Loser's Dream

Loser's Dream
SI PECUNDANG MENGAGUMI NYA


“sekarang... kau bisa beristirahat dengan tenang” ucapku tersenyum sambil mematahkan tanduknya.


Ditya terbaring dan kembali ke wujud manusianya, dia tidak mati, mungkin dia hanya kelelahan dan pingsan, setelah mengetahui alasannya yang sebenarnya, aku merasa dia adalah pria paling keren yang pernah aku temui.


beberapa saat kemudian Eugene dan Agam datang, bukan hanya itu, tapi anggota militer devil Hunter juga datang, mereka langsung mengamankan Ditya, Yuda, Regi, dan Andre.


“kenapa baru menghubungiku saat semuanya sudah selesai?” tanya pria dengan jenggot putih.


“hehe maaf... tapi aku juga baru sampai di tempat ini” ucap Eugene tersenyum


“apa kau yang mengalahkan mereka semua?” tanya pria berjenggot putih itu padaku.


“i...iya” jawabku bingung.


“hahaha hebat, kau mengalahkan empat iblis sendirian?, benar-benar hebat!” ucap pria itu sambil tertawa.


“terima kasih!” ucapku tersenyum. “ngomong-ngomong... siapa kau?”


“aku adalah Vincent Bramantyo, komandan Devil Hunter!” ucap pria itu penuh percaya diri. “kau bisa memanggilku Vincent”


Vincent Bramantyo, orang yang mendirikan Devil Hunter 7 tahun yang lalu, dia adalah mantan komandan pasukan elit negara, dia sangat kuat dan ahli menggunakan pedang. dia mundur dari jabatannya sebagai komandan pasukan elit, dan membentuk pasukan khusus bernama Devil Hunter, karna baginya negara ini juga butuh perlindungan dari serangan iblis.


“kau sendiri anak muda, siapa namamu?” tanya Vincent.


“aku Agi!” ucapku tersenyum.


“apa kau mau jadi bagian dari Devil Hunter?” tanya nya tiba-tiba.


“tidak!, aku tidak akan mengizinkannya” ucap Agam sambil melambaikan tangan.


“hahaha aku mengerti, jadi bocah ini adalah karyawan mu ya?” tanya Vincent tertawa.


“benar!, bocah ini adalah karyawan ku... komandan!” ucap Agam tersenyum.


“Eugene!, kenapa kau tiba-tiba menghilang tanpa kabar 3 bulan kemarin hah?!” tanya Vincent pada Eugene.


“kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, lagi pula kita sudah tidak memiliki hubungan apapun, komandan!” ucap Eugene tersenyum.


“haha kau sama sekali tidak berubah!” ucap Vincent sambil merangkul pundak Eugene.


“AGI!!!” ucap Freya teriak sambil berlari ke arahku.


Freya menghampiri ku sambil berlari dan tersenyum, kemudian dia melompat dan memelukku, saat itu aku menanyakan keberadaan Lingga, dia bilang Fadil dan Fikri sudah membawanya ke rumah sakit.


“ayolah, tubuhku sakit karna bertarung tadi” ucapku pada Freya.


“hahaha maaf-maaf!” ucap Freya sambil tertawa.


“sudah kubilang kan, aku pasti menang!” ucapku tersenyum sombong.


“sombong sekali, lihatlah tubuhmu yang penuh luka ini!” ucap Freya dengan wajah cemberut.


“apa kau tidak merasa sakit?” tanya Freya.


“entahlah, aku tidak merasakannya sedikitpun” jawabku tersenyum.


“semuanya sudah selesai pak!” ucap Isla pada Vincent.


“baiklah, kalau begitu kami pamit dulu” ucap Vincent sambil tersenyum.


“ya... hati-hati di jalan, jangan sampai mereka kabur lagi!” ucap Agam tersenyum.


“kau juga hati-hati, mempekerjakan anak dibawah umur bisa membuatmu terkena pasal” ucap Vincent tertawa.


“bercermin lah sebelum menilai orang lain, Rize juga anak di bawah umur” ucap Agam tertawa.


Vincent tertawa lalu pergi bersama Devil Hunter yang lain, Eugene memungut belati ku dan memberikannya lagi padaku, dia bilang benda ini jangan sampai jatuh lagi, aku hanya tertawa saat itu.


“lukamu cukup parah, kita harus segera ke rumah sakit!” ucap Agam padaku.


“baiklah, tapi... entah mengapa aku jadi sedikit mengantuk” ucapku sambil menguap.


tubuhku langsung roboh, setelah tubuhku merasa tenang dan tidak merasakan ancaman lagi, aku langsung tertidur pulas, Agam, Eugene, dan Freya mengantarkan ku ke rumah sakit, entah mengapa saat pingsan aku merasa lega, bahkan sampai bermimpi indah.


aku terbangun setelah tidur selama 3 jam, di hadapanku sudah ada Fikri dan Fadil saat aku membuka mata, mereka berdua berterima kasih sekaligus minta maaf padaku, Fikri juga menanyakan tentang Regi padaku, dia bertanya “apa Regi sudah sadar dan akan berubah setelah ini?”, aku hanya tersenyum dan menjawab “semoga saja!”. tiba-tiba Lingga masuk ke kamarku, aku senang melihatnya baik-baik saja, seperti biasa... wajahnya selalu terlihat seperti orang yang jengkel.


