Loser's Dream

Loser's Dream
BENCANA YANG DATANG BERSAMAAN


Ini cukup melelahkan, padahal hanya disuruh meditasi, tapi rasanya sangat sulit, aku dan Lingga belum bisa mencapai titik terdalam pada diri kami.


“baiklah hari ini cukup sampai disini dulu, besok kita lanjutkan lagi” ucap Eugene.


kami sudah meditasi sekitar sembilan jam sejak pukul 9 pagi tadi. salah satu alasan aku tidak bisa fokus adalah perutku yang selalu bunyi, aku sangat lapar.


kami bertiga kembali ke villa, kami melewatkan waktu makan siang, untung saja yang lain menyisakan kami makanan, saat yang lain sedang mandi, aku dan Lingga makan dengan lahap, seperti orang yang belum makan selama seminggu, ya... tapi jujur saja aku benar-benar keroncongan.


“besok sebelum kita meditasi lagi, kalian berdua makanlah yang banyak, agar konsentrasi kalian tidak terganggu karna lapar” ucap Eugene tersenyum. “tadi aku mulai merasakan evloth dari dalam diri kalian, jika kalian lebih fokus, mungkin harusnya tadi kalian sudah bisa mengeluarkannya”


“kapan kami akan melatih ability?” tanyaku.


“tenang saja!, setelah makan malam nanti, kita akan melatih ability kalian, jadi bersiaplah karna tubuh kalian akan ku latih sampai hancur!” ucap Eugene tersenyum


saat kami sedang asik makan sambil mengobrol, tiba-tiba ada pria anggota Devil Hunter yang menyela, dia terlihat kelelahan, seperti habis dikejar sesuatu.


“di-di pasar, ada burung raksasa yang menyerang beberapa warga dan anggota kita!" ucap pria itu. “barusan aku ingin memberitahu komandan Vincent, tapi beliau baru saja pergi ke kota untuk suatu urusan, dan baru akan kembali besok siang!”


“ya... komandan memang memberitahu itu padaku kemarin, dia juga bilang aku yang bertanggung jawab untuk lari pagi besok” ucap Eugene santai.


Eugene tersenyum lebar kemudian berdiri, dia memakai topi dan jubahnya, “burung raksasa ya... haha, tunggu apalagi, ayo tangkap burung itu!!!” Eugene tiba-tiba terlihat sangat bersemangat. kami akhirnya harus berhenti makan dan mengurus burung itu terlebih dahulu.


***


sesampainya di pasar, api sudah berada dimana-mana, kebakaran besar terjadi, keadaan sudah sangat kacau. pasar jadi terlihat seperti lautan api.


Isla, Agatha, dan Rize kemudian menghampiri kami bersama anggota Devil Hunter yang lain, mereka bilang semua warga sudah di evakuasi. saat Agatha sedang menjelaskan hal yang terjadi pada Eugene, tiba aku mendengar suara burung yang mirip seperti burung elang. saat itu lah wujud indah itu muncul, burung raksasa berwarna merah, dengan api di kepalanya yang menyerupai jambul, dan ujung sayap yang mengeluarkan api, aku kagum karna keindahannya.


“suzaku... itu suzaku...” wajah Eugene terlihat sangat kagum, dia tersenyum sangat lebar, bola matanya membesar, dia seperti anak kecil yang kagum melihat pahlawan super dari layar televisi.


“kita harus menghentikannya!. kalian semua bantu Agi, hanya dia yang bisa menghentikan suzaku!” ucap Eugene.


“baik!‘ ucap semuanya bersamaan.


“tapi bagaimana cara kita menangkapnya?, dia berada di langit, lompat setinggi apapun tidak akan dapat menyentuhnya!" ucapku.


tiba-tiba Agatha membawa sebuah seng, “aku bisa memanipulasi besi, juga mengendalikannya. naiklah keatas seng ini!, aku akan membuatmu terbang menggunakan ini!" ucap Agatha menunjuk ke seng nya.


aku naik keatas seng itu, aku sempat terkejut karna tiba-tiba seng nya melayang, aku baru ingat kalau Agatha juga pernah membuat pisau melayang saat kami melawan preman yang memukuli Dariel.


“berapa yang bisa kau kendalikan?” tanya Eugene pada Agatha.


“saat ini aku mungkin baru bisa mengendalikan tiga” jawab Agatha.


