
Sudah 3 bulan Alma bekerja di perusahan
Reyhan tapi tak sekalipun pernag bertemu dengan CEO yang terkenal garang,
tegas, dingin dan sangat menjaga wibawa
di kalangan karyawan nya.
Alma di kenal dengan nama Mira di
lingkungan pekerjaan nya. Walaupun gaji di perusahaan Reyhan tidak terlalu
besar setidak nya cukup untuk memenuhi biaya sehari-hari, membayar kos dan
kebutuhan kuliah nya.
Pagi itu saat Alma sedang membersihkan
lantai tak sengaja menabrak Reyhan dan menumpahkan berkas-berkas yang dibawa
Reyhan jatuh berserakan ke lantai.
“Apa kamu tidak punya mata hah!!” hardik Reyhan
“ Maaf kan saya tuan, saya tidak sengaja,” ucapan maaf dan menunduk tanpa berani menatap lawan bicara nya,
jantung Alma berdegub kencang tatkala mendengar suara menggelegar dari Reyhan.
“ Kalau biacara tatap lawan bicara, sangat tidak sopan!!” ucap Reyhan dengan marah
“ Sekali lagi maaf kan saya tuan” jawab Alma lemah seakan takut menegak kan kepala nya
Setelah membantu membereskan
berkas-berkas yang berserakan di lantai Alma memberikan berkas tersebut kepada
Reyhan tanpa sekalipun memandang Wajah nya karena Alma bergidik ngeri melihat raut
tampang bos nya itu.
“Mati lah matilah aku… “ gumam Alma
dalam hati sambil mengelap peluh yang sudah bercucuran di dahinya
“ Eh Mira… lain kali hati-hati ya… kamu
tidak tau dia itu siapa? Dia bos kita Pak Rey” untung saja kamu ga di pecat di
“ Iya, saya tadi tidak sengaja Mbak
Salma, waktu membersihkan tanpa melihat kebelakang” jawab Alma
“ Ya udah lain kali hati-hati ya” yang
dib alas anggukan oleh Alma
Alma bergegas melanjut kanpekerjaan nya
yang tertunda dan kembali ke Pantri.
Alma merutuki kesalahan nya hari ini…
dia takut kalau sampai di pecat, pikiran nya udah jauh kemana-mana membayangkan
yang tidak-tidak.
“Mira… mir” panggilan itu seketika
membuyarkan lamunan mira, tak lain Ana yang memanggil Mira teman sama-sama
office Girl di kantor Reyhan.
“ eh bengong aja mr, awas kesambet lho”
geleng-geleng melihat mira sejak tadi dipanggil hanya melamun saja
“ Ehmm aku hanya takut kalau sampai di
pecat An, tadi aku tidak sengaja menabrak Pak Rey dan menjatuhkan semua
berkas-berkas nya, dan dia kelihatan nya emosi sekali nada suara nya rasanya
seperti terngiang-ngiang di otak ku ini An” Alma tersenyum getir mengingat
kejadian tadi.
“ Udah Mir namanya juga tidak di
sengaja, jangan terlalu di pikirkan. Sekarang bantuan bikin Teh di ruangan
rapat yuk, karena hari ini ada rapat di ruang meeting”, saut Ana
Yang hanya dib alas anggukan oleh Alma