Almeera

Almeera
BAB 14


Malam itu mereka makan bersama Adam dan Alma membicarakan banyak hal tentang kehidupan Alma.


Ø  Adam  : Al, apa disini kamu punya keluarga?


Ø  Alma   : Ga ada dam


Ø  Adam  : kamu berapa bersaudara Al?


Ø  Alma   : Ga punya (alma memberikan jawaban dengan tatapan sendu, dia pasti akan sedih jika mengingat tentang keluarga nya)


Ø  Adam  : Kalau orang tua mu tinggal dimana Al?


Ø  Alma   : hhhmm diam sejenak dan menarik nafas kasar


Ø  Adam  : Kenapa Al? jika kamu keberatan menceritakan tentang keluargamu tidak masalah tidak usah di ceritakan


Ø  Alma   : Dulu ketika aku masih bayi aku di titipkan di panti asuhan oleh kedua orang tua ku, jadi aku tidak tau dimana keberadaan mereka, aku hanya punya ini “alma menunjukan kalung pemberian orang tua nya kepada Adam”. Ini adalah peninggalan orang tua ku satu-satu nya karena sebelum kebakaran Panti Asuhan itu kalung ini aku bawa, sebenarnya aku punya foto nya tapi belum sempat aku lihat panti asuhan trmpat ku tinggal kebakaran dam, jadi aku tidak tau bagaimana wajah mereka seperti apa (Alma bercerita dengan tatapan sendu dan berkaca-kaca)


Ø  Adam  : Kasihan sekali kamu Al, aku akan membantu mencari keberadaan keluarga mu Al mesti saat ini aku belum tau bagaimana caranya. (Dalam hati Adam berkata “aku akan meminta bantuan kakak, karena aku tau kakak pasti punya orang suruhan untuk bisa melacak keberadaan keluarga Alma)


Ø  Alma   : Dulu sewaktu aku tinggal dipanti aku merasa punya keluarga, keluarga senasib seperti aku mereka tidak memiliki orang tua, kami saling menyayangi selayaknya keluarga sendiri. Dan disanapun aku merasa punya kakak kandung, saat ini aku benar-benar merindukan nya. Kak Reyhan selalu ada untuk ku, dikala aku sedih atau sebnang dia selalu ada, aku ingin sekali bertemu dengan nya dan aku tidak pernah tau bagaimana keadaan nya sekarang apakah dia masih hidup atau sudah meninggal karena sewaktu kejadian kebakaran waktu itu ku dengar tidak ada yang selamat, beruntung aku diselamatkan oleh Alm. P. Trisno. Beliau yang merawatku setelah kejadian itu dan menganggupku sebagai anak nya. Sepeninggalan Pak Trisno aku tidak punya siapa-siapa lagi kecuali sahabatku Alya. Alya dan keluarga nya begitu baik kepadaku, sebenarnya aku disiruh untuk tinggal bersama dengan Alya dia menyewa kontrakan dekat kampus. Cuma aku menolak nya karena tidak enak hati jika harus merepotkan mereka lagi.


Ø  Adam  : Alya?? Apakah dia yang bersamamu waktu makan siang di kantin itu?


Ø  Alma   : iya, apakah kau mengenalnya dam? Dia perempuan yang baik semoga dia mendapatkan kebahagian nya


Ø  Alma   : baiklah nanti jika ada kesempatan bertemu lagi nanti aku kenalkan padanya.


Malam itu menjadi malam mereka saling mengenal satu sama lain, Alma bercerita semua


tentang kehidupan nya termasuk kedekatan nya dengan Reyhan.


Namun Adam tidak mengetahui dan tidak sadar jika nama kakak nya juga Reyhan.


Yah Reyhan adalah anak angkat dari dr. Hendra dan Adam adalah anak Kandung dr. Hendra. Sewaktu


dr. Hendra mengangkat Reyhan sebagai anak nya itu bertepatan 1 tahun istri dr.


Hendra meninggal setelah melahirkan Adam. Adam tidak mengetahui jika Reyhan


bukan kakak Kandungnya.


Reyhan dan Adam


mereka saling menyayangi satu sama lain, dr. Hendra tidak pernah


membeda-bedakan anak-anak nya. Reyhan pun sangat menyayangi adam.