Almeera

Almeera
BAB 12


Masa Ospek MABA sudah di mulai


Alma dan Alya sama-sama mengambil kuliah Kedokteran. Pagi itu di mulai dengan Upacara di lapangan


Kampus semua mahasiswa dan mahasiswi baru semua berkumpul untuk Upacara Bendera


terlebih dahulu sebelum melakukan OSPEK.


1 Minggu sudah mereka melewati masa OSPEK dan perkenalan antar mahasiswa mahasiswi baru.


Dan saat ini adalah bulan pertama memulai pendidikan mereka sebagai Mahasiswi kedokteran. Alma sedikit


merasa tidak PD dengan penampilan nya dikarenakan semua mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kedokteran adalah orang yang mampu bahkan dari mereka semua membawa mobil pribadi.


Saat jam kuliah selesai Alya dan Alma ke kantin untuk menunggu Jam kuliah


selanjutnya.


“Al,kenapa tampak murung? Apakah kamu ada masalah?” Tanya Alya kepada Alma “eumm.. ga ada sih Al, Cuma aku sedikiti minder dang a PD aja. Kamu tau kan mahasiswa dan mahasiswi yang satu kelas sama kita semua nya orang berada, bahkan semua bawa mobil pribadi Al, lagian apa mereka mau berteman sama aku?” Jawab Alma.


"Hemm.. kamu ini Al seperti tidak ada hal pentig saja, memikirkan hal konyol seperti itu. Kamu tidak usah merasa rendah diri dan kamu tidak perlu merasa seperti itu, kalaupun mereka tidak mau berteman denganmu kan masih ada aku disamping kamu hehehe” balas Alya


“Kamu benar Al, aku harus semangat untuk mengejar cita-citaku, aku ingin membuat Alm. Bapak bahagia disana. Sepertinya aku harus mencari pekerjaan paruh waktu untuk tambahan biaya kuliah ku Al, karena kamu tau sendiri aku tidak mungkin hanya mengandalkan beasiswa saja, untuk kebutuhan yang lain aku juga harus menyiapkan


nya dari sekarang, jadi buruh cuci atau apapun lah aku mau dan tidak mengganggu jadwal kuliah” ucap Alma


 “Nanti aku bantu cari informasi lowongan paruh waktu Al jika ada, kamu tidak perlu khawatir soal biaya sehari-hari selama kamu belum mendapatkan pekerjaan itu”, timpal Alya


“TIDAK!, aku sudah terlalu banyak merepotkan mu Al, kalau untuk makan aku masih ada sisa tabungan Al, selama ini kamu sudah banyak membantuku dan aku merasa selalu merepotkanmu Al”, Jawab Alma (mata alma berkaca-kaca mengingat semua kebaikan Alya dan keluarga nya kepada nya)


“kamu ini bicara apa Al, kamu sudah ku anggap seperti saudara ku sendiri, jangan


bicara seperti itu lagi, ok”, Jawab Alya


“Ya sudah ayo kita pesan makan dulu sambil nunggu jam kuliah berikut nya” saut


Alma Mereka tidak tau kalau ada sepasang mata yang sedang memperhatiakan mereka di kantin.


Pria tampan berpenampilan sederhana, sejak awal Ospek dia mengamati Alma, namun belum pernah sama sekali ada kesempatan untuk bertegur sapa dan mengobrol. Dia mengagumii sosok Alma gadis berpenampilan sederhana, dan sangat ramah pada siapapun