Loser's Dream

Loser's Dream
KETENANGAN ADALAH KUNCINYA!


(scene berpindah ke Eugene)


“pria itu memang menyuruh kami untuk menghindari mu, tapi jika kami bertemu denganmu sendirian” ucap iblis dengan empat lengan.


“karna kami berempat bertemu denganmu secara bersamaan, sepertinya tidak masalah jika kami langsung menyerang mu!” ucap iblis dengan sayap, kemudian ia tertawa jahat.


“ya... aku akan membalas perbuatan mu semalam!” ucap iblis dengan wajah kera.


mereka menyerang Eugene bersamaan. dia kemudian mengeluarkan sebuah belati, lalu berusaha mengantisipasi serangan keempat iblis itu.


“haha... hanya segini kemampuan kalian?” Eugene berhasil melakukan serangan balik pada keempat iblis itu.


Eugene bergerak dengan sangat cepat, untuk sementara waktu dia berhasil mengimbangi keempat iblis itu, tapi sayang sekali... dia hanyalah manusia biasa, fisiknya saat ini sudah melampaui batas.


(scene kembali ke Agi)


Lingga terus berlari kembali ke tempat Eugene, dia berlari sekuat tenaganya sambil menggendong ku.


“kau yakin masih ingin bertarung?!!” tanya Lingga.


“tentu!. maaf... karna merepotkan mu, tapi aku yakin, aku masih memiliki cukup banyak tenaga untuk bertarung!” jawabku tegas.


Lingga berlari menerobos setiap dahan dan ranting yang ada di hutan, hingga akhirnya kami melihat Eugene dari kejauhan. saat itu dia sedang didesak oleh keempat iblis itu, dia luar biasa, dia mampu menahan empat iblis tingkat 4, dia sungguh kuat.


“maaf.. bisakah kau melempar ku?” tanyaku pada Lingga.


Lingga tersenyum lebar, kemudian memegang kaki ku, di melempar ku sekuat tenaganya kearah para iblis itu, aku melesat dengan sangat cepat.


iblis dengan empat tangan memegang bahu Eugene dari belakang, sepertinya dia ingin menyerang Eugene. untunglah, berkat Lingga yang melempar ku, aku berhasil tiba lebih cepat dari tinju iblis itu. aku menendangnya, hingga ia melepaskan tangannya dari bahu Eugene dan terpental.


“rasakan itu!” ucapku tersenyum sambil mendarat di tanah.


“terima kasih. tapi apa yang kalian lakukan disini?!, kalian memang anak bodoh!” ucap Eugene serius.


iblis dengan sayap kemudian terbang kearah Eugene dengan sangat cepat, iblis itu berniat menabrak Eugene, tapi Lingga sampai lebih dulu dan melindungi Eugene dengan tubuhnya.


“seranganmu tidak ada rasanya dasar payah!” Lingga tersenyum meledek.


iblis dengan empat tangan kemudian maju menyerang Lingga, mereka melakukan adu pukul, jika di biarkan seperti itu, Lingga akan kalah lebih dulu karna mencapai batasnya.


“kau bocah sialan yang waktu itu kan!!!” ucap iblis paling pendek sambil menunjuk ku. “kebetulan sekali, aku juga akan menghabisi mu!”


dia mengayunkan tangannya ke arahku dari jauh, seperti sedang mengayunkan katana. tiba-tiba muncul energi berwarna hitam mengarah ke arahku dengan cepat. aku menghindari serangannya, tapi sekitar sepuluh pohon di belakangku, semuanya terpotong dengan rapih.


aku melihat pohon-pohon itu dengan wajah kaget, untung saja aku bisa menghindari serangannya, jika tidak... tubuhku pasti sudah terpotong jadi dua bagian.


“Agus, Sukirman, kalian pergilah kejar bocah itu. orang-orang ini biar aku dan Suparman yang mengurus” ucap iblis paling pendek.


iblis dengan wajah mirip kera, kemudian naik ke tubuh iblis dengan sayap. mereka terbang dan menghindari kami, mereka sepertinya ingin mengejar Dariel.


“mau kemana kalian?” Eugene tersenyum dihadapan iblis dengan sayap dan iblis wajah kera.


aku tidak melihat Eugene lompat sama sekali, tiba-tiba saja dia sudah berada di langit menghalangi dua iblis itu. tapi iblis empat tangan menarik kaki Eugene dari bawah, sepertinya ability iblis itu bisa membuat lengannya jadi panjang.


