Almeera

Almeera
BAB 10


Setelah jenazah Pak Trisno di makamkan, Alma masih belum mau beranjak dari makam, dia menangis sesenggukan mengingat Pak Trisnoyang selama ini sudah sangat baik merawat Alma, Alma sudah menganggap Pak Trisno seperti orang tuanya sendiri.


Tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk bahu Alma “Nak Alma, ayo pulang tidak baik kalau terus-terusan seperti ini, hidup harus tetap berjalan, saya tau ini berat buatmu nak, ini sudah takdir dari yang maha


kuasa, nak Alma harus bisa menerima ini semua” pesan Pak RT pad Alma, lalu Pak RT menyedorkan Amplop kepada Alma “nak Alma, ini ada titipan untuk mu, 3 hari yang lalu sebelum meninggal nya,  PakTrisno menitipkan ini kepada saya, untuk diberikan kepadamu. Ucap Pak RT “ ini apa pak?” Tanya Almira, “bukalah jika kamu sudah samapai rumah” jawab Pak RT.


Alma beranjak dari makam Pak Trisno menuju kerumah, dia ingin segera membuka amplop yang dititipkan kepada Pak RT. Setelah dari rumah Alma membuka amplop tsb, dan Alma hanya bisa menangis kala membaca surat dari


Pak Trisno


***“ Alma Anak ku…. Apakah kau tau nak, Bapak sangat bahagia memiliki anak seperti mu,  Bapak merasa seperti hidup kembali setelah Istri & Anak bapak meninggal. Kamu adalah pelipur lara untuk Bapak. Bapak sangat menyayangimu sampai kapan pun. Maafkan Bapak belum bisa menjadi Bapak yang baik untuk mu, bahkan memberikan kehidupan yang layak seperti anak lain nya di usiamu. Bapak harap kamu tidak pernah kecewa menjadi anak ku.



*Bapak menyayangimu tulus seperti anak kandung bapak sendiri, jika nanti bapak sudah tidak bersama mu lagi jaga diri baik-baik, dan jagalah kehormatanmu selayaknya kau menjaga bapak selama ini.***Dan satu lagi bapak ada sedikit uang yang sebelumnya bapak kumpulkan untuk biaya kamu sekolah nanti nya, walaupun jumlah nya tidak banyak setidaknya ini sedikit membantumu.**


``Salam``


Trisno“


Alma membaca surat itu dengan tangisanyang menjadi-jadi, dalam tangisan nya Alma berucap “Alma juga sangat sayang sama bapak, kenapa alma di tinggal pak, kenapa? Rasanya alma tidak mampu untuk menjalani hidup ini, alma sedih pak, harus bagaimana menjalani hidup ini tanpa bapak disisi Alma” alma terus menangis tak terasa dia terlelap kelelahan menangis dengan kejadian yang baru saja di alami nya. Kehilangan orang tua yang


sangat di sayangi nya walaupun bukan orang tua kandung, dengan Pak Trisno alma bisa merasakan kasih sayang seorang ayah kepada anak nya”


#1 Bulan kemudian


Ujian sekolah Alma sedang berlangsung selama 3 hari, Alma benar-benar menyiapkan dirinya untuk ujian ini, dia ingin lulus dengan hasil yang baik, dia tidak ingin mengecewakan bapak nya.


“Pak hari ini Alma ujian, semoga Alma bis mendapatkan nilai yang bagus” berucap dalam hati.


Alma sudah melewati 3 hari ujian nya yang di rasa dia yakin akan hasil ujian nya, setelah pulang dari sekolah Alma langsung pergi ke tempat Agen untuk pamit mengundurkan diri kepada pemilik agen tempatnya bekerja. Dulu saat Alma masih menjadi kuli dia juga punya kerja sampingan sebagai buruh cuci & membuat kue yang dititipkan ke warung-warung di rumahnya.


Kondisi badan nya tidak mampu lagi untuk mengangkat berat sehingga memaksa nya untuk keluar dari pekerjaan kuli nya. Setibanya di tempat nya kerja “


Ø  Alma               : selamat siang pak “ sapa Alma


Ø  Pemilik Agen  : eh ada Nak Alma, ada yang bisa saya bantu?


Ø  Alma               : Saya mohon maaf sebelumnya pak, hari ini saya mau pamit untuk tidak lagi bekerja disini pak


Ø  Pemilik Agen  : ada apa memangnya?


Ø  Pemilik Agen  : Oh begitu..


Ø  Alma               : Baik lah pak, sy permisi dulu, saya ucapkan terima kasih kepada bapak yang selama ini sudah sangat baik menerima saya bekerja disini


Ø  Pemilik Agen  : Tunggu Nak Alma, ini untuk mu (memberikan sebuah amplop)


Ø  Alma               : Apa ini pak?


Ø  Pemilik Agen  : Ini untuk mu, jangan menolak rezeki, ga baik


Ø  Alma               : tapi pak


Ø  Pemilik Agen  : kamu terima ya, jangan menolak


Ø  Alma               : baiklah pak, sekali lagi say ucapkan terima kasih banyak, semoga tuhan membalas kebaikan bapak.


#1 Minggu kemudian


Hasil kelulusan pun di umumkan dan Alma mendapatkan hasil terbaik di sekolahnya, Alma benar-benar senang lulus dengan hasil yang baik.


“Pak, Alma lulus dengan nilai yang baik” berucap


dalam hati nya


“Alma .. Alma”  apakah kamu tidak mendengar saya memanggil mu?” tiba-tiba suara itu


membuyarkan lamunan Alma “Eh iya pak maaf saya tidak mendengar, ada perlu apa


pak?” Tanya Alma kepada wakil kepala sekolah. Pak Kepala Sekolah memanggilmu


untuk ke ruang nya “ Deg… tiba-tiba jantung nya berdegub kencang” maaf pak ada


apa Pak Kepala sekolah memanggil saya?” Tanya nya lagi, “ sebaiknya kamu


keruangan beliau saja, nanti kamu akan tau” jawab Bapak Wakil kepala sekolah.


“Oh begitu, baiklah pak, saya akan kesana, terima kasih” jawab Alma