“Agi tidak akan bisa menghentikannya sendirian, Lingga ikutlah naik!, kita akan membantu Agi. kau belum bisa menahan panasnya api kan?, mari kita buat ability mu jadi lebih kuat!” ucap Eugene tersenyum.


Lingga ikut tersenyum dan naik ke atas seng “AKAN KUBUAT TUBUHKU TERBIASA DENGAN PANASNYA!!!” tiba-tiba saja dia jadi bersemangat.


“yang lainnya bantu padamkan api!, monster ini... biar kami yang urus!” ucap Eugene tersenyum.


“baik!” ucap anggota yang lain bersamaan.


“bersiaplah!, naik!...” Agatha menerbangkan kami ke langit.


suzaku terbang tidak beraturan, terkadang dia terbang merendah lalu menabrak bangunan-bangunan pasar, lalu terbang keatas lagi hingga hilang tertutup awan. tapi kemudian kembali lagi kebawah dengan cepat seperti meteor dan menabrak bangunan lagi. setiap benda yang ia tabrak pasti terbakar.


“bagaimana cara kita mendekatinya? dia lebih cepat dari kita!” tanyaku pada Eugene.


tiba-tiba suzaku mengepakkan sayapnya kearah kami, hingga mengeluarkan gumpalan api yang besar. api itu dengan cepat menyambar kearah kami, Lingga langsung memasang badannya untuk menahan serangan itu.


“arghhh...., ini belum seberapa!!!!” ucap Lingga tersenyum sambil menahan serangan suzaku.


setelah menyerang kami, suzaku kembali terbang tidak beraturan. kali ini dia terbang kearah Agatha, tapi Rize dan Isla dengan cepat melindunginya.


“terima kasih!” ucap Agatha.


“kau fokus mengarahkan mereka pada suzaku saja!, biar aku dan Isla yang melindungi mu!” ucap Rize.


Eugene mengeluarkan evloth, dia melesat dari seng nya, menuju kearah suzaku. “biar ku perlihatkan, salah satu kegunaan evloth selain untuk menyegel iblis!” kali ini dia tidak membentuk bola, tapi membentuk sebuah tali cahaya, Eugene naik keatas suzaku kemudian mengikat lehernya.


“pegang talinya dan cepat naik kesini!” ucap Eugene padaku.


aku berusaha menggapai tali itu, tapi tali itu malah menghilang setelah ku genggam. apa ini berarti aku tidak dapat menyentuh evloth orang lain?.


“begitu ya... jadi dia bisa menghilangkan evloth juga, sepertinya dia bisa menghilangkan semua hal fiksi” Eugene bicara sendiri.


suzaku terbang semakin tidak beraturan, Eugene kembali menggunakan evloth, kali ini dia membentuk sebuah rantai.


“aku akan menjatuhkannya, saat itu baru kau bisa menyentuhnya!” ucap Eugene teriak.


dia mulai melilitkan rantai itu pada sayap suzaku, tentu saja suzaku memberontak, dia terbang keatas dan kebawah, membuat keseimbangan Eugene terganggu, aku seperti sedang melihat Rodeo.


sambil berusaha membuat suzaku jatuh, Eugene tersenyum, “hehe... ini sangat menyenangkan!". sepertinya Eugene berhasil, kecepatannya menurun, dia juga terbang lebih rendah dari sebelumnya, Eugene mengarahkannya ke hutan.


aku dan Lingga turun dan segera mengejarnya, anggota yang lainnya berpencar untuk menangkap suzaku dari arah lain. saat suzaku berhenti di langit, para anggota Devil Hunter menggunakan evloth, mereka membuat jangkar dan melemparnya pada suzaku. dan akhirnya suzaku bisa di jatuhkan!.


“cepat!, kami tidak bisa menahannya lebih lama lagi!” ucap Isla.


aku segera berlari menghampiri suzaku, Eugene juga sepertinya mulai kewalahan menahan suzaku. saat sedikit lagi aku menyentuhnya, tiba-tiba tangan kananku putus, aku disambar oleh sesuatu.


“AGI!!!" teriak Agatha.


“kenapa tangannya tiba-tiba putus?!” Rize kebingungan.


kami semua mendengar tawa laki-laki, dari suaranya, mereka mungkin berjumlah empat orang.


“kau ingat?!, kau membanting ku dengan tangan itu!” ternyata itu suara dari preman yang memukuli Dariel saat aku pertama kali bertemu dengannya.


