
Di Ruang Lain di Rumah Sakit
Reyhan, panggil dr.Hendra. Iya dokter ada apa? Jika nanti kau sudah keluar dari RS apakah kau mau tinggal bersama ku?, saya akan merawat mu nak seperti anak ku sendiri “timpal dr. Hendra. Reyhan hanya mengangguk, menandakan dia setuju untuk tinggal bersama dr. hendra.
# Ke Esokan Hari nya
Ø Reyhan : Oh ya dr. Hendra apakah saya boleh melihat jenazah korban kebakaran panti kemarin?
Ø dr. Hendra : boleh, memangnya ada apa nak
kamu ingin melihat jenazah mereka?
Ø Reyhan : Saya hanya mau memastikan saja dok apakah Alma selamat atau tidak, karena saya benar-benar khawatir terhadap alma dok
Ø dr. Hendra : Panggil saja papa nak, karena mulai hari ini kamu akan jadi anak papa, OK
Ø Reyhan : baiklah dok, eh Pa
Reyhan dan dr. Hendra bergegas ke ruangan jenazah, dan Reyhan meneliti satu-satu para korban, dan reyhan benar-benar takut jika dia melihat mayat Alma, reyhan tidak bisa mengenali jenazah yang ada di sana,
Bagaimana nak apakah kamu mengenali salah satu jenazah disitu cirri-ciri seperti Alma? Tanya dr. Hendra, Entah lah pa, reyhan tidak tau karena sangat sulit sekali mengenali tubuh mereka, seketika reyhan menitikan air mata nya.
Hiks…hikss.. Alma kakak rindu, apakah kau masih selamat atau tidak, kakak macam apa aku ini sehingga tidak bisa menyelamatkan mu, Reyhan menangis histeris. Lalu dr. Hendra memeluk Reyhan dan mengelus punggung Reyhan dan berkata “ sudah nak, kamu harus bisa mengikhlaskan kepergian saudara-saudara yang di apnti termasuk Alma, doakan mereka supaya tenang di alam sana, kamu harus bisa memulai kehidupan mu yang baru”
Ketika dr. Hendra dan Reyhan keluar dari RS tiba-tiba ada yang memanggil Reyhan dan reyhan pun menoleh
Ø Melisa : Reyhan…
Ø Reyhan : Melisa, kamu masih selamat? (kenapa malah dia yang selamat orang yang paling jahat kepada Alma, bergumam dalam hati)
Ø Melisa : Kau pikir aku sudah mati?
Ø Reyhan : Hanya mengangkat bahu nya
Ø dr. Hendra : Oh ya nak, Papa lupa belum kasih tau kamu, kalau Melisa selamat dan di angkat anak oleh teman papa ini Pak Danu
Ø Reyhan : Oh begitu ya..
Ø Reyhan : Ya sudah Mel aku pergi dulu
Ø Melisa : Hanya mengagguk