“lawanmu adalah kami!, jadi kemari dan nikmati pesta kita!” ucap iblis bertangan empat.


iblis itu menarik kaki Eugene dan berniat membanting nya, tapi Lingga dengan sigap langsung menangkap Eugene. “terima kasih!” ucap Eugene tersenyum.


akhirnya kedua iblis itu lolos, dan di hadapan kami tinggal iblis pendek dan iblis empat tangan.


“bagaimana ini?” tanyaku khawatir pada yang lainnya.


“mereka adalah Devil Hunter, jumlah mereka juga ada lima puluh orang, jadi percaya saja bahwa mereka bisa menang!” jawab Eugene tersenyum.


meski tersenyum, aku yakin Eugene sebenarnya sangat khawatir, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kekhawatiran nya.


iblis pendek itu mengayunkan tangannya lagi ke arahku, aku menghindari setiap serangannya, sambil berlari menghampirinya. dengan satu lengan saja, ini semua cukup sulit bagiku.


aku berhasil mendekati iblis itu. langsung ku cekik lehernya, lalu aku menyerangnya dengan kaki ku. dia terlihat sedikit kebingungan, “kenapa aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku?!!” iblis pendek itu panik.


Eugene menghampiri ku dengan rantai evloth, kemudian dia melilit tubuh iblis pendek yang sedang ku cekik, sementara Lingga menahan iblis empat lengan.


“tahan!, aku akan langsung menyegelnya!” ucap Eugene.


Aku tidak bisa, cengkraman ku melemah, sepertinya karna aku kehilangan banyak darah, tubuhku jadi semakin lemas. akhirnya cengkraman ku lepas, iblis itu mulai memberontak, dia juga menendang ku, membuat diriku jadi terpental jauh darinya.


“dasar bodoh!!!, kau mau membunuhku juga!!!” ucap iblis empat lengan.


“kalian tidak apa-apa?” tanya Eugene.


“aku baik-baik saja, tapi Lingga sepertinya tidak!” jawabku menunjuk Lingga.


meskipun kelihatannya luka Lingga tidak dalam, tapi setiap bagian tubuhnya tersayat, “sepertinya kau belum bisa menahan tebasan energi darinya” ucap Eugene pada Lingga.


Lingga mencoba bangun, darah berlumuran dari tubuh, wajah, juga kepalanya. “justru ini menarik!, akan ku tahan setiap serangannya, sampai tubuhku terbiasa dan bisa menahannya!!!” Lingga malah tertawa seperti psikopat.


“kau... jadi kau bocah yang bisa menghapus sementara ability ya?!” tanya iblis pendek padaku.


aku tidak menjawab, dan hanya menatapnya sinis, sambil membantu Lingga untuk berdiri.


“kalai begitu pas sekali, selain menangkap burung api itu, kami juga diperintahkan untuk menangkap bocah dengan kekuatan yang bisa menghapus ability” ucap iblis pendek itu tersenyum lebar.


“dengan kata lain... kami akan menangkap mu!!!” ucap iblis lengan empat.


“kau membawa belati mu?” tanya Eugene padaku.


aku hanya mengangguk.


“keluarkan belati mu. sambil bertarung dengan mereka, cobalah bangkitkan evloth dalam diri kalian, lalu untuk Agi, cobalah alirkan ability mu kedalam belati itu. mari kita jadikan mereka objek latihan!” ucap Eugene tersenyum.


aku mengeluarkan belati ku, Lingga juga sudah berdiri, kami semua lari menghampiri kedua iblis itu bersamaan. “kalian berdua urus si lengan empat itu saja, yang pendek biar jadi urusan ku!” Eugene memberi arahan pada kami.


mengalirkan ability ku kedalam belati ini, sebelumnya aku sudah pernah mencobanya, tapi sangat sulit. aku mencoba bertarung dengan iblis lengan empat itu sambil mencoba mengalirkan ability ku, seharusnya ini mudah, karna dua tahun yang lalu, dan saat melawan Irina, aku berhasil melakukannya.