“Suparman, Sukirman, Agus, cepat tangkap burung itu!” ucap preman satunya.


“tetap tahan suzaku!, jangan melepaskannya!" Eugene kemudian turun dari atas tubuh suzaku. “kalian... sepertinya masih ingin di pukuli” Eugene tersenyum pada preman-preman itu.


“jika kau bisa, coba saja pukul kami lagi!” tubuh mereka semua terbakar, mereka bertransformasi menjadi iblis.


“dua tanduk... mereka iblis tingkat 4!” ucap Isla.


aku duduk lemas karna kehilangan darah, penglihatan ku juga mulai kabur. Lingga yang berdiri di sebelahku berlari menghampiri keempat iblis itu, dengan wajah penuh dendam dia berusaha menerjang mereka.


Eugene menghentikan Lingga dengan menarik bajunya, “APA YANG KAU LAKUKAN?!!!, BIARKAN AKU MENGHABISI MEREKA!” Lingga benar-benar sangat emosi.


“tidak bisa!, kau bawa Agi pergi dari sini!, dia membutuhkan pengobatan, jika dibiarkan... dia bisa mati kehabisan darah!” ucap Eugene tersenyum.


Lingga diam sejenak, dia kelihatan ragu, hingga dia memukul sebuah pohon di sebelahnya, “SIAL!!!" lalu memutar balik menghampiri ku.


Lingga membantu ku untuk berdiri, dia berusaha menopang tubuhku. “DASAR SIALAN!, KENAPA DISAAT SEPERTI INI KAU MALAH JADI BEBAN!!” ucap Lingga padaku dengan penuh kekecewaan.


“maaf... tapi aku masih bisa bertarung!” ucapku mencoba berdiri.


“kau sudah tidak bisa bertarung!, bukan hanya kau, tapi yang bisa bertarung melawan mereka berempat saat ini hanya aku!" ucap Eugene penuh percaya diri. “sebelum pergi kau netralkan suzaku terlebih dahulu!, setelah itu mundur lah bersama yang lainnya!.”


aku menyentuh suzaku dengan tangan kiri ku, aku sungguh kaget saat melihat wujud manusianya, dia adalah 'Dariel!'.


Rize berlari kearah kami dan langsung menggendong Dariel, “kau yakin tidak butuh bantuan?” dia bertanya pada Eugene.


“tenang saja!, justru dengan adanya kalian disini hanya akan jadi hambatan untukku” dia tersenyum kearah kami.


seorang anggota Devil Hunter langsung membalut luka ku untuk menahan pendarahan, setelah itu Lingga menggendong ku dan kami semua lari menjauhi para iblis itu. tubuhku sudah sangat lemas karna banyak sekali darah yang keluar, belum lagi perutku masih sangat lapar, jadi aku tidak memiliki tenaga sedikitpun.


(scene berpindah ke Eugene)


“jadi... siapa yang mau mati terlebih dahulu?” ucap Eugene tersenyum.


“maaf.. tapi orang itu memerintahkan kami untuk menghindari mu” ucap iblis dengan tubuh paling besar.


“hmmm... siapa yang kalian maksud dengan 'orang itu'?” tanya Eugene tersenyum.


“kau tidak perlu tahu!, yang terpenting kami kesini untuk menangkap burung itu!” ucap iblis dengan wajah menyerupai kera.


(scene kembali ke Agi)


“berhenti!, kita tidak bisa membiarkan Eugene sendirian!” aku teriak.


“tenang saja, dia adalah Eugene, dia selalu punya 1000 rencana dan 1001 solusi atas setiap masalahnya, jadi kita percaya saja padanya!” ucap Rize.


“biar begitu, yang dilawan adalah iblis tingkat 4, dan jumlahnya ada empat. dia bisa mati!” ucapku.


mereka tetap berlari menghiraukan ku. aku benar-benar sangat khawatir pada Eugene, dia tidak akan bisa menang melawan empat iblis itu, meskipun Dimas pernah bilang bahwa Eugene adalah yang terkuat di evening sun, aku sadar dia menjadi yang terkuat bukan karna kekuatannya, tapi karna kecerdasannya. melawan empat iblis itu sendirian sama saja seperti bunuh diri, dia tidak akan selamat!.


