Loser's Dream

Loser's Dream
PEMBALASAN SI PECUNDANG


"AKHIRNYA KITA BERTEMU LAGI!" ucap lingga padaku sambil melotot.


sedikitpun dalam otakku tak pernah terpikirkan untuk balas dendam, aku hanya tidak mau membuat dan memperpanjang masalah, aku hanya ingin menghindari lingga dan hidup dengan tenang seperti satu bulan kemarin, tapi sepertinya tuhan mau aku menghadapi trauma ku, dan menyelesaikan masalahku.


"kumohon biarkan kami pergi" ucapku sambil menundukkan kepala.


"hah!, kau pikir dengan siapa kau bicara?, apa kau mulai berani memerintah ku?!" ucap lingga sambil menjambak rambutku.


"lepaskan dia!" ucap Freya pada lingga. "apa yang kau lakukan?, singkirkan tanganmu dari kepalanya"


"hahaha, siapa wanita ini? apa dia pacarmu?" ucap lingga padaku.


"dia adalah sahabatku, jadi lepaskan dia!" ucap Freya pada lingga.


"HEY SIALAN! KAU PIKIR KAU SIAPA?!, PENAMPILAN MU SANGAT ANEH, SEMUANYA SERBA HITAM, BAHKAN KAU MENGGUNAKAN TOPI DAN MASKER UNTUK MENUTUPI WAJAHMU, APA KAU SEJELEK ITU?!" ucap lingga sambil mendekat ke Freya.


mendengar kata itu keluar dari mulut lingga, aku merasa marah, aku marah karna dia berani mengejek Freya, berani-beraninya dia mengatakan itu pada Dewi penyelamat ku. aku ingin memukul wajahnya dan menyuruh nya minta maaf, tapi... aku takut, anehnya walau aku merasa takut, tapi tubuhku seperti tidak merasakan nya, tubuhku bergerak sendiri dan mencengkeram bahu kanannya dari belakang.


"tarik kembali ucapan mu!" ucapku pada lingga.


"sial!... apa yang barusan aku lakukan? sepertinya dia akan menghajar ku sampai mati setelah ini, bahkan berani-beraninya aku memelototi nya, aku akan benar-benar mati" begitulah isi pikiranku setelah melakukan itu pada lingga. tapi anehnya rasa takutku seperti berkurang, aku mulai merasa berani melawannya, walau saat dia menoleh ke arahku aku langsung menundukkan kepala, tapi aku yakin aku bisa mengatasinya, mungkin aku hanya butuh waktu.


"APA YANG KAU LAKUKAN?!" ucap lingga padaku. "APA KAU BOSAN HIDUP?!"


"ma-maaf" ucapku pada lingga sambil menunduk.


tanpa banyak bicara, lingga langsung memukul wajahku hingga aku tersungkur, dia menendang perutku dan menginjak kepalaku, dia memukuliku tanpa ampun. saat dia mencoba memukul wajahku lagi, Freya menghentikan nya dan menampar wajahnya, dia menghalangi lingga dan menyuruh lingga untuk berhenti, apa sekarang dia sedang melindungi ku?, dimana harga diriku sampai dilindungi oleh wanita?, apa aku selemah itu sampai dia harus melindungi ku?. aku sangat malu, bagaimana bisa aku dipukuli dihadapan nya, dia melihatnya yang lemah dan tidak berdaya, aku benci pada diriku sendiri.


"berhenti!, jika kau menyakiti Agi lagi, aku akan melaporkan mu pada polisi!" ancam Freya pada lingga.


wajah lingga terlihat lebih marah dari sebelumnya, mungkin dia kesal karna di tampar oleh perempuan, dia mengangkat tangannya, awalnya aku tidak tau apa yang ingin dia lakukan, ternyata dia ingin menampar Freya, sebelum tangannya mengenai wajah Freya, aku langsung bangun dan menangkap tangannya.


"MAAF, TAPI AKU SUDAH BERJANJI AKAN MELINDUNGINYA DAN TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA TERLUKA LAGI!!!" ucapku sambil mencengkram tangan lingga.


lingga langsung menyerang ku dengan tangan kirinya, untung saja aku sudah mempelajari boxing dari Davis, aku langsung menghindari nya dengan roll, dan membalas serangan nya dengan uppercut ke arah liver nya. aku yakin bisa mengalahkannya, ini tidak se mengerikan seperti yang aku kira, akan aku hentikan lingkaran setan ini, akan ku buang rasa takut dan ku selesaikan trauma ku, sekarang... atau tidak sama sekali.


"berhenti!!, tidak perlu bertarung lagi!" ucap Freya sambil melerai. "lagipula aku baik-baik saja, lebih baik kita pergi dari sini!"