serangan ku yang berhasil mengenai iblis itu sepertinya tidak memberikan dampak yang besar, iblis itu regenerasi dengan sangat cepat, padahal aku menebasnya berkali-kali. karna hanya bertarung dengan satu lengan, aku membutuhkan sebuah tameng, saat ini Lingga bertarung sebagai tameng ku, dia menahan setiap serangan iblis itu, agar tidak mengenai ku, tapi sepertinya ability nya belum mampu bertahan dari serangan iblis itu.


iblis tangan empat itu tiba-tiba lompat ke belakang, dia melakukan ancang-ancang, setelah itu melepas pukulan dari berbagai arah. pukulannya sangat cepat, karna dia memukul bertubi-tubi, dan dari jarak yang jauh, kami jadi tidak bisa mendekati nya, dia sangat diuntungkan saat ini.


Lingga terpental karna sudah tidak kuat menahan pukulan beruntun iblis itu, “SIAL!!!!” dia kembali berdiri sambil mengatur nafasnya.


aku juga akhirnya terpental, tapi Lingga berhasil menangkap ku, “apa yang harus kita lakukan?, kita tidak bisa mendekatinya” ucapku sambil mengelap darah di bibirku.


“tenangkan diri kalian!, capai ketenangan terdalam dari diri kalian, fokus!, jika tidak membangkitkan evloth, kalian tidak akan menang!!” Eugene tersenyum dari jauh, sambil menghadapi iblis pendek.


aku dan Lingga mulai mengatur nafas, kami mencoba untuk menenangkan diri kami, saat kami sedang berusaha fokus, iblis itu mulai menyerang lagi. kami berdua mencoba menghindar dengan tenang, seperti yang dilakukan Eugene saat ini, dia menghindari setiap serangan iblis pendek dengan sangat tenang, gerakannya terlihat lembut seperti air.


sial!, serangannya mengenai kami, kami gagal menghindar, sepertinya kami masih kurang tenang dan fokus. kami berdua mencoba berdiri dan mengatur nafas lagi, kali ini kami mencoba sambil berusaha menyerang iblis itu, tapi sayang kami gagal lagi.


“kenapa ini sulit sekali!” Lingga mulai mengeluh.


“kita coba sekali lagi!” aku tersenyum mencoba menyemangati Lingga.


kami berdiri lagi, mencoba mengatur nafas lagi, sepertinya ada hal yang terlupakan, sejak tadi aku tidak mengingat dan mengagung-agungkan tuhan, kali ini aku akan coba sambil melakukannya.


tiba-tiba saja perasaan ku jadi lebih tenang, aku mulai bisa melihat setiap serangannya. sepertinya Lingga juga merasakan hal yang sama, dilihat dari raut wajahnya, kelihatannya dia berhasil.


di tengah pertarungan ini, semuanya sekarang terasa sunyi, yang aku dengar hanya suara nafas, dan angin yang berhembus karna tinju dari iblis lengan panjang.


Kami berdua berlari menghampiri iblis itu, sambil mengatur nafas dan tempo. aku mengacungkan belati ku, hingga tiba-tiba belati itu mengeluarkan cahaya.


ya!... cahaya ini adalah evloth, aku tau karna rasanya sangat nyaman, tapi juga kuat. aku menghunuskan belati ku kearah perut iblis itu, tapi sayangnya meleset, dia menangkis belati ku dengan lengannya.


tiba-tiba saja keluar rantai dari belati yang tertancap di tangannya, itu sama persis seperti segel evloth, apakah aku berhasil?.


dari kedua tangan Lingga juga muncul cahaya itu, dia memukul iblis itu dengan sekuat tenaga, hingga iblis itu terpental.


“apa ini?!! kenapa aku tidak bisa menggunakan ability ku?!!!” iblis tangan panjang itu kesal dan kebingungan.


“sepertinya kau berhasil menyalurkan ability mu kedalam belati itu, bukan hanya itu, tapi kau juga berhasil menyalurkan evloth kedalamnya!” Eugene teriak, dia hebat karna bisa bertarung seimbang dengan iblis pendek itu.


“baiklah... selanjutnya apa?” tanyaku tersenyum.


“tentu saja memukuli nya sampai babak belur!” ucap Lingga tersenyum lebar.


akhirnya kami bisa membangkitkan evloth, apakah itu berarti kami akan menang?.


bersambung....