
setelah kekacauan yang terjadi di kantor hari ini, membuat Alma frustasi. dia memutuskan untuk berkunjung ke rumah lama nya. kerumah pak Trisno, sudah lama Alma tidak berziarah ke makam Pak Trisno.
setelah menempuh perjalanan 3 jam, Alma sudah sampai di kota masa kecilnya.
rasanya dia benar-benar rindu dengan suasana kota masa kecilnya itu. Dia masuk ke rumah lama nya, rumah yang pernah di singgahi oleh Alma dan Pak Trisno.
kondisi rumah itu masih sama saat ditinggal kan hanya ada beberapa bagian yang rusak karena lama di tinggal kan.
alma memutuskan untuk beristirahat sejenak melepas lelah. dia rindu dengan sosok Ayah angkatnya.
Alma isturahat di kamar yang dulu di tempati oleh Pak Trisno. Alma mengusap foto Pak trisno dan Alma sewaktu masih kecil.
" Pak... Alma kangen. Alma rindu dengan wejangan bapak. bapak adalah satu-satunya keluarga yang alma miliki pak. Alma merasa sendiri pak. semoga bapak tenang disana" Alma meniti kan airmata nya jika mengingat sosok Pak trisno.
setelah ini mungkin aku akan ke makam bapak dulu dan aku juga ingin melihat bagaimana kondisi panti setelah kebakaran.
Alma sudah sampai di pemakaman umum menuju pembaringan terakhir alm. pak trisno.
Alma membersihkan makam itu, tampak makam yang tak terurus, banyak rumput dan tanaman liar yang tumbuh. membuat alma sedih karena tidak setiap waktu dia bisa berkunjung di makam tsb.
setelah dari makam, Alma ingin melihat panti asuhan yang dulu dia tempati. dia rindu dengan sosok kakak di masa kecilnya. banyak kenangan di panti itu semasa kecil dulu.
ketika sudah sampai di depan gerbang Alma menagis melihat kondisi panti itu sekarang. hanya ada puing-puing bangunan yang hancur karena sisa reruntuhan akibat kebakaran beberapa tahun silam.
Alma menangis tersedu-sedu kala mengingat masa-masa kecilnya dulu. suka duka dia lewati bersama-sama dengan saudara-saudara sepanti dengan Alma.
#Pov Reyhan
setelah kekacauan dikantor reyhan memutuskan untuk keluar kantor. rasanya benar-benar penat pikiran nya saat ini.
Reyhan benar-benar kesal dengan sikap melisa yang seenaknya kepada karyawan nya itu.
entah apa yang di pikirkan oleh reyhan dia melajukan kendaraan nya tanpa melihat papan jalan. Reyhan tersadar dari lamunan nya ketika terdengar bunyi klakson truk di belakangnya.
Oh.. astaga ada apa dengan ku ini.
eh ini kan jalan menuju ke kota lama ku. rasanya aku sudah lama tak berkunjung kesana. lagian besok juga weekend apa salahnya jika aku berkunjung kesana.
setelah beberapa jam akhirnya reyhan sampai di panti asuhan tempat tinggal nya yang dulu.
Rayhan berjalan memutar melihat sisa-sisa bangunan panti itu. dia merindukan sosok gadis cilik itu. gadis cilik yang selalu dia lindungi, gadis cilik yang mengisi hari-hari reyhan.
akhirnya Reyhan berjalan mencari sumber suara itu, akhirnya dia menangkap sosok sedang bersimpuh di bawah pohon dengan menangis tersedu-sedu. tangisan nya benar-benar memilukan siapa saja yang mendengarnya.
"kau siapa??" tanya Reyhan kepada Alma. Alma masih menundukkan kepalanya tanpa tau ada seseorang yang menghampirinya.
tak lama Alma mendongak kan kepalanya dan menatap orang yang menyapa nya.
saat Alma mendongak kan kepalanya dia terkejut dengan orang yang ada di depan nya.
begitupun dengan Reyhan dia tidak mengira jika seseorang yang menangis di itu adalah Mira pegawainya.
sedang apa kau disini Mir?? tanya Reyhan penasaran
tu..tuan sendiri sedang apa disini? jawab Alma
kau ini di tanya malah balik bertanya. saut Reyhan dengan senyum kecut
saya kesini karena berziarah ke makam orang tua angkat saya, dan panti ini adalah tempat saya tinggal dulu tuan. jawab alma lesu
Reyhan terdiam dan menerka-nerka siapa gadis ini tinggal di panti yang sama dengan nya dulu. dia merasa dulu tidak ada yang namanya mira.
tinggal disini? tapi aku merasa tidak pernah ada yang namanya mira.
Alma terpaku mendengar ucapan bos nya itu.
Apakah tuan dulu pernah tinggal disini juga? tanya Alma
iya. dulu aku pernah tinggal disini, sebelum kebakaran itu terjadi. setelah kebakaran itu aku di angkat anak oleh seseorang sehingga aku menjadi seperti ini.
Alma semakin bingung dengan sosok pria di depan nya ini. apakah mungkin dia adalah Reyhan kakak nya.
apakah kau Almeera? tanya Reyhan antusias
Alma mengangguk, dan reyhan langsung memeluk Alma dengan erat.
mereke terdiam sesaat. merasakan kerinduan sejak lama. tangisan Alma pecah. tak percaya bahwa orang yang dirindukan selama ini begitu dekat dengan nya.
ka..kak. Alma rindu. hikss..hikss.. kakak kemana saja selama ini? Alma sendirian kak. huu...hu...
sudah sudah... tenang ya. ada kakak disini. spontan reyhan mengecup kening Alma dan mengusap ujung kepala Alma dengan lembut.
tak ada penolakan dari Alma, rasanya dia benar-benar rindu dengan perlakukan reyhan waktu dulu.