Loser's Dream

Loser's Dream
WARISAN


(2 jam yang lalu)


Devil Hunter membawa Regi, Ditya, Yuda, dan Andre menggunakan mobil box, mereka dikawal oleh tiga mobil lainnya, mereka tidak satu mobil dengan Vincent dan Isla.


mobil yang ditumpangi oleh Vincent dan Isla sudah berada jauh di depan mobil box yang membawa mereka, seketika keanehan terjadi, supir yang membawa mereka berempat tiba-tiba berbelok. Vincent dan Isla tidak menyadarinya karna mereka berdua berada jauh di depan, sedangkan dua mobil lainnya ikut berbelok mengikuti mobil box yang membawa keempat tahanan.


“apa yang terjadi?, aku merasa ada yang tidak beres dengan supir nya!” ucap Andre dengan wajah serius.


“sepertinya mereka akan melepaskan kita!” ucap Yuda sambil mengintip lewat ventilasi mobil.


mobilnya melaju dengan sangat cepat, hingga menabrak pembatas jalan dan menyebabkan kedua anggota Devil Hunter tewas karna terjepit.


“sial!!, kepalaku sakit!” ucap Andre.


“hahaha kedua orang ini sudah tewas, ayo kita kabur!” ucap Yuda sambil melihat ke arah kursi pengemudi.


“ada apa denganmu?, apa ada yang salah?!” tanya Ditya pada Regi.


Regi tiba-tiba tertawa tanpa alasan yang jelas, dia tertawa sangat kencang, seperti orang yang habis memenangkan lotere, padahal mata kanan dan tangan kirinya terluka parah.


“kalian tahu?, sebentar lagi kalian akan mati!” ucapnya sambil tersenyum lebar.


“apa maksudmu?!!!” tanya Yuda sambil melotot.


borgol di tangan Regi seketika terlepas, dia mengeluarkan celuritnya dan langsung menebas Yuda di bagian leher, Yuda yang sudah tidak memiliki energi, tidak bisa menggunakan ability nya, akhirnya dia menerima serangan itu dan mendapatkan luka lebar di tenggorokan nya.


“APA YANG KAU LAKUKAN BAJINGAN?!!!” ucap Andre pada Regi.


“diam!” ucap Regi sambil menusuk perut Andre.


iblis Regi memakan jiwa Yuda dan Andre sekaligus menyerap energi iblis keduanya, mereka berdua pun langsung mati di tempat, tidak berhenti disitu, Regi masih memotong-motong tubuh Yuda dan Andre meski mereka berdua sudah tidak bernyawa.


“hobi yang sangat menjijikkan” ucap Ditya tersenyum.


“haha aku sengaja menyisakan mu di bagian terakhir!” ucap Regi tersenyum. “sudah kuduga, kau adalah pengkhianatan!, aku akan menghukum mu, atas pengkhianatan mu pada Decay!”


“lakukanlah jika kau bisa!” ucap Ditya tersenyum sambil menghancurkan borgol di tangannya.


tiba-tiba saja Ditya ditembak dari belakang, oleh empat anggota Devil Hunter dari dua mobil yang mengikuti mereka, salah satu tembakannya tepat mengenai jantung Ditya.


“apa ini?, apa mereka juga anggota Decay?” tanya Ditya tersenyum pada Regi sambil batuk darah.


“sejak tadi... iblis ku sudah naik tingkat menjadi tingkat 5, tapi aku sadar bahwa aku tidak akan bisa mengalahkan anak itu, akhirnya aku berpura-pura pingsan dulu, agar bisa kabur darinya, tidak ku sangka... orang yang memberikan ku informasi rupanya bagian dari mereka!” ucap Regi. “aku memanfaatkan anak itu untuk mengalahkan mu, dan sekarang... kau terlihat sangat lemah, untuk pertama kalinya aku melihat seorang Ditya lemah tak berdaya seperti ini”


“lalu apa hubungannya dengan keempat anggota Devil Hunter ini?” tanya Ditya sambil menahan sakit.


“ability baru dari iblis ku, membuat ku dapat memanipulasi pikiran orang lain, saat ini... pikiran mereka berada dibawah kendali ku!” jawab Regi tersenyum.


“kalau begitu kenapa kau tidak sekalian memanipulasi pikiran ku?” tanya Ditya.


