Loser's Dream

Loser's Dream
PERTUNJUKAN DIMULAI!


Satu Minggu sudah berlalu sejak pertarungan ku melawan lingga, aku juga sudah memberitahu Freya bahwa aku akan hadir di setiap pertunjukan nya selama tour, dia sangat senang dan bilang akan melakukan yang terbaik demi pertunjukan itu, dan besok... mereka akan pergi dan memulai tour show nya.


pagi itu aku, Davis, dan Lucy sedang bersiap untuk pergi ketempat diadakannya tour show yang pertama, aku pergi membeli sarapan untuk kami, karna Rei yang biasanya memasak sedang pergi. sudah dua hari Rei pergi dengan Diana, Agam memberi mereka tugas ke Bandung untuk mencari informasi tentang sekte misterius yang melakukan ritual aneh disana, Agam bilang bahwa mungkin saja mereka terlibat dengan Decay, karna itu Rei dan Diana dikirim kesana, meski hanya mendapat sedikit informasi, setidaknya itu memperpendek jarak antara kami dan Decay, Agam percaya suatu hari akan mengungkap mereka.


"emm... lebih baik aku beli nasi uduk atau bubur ya?" ucapku pada diriku sendiri. "habis mereka berdua bilang terserah padaku"


akhirnya aku memutuskan membeli bubur di dekat stasiun, selain harganya yang murah, rasanya juga sangat enak. saat sedang menunggu buburnya di buat, tiba-tiba aku merasa sangat terancam, seperti ada hawa membunuh yang besar mendekatiku, bahkan bulu kudukku sampai berdiri karna hawa itu, seketika aku merasa tegang, hingga tiba-tiba ada seseorang yang menepuk punggung ku.


"wah... sepertinya kau sedang bersantai disini ya" ucap pria yang menepuk punggungku.


aku mengenali suara itu, aku langsung berdiri setelah menoleh kearahnya, pria yang menepuk punggung ku itu adalah Eiji Ryunosuke. kewaspadaan ku meningkat, apa yang eksekutif dark tree mafia lakukan disini, aku sudah siap jika harus bertarung dengannya.


"tidak perlu mengepalkan tinju mu begitu" ucap Eiji. "aku kesini karna ingin sarapan, itu saja"


"apa maksudmu!" ucapku waspada.


"tanya saja pada bapak itu!" ucap Eiji sambil menunjuk ke arah tukang bubur itu.


"wah mas Eiji, seperti biasa kan?" ucap tukang bubur itu sambil mengacungkan jempol.


"hahaha tentu!" ucap Eiji sambil sedikit tertawa.


"sepertinya kau sudah menjadi langganan di tempat ini ya" ucapku.


"tentu saja, selain rasanya yang enak... harganya juga murah" ucap Eiji.


aku tetap waspada dan menunggu pesanan ku sambil berdiri, biar bagaimanapun yang ada di hadapanku sekarang ini adalah seorang eksekutif mafia, jadi... aku tidak boleh menurunkan kewaspadaan ku sedikit saja.


"melihatmu yang sudah rapih pagi-pagi begini... sepertinya kalian juga mau mengikuti tour show itu ya?" ucap Eiji padaku.


"bagaimanapun kau bisa tahu?!" tanyaku.


"ayolah... kau pikir selama ini tidak ada yang mengawasi mu?" ucap Eiji. "setelah kau mengalahkan ku waktu itu, dia jadi tertarik dan waspada terhadap mu, dia menyuruhku mengirim bawahan ku untuk mengawasi mu setiap hari"


"mengawasi ku?, setiap hari?" tanyaku.


"tentu, bahkan saat kau sedang mandi atau buang air" ucap Eiji.


"jadi pekerjaan seorang mafia lebih menjijikkan dari yang aku bayangkan ya" ucapku.


"hahaha, ayolah... aku hanya bercanda" ucapnya sambil meledekku.


"itu tidak lucu!" ucapku. "lalu... kalian juga mau mengikuti tour itu?"


"menurutmu?" tanya Eiji.


"jadi kalian mengincar iblis itu juga ya" ucapku.


"itu rahasia" ucap Eiji sambil mengedipkan sebelah matanya.


