Almeera

Almeera
BAB 24


Setelah kejadian tempo hari  Alma dan Rey belum bertemu kembali. Mereka


sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Hari ini rasanya Rey tidak konsentrasi bekerja, terlalu banyak masalah yang di pikirkan, banyak


berkas-berkas di meja kerja nya yang belum tersentuh untuk di cek secara teliti


oleh Rey.


Rey bangkit dan berdiri menatap Indahnya kota dengan kesibukan orang-orang berlalu lalang di bawah sana.


“Brak…!!!” pintu terbuka


“ Kak Rey Sayang…. Apa kabar? Tanya gadis cantik yang ada di hadapan Rey


Rey memutar bola nya malas… rasanya enggan bertemu dengan wanita yang ada di hadapan nya saat ini.


“Apakah kau tidak punya sopan santun masuk ruangan ku tidak mengetuk pintu dulu???” Jawab Rey sebal


“Maaf kan aku kak” Jawab Melisa


Ya perempuan itu adalah Melisa, Teman satu panti asuhan yang sama dengan Rey dan Alma, Melisa sejak kejadian kebakaran dip anti asuhan itu dia di rawat dan di adopsi oleh keluarga teman dari papa angkat Rey yaitu dr. Hendra.


Setelah kejadian kebakaran dipanti Melisa ikut keluarga angkat nya tinggal di luar negri, dan sekarang dia menjadi


Super Model yang terkenal di Eropa dan Asia.


Melisa mengejar perhatian dan cinta Rey tetapi selalu di abaikan oleh Rey.


“Kenapa dari dulu sampai dengan sekarang kak rey selalu saja bersikap seperti itu kepadaku?? Apakah aku tidak


punya kesempatan untuk mendapatkan hati kakak?? Tanya Melisa


Rey hanya diam saja “ Pergilah aku sedang sibuk saat ini, dan lihat lah aku harus memeriksa berkas ini segera!”


usir Rey


“Baiklah kak, besok aku akan menemui kak Rey lagi” Jawab Melani lesu


Setelah kepergian Melisa Rey bernafas lega rasnya malas bertemu dengan Melisa, entahlah banyak wanita yang


mendekatinya tetapi ruang di hati nya membeku apa yang dia tunggu pun Rey sendiri tidak tau dan mengerti.


Tak lama suara ketukan pintu ruangan terdengar


“tok…tok” suara ketukan pintu


ruangan Rey


“Masuk” jawab Rey


“Permisi tuan Rey.. ini kopi nya, tadi Mbak Salma meminta saya untuk mengantar kopi di ruangan Tuan Rey, saya


permisi tuan” pamit Alma


“ Rey hanya bengong menatap Alma, Eh tunggu Mir” cegah Rey


“Maaf tuan apa ada lagi yang anda butuhkan?” Tanya Alma


“ Baik, saya permisi tuan Rey” Jawab Alma


Kenapa saat bertemu dengan Mira rasanya jantung ku seperti marathon huhft... aku ingin mengenal Mira lebih dekat. Rey memikirkan bagaiman acaranya agar dia bisa dekat denga mira yang tak lain adalah Alma.


Jam sudah menunjuk kan pukul 21.30 wib, rey baru mau beranjak dari ruangan nya untuk pulang. ketika Rey baru masuk dalam mobilnya, Rey melihat Mira berjalan dan menuntun sepeda kayuh nya. Rey bergegas keluar dari mobil dan memanggil Mira untuk mengajak pulang bersama.


Rey khawatir jika Mira pulang sendiri takut kejadian beberapa hari yang lalu terjadi lagi.


"Mir...Mira" panggil Rey


Alma menengok melihat siapa yang memanggilnya


"iya tuan Rey, anda belum pulang juga?" tanya Alma keoada Rey


" masuk lah, ayo saya antar kamu pulang" ajakan Rey


" Maaf tuan, saya pulang sendiri saja. saya tidak mau merepotkan Tuan Rey" sambung Alma


" Saya tidak menerima penolakan!!" jawab tegas Rey


mau tidak mau akhirnya Alma menurut ikut satu mobil bersama Rey.


Didalam mobil suasana diantara mereka begitu canggung.


" Temani saya makan terlwbih dahulu sebelum mengatar kan kamu pulang" uacap Rey membuka obrolan


" Alma hanya menggangguk, dia bingung harus bersikap seperti apa" jantung Alma rasanya menari-nari tak beraturan entah lah perasaan apa yang dia rasakan satu mobil dengan atasan nya itu.


Rey pun merasakan hal yang sama, jantung mereka berdua seakan-akan berlomba-lomba keluar dari bingkai nya.


tak butuh waktu lama mereke berdua sudah sampai di tempat makan untuk mengisi perut mereke berdua.


" pilihlah apapun yang ingin kamu makan Mir" ucap Rey membuka obrolan


Alma hanya mengangguk tanda setuju


setelah menunggu beberapa saat pesanan mereke sudah datang, Rey terus memandang Alma penuh arti dan tak terbaca. membuat Alma sedikit tidak nyaman akan tatapan Rey.


" jika libur bekerja kegiatan apa yang kamu lakukan Mir? " tanya Rey


" saya membantu teman satu kost saya untuk jualan pak, yag walaupun hasilnya tidak banyak tapi lumayan untuk jajan" saut alma tersenyum tipis


" Oh" rey hanya manggut-manggut


" apakah kamu tidak mempunyai saudara atau sanak keluarga??" timpal Rey lagi


" soal itu... Alma menjeda ucapan nya, tidak ada Tuan. Almarhum Bapak angkat saya tidak pernah bercerita tentang sauadara ataupun keluarga nya.


dari saya kecil saya tidak tau orang tua kandung saya dimana, yang saya tau hanya orang tua angkat saya saja tuan. ucap Alma dengan tatapan sendunya.


" maaf kan saya kalau saya terlalu ingin tau tentang kehidupan kamu" sambung Rey singkat


"tidak apa-apa tuan" jawab alma


setelah mereka selesai makan malam, rey langsung mengantarkan alma pulang ke kost nya.


sesudah mengantar kan Alma pulang, Rey terbayang-bayang akan sosok Mira. baru kenal sebentar dengan Mira membuatnya nyaman dan rasanya dia ingin lebih dekat mengenal sosok Mira.