
Jam kuliah usai Alma pulang ke tempat kost nya, yah kamar kost sederhana yang akan menjadi tempat berteduh sementara selama dia kuliah disini. Sebenarnya Alya sudah mengajak Alma untuk tinggal bersama di kost yang lebih layak tapi Alma menolak, karena tidak enak hati karena sudah terlalu sering merepotkan Alya, walaupun Alya tidak pernah merasa di repotkan oleh Alma.
“Aku harus semangat apapun rintangan nya, aku tidak mau membuat Bapak kecewa, aku ingin lulus dengan nilai yang baik, dan mendapat kan pekerjaan yang baik pula, agar aku bisa mencari keluarga ku” gumam Alma dalam hati
Setelah melakukan sholat maghrib Alma keluar untuk membeli makan malam, “ untuk sementara aku bisa beli makan seadanya jika aku ada uang aku akan membeli peralatan masak” dalam hati dia memikirkan hal tsb.
Ketika Alma sudah di warung hendak membeli makan malam nya, dia di panggil oleh seseorang “Hai Alma”, sapa nya “Eh kamu kok disini?” balas Alma
Yang menyapa Alma tidak lain adalah Adam, Adam adalah teman kampus Alma sama-sama mahasiswa baru di kampus tsb, tetapi beda jurusan. Adam mengambil Mata kuliah Management. Dia mengambil Management karena ingin menjadi seperti kakak nya. kakak Adam adalah seorang pengusaha muda yang sukses memiliki kerajaan bisnis di dalam atau luar negri. Maka dari itu dia ingin belajar dan ingin mempunyai bisnis sendiri seperti yang di geluti oleh kakak nya.
Adam adalah anak dari salah satu dosen pengajar di Fakultas Kedokteran di kampus Alma, namun Adam sama sekali tidak tertarik menjadi seorang dokter, profesi yang sama seperti Ayahnya.
Adam adalah pria mandiri, dan dia tidak pernah memperlihatkan atau mengenalkan siapa dirinya, tidak banyak yang tau siapa Adam sebenarnya, walau sebenarnya kakak dan Ayah nya melarang Adam untuk kost sendiri. Kakak Adam sangat menyayangi adik nya itu, fasilitas mewah di berikan oleh sang kakak seperti mobil, dan
apartement. Di kampus pun adam berjalan kaki sehingga dia terlihat sebagai pria sederhana namun memiliki tampang yang cukup lumayan tampan bahkan sama sekali tidak terlihat jika dia pria sederhana.
“Iya Al, aku kost di sebelah sana sambil menunjuk arah jalan ke kost nya” jawab Adam
“Sama dong kita berarti satu komplek kost sama aku” saut Alma
“Wah kebetulan sekali berati aku jadi ada teman ngobrol heheh” sambil menggaruk kepala yang tidak gatal (kebetulan banget bisa 1 komplek kost dengan Alma, aku ingin mengenal dia lebih jauh) gumam Adam
“Ya sudah ayo kita balik ke kost ini pesanan ku udah selesai” ucap Alma mengajak Adam untuk kembali ke kost
Mereka berjalan berdua kembali ke kost saling tukar cerita dan akhirnya mereka makan berdua di salah satu bilik halaman di dekat kost mereka.
Kebetulan kost mereka pemiliknya sama, di komplek kost itu, fasilitasnya lumayan lengkap walaupun tempatnya sederhana, ada taman yang cukup luas dan ada bangunan joglo kecil di taman itu untuk tempat bersantai dan tempat nongkrong anak-anak kost disana.
“Pas banget nih di joglo tidak ada yang nongkrong jadi bisa makan berdua sama Alma” Adam bicara dalam hati sambil senyum-senyum sendiri. “Kamu kenapa dam senyum-senyum gitu?” Tanya Alma. “eh ga, ga papa kok Alma, ayo kita makan disana saja” Jawab Adam