meski dihiraukan, aku tetap berusaha meyakinkan mereka untuk kembali dan membantu Eugene “aku selalu mengeluh kepada Tuhan... padahal aku selalu berlatih, aku berlatih lebih keras dari siapapun, tapi aku selalu saja kalah. meski selalu berlatih, aku tetap kesulitan melawan setiap musuhku!, aku merasa Tuhan sepertinya sangat menikmati melihat ku menderita. sejak kecil aku selalu jadi orang yang lemah, bahkan sampai saat inipun aku masih lemah!” suasananya hening dan hanya terdengar suaraku dan langkah kaki kami semua. “tapi... aku selalu berusaha untuk menjadi kuat, agar bisa melindungi segala hal yang menjadi milikku saat ini. aku sadar... aku meminta kekuatan dan tuhan memberi ku kesulitan untuk membuatku semakin kuat!. karna itu... aku tidak boleh lari sesulit apapun hal yang aku hadapi!”


Lingga seketika berhenti berlari, begitu pula dengan yang lainnya, “berhenti mengoceh di telingaku!, ocehan mu membuat gendang telinga ku sakit!" ucap Lingga menurunkan ku.


“aku tidak suka lari menghindari pertempuran, itu hanya membuatku terlihat seperti pecundang. karna itu... aku akan kembali kesana dan mengalahkan para iblis bajingan itu!” ucap Lingga padaku. “jika kau mau ikut, berusahalah untuk tidak menjadi hambatan, pecundang!”


aku tersenyum sambil menepuk pundak Lingga, “mari kita lihat... siapa yang jadi mvp pada pertarungan kali ini” aku mulai dipenuhi semangat.


“kalian semua pergilah dan bawa bocah itu... biar kami yang membantu Eugene!” ucap Lingga pada yang lainnya.


“berhenti!” Rize menurunkan Dariel dan menghadang kami berdua. “Eugene yang bertanggung jawab atas kita saat komandan tidak ada, jika kalian kembali kesana... kalian hanya akan jadi beban!”


“kita percayakan saja semuanya pada Eugene, dia pasti bisa mengatasi mereka” ucap Agatha.


“apa-apaan ini?, kenapa kalian jadi pengecut seperti ini?” tanyaku.


“bukan begitu... tapi ini adalah perintah!” ucap Isla. “kita harus menuruti semua perintah serta aturan yang dibuat oleh pemimpin, jika kita bertindak gegabah dan melanggarnya, bisa saja itu jadi hal yang merugikan!”


“hahaha sayang sekali... dalam hidupku, aku tidak pernah mengikuti perintah siapapun!!!” ucap Lingga.


Rize menggenggam tangannya, dia kelihatan bimbang, aku yakin dalam hatinya dia juga ingin kembali, dia juga pasti ingin membantu Eugene.


“jika kalian ngotot ingin kembali, maka silahkan!. aku tidak akan menghentikan kalian!” ucap Rize kembali menggendong Eugene. “jika kalian sampai mati, jangan jadi hantu gentayangan dan menghantui kami semua karna kebodohan kalian!”


“apa maksudmu?!!, kita tidak bisa membiarkan mereka kembali!” ucap Agatha menantang Rize.


“sudahlah!, berdebat dengan mereka hanya membuang waktu. lagipula bocah ini harus segera diberikan perawatan, begitu juga dengan anggota kita yang terluka. kita semua kelelahan, jika kita kembali kesana sudah pasti kita hanya akan menghambat Eugene” ucap Isla pada Agatha.


“tapi...” belum selesai bicara, Rize langsung menyela Agatha, “ayo pergi!, jangan sampai kau ikut dengan mereka, harusnya kau sadar dengan kekuatan kita yang terbatas!”


Agatha menurutinya, mereka semua lanjut berlari meninggalkan aku dan Lingga. tidak peduli dengan apa yang mereka katakan, aku akan membantu Eugene, dan mengalahkan para iblis itu.


“Vanca tidak ada disini, jika kita mati... kita tidak akan hidup kembali!” ucap Lingga tersenyum.


“kalai begitu kita membutuhkan rencana, dan aku memilikinya” ucapku.


“apa itu" tanya Lingga.


“kembali kesana, kalahkan semua iblis nya, pulang dengan selamat, setelah itu kita lanjutkan latihan kita!” jawabku tersenyum.


“HAHA SEPERTINYA KAU MULAI GILA!!!” Lingga tertawa penuh semangat.


kami berdua memutuskan kembali ke hutan, tempat Eugene bertarung dengan keempat iblis itu. aku yakin... ini adalah salah satu cara agar aku bisa bertambah kuat!.


bersambung....