“terima kasih!” ucapnya sambil memalingkan wajah.


“apa ini artinya sekarang kita berteman?” tanyaku tersenyum.


“apa maksudmu?!!!, hubungan kita hanya sebatas rekan kerja!!, tidak lebih dari itu!!” ucapnya dengan wajah kesal.


sepertinya Lingga hanya malu-malu, dia pergi meninggalkan ruangan ku sambil menggerutu, dia benar-benar Lingga yang aku kenal, mungkin sekarang semuanya tinggal masalah waktu sampai Lingga menerima ku sebagai temannya.


“Eugene... kenapa kau melihat ku seperti itu?” tanyaku sambil tersenyum grogi.


“tidak apa-apa, kau lanjutkan saja makan nya!” ucap Eugene tersenyum.


aku lanjut memakan makanan ringan yang dia bawakan, tapi disitu aku benar-benar tidak nyaman, karna dia terus memperhatikan wajahku, dia seakan tidak perduli dengan hal lain dan terus menatapku, hingga akhirnya dia berdiri sambil melihat ke bawah jendela sambil menanyakan sesuatu padaku.


“apa saja yang Ditya katakan padamu?” tanya Eugene sambil melihat kebawah dari jendela.


“banyak!, dia mengatakan banyak hal padaku!” ucapku dengan wajah serius.


awalnya Ditya membuat kontrak dengan iblis hanya untuk mengalahkan pria yang pernah mengalahkannya, tapi dia malah menemukan kebenaran tentang keluarganya. jauh sebelum dirinya, ayah, ibu, serta kakaknya ternyata sudah memiliki kontrak dengan iblis, bahkan mereka sudah bergabung dengan Decay, hal itu membuat Ditya kaget, karna menurutnya selama ini keluarganya kelihatan baik-baik saja.


keluarganya yang mengetahui bahwa Ditya sudah membuat kontrak dengan iblis, langsung mengajak Ditya untuk bergabung dengan Decay, saat itu untuk pertama kalinya dia menghadiri rapat Decay. dia melihat kebahagiaan di wajah setiap orang yang ada disana, itu membuat dia berpikir bahwa Decay tidak seburuk yang ia bayangkan.


setelah satu bulan Ditya mengikuti setiap rencana Decay, dia mulai menyadari bahwa ada yang salah pada organisasi itu. mereka mulai sering menculik anak kecil, dan menjadikan mereka wadah bagi iblis, bukan hanya itu, anak kecil yang tubuhnya tidak mampu menampung kekuatan iblis, akan di jadikan tumbal untuk makanan iblis mereka, agar iblis mereka bisa dengan cepat naik tingkat.


Ditya juga mulai menyadari bahwa orang-orang yang bergabung dengan Decay, bukan hanya orang-orang lemah yang mengharapkan keadilan lewat kekuatan saja, tapi banyak dari mereka yang sedari awal sudah kuat, memiliki jabatan yang tinggi, sudah memiliki banyak harta, dan hidup lebih dari cukup, tapi masih mencari lebih semua hal itu, mereka adalah orang-orang yang serakah.


setelah mengetahui bahwa yang dilakukan Decay itu salah, Ditya melawan mereka secara diam-diam, dimulai dari melepaskan para anak-anak yang dijadikan wadah iblis dan tumbal, menggagalkan aksi mereka saat menculik, bahkan Ditya berhasil membunuh dua petinggi Decay pada saat itu.


saat para petinggi dan anggota lainnya menaruh kecurigaan padanya, dia membuat Regi, Andre, dan Yuda berpikir seakan dirinya memiliki rencana untuk menguasai jakarta, dia sengaja membuat mereka bertiga berpikir seperti itu, agar anggota Decay yang lainnya tidak mencurigai dirinya. rencananya berhasil, anggota Decay lainnya berpikir Ditya hanya peduli pada rencana kekanak-kanakan nya itu, sehingga dia tidak memiliki kemungkinan untuk berkhianat.


hingga pada hari ini tanggal 15 Juni, tepat setahun yang lalu tahun 2019, pukul 22.00 malam, Decay menjalankan salah satu rencana besar mereka, yaitu membuka gerbang neraka.


saat itu... untungnya Ditya berhasil mencegah mereka untuk membuka lebar gerbangnya, iblis-iblis yang berhasil keluar dari gerbang itu juga sudah dikalahkan oleh dark tree mafia, Devil Hunter, dan juga evening sun.


