
"aku kira Devil Hunter tidak tau tentang iblis ini" ucap Eiji pada Rize.
"kami sengaja datang sekarang karna baru memiliki informasi yang lengkap" ucap Rize.
"kami?, jadi masih ada Devil Hunter yang lain di sekitar sini" ucap Eiji.
"ya! aku memang datang dengan beberapa temanku" ucap Rize.
"apa kau mau bergabung untuk mengalahkan iblis itu Rize?" tanyaku.
"tentu saja!" jawab Rize.
"haha.. sekarang semuanya jadi semakin menarik!" ucap Eiji.
Eiji dan Rize membuka jalan untukku agar aku bisa menyentuh induknya, tapi... tiba-tiba terjadi mati lampu, dan iblis itu sudah menghilang saat lampu menyala kembali, bahkan para iblis tingkat 10 juga ikut menghilang.
"sial!, padahal sedikit lagi!" ucapku sambil memukul tanah.
"tenang saja!... sepertinya sekarang kita memiliki seluruh informasi yang dibutuhkan" ucap Eiji.
"jadi... informasi apa yang kalian miliki?" tanya Rize.
"mari kita cari tempat yang lebih enak untuk ngobrol!" ucap Eiji sambil mengajak kami ke suatu tempat.
Eiji memesankan tempat khusus di sebuah restoran untuk kami, dia bilang agar kita semua bisa berbagi informasi dengan nyaman, kami bertiga duduk di sebuah meja berbentuk lingkaran. aku sudah menghubungi Lucy agar mengajak Dimas dan Davis untuk menyusul kesini, sepertinya Rize dan Eiji juga melakukan hal yang sama.
tak lama kemudian Lucy, Dimas, dan Davis datang ke restoran ini, mereka datang bersama dua orang yang memakai seragam yang sama seperti Rize, sepertinya dua orang itu anggota Devil Hunter. lalu dark tree mafia juga datang, jumlah mereka sangat banyak, mungkin lebih dari 20 orang, dan Cakra benar-benar ada disana, dia datang bersama si kembar Ricky dan Dicky, luka bekas tusukan ku tiba-tiba terasa sangat sakit saat melihat Cakra, aku seperti dapat merasakan luka itu lagi.
"cepat beritahu informasi yang kalian miliki!" ucap Rize.
"wah-wah, kau seperti sedang menginterogasi narapidana" ucap Eiji. "baiklah... Agi, coba beritahu kami informasi yang kalian punya"
"penyerangan itu selalu terjadi saat Amel berada di belakang panggung" ucapku.
"entah kenapa aku seperti sedang melihat masa depan" ucap Davis berbisik pada Lucy.
"kenapa begitu?" tanya Lucy sambil berbisik.
"mereka bertiga dari organisasi yang berbeda, usia mereka juga sama, melihatnya berkumpul di meja bundar ini, seperti melihat bos masa depan dari masing-masing organisasi" ucap Davis.
"kau benar... mungkin kau berpikir begitu karna kau sudah tua" ucap Lucy.
"ya... sepertinya aku sudah terlalu tua hahaha" ucap Davis.
aku memberikan semua informasi yang kami punya, tentang lingkaran ritual yang kami temukan di beberapa tempat saat penyerangan terjadi, dan semua informasi yang kami punya merujuk pada Amel sebagai iblis nya.
"jadi begitu ya... menurut kalian Amel adalah iblis nya" ucap Eiji. "bagaimana denganmu pemburu iblis?"
"kalian hanya melihat satu persamaan dari setiap korban, yaitu bekas luka yang disebabkan oleh cengkeraman iblis, tapi... ada hal lain yang lebih penting dari itu" ucap Rize padaku.
"apa itu?" tanya Dimas.
"ada persamaan lain dari setiap korban, yaitu... semua korban yang diserang sama-sama memiliki zodiak Aquarius" ucap Rize. "sepertinya dia memiliki alasan untuk mengincar setiap orang dengan zodiak Aquarius"
"tunggu!... sebenarnya apa tujuan dari iblis ini?" tanyaku.