“kau memiliki dua kesadaran, jika aku memanipulasi pikiran mu, iblis mu bisa menyadarkan mu dengan mudah” jawab Regi.


“begitu ya... sejak awal aku sudah merasa bahwa umurku sudah tidak lama” ucap Ditya tersenyum. “ya... jika aku mati, setidaknya aku tidak menyesal, karna Agi membuat ku merasakan kebahagiaan besar saat bertarung melawannya”


“aku benci mendengar nama itu!” ucap Regi sambil menebas tangan kanan Ditya.


“Agi... Semoga kau bisa jadi lebih kuat, maaf karna harus memberikan beban ini padamu, kota yang indah ini, harus ada yang melindunginya, aku mewariskan kota ini padamu” begitulah yang dipikirkan Ditya sambil tersenyum, sebelum ajal menjemputnya.


Regi kemudian memutilasi tubuh Ditya, dan sebelum Ditya mati karna kehabisan darah, Regi memakan jiwanya, hingga akhirnya Ditya mati dengan tersenyum.


15 Juni 2020, pukul 13.00 siang, Ditya Abimanyu menghembuskan nafas terakhirnya, dia yang telah berjuang sendirian untuk melindungi anak-anak kecil di jakarta dari para iblis, dia juga telah mengorbankan masa mudanya untuk semua itu. walau mati dengan tersenyum, masih ada hal yang belum ia selesaikan, dia gagal membawa keluarga nya kembali dari kegelapan, tapi meski begitu... bagi 471 anak yang sudah ia selamatkan, ia adalah "pahlawan".


“akan ku hancurkan hidupmu!, akan ku hancurkan!, pasti ku hancurkan!, AGI!!!” ucap Regi melotot dan meninggalkan jasad Ditya.


Regi masuk kedalam sebuah gang, dia meninggalkan tubuh Ditya, Yuda, dan Andre yang sudah terpotong-potong, bukan hanya mereka, tapi dia juga memenggal keempat anggota Devil Hunter yang dikendalikannya, total korban Regi disana ada 9 orang, 6 lainnya adalah anggota Devil Hunter.


Beberapa saat kemudian Vincent datang ke tempat kejadian, dia menyadari bahwa mobil yang membawa Ditya dan yang lainnya menghilang, kemudian Isla melacak mereka lewat GPS yang tertanam di mobil.


“sial!” ucap Isla kaget sambil melihat jasad yang sudah di mutilasi.


“Eugene!, berhati-hatilah... kemungkinan besar dia akan mengincar anak itu!” ucap Vincent dalam telepon.


“haha jadi ada yang kabur ya?” tanya Eugene tertawa dalam telepon.


“ya!, Regi... predator itu kabur setelah mengacak-acak tubuh mangsanya disini” ucap Vincent sambil mengangkat kepala Ditya.


(scene kembali ke Agi)


“mereka semua tewas karna dibunuh oleh Regi” ucap Eugene tersenyum padaku.


“lalu... apa Vincent tidak melakukan sesuatu?” tanyaku.


“itu berarti.... aku tidak bisa bertarung dengannya lagi ya...” ucapku menundukkan kepala sambil meneteskan air mata.


“apa yang akan kau lakukan setelah ini?” tanya Eugene.


“dia telah mempercayakan semuanya padaku, aku mungkin akan menggantikan nya!” ucapku sambil menyeka air mataku.


“memangnya kau tidak keberatan?, daripada melakukan hal itu, lebih baik kau melakukan hal lain yang dapat membuatmu bahagia” ucap Eugene tersenyum.


“bahagia... menurutmu bahagia itu apa?” tanyaku.


“bahagia menurutku adalah... ketika kau merasa senang dan melupakan semua masalahmu meski hanya sebentar” jawab Eugene tersenyum. “kau tidak akan pernah hidup jika terus mencari arti kehidupan, kau juga tidak akan pernah bahagia jika terus mencari kebahagiaan, aku menemukan kalimat ini dari sebuah buku yang pernah ku baca”


“apa artinya?” tanyaku.


“jika kau terus mencari arti kehidupan, kau tidak akan pernah bergerak dan memulai hidupmu, sama seperti kebahagiaan, kau tidak akan pernah bahagia jika terus mencari nya, bahagia itu dirasakan, bukan dicari!" jawab Eugene. “begitulah menurut ku”


“begitu ya...” ucapku tersenyum.


