Almeera

Almeera
BAB 21


Setelah membereskan pekerjaan nya Alma bergegas


segera pulang, karena sudah mulai larut juga


Sejak dari tadi rasanya pikiran Alma


memikirkan CEO nya tadi, rasanya wajah Reyhan menari-nari di dalam kepala dan


hati nya. Rasanya ketika saat bertatap muka dengan Reyhan Alma merasa sudah


mengenal pria itu sejak lama. “ Kenapa bayangan Tuan Rey selalu ada di pikiran


ku… rasanya dia seperti Kakak. Kakak… Alma rindu, tatapan nya berubah sendu


seakan mengingat kebakaran waktu dipanti asuhan. Sampai sekarang pun Alma tidak


tau apakah  Kak Rey nya masih hidup atau


sudah meninggal, rasanya kehilangan jejak sejak kejadian kebakaran itu.


Setelah itu Rey membersihkan celana nya


yang terkena tumpahan kopi, dia memandang kota dari balkon ruang nya, dia


merasa saat bertatap muka dengan office girl tadi Reyhan merasa sudah mengenal


gadis itu sejak lama. Tatapan mata itu rasanya tidak asing untuk nya. Reyhan


mengingat – ingat kejadian dulu saat kebakaran panti asuhan, Reyhan juga tidak


tau apakah Alma nya selamat waktu kebakaran atau sudah meninggal. Reyhan


mengingat teman masa kecilnya itu.


Jam sudah menunjuk kan jam 21.00 wib,


Alma mulai mengayuh sepedanya untuk pulang ke kost nya, dari tempat nya bekerja


dengan tempat tinggal nya sekitar 45 menit perjalanan jika menggunakan sepeda


kayuh nya.


Jalanan mulai sepi, Alma dengan cepat


sepi seperti ini, rasanya dia was was. Ketika mengayuh sepeda nya dia di hadang


oleh 2 pemuda, keringat dingin bercucuran di dahinya rasanya dia sudah gemetar


takut jika 2 pemuda di hadapan nya itu melakukan pembunuhan atau apa dia sudah


bergidik ngeri.


Terjadi tarik menarik antara Alma dengan


2 pemuda  tadi yang menghadangnya, pemuda


satunya menarik-narik tas Alma ingin mengambil dompet atau barang berharga lain


nya. Dan pemuda satu nya memgangi Alma agar tidak lari.


“Tolong…tolong… tolong lepaskan saya,


jangan ambil uang saya, saya mohon” ronta Alma


“ pria yang memegang dompet Alma hanya


tersenyum sinis, karena di dalam dompet Alma hanya ada uang 300.000” hanya ini???


Cepat serahkan Hp dan tiba-tiba pria itu menarik kalung Alma.


Alma menangis meronta, bukan uang yang


di tangisi melainkan kalung yang di rampas, “ kembalikan kalung saya, saya


mohon kembalikan” ratap Alma


Mobil Sport warna hitam Metalik itu


melintas dan berhenti, seketika itu memukuli para pemuda itu.


Bugh


Bugh


Bugh