Freya menarik tanganku dan mengajakku menjauh dari lingga, tapi lingga tidak membiarkan kami pergi begitu saja, dia menyerang kepala belakangku dengan flying knee sampai membuatku terjatuh, mataku langsung gelap karna serangannya itu, setelah itu dia menjambak rambut Freya dan berkata.


"KAU MENCOBA KABUR SETELAH MENAMPAR WAJAHKU?!!, SEBELUM WAJAHMU RUSAK, JANGAN HARAP KAU BISA PERGI" ucap lingga sambil menjambak rambut Freya.


"sakit!... bisakah kau berhenti!" ucap Freya sambil merintih kesakitan.


aku langsung bangkit walau penglihatan ku masih kurang jelas, setelah apa yang dia lakukan pada Freya, tidak akan kubiarkan dia pulang dengan sehat. langsung ku balikan tubuhnya dan ku pukul wajahnya dengan sekuat tenaga, dia membalas pukulan ku sehingga kami terlihat seperti sedang jual beli pukulan.


sayangnya aku lengah, kupikir dia tidak akan menggunakan kakinya, aku lupa kalau dia adalah atlet Muay Thai. dia menendang ku dengan low kick, dan membuat keseimbangan ku berantakan, melihat keseimbangan ku yang hancur, dia berlari dan mencoba menjatuhkan ku, tapi... itulah yang aku incar sejak tadi. dia melompat sangat tinggi dan menyerang ku dengan elbow, aku menghindar dan langsung ke belakang tubuhnya, akhirnya aku mendapatkan momen dan langsung memeluknya dengan erat, inilah satu-satunya teknik yang aku pelajari sendiri.


"apa kepalamu pernah membentur tanah?" tanyaku sambil memeluk erat dirinya.


"LEPASKAN AKU BAJINGAN!!" ucapnya sambil memberontak.


"kalau begitu... BIAR KU BERITAHU RASANYA!!" ucapku sambil mengangkat nya.


ini adalah suplex, teknik gulat yang aku pelajari sendiri saat sedang senggang, akan aku akhiri pertarungan ini dengan teknik itu. langsung ku angkat dan ku banting dirinya ke belakang sehingga kepalanya membentur tanah, akhirnya aku berhasil menang dari ketakutan ku, aku berhasil mengatasi trauma ku, sekarang aku sudah terlahir kembali.


"bagaimana ini?, kepalanya mengeluarkan darah!" ucap Freya dengan panik. "aku sudah bilang tidak perlu bertarung!"


"aduh... bagaimana jika aku membunuhnya?!" ucapku sambil menggaruk kepala.


"kalau kamu membunuhnya, kamu pasti masuk penjara" ucap Freya.


"jangan menakuti ku begitu, aku tidak mau masuk penjara" ucapku panik. "bagaimana jika kita sembunyikan saja jasadnya?"


"ide yang bagus, tapi setelah itu kita berdua akan jadi buronan" ucap Freya.


aku berhasil mengalahkan lingga dan membuat kepalanya terluka hingga mengeluarkan darah, aku dan Freya berpikir dia sudah mati, tapi tiba-tiba dia bangun kembali sambil memegangi kepalanya.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!" ucap lingga sambil melihat kami mengelap darahnya. "JAUHKAN TANGAN KOTOR KALIAN!!"


"ma-maafkan aku, apa kau mau kerumah sakit?" tanyaku pada lingga.


"LEBIH BAIK KALIAN PERGI, DAN JANGAN PERNAH TUNJUKKAN DIRI KALIAN DI HADAPANKU LAGI!!" ucap lingga sambil berdiri. "JIKA SAMPAI AKU MELIHAT KALIAN LAGI, AKAN KU BUNUH KALIAN!!!"


"BAIK!!!" ucapku bersamaan dengan Freya.


lingga pergi meninggalkan kami sambil sempoyongan, dia menolak untuk dibawa kerumah sakit dan malah mengancam kami, aneh... padahal aku sudah mengalahkannya, tapi aku tetap merasa takut saat di bentak olehnya. aku kembali mengantar Freya menuju theater, kakiku sepertinya pincang akibat terkena low kick lingga tadi, serangannya itu benar-benar kuat, rasanya seperti di tabrak truk.


saat kami sampai, Freya masuk dan menyuruhku untuk duduk sebentar di halaman FX, kemudian dia keluar kembali bersama Fiona sambil membawa kotak P3K, dia membalut kakiku yang bengkak akibat serangan lingga.


"ya... tadi kakiku tidak sengaja masuk ke lubang saat mengantar Freya kesini" ucapku sambil sedikit tersenyum.


"hahaha... sepertinya kamu tidak memperhatikan jalan dan malah memperhatikan Freya di sepanjang jalan" ucap Fiona sambil tertawa dan meledek.


"ih... Fiona, apa yang kamu katakan" ucap Freya dengan wajah memerah.


