
Alma dan Reyhan semakin akrab, walaupun begitu terkadang Alma salang tingkah di depan Reyhan.
Hari itu Melisa seperti biasa datang ke kantor Reyhan, berjalan dengan gaya angkuhnya. beberapa karyawan Reyhan tidak menyukai gadis itu, karena gaya nya yang sok memerintah dan seenak ya sendiri. mereke merasa Melisa belim jadi Istri CEO saja sudah bersikap seperti itu.
terkadang Melisa memperlakukan karyawan Reyhan tidak manusiawi.
Cih... dasar perempuaan tak tau malu dasar muka tembok. terdengar samar-samar dari beberapa karyawan perempuan yang tidak menyukai sosok melisa.
"pyar..."
terdengar gelas jatuh. gelas yang di bawa oleh Alma terjatuh yang tersenggol tangan Melisa.
"Apa kau tak punya mata hah"? apa kau tidak tau aku ini siapa? dasar pegawai rendahan. bentak Melisa kepada Alma
"maaf nona saya tidak sengaja, tadi nampan saya tersenggol tangan anda sehingga gelas yang saya bawa terjatuh dan tumpah di baju anda, maaf kan saya" seloroh Alma
'" lihat tunpahan kopi terkena baju yang aku gunakan, dengan gaji mu 1 th tak akan mampu mengganti baju ku ini!!! lihat saja aku akan mengadukan mu agar kau di pecat!! pegawai rendahan sepertimu hanya akan membuat masalah saja!!! teriakan Melisa yang seakan meyudut kan Alma
"Alma hanya tertunduk pasarah... rasanya dia malu di bentak di depan orang banyak, hanya karena masalah sepele"
"Ada apa ini ribut-ribut?"
tanya reyhan yang sedang melintas dan mendengar pertengakaran itu"
"lihatlah kak, pegawai mu yang tak berguna ini menumpahkan kopi di baju mahal ku, kakak harus pecat dia, gaji dia disini tak akan cukup untuk menggati harga bajuku ini"
" diamlah!! hanya baju saja yang ketumpahan kopi "HANYA KOPI!!" seloroh radit dengan penekanan kata hanya kopi.
kau ini terlalu membesar-besarkan masalah, tiap kali kau datang ke kantor ku selalu saja ada karyawan ku yang kau maki-maki, apa sebenarnya mau mu??? pergilah dan jangan buat keributan disini. usir Reyhan.
"kakak... kenapa malah memebela karyawan mu yang ta becus bekerja ini sih... aku ini calon tunanganmu!!!" Melisa bebicara dengan nada pura-pura sedih"
"Alma,apa kau tak apa-apa?" tanya Reyhan kepada Alma
" tidak tuan, saya tidak apa-apa, maaf kan saya karena sudah membuat keributan dan menumpahkan kopi pada baju nona Melisa, sekali lagi maaf kan saya tuan" jawab Alma dengan menunduk tanpa berani memandang ke arah Reyhan
"sudahlah tidak perlu diperpanjang lagi, tolong segera di bereskan agar tidak ada yang terpleset karena lantai basah tekena tumpahan kopi, setekah itu tolong bawakan Teh hangat kau bawa keruangan ku, saut Reyhan"
"baik tuan" jawab Alma segera membersihkan laintai yang basah karena tumpahan kopi, dan membuatkan teh untuk atasannya itu.
setelah selesai membuat Teh hangat, Alma bergegas ke ruangan Reyhan
saat itu Melisa masih berada dalam ruangan reyhan dan ketika Alma masuk membawakan Teh untuk reyhan Melisa tersenyum licik, saat Alma berjalan menghampiri meja reyhan, Kaki melisa sengaja mau menjegal Alma supaya terjatuh.
bukan nya malah jatuh akhirnya teh panas itu mengenai kaki Melisa (senjata makan tuan)
" Auw... auw.. panas. kau ini benar-benar tidak becus bekerja ya!!! kau ini selain bodoh juga buta. brengsek!!! beraninya kau menyiramku dengan teh panas" melisa bangkit dari duduknya dan hendak menampar Alma, Reyhan dengan sigap menahan tangan Melisa"
Tangan melisa di hempaskan begitu saja oleh reyhan, lalu Melisa malah menjambak menarik rambut Alma.
dasar pegawai rendahan!!! ejek Melisa
"ampun nona, maaf kan saya. saya benar- tidak sengaja. saya tersandung kaki kursi. saya mohon maaf kan saya" mohon Alma
"lepaskan!!!, apa yang kau lalukan padanya?? kau ini keterlaluan sekali Mel! teriak Reyhan
lihatlah kak pegawaimu ini dari tadi sudah membuatku emosi saja. dia sudah 2x menumpahkan minuman kepadaku.
jangan kau kira aku ini buta mel... cepat lepaskan dia. bentak reyhan
mau tak mau Melisa melepaskan jambakan nya di rambut Alma.
kali ini kau bebas tapi lain kali aku tak akan membiarkanmu ingat itu baik-baik!! ancam Alma
kenapa kak reyhan dari tadi membela orang tak berguna ini hah?? aku ini calon tungangan kakak. ingat itu " bentak melisa kepada radit"
cih tunangan yang benar saja. bahkan aku tak sudi di jodohkan dengan mu! kau pergilah aku muak dengan sikap konyol mu itu. jangan seenaknya saja memperlalukan karyawan ku seperri itu di kantor ku! cepat keluar atau aku panggilkan security untuk menyeretmu dari sini!!!! jawab reyhan tak kalah emosi
Alma hanya diam mematung di ruangan itu. dia bingung... kenapa hari ini dia membuat kesalahan terus. dia takut jika sampai di pecat oleh radit.
"tuan maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja, saya benar-benar minta maaf, saya mohon jangan pecat saya" mohon Alma setelah membersihkan timpahan teh dan gelas diruangan reyhan
sudah lah tidak perlu diperpanjang lagi, sepertinya kau lelah dan tak konsentrasi bekerja. sebaiknya kau pulang saja.
" terima kasih tuan, saya permisi"
"ada apa dengan dia sepertinya dia banyak madalah sehingga tidak fokus kerja" batin reyhan dalam hati