
Setelah itu lilin menyambar tirai di ruangan kamar Alma, hingga menjalar ke ruangan sebelah, kamar Alma paling belakang dekat dengan ruangan genset. Sehingga membuat ledakan disana dan seketika membuat kobaran api semakin membesar.
Sedangkan Alma yang masih pingsan di dalam terbangun terbatuk-batuk karena asap yang ada di dalam kamar.
Alma sebisa dan sekuat tenaga keluar dari kamar dan meminta bantuan kepada siapa saja, namun ketika itu dia sudah lemas dan tiba-tiba jatuh.
Dilain kamar ada Reyhan dan anggota panti lain nya sedang mencoba membantu keluar dan memadamkan api. Reyhan bingung mencari Alma tidak ketemu. Dan ketika itu ledakan semakin membesar membakar gedung Panti Asuhan itu dan beberapa orang yang masih terjebak di dalam.
Ketika Alma pingsan di belakang Pak Trisno melihat ada yang tergeletak di bawah dan segera membantu mengangkat danmembantu nya.
Ke Esokan Harinya
Semua yang selamat di rawat di RS terdekat, tidak banyak selamat waktu itu, ketika Reyhan sadar dengan kepala
yang berat di mengingat di mana ini “gumam hati nya” Lalu dr. Hendra masuk ke dalam melihat
ke adaan Reyhan.
Ø dr. Hendra : Kau sudah sadar nak?
Ø Reyhan : Oh ada dr. Hendra di sini, kepala saya agak sedikit pusing dan rasanta nafas saya sedikit sesak rasanya dok
Ø Reyhan : Astaga kenapa aku sampai lupa bagaimana keadaan Alma sekarang ya “ dia berbicara dalam hati”
Ø dr. Hendra : Apakah kau baik-baik saja nak?
Ø Reyhan : Iya saya tidak apa-apa, oh ya dokter Hendra bagaimana keadaan teman-teman yang lain nya? Dna yang selamat apakah saya bisa bertemu?
Ø dr. Hendra : Hmm… kejadian kebakaran semalam banyak yang tidak tertolong Nak, Yang saya tau Melisa dan beberapaorang saja.
Ø Reyhan : Apakah dr. Hendra melihat Alma dok?
Ø dr. Hendra : saya tidak yakin nak, karena banyak jenazah yang tidak bisa di kenali lagi karena hangus terbakar, nanti kau bisa melihatnya sendiri.
Ø Reyhan : Alma bagaimana keadaan mu sekarang, aku benar-benar mengkhawatirkan mu “ seru Reyhan dalam hati”
Ø dr. Hendra : Baiklah saya tinggal dulu, kau beristirahatlah agar kesehatanmu segera pulih.
Diruangan lain di RS tsb Alma masih tidak sadarkan diri, dia masih pingsan, tetapi dr. Hendra atau yang lain nya tidak mengetahui kalau Alma adalah korban kebakaran di Panti itu. Di ruangan Alma hanya ada Pak Trisno.
Pak Trisno adalah tukang kebun Panti yang ketika akan keluar panti menyelamatkan diri dia melihat Alma tergeletak tak sadarkan diri dan akhirnya Pak Trisno membawa Alma ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.