“jadi apa alasan mu ingin menggantikan tugas Ditya?” tanya Eugene dengan wajah serius.


“dulu tujuanku adalah mencari kebahagiaan, tapi tak lama setelah aku membuat tujuan itu, aku langsung menemukan kebahagiaan ku, sekarang... tujuanku adalah berusaha untuk melindungi kebahagiaan ku!” jawabku tersenyum.


“Freya... sepertinya energi positif nya benar-benar tersampaikan padamu" ucap Eugene tersenyum.


“kau benar!, karna itu aku akan melindungi kota ini, agar dia bisa terus menyebarkan energi positif nya!” ucapku.


“kau kenal Satya?” tanya Eugene sambil membuka Snack.


“ya!... dia adalah pria dengan ability yang kebal terhadap bom” jawabku.


“dia adalah kakaknya Ditya” ucap Eugene sambil memakan snack.


“serius?!!!" ucapku kaget.


Eugene bercerita padaku tentang Satya yang merupakan kakak Ditya, ayah Ditya yang merupakan seorang pejabat, dan ibunya yang memiliki sebuah brand fashion ternama. ternyata sejak kecil hidup Ditya benar-benar jauh berbeda denganku, dia memiliki segalanya sejak dia lahir, tapi dia hebat karna lebih memilih untuk melindungi yang lemah, ketimbang menikmati hidupnya yang menyenangkan.


Eugene terus memakan semua Snack dan buah yang ia bawa sambil bercerita, padahal dia membawakannya untukku, tapi dia sendiri yang menghabiskannya, dia memang orang yang aneh.


“aku pamit dulu!” ucap Eugene tersenyum setelah menghabiskan semua makanan yang ia bawa sendiri. “lusa kau dan Lingga akan ikut denganku, kita akan pergi keluar kota bersama Devil Hunter”


“untuk apa?” tanyaku.


“kau bilang kau ingin melindungi kebahagiaan mu dan menggantikan tugas Ditya” jawab Eugene tersenyum. “dirimu yang sekarang masih terlalu lemah untuk melakukan hal itu!”


“baiklah...” ucapku.


“baiklah sampai ketemu lusa!” ucap Eugene tersenyum sambil membuka pintu.


“Eugene, sebenarnya apa ability mu?” tanyaku penasaran.


“bukankah aku sudah bilang?, aku tidak memiliki kemampuan super seperti kalian” ucap Eugene tersenyum sambil menutup pintu kemudian pergi.


karna tubuhku sudah terasa membaik, aku berniat langsung pulang malam ini. setelah sampai di kantor, aku melihat Agam yang sedang berbincang dengan Eugene.


“aku pulang...” ucapku.


“Agi, besok datang ke acara ulang tahun putraku ya!” ucap Agam padaku.


“putra?!!, kau memiliki seorang putra?!” tanyaku kaget.


“kau tidak tahu kalau Agam memiliki putra?!” ucap Lingga yang tiba-tiba datang dibelakang ku.


“jadi kau tahu?” tanyaku pada Lingga.


“tentu saja!, dasar payah!” ucap Lingga sambil naik ke lantai 2.


“apa ini?, kenapa aku tidak tahu?, padahal aku lebih lama disini ketimbang Lingga yang baru beberapa hari saja!” ucapku.


“sudahlah, kalau begitu sekarang kau tidur saja, dan besok jangan sampai terlambat menghadiri nya” ucap Agam.


“baiklah...” ucapku sambil naik ke lantai 2.


lusa aku akan ikut menjalankan tugas bersama Devil Hunter, mungkin setelah ini aku bisa jadi lebih kuat lagi, aku bersumpah akan melindungi kota ini, kota yang ditempati oleh orang-orang yang aku sayangi. kota ini adalah sebuah warisan, saat ini juga, detik ini juga, akan kuambil warisan itu, akan ku lindungi dengan seluruh jiwa dan ragaku, ini adalah sumpah ku!.


“beristirahatlah dengan tenang Ditya...” ucapku dengan wajah serius di tangga. “sekarang.... GILIRANKU!!!”


Bersambung....