"tujuannya adalah berevolusi menjadi iblis tingkat 4" ucap Eiji.
"tapi kenapa harus orang dengan zodiak Aquarius yang di serang?" ucapku.
"begitu ya... sepertinya tujuan nya bukan hanya sekedar untuk berevolusi" ucap Dimas.
"kemungkinan terbesar dari tujuan iblis ini adalah ingin membangkitkan Leviathan" ucap Cakra.
"rupanya orang bodoh seperti mu dapat mengerti juga ya" ucap Dimas sambil meledek Cakra.
"apa maksudmu?!" tanya Cakra sambil mencengkram kerah baju Dimas.
"lepaskan tanganmu, kau mau berkelahi?!" ucap Dimas dengan wajah marah.
"KENAPA TIDAK!" ucap Cakra sambil mengeluarkan katana miliknya.
"MARI KITA SELESAI KAN INI!" ucap Dimas sambil mengelus nunchaku nya.
keadaan tiba-tiba menjadi sangat mencekam, Dimas dan Cakra sepertinya sudah termakan oleh amarah, mereka berdua mulai menyerang dan sama-sama terpental, saat mereka mulai maju lagi, aku dengan cepat menghentikan Cakra, dan Eiji menghentikan Dimas dengan gravitasi nya.
"hah!... dasar organisasi rendahan, mengontrol emosi saja kalian tidak bisa" ucap salah satu teman Rize.
"sepertinya aku harus merobek mulutmu Veranda!" ucap Cakra pada salah satu teman Rize.
"Rize benar, kita tidak seharusnya bertarung saat ini" ucapku sambil menahan Cakra.
"jika ada informasi lagi, cepat kabari!" ucap Rize sambil berjalan pergi.
Rize dan kedua temannya pergi meninggalkan kami, Dimas juga mengajakku pergi waktu itu, tapi... aku menolaknya karna belum mendengar informasi dari dark tree mafia.
"kami sudah memberitahu informasi yang kami miliki, sekarang giliran kalian!" ucapku sambil duduk kembali.
"wah... padahal tadinya aku ingin kabur" ucap Eiji.
"cepat beritahu informasi yang kalian miliki!" ucapku.
"jika kalian berpikir Amel adalah iblis nya, kalian salah!" ucap Eiji sambil tersenyum.
"apa maksudmu?!" tanya Dimas.
"kau tahu kan!, alasan kami menculik Freya adalah karna ingin mendapatkan kekuatan dari si Dewi perang" ucap Eiji. "tapi... apa kau tau alasan kenapa kami menculik Fiona juga?"
"jangan bilang!..." ucapku.
"ya!... dia adalah wadah iblis nya" ucap Eiji sambil tersenyum. "sejak awal kami sudah mengetahui identitas dari si iblis, tapi kami menunggu momen yang tepat untuk menangkap nya, dan momen itu adalah besok malam, hari terakhir show di gelar"
aku langsung berlari ke tempat Freya setelah mendengar hal itu, dipikir-pikir aku belum mengobrol lagi dengannya selama seminggu ini, aku takut Freya menjadi korban dari Fiona, karna dia memiliki zodiak Aquarius juga.
"kalau begitu, kami akan pergi menangkap iblis itu sekarang" ucap Dimas pada Eiji.
"jika kalian menangkap nya sekarang, itu sama saja dengan bunuh diri" ucap Eiji. "kemampuan iblis itu berada di atas kita semua, bahkan kami tidak berani untuk menangkap nya sekarang"
"lalu... kenapa kau ikut mengejar iblis itu bersama Agi tadi?" tanya Dimas.
"itu hanya gimmick agar kalian mau bekerja sama dengan kami, untuk mengalahkan iblis itu" ucap Eiji. "harusnya kalian tahu, iblis akan melemah saat ritual evolusi, saat itu kita bisa mengalahkannya"
"jadi kita harus menunggu sampai besok?!" ucap Lucy.