"hahaha maaf... sebaiknya cepat, karna sebentar lagi latihan akan dimulai lagi" ucap Fiona.


"ini sudah sangat malam dan kalian masih mau berlatih lagi?" tanyaku.


"tentu saja!, tour show adalah hal yang paling kami nantikan setiap tahunnya" ucap Freya. "kami seperti sedang berpetualang dan menyebarkan kegembiraan ke seluruh tempat di Indonesia"


Freya lanjut membalut kakiku sambil menceritakan kenangannya selama ikut tour show, dia dan Fiona bercerita dengan sangat antusias, mereka berdua kelihatan sangat menikmati saat itu. saat kami sedang asik mengobrol, tiba-tiba senior angels48 datang menghampiri kami.


"wah-wah, sepertinya kalian lupa salah satu aturan dari agensi" ucap senior Freya dan Fiona. "siapa pria itu?"


"kak Amel..., eh.. dia adalah temanku" ucap Freya. "tenang saja... dia bukanlah fans"


dia adalah Amelia, senior dari Freya dan Fiona, dia 5 tahun lebih lama di angels48 di banding mereka berdua, aku tidak suka dengan sikapnya, dia arogan dan sombong.


"apa benar kau hanya temannya?" tanya Amel padaku dengan tatapan sinis.


"ya!, aku temannya, aku tidak sengaja bertemu dengannya saat sedang berkeliling, karna sudah malam... aku mengantar nya sampai sini agar aman" ucapku sambil meyakinkan Amel.


"baiklah jika begitu" ucap Amel. "jika sudah selesai, kalian berdua langsung ke atas, sebentar lagi latihan akan dimulai"


"baik kak!" ucap Freya dan Fiona.


"Agi... kami berdua keatas ya, terimakasih sudah mengantarkan ku sampai sini" ucap Freya.


"ya.. tenang saja, semangat untuk latihan nya!" ucapku.


"terimakasih... sampai jumpa lagi ya, dah..." ucap Freya sambil melambaikan tangan.


di perjalanan pulang, kakiku terasa lebih baik, sepertinya ini semua berkat Freya, yang lebih penting lagi, dia membalut luka ku tadi, itu membuatku senang sekali, mimpi apa aku semalam hahaha. waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 saat aku sampai kantor, saat membuka pintu, aku melihat Agam, Lucy, dan Davis sedang membicarakan sesuatu di ruang tamu, sepertinya mereka sedang membicarakan pekerjaan.


"aku pulang!..." ucapku.


"Agi! kebetulan kau datang, kemari... ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Agam.


"apa itu?" tanyaku pada Agam.


"menurut seseorang yang aku kirim ke angels48, disana ada orang yang melakukan kontrak dengan iblis tingkat 5" jawab Agam.


"apa maksudmu?" tanyaku. "lalu siapa orang yang kau kirim ke angels48?"


"ya, kami sudah menyelidiki tempat itu kurang lebih sejak 3 bulan yang lalu" jawab Adam. "dan orang yang ku kirim kesana... kau akan tau siapa dia saat misi ini dimulai"


"misi?" tanyaku. "misi apa?"


"sebentar lagi angels48 akan melakukan tour show, dan kami berencana mengungkap identitas serta menangkap orang yang melakukan kontrak dengan iblis itu" ucap Agam. "Vanca bilang padaku bahwa kemampuanmu juga berguna untuk melawan iblis, oleh karna itu... aku ingin kau ikut dalam misi ini"


"lalu apa yang harus aku lakukan?" tanyaku.


"kau, Davis, dan lucy akan mengikuti tour show itu" jawab Agam.


"benarkah?!!" ucapku dengan semangat.


"ya... kalian akan mengikuti semua tour nya hingga kalian menangkap iblis tingkat 5 itu, mungkin kita akan dapat petunjuk tentang Decay dari iblis itu" ucap Agam.


"baik!!! aku akan ikut dalam misi ini!" ucapku.


"bagus... kalau begitu aku sudahi rapat ini sampai disini, aku mulai mengantuk" ucap Agam sambil pergi ke kamarnya. "jangan lupa matikan lampunya!"


"ya..." ucap Lucy.


"Davis... terimakasih karna sudah mengajariku boxing" ucapku pada Davis.


"haha.. melihat luka di kaki dan wajahmu, sepertinya kau sudah menghajar bocah itu" ucap Davis sambil tertawa. "lain kali... jika ada yang mengganggu mu, jangan ragu untuk mengepalkan tinju mu, yang lemah tidak akan bertahan di dunia ini"


"baik!.. sekali lagi terima kasih!" ucapku sambil membungkukkan tubuh.


aku naik ke kamarku dan bersiap untuk tidur, aku... tidak sabar untuk tour nya.


bersambung....