Ditya menanam banyak bom di lingkaran ritual yang akan digunakan untuk membuka gerbang neraka, dia membuat Devil Hunter sebagai kambing hitam, dan membuat ledakan yang terjadi seakan perbuatan mereka, hasilnya gerbangnya hanya terbuka sedikit, dan langsung tertutup hanya dalam waktu 2 menit.


sejak saat itu Ditya mulai melindungi jakarta dari Decay, walau dilakukan secara diam-diam, dia tidak pernah ketahuan sampai saat ini, tapi tetap saja Ditya melakukan tindakan yang salah, dia mengorbankan siswa atau siswi disekolah nya untuk dipersembahkan pada Decay, setelah para siswa itu mati karna jiwanya di makan oleh iblis, Ditya merekayasa kematian mereka, seakan mereka bunuh diri, dan membuat kasusnya terlihat seperti kasus bullying. Ditya selalu melakukan hal itu selama setahun, meski begitu... dia selalu merasa menyesal atas apa yang dia lakukan, walau orang yang dijadikan persembahan adalah orang yang selalu bertindak seenaknya dan suka menindas yang lemah, dia tetap merasa bersalah, dan terkadang air matanya keluar karna hal itu.


selama setahun, dia mengorbankan orang yang menurutnya jahat, dan menyelamatkan anak kecil yang belum tentu akan jadi orang baik, tapi... dia selalu berharap, semua anak yang ditolongnya akan menjadi orang yang baik dan berguna bagi masyarakat nantinya, dia berharap anak-anak itu tumbuh dengan bahagia, walau dia yang harus menahan semua penderitaan nya.


“apa kau yakin dia tidak berbohong?” tanya Eugene.


“ya!, semua ingatan nya saat pertama kali membuat kontrak dengan iblis, masuk kedalam ingatanku saat aku mematahkan tanduk nya!” jawabku.


“wah bahkan kau memiliki kemampuan semacam itu?” ucap Eugene. “ability mu benar-benar menarik!”


aku juga masih bingung, sudah dua kali aku mengalahkan orang yang memiliki kontrak dengan iblis, dengan cara mematahkan tanduknya, dan setiap aku melakukan hal itu, ingatan mereka saat menjalin kontrak dengan iblis sampai aku kalahkan, pasti masuk kedalam ingatanku.


“ya!... sebenarnya aku sudah mengetahui itu semua!” ucap Eugene tersenyum.


“apa maksudmu?” tanyaku penasaran.


“kau tahu?, aku sudah pernah menyusup ke markas Decay, di Indonesia, Amerika, Irlandia, dan juga Jepang” jawab Eugene tersenyum. “aku sudah mengetahui semua rencana mereka, bahkan sampai saat ini mereka masih memiliki tujuan untuk membuka gerbang neraka”


“kenapa kau tidak memberitahu Agam?” tanyaku. “sampai saat ini Agam mencari keberadaan markas mereka, bukan hanya itu... Agam juga masih kekurangan informasi tentang mereka”


“karna aku sedang menunggu waktu yang tepat!” jawab Eugene tersenyum. “kau juga... aku mau kau berjanji untuk tidak memberikan informasi ini pada siapapun, entah itu Agam atau anggota evening sun yang lain!”


“tapi kenapa?” tanyaku penuh penasaran.


“suatu saat kau akan tau alasannya” jawab Eugene tersenyum. “yang pasti... jika kau memberitahu mereka sekarang, itu hanya akan membahayakan mereka”


aku mengikuti perintah Eugene, dan berniat untuk tidak memberitahu anggota evening sun tentang informasi yang aku punya. kemudian kami berdua hanya diam dan memakan snack yang dibawa Eugene, suasana jadi hening, Eugene memakan snack nya sambil tersenyum, dia terlihat sangat menikmatinya, sampai dia mengajakku ngobrol lagi dan memecah keheningan.


“Ditya... menurutmu dia orang yang seperti apa?” tanya Eugene sambil memakan snack.


“dia sangat keren, apalagi setelah aku mengetahui bahwa dia berada di pihak yang benar, dia rela menanggung beban seberat itu” ucapku. ”meski cara yang dia lakukan salah, tapi dia juga sudah menyelamatkan banyak orang, demi melindungi kota ini, dia rela menanggung dosa yang besar, aku sangat kagum padanya”


“itu saja?” tanya Eugene.


“em... dia orang pertama yang membuatku menikmati pertarungan, walau kurasa Eiji lebih kuat darinya, mungkin jika dia terus berlatih, dalam beberapa bulan saja dia bisa jadi lebih kuat dari Eiji, dan saat itu terjadi... aku ingin bertarung lagi dengannya” ucapku tersenyum penuh keyakinan.


“sayangnya hal itu tidak akan pernah terjadi!” ucap Eugene tersenyum.


“kenapa?” tanyaku.


“dia sudah meninggal 2 jam yang lalu” ucap Eugene tersenyum.


“a-apa?!” ucapku lemas tidak percaya.


“Yuda, Andre, dan Ditya, sudah meninggal 2 jam yang lalu!” ucap Eugene tersenyum.


“a-apa aku penyebabnya?!” tanyaku kaget.


“tenang saja!, bukan kau yang membunuh mereka!” ucap Eugene tersenyum.


bersambung....