"ya... biarkan dia memakan umpan dan melakukan ritual nya, saat itu kita serang dan kalahkan dia" ucap Eiji.
aku mengobrol dan memastikan keadaan Freya, sepertinya dia baik-baik saja, dan disana... juga ada Fiona. kami mengobrol seperti tidak ada apa-apa, Fiona juga bersikap seperti biasanya, menurut ku Freya akan di jadikan tumbal terakhir untuk ritual besok, karna Dewi perang memiliki tenaga yang sangat banyak.
aku kembali ke mobil setelah 1 jam mengobrol dengan Freya, menurut ku... sepertinya Fiona tidak mengetahui kalau dirinya adalah wadah seorang iblis, besok malam kami akan menangkap nya dan mengakhiri misi ini.
keesokan harinya kami semua berkumpul untuk menyusun rencana, Dimas dan Cakra bertugas untuk mengawasi pergerakan Fiona, Davis dan si kembar akan memancing agar iblis nya keluar, Lucy, Agatha, dan Isla akan mencari keberadaan lingkaran yang akan di pakai untuk ritual (Agatha dan Isla adalah anggota Devil Hunter).
aku, Rize, dan Eiji mengawasi di tengah-tengah kerumunan penonton, aku disuruh fokus untuk mengawasi Freya, dan langsung melindungi nya jika Fiona berubah, oleh karna itu aku berada paling dekat dengan stage.
show terakhirnya dimulai, semua berjalan normal, hingga di tengah-tengah acara kejadian aneh mulai terjadi. Lucy bilang kalau mereka di serang, begitu juga dengan Davis dan si kembar, Dimas dan Cakra juga seperti menghilang tidak ada kabar. aku berusaha menghubungi Dimas tapi tidak ada jawaban, sementara itu di atas stage para member bergantian mengucapkan terimakasih pada penonton, hingga saat giliran Fiona tiba... semuanya dimulai.
"aku Fiona, berterimakasih kepada kalian semua yang selalu mendukung angels48, tanpa kalian kami bukanlah apa-apa" ucap Fiona dari atas panggung. "karna itu... sekali lagi, aku berterima kasih pada kalian, sekaligus meminta maaf atas hal yang akan segera terjadi"
"APA ITU!!!" teriak para penonton.
"AKU MINTA MAAF KARNA MENJADIKAN KALIAN SEMUA TUMBAL!" suara Fiona berubah jadi menyeramkan.
setelah Fiona mengatakan hal itu, keheningan terjadi, lalu beberapa saat kemudian... cahaya hitam keluar dari beberapa penonton. tak lama kemudian suara teriakan terdengar, aku langsung melompat ke atas stage dan menarik Freya untuk menjauh dari Fiona, Freya terlihat sangat ketakutan saat melihat ke bawah stage, saat aku melihat kebawah stage juga, ternyata... aku melihat banyak iblis, saking banyaknya sampai terlihat seperti lautan.
"apa yang sebenarnya terjadi?!" tanyaku pada Eiji lewat earphone.
keadaan menjadi sangat kacau, para iblis mulai menyerang dan menyerap energi orang yang ada di sana, para member yang ada di atas stage juga terdiam dan ketakutan melihat kejadian ini. jujur saja aku ketakutan saat itu, aku kaget karna melihat jumlah iblis yang sangat banyak, bahkan suaraku sampai gemetar karna merasa takut.
"sial!!!, dari 5000 penonton, ternyata 60% nya adalah iblis!" ucap Eiji lewat earphone.
"untungnya mereka hanya iblis tingkat 10" ucap Rize lewat earphone.
"meski begitu... mereka selalu bangkit saat sudah dikalahkan, mereka abadi" ucap Eiji sambil tersenyum.
"sepertinya satu-satunya cara membunuh mereka adalah dengan mengalahkan induknya" ucap Rize sambil bertarung.
"Agi!!!, bawa Freya dan kita berkumpul di area parkir!" ucap Eiji lewat earphone.
"ti-tidak bisa!" ucapku.
"apa maksudmu?!" tanya Eiji.
"Fiona... dia menjadi iblis dan menghadang ku" ucapku.
"AKU DAN EIJI AKAN KESANA!, BERTAHANLAH DAN JANGAN MATI DULU!" ucap Rize lewat earphone.
bersambung....