"mas agi... ini pesanan mu, dan yang ini milik mas Eiji" ucap tukang bubur itu sambil memberikan buburnya pada kami.


"ah, kau mau langsung pergi?" tanya Eiji padaku.


"ya!, aku takut kau membunuh ku jika aku masih disini" jawabku.


"hahaha, kalau begitu sampai bertemu lagi" ucap Eiji sambil menyantap buburnya. "oh iya... di pertemuan kita selanjutnya, aku akan mengalahkan mu, asal kau tahu aku masih tidak bisa menerima kekalahan ku waktu itu"


"kalau begitu... aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menang lagi!" ucapku sambil berjalan.


Aku langsung kembali ke kantor setelah membeli sarapan, kami makan bersama dan aku menceritakan bahwa sepertinya dark tree mafia juga mengincar iblis itu. Agam menyuruh kami bertiga untuk menghindari konflik dengan dark tree mafia saat berada disana, dia menyuruh kami untuk lebih fokus pada tujuan utama yaitu menangkap orang yang melakukan kontrak dengan iblis.


setelah selesai makan, akhirnya kami bertiga berangkat menuju tempat tour yang pertama, yaitu kota Depok. angels48 berencana menggelar tour show selama seminggu penuh di daerah Jawa barat, dan kami berencana mengamankan iblis nya sebelum hari ketujuh dari tour ini.


(scene berpindah ke Freya.)


mereka bersiap untuk berangkat menuju tempat tour yang pertama, sepertinya para member menginap di theater karna antusias terhadap tour itu, Freya juga belum tidur semalaman karena berlatih sendiri, dia memutuskan untuk tidur di perjalanan.


"Fiona... apa kamu tidak merasa gugup?" tanya Freya di dalam bis.


"tentu saja aku merasa gugup, padahal ini bukan tour pertama kita, tapi... kenapa rasanya menegangkan begini ya?" ucap Fiona.


"bisakah kalian berhenti mengobrol?!, kalian sangat mengganggu tahu!" ucap Amel yang duduk di depan mereka.


"maaf kak..." ucap Freya dan Fiona.


Amel 5 tahun lebih lama di angels48 di banding Freya dan Fiona, sejak awal masuk dia sudah dikenal dengan sifatnya yang sombong dan angkuh di hadapan member lain, tapi di depan fans sifatnya berubah 180° seperti seorang malaikat. dia selalu merendahkan member yang lain, dan merasa dirinya lah yang terbaik.


"Irina!!!, dimana minuman ku?!!" ucap Amel dengan nada tinggi.


"kenapa kau tidak memberitahu ku?!" ucap Amel pada Irina "pijat kakiku!!!, aku tidak mau kakiku terasa pegal saat di atas panggung nanti!"


"ba-baik" ucap Irina sambil memijat kaki Amel.


"kasihan sekali kak Irina... padahal selama ini dia selalu baik pada kak Amel, tapi kak Amel malah memperlakukan dia seperti pembantu" ucap Fiona pada Freya.


"benar, padahal kak Irina sudah menganggap kak Amel sebagai sahabatnya, tapi kak Amel seperti tidak pernah menganggap kak Irina itu ada" ucap Freya pada Fiona.


"kalian membicarakan ku?!" ucap Amel.


"ti-tidak kak..." ucap Freya dan Fiona.


"Amel!, jangan marah terus, kasihan mereka" ucap Indira (kapten angels48).


"huh!!, jangan karna kau kapten, kau bisa memerintah ku seenaknya!" ucap Amel pada Indira.


"baiklah semuanya, sebentar lagi kita sampai ke tempat yang pertama, tetap tenang dan lakukan seperti biasanya" ucap Indira pada semua member dan mengabaikan Amel.


"OKE!!!" ucap para member bersamaan.


setelah banyak hal yang mereka siapkan sebelumnya, akhirnya mereka sampai di Depok, tempat show yang pertama, acara di mulai dengan sambutan dari kapten angels48 Indira, dengan ini... pertunjukan dimulai!!!.


