Almeera

Almeera
BAB 18


Sudah 3 bulan Alma bekerja di perusahan


Reyhan tapi tak sekalipun pernag bertemu dengan CEO yang terkenal garang,


tegas, dingin  dan sangat menjaga wibawa


di kalangan karyawan nya.


Alma di kenal dengan nama Mira di


lingkungan pekerjaan nya. Walaupun gaji di perusahaan Reyhan tidak terlalu


besar setidak nya cukup untuk memenuhi biaya sehari-hari, membayar kos dan


kebutuhan kuliah nya.


Pagi itu saat Alma sedang membersihkan


lantai tak sengaja menabrak Reyhan dan menumpahkan berkas-berkas yang dibawa


Reyhan jatuh berserakan ke lantai.


“Apa kamu tidak punya mata hah!!” hardik Reyhan


“ Maaf kan saya tuan, saya tidak sengaja,” ucapan maaf dan menunduk tanpa berani menatap lawan bicara nya,


jantung Alma berdegub kencang tatkala mendengar suara menggelegar dari Reyhan.


“ Kalau biacara tatap lawan bicara, sangat tidak sopan!!” ucap Reyhan dengan marah


“ Sekali lagi maaf kan saya tuan” jawab Alma lemah seakan takut menegak kan kepala nya


Setelah membantu membereskan


berkas-berkas yang berserakan di lantai Alma memberikan berkas tersebut kepada


Reyhan tanpa sekalipun memandang Wajah nya karena Alma bergidik ngeri melihat raut


tampang bos nya itu.


“Mati lah matilah aku… “ gumam Alma


dalam hati sambil mengelap peluh yang sudah bercucuran di dahinya


“ Eh Mira… lain kali hati-hati ya… kamu


tidak tau dia itu siapa? Dia bos kita Pak Rey” untung saja kamu ga di pecat di


“ Iya, saya tadi tidak sengaja Mbak


Salma, waktu membersihkan tanpa melihat kebelakang” jawab Alma


“ Ya udah lain kali hati-hati ya” yang


dib alas anggukan oleh Alma


Alma bergegas melanjut kanpekerjaan nya


yang tertunda dan kembali ke Pantri.


Alma merutuki kesalahan nya hari ini…


dia takut kalau sampai di pecat, pikiran nya udah jauh kemana-mana membayangkan


yang tidak-tidak.


“Mira… mir” panggilan itu seketika


membuyarkan lamunan mira, tak lain Ana yang memanggil Mira teman sama-sama


office Girl di kantor Reyhan.


“ eh bengong aja mr, awas kesambet lho”


geleng-geleng melihat mira sejak tadi dipanggil hanya melamun saja


“ Ehmm aku hanya takut kalau sampai di


pecat An, tadi aku tidak sengaja menabrak Pak Rey dan menjatuhkan semua


berkas-berkas nya, dan dia kelihatan nya emosi sekali nada suara nya rasanya


seperti terngiang-ngiang di otak ku ini An” Alma tersenyum getir mengingat


kejadian tadi.


“ Udah Mir namanya juga tidak di


sengaja, jangan terlalu di pikirkan. Sekarang bantuan bikin Teh di ruangan


rapat yuk, karena hari ini ada rapat di ruang meeting”, saut Ana


Yang hanya dib alas anggukan oleh Alma