Almeera

Almeera
BAB 6


Alma adalah murid yang cerdas di sekolahnya, dia selalu mendapatkan peringkat 1 dan setiap ada lomba cerdas


cermat antar sekolah dia selalu menjadi juara. Alma menjadi murid kebanggan di sekolahnya, dan salah satu nya itu adalah alasan kenapa Melisa membenci Alma karena merasa tersaingi, Melisa merasa di sekolahan ataupun di Panti Alma selalu mendapat perhatian dari semua orang.


Waktu menunjuk kan 18.00 Wib waktunya makan malam di panti, setelah mereka semua menyelesaikan


makan malam, seperti biasa mereka belajar bersama di Aula Panti, penghuni panti asuhan itu kurang lebih sekitar 35 orang termasuk Ibu Hamidah dan beberapa orang pengasuh & Pak Trisno tukang kebun disana. Ada yang masih balita, sekolah TK, SD dan SMP seperti Reyhan, Almira, Melisa, Tio, Rara dan Dina


Di sela-sela kesibukan mereka, tiap selesai pulang sekolah mereka bergantian membantu mengasuh adik-adik dipanti yang masih kecil, mereka seperti keluarga, Bu Hamidah mengajarkan anak-anak dipanti untuk saling menyayangi dan mengasihi walaupun tidak punya orang tua.


Malam itu setelah makan malam, seperti biasa mereka berkumpul di Aula untuk belajar bersama tiba-tiba


lampu mati, dan mereka berhamburan keluar aula untuk mengambil lilin atau penerangan lainya. Dengan terpaksa belajar mereka tidak di lanjutkan dan memilih untuk beristirahat di kamar masing-masing, tak terkecuali Almira.


Dikamar Almira sudah menyalakan lilin untuk penerangan disana, ketika Alma akan menutup pintu kamar


nya, tiba-tiba Melisa nyelonong masuk kedalam kamar Alma.


Ø   Alma : kau ini kenapa Mel masuk tanpa permisi tiba-tiba masuk ke kamar ku?


Ø  Alma   : bukan begitu, bukan kan Bu Hmaidah mengajarkan sopan santun kepadamu??


Ø  Melisa : Cerewet sekali kau ini!!


Ø  Alma   : Lalu ada apa kau kemari??


Ø  Melisa : Aku hanya mau memperingatkan mu, jangan sekali2 kamu dekat dengan Reyhan lagi atau mencari perhatian dari guru-guru di sekolah ataupun orang yang ada dip anti ini!!! (dengan suara yang membentak dan


penuh ancaman)


Ø  Alma : Apa maksudmu berbicara seperti itu mel???


Ø  Melisa : Kau ini hanya berpura-pura polos atau memang bodh sih, aku kan member mu pelajaran agar kau mengerti


Lalu tiba-tiba Melisa mendorong Alma hingga jatuh dan berjongkok ke bawah, setelah itu Melisa memukul dan menendang Alma “ Aww.. sakit mel, aku mohon hentikan ini” Melisa tak mengiraukan rengekan Alma, lalu Melisa menjambak Alma dan membenturkan kepala Alma di lemari danseketika itu lilin yang ada di meja tersenggol oleh Alma yang jatuh pingsan.