(scene kembali ke Agi.)


saat sampai aku langsung mengambil tempat paling depan di bawah panggung, Davis mencari tempat tertinggi agar mudah menembak dengan sniper nya, dan Lucy mengambil tempat di belakang panggung entah apa alasannya, sementara itu kami masih memiliki satu orang lagi yang sudah mengambil tempat sebagai kru acara sejak 2 bulan yang lalu. aku masih belum tahu siapa orang yang menjadi mata-mata itu, Davis bilang nama pria itu adalah Dimas, dan dia ahli dalam menyamar.


show nya sudah dimulai, Freya terlihat sangat bersemangat saat di atas panggung, bahkan saking semangatnya, dia terlihat seperti ingin terbang saat sedang melompat. Lucy dan Davis sepertinya sedang mengawasi dari tempat mereka, mungkin hanya aku yang mengawasi sambil menikmati show nya, agar lebih mudah berbagi informasi, kami bertiga berkomunikasi melalui earphone.


Agam diberitahu oleh Dimas, bahwa iblis yang kami buru saat ini dapat menyerap energi milik orang lain, sehingga orang yang energi nya di serap akan kehilangan kesadaran bahkan koma. 2 bulan yang lalu saat Dimas baru dikirim untuk menyelidiki kasus ini, banyak kru atau member yang mengalami hal itu, sampai saat ini mereka masih koma dan belum sadar.


"acaranya sudah selesai, sebaiknya aku berkumpul dengan Lucy dan Davis" ucapku sambil menuju mobil kami.


sebelumnya Davis sudah memberitahu kami, jika acara sudah selesai, kami harus langsung kembali dan berkumpul di mobil, Davis juga bilang bahwa Dimas akan kesana.


"sepertinya tidak ada hal yang mencurigakan" ucap Lucy. "lagipula kita masih belum tahu siapa orang yang menjadikan wadah iblis itu"


"kau salah... tadi justru kita lengah" ucap seorang pria sambil membuka pintu mobil.


"apa maksudmu... Dimas?" ucap Lucy.


-Dimas Fahlevi, data diri masih belum diketahui, karna dia selalu menggunakan wajah dan tubuh orang lain, tapi para anggota evening sun mengenali nya dari harmonika yang selalu ia bawa. special ability: Who am I?


"di area parkir ada lima orang yang tiba-tiba pingsan, dan di bahu mereka seperti ada bekas cengkraman" ucap Dimas.


"apa kau yakin semua itu perbuatan iblis?" tanya Lucy.


"ya! karna semua korban 1 bulan yang lalu juga memiliki bekas cengkraman yang sama" ucap Dimas.


"sial... aku terlalu fokus mengawasi panggung sehingga melupakan area parkiran" ucap Davis.


"kau tidak salah, seharusnya aku menjaga area parkir dan bukan malah di belakang panggung" ucap Lucy.


"tapi tenang saja, berkat itu... tersangka nya jadi mulai jelas" ucap Dimas.


"memang siapa saja tersangka nya?" tanyaku.


"awalnya aku mencurigai 4 orang, yaitu Fiona, Indira, Amel, dan Irina" ucap Dimas. "tapi... saat kejadian tadi, diantara mereke berempat hanya Fiona yang berada di atas panggung"


"itu berarti... mereka bertiga adalah iblis nya?" tanyaku.


"bukan!, iblis nya adalah salah satu di antara mereka" ucap Dimas.


"tapi bukankah ada lima korban?" tanya Lucy.


"ya, tapi iblis ini dapat menciptakan anak, dan dapat menyuruh anaknya untuk menyerap energi orang lain demi dirinya" ucap Dimas.


"bukankah itu berarti ada lebih dari satu iblis?" tanya Davis.


"benar!, tapi... kita hanya perlu mengalahkan induknya agar dapat membunuh semua anaknya" ucap Dimas. "kalau begitu... kita bertemu lagi di tempat selanjutnya, para kru dan member sudah bersiap menuju lokasi show berikutnya"


"baiklah!, jaga dirimu baik-baik Dimas" ucap Lucy.


kami pun berangkat menuju tempat show berikutnya, yaitu Bogor, saat sampai di sana aku keluar lebih dulu dan mencari toilet karna ingin buang air kecil, tapi saat ingin kembali ke mobil, aku bertemu dengan Eiji.


"wah... sepertinya kita berjodoh" ucap Eiji.


bersambung....