku makanan dan minuman, kami pun makan bersama sambil mengobrol.


"jadi kalian akan mengadakan tour?" tanyaku.


"ya... aku sangat menantikannya" jawab Freya.


"seminggu belakangan ini kamu mulai berlatih boxing?" tanya Freya. "apa tubuhmu tidak lelah?, kamu kan juga berlatih Aikido dari pagi sampai sore"


"aku punya alasan untuk itu" jawabku.


"jangan terlalu memaksakan dirimu, hal yang berlebihan itu tidak baik" ucap Freya sambil menatapku dan tersenyum. "semua orang berlari dengan tempo yang berbeda, jadi jangan paksakan dirimu untuk jadi lebih baik dari orang lain"


"tapi jika tertinggal, bukannya lebih baik berusaha untuk menaiki tempo agar bisa mengejar?" ucapku. "mereka yang tidak mau berusaha akan tertinggal dan menjadi pecundang"


"kau benar... tapi tetap saja, jangan paksakan dirimu, jika lelah istirahatlah, aku tidak mau kamu sakit" ucap Freya dengan manja.


aku mengantar nya kembali ke theater setelah kami selesai makan makan, saat sedikit lagi sampai, aku tidak sengaja bertemu lagi dengannya, ya... aku bertemu dengan trauma ku lagi.


bersambung....