Hello And Good Bye!

Hello And Good Bye!
Silent, please!


Hani masih tampak kesal. Ia tiba-tiba cemburu. Tanpa ia sadari, sedari tadi Wahyu memandangi Hani dari belakang. Wahyu menatap Hani yang sibuk dengan handphonenya. Ia melihat ada panggilan masuk dari handphone Hani.


"PT PT." Bisik Wahyu dari belakang. Hani memukul lengan Wahyu yang mencoba menggodanya. Wahyu menangkis pukulan Hani namun kalah cepat dengan tangan Hani yang sudah mendarat dilengannya.


"Halo.." Hani menjawab panggilan di handphonenya. Sesekali terlihat Hani tertawa. Wahyu lagi-lagi memandangi Hani dan mengusap pelan lengannya yang kena pukulan Hani.


"Kuat juga tangannya." Gumam Wahyu.


Tak kama kemudian Hani pun mematikan telponnya.


"Bagi nomornya biar nanti aku tidak susah buat menghubungi." Tiba-tiba Wahyu menyodorkan hanpdhonenya pada Hani. Hani mengambil handphone Wahyu mulai mengetik nomornya.


"Ini!" Hani menyodorkan kembali handphone Wahyu. Tidak lama kemudian masuk panggilan dari nomor baru ke handphone Hani. Hani menatap layar handphonenya.


"Itu nomorku. Simpan ya!" Kata Wahyu.


"Oke." Hani menjawab singkat.


Tidak ada pembicaraan apapun lagi diantara mereka berdua. Keduanya berada dalam keheningan.


"Ini aku disebelah sini." Wahyu berbicara lagi dengan seseorang melalui handphonenya. Ia berdiri kemudian melambaikan tangan.


"Apa kekasihnya yang datang kesini." Pikir Hani. "Aah sial." Hani mengusap pelan jidatnya.


Tidak lama datang seorang pria. Bersalaman dengan Wahyu, kemudian mereka ikut duduk. Hani tidak menghiraukan dan tidak menoleh sama sekali. Pria tersebut menggerakkan kepalanya, matanya tertuju pada Hani. Seakan memberi isyarat pada Wahyu, ingin bertanya itu siapa. Wahyu dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Temanku." Bisiknya pelan.


"Kenalin dong." Timpal temannya lagi.


"Nanti saja." Wahyu sekilas melirik ke arah Hani yang hanya diam sibuk memainkan handphonenya.


"Han." Sapa Bintang. Hani menolah ke belakang dan mengangguk pada Bintang. Mereka duduk membentuk lingkaran. Hani memilih tetap membelakangi mereka, karena semua adalah pria. Ia sedikit merapatkan duduknya ke dekat Wahyu. Wahyu yang menyadari hanya tersenyum tanpa menoleh tak ingin menarik perhatian temannya. Ia tahu Hani tidak nyaman berada diantara pria. Di gedung tersebut orang lainnya juga membentuk duduk berkelompok. Suasana terdengar riuh karena banyak yang datang untuk melamar kerja.


Hani menatap layar hanpdhonenya.


Kak pergi melamar kerja tidak hari ini?. Hani mengirimkan pesan kepada salah seorang teman yang ia kenali waktu pertama kali datang ke gedung itu. Ia menatap layar ponselnya menunggu cukup lama baasan dari temannya.


'Iya pergi. Kamu?' Balas orang tersebut. Hani tersenyum lebar membaca balasan pesannya. Ini adalah kesempatan bagi Hani menjauh dari Wahyu dan teman-temannya. Hani langsung menelpon temannya tersebut untuk menanyakan posisi temannya dimana. Hani melihat seseorang melambaikan tangan padanya.


"Aku ke tempat temanku ya." Bisik Hani pada Wahyu. Wahyu seketika menoleh ke arah Hani.


"Teman yang mana. Memangnya punya." Tanya Wahyu curiga.


"Ada lah.. Yaa punya!" Hani merasa sedikit kesal dengan pertanyaan Wahyu langsung bergegas memakai ranselnya kemudian pergi. Wahyu menatap kemana arah Hani berjalan. Tampak Hani duduk dipinggir gedung bersama seorang wanita. Mereka berbincang-bincang dan kadang tampak keduanya melemparkan tawa. Hani tertawa menutupi mulutnya dengan tangannya, sesekali juga menutupi dengan tasnya. Tanpa disadari Wahyu tersenyum sekilas. Sementara, Bintang juga menatap Hani. Ia bebas menatap perempuan tersebut karena tidak akan tertangkap basah lagi sedang menatap Hani.


Tidak lama kemudian datang HRD dari sebuah perusahaan untuk merekrut karyawan. Semua yang menunggu daritadi langsung berdiri kemudian mengantri untuk memberikan berkas lamaran. Namun, Hani tidak ikut berdiri karena sebelumnya dipapan pengumuman dia membaca salah satu syaratnya adalah sudah berpengalaman. Sedangkan Hani belum memiliki pengalaman kerja apapun.


Satu jam kemudian, penyeleksian calon karyawan pun selesai. Wahyu melihat ke arah tempat Hani duduk bersama temannya tadi. Wahyu tak mendapati Hani disana. Ia melihat ke sekeliling gedung. Terlalu ramai. Wahyu tidak bisa menemukannya. Sementara Hani dari sisi gedung yang lain menatap Wahyu. Ia melihat Wahyu celingak-celinguk melihat semua sisi gedung.


"Dia pasti mencariku!" Gumam Hani. Ia tak berniat memanggil Wahyu, malah Hani tak peduli dan tetap asik berbincang dengan temannya. Ia melirik lagi ke arah Wahyu. Tampak Wahyu sedang menggerogoh saku celananya, mengeluarkan handphonenya. Wahyu seperti sedang mengetik pesan entah kepada siapa.


Drrrtttt.. Drrrtttt.


Handphone Hani bergetar.


Hani sedari tadi menatap Wahyu beralih menatap layar ponselnya.


'Kamu dimana?' Pesan dari Wahyu.