
Setelah membereskan pekerjaan nya Alma bergegas
segera pulang, karena sudah mulai larut juga
Sejak dari tadi rasanya pikiran Alma
memikirkan CEO nya tadi, rasanya wajah Reyhan menari-nari di dalam kepala dan
hati nya. Rasanya ketika saat bertatap muka dengan Reyhan Alma merasa sudah
mengenal pria itu sejak lama. “ Kenapa bayangan Tuan Rey selalu ada di pikiran
ku… rasanya dia seperti Kakak. Kakak… Alma rindu, tatapan nya berubah sendu
seakan mengingat kebakaran waktu dipanti asuhan. Sampai sekarang pun Alma tidak
tau apakah Kak Rey nya masih hidup atau
sudah meninggal, rasanya kehilangan jejak sejak kejadian kebakaran itu.
Setelah itu Rey membersihkan celana nya
yang terkena tumpahan kopi, dia memandang kota dari balkon ruang nya, dia
merasa saat bertatap muka dengan office girl tadi Reyhan merasa sudah mengenal
gadis itu sejak lama. Tatapan mata itu rasanya tidak asing untuk nya. Reyhan
mengingat – ingat kejadian dulu saat kebakaran panti asuhan, Reyhan juga tidak
tau apakah Alma nya selamat waktu kebakaran atau sudah meninggal. Reyhan
mengingat teman masa kecilnya itu.
Jam sudah menunjuk kan jam 21.00 wib,
Alma mulai mengayuh sepedanya untuk pulang ke kost nya, dari tempat nya bekerja
dengan tempat tinggal nya sekitar 45 menit perjalanan jika menggunakan sepeda
kayuh nya.
Jalanan mulai sepi, Alma dengan cepat
sepi seperti ini, rasanya dia was was. Ketika mengayuh sepeda nya dia di hadang
oleh 2 pemuda, keringat dingin bercucuran di dahinya rasanya dia sudah gemetar
takut jika 2 pemuda di hadapan nya itu melakukan pembunuhan atau apa dia sudah
bergidik ngeri.
Terjadi tarik menarik antara Alma dengan
2 pemuda tadi yang menghadangnya, pemuda
satunya menarik-narik tas Alma ingin mengambil dompet atau barang berharga lain
nya. Dan pemuda satu nya memgangi Alma agar tidak lari.
“Tolong…tolong… tolong lepaskan saya,
jangan ambil uang saya, saya mohon” ronta Alma
“ pria yang memegang dompet Alma hanya
tersenyum sinis, karena di dalam dompet Alma hanya ada uang 300.000” hanya ini???
Cepat serahkan Hp dan tiba-tiba pria itu menarik kalung Alma.
Alma menangis meronta, bukan uang yang
di tangisi melainkan kalung yang di rampas, “ kembalikan kalung saya, saya
mohon kembalikan” ratap Alma
Mobil Sport warna hitam Metalik itu
melintas dan berhenti, seketika itu memukuli para pemuda itu.
Bugh
Bugh
Bugh