Almeera

Almeera
BAB 3


Ke esokan harinya Alma hanya tertunduk  rasanya dia tidak bisa menatap teman-teman nya, Alma berjalan di lorong Panti Asuhan dan melihat Reyhan “ Kak Reyhan” sapa ku, dan Reyhan menoleh ke Alma, kenapa mata mu bengkak begitu? Tanya reyhan, apakah aku menangis semalaman?? Tanyanya lagi, Maafkan aku kak, apa yang di tuduhkan Melisa itu tidak benar aku sama sekali tidak tau dan tidak pernah punya pikiran untuk meracuni anggota panti apalagi membunuh!! Kakak percaya kan pada ku? Tanya Alma.


“Hemm” reyhan hanya diam, sudah jangan menangis lagi, kita akan cari tau siapa yang melakukan ini,


jangan sedih lagi ya, baik lah kak. Setelah bertemu reyhan, Alma melangkahkan kaki akan membersihkan halaman Panti tiba-tiba ada suara yang memanggilnya “Alma kau dipanggil Bu Hamidah”, hanya dibalas anggukan oleh Alma.


“Tok-tok Assalamualikum, Ibu memanggil saya, ada apa? Duduk lah Alma, Bu Hamidah menjawab. Jujurlah kepada Ibu apakah benar kau memberi racun kepada kami Alma?? Alma tertunduk dan menggelengkan kepala, lalu berucap “ Demi Allah bu, saya sama sekali tidak melakukan apa yang seperti di tuduhkan oleh Melisa, saya tidak tau menahu soal itu bu, saya tidak sampai hati atau punya pikiran untukmembuat anggota panti celaka”, Bu Hamidah hanya diam, dan menghela napas “


Allah tidak tidur bu, Allah akan memberi petunjuk siapa yang melakukan itu, tapi Ibu harus percaya Alma,


Setelah beranjak dari ruangan Bu Hamidah tiba-tiba dari belakang Melisa mendorong Alma dan ketika itu Alma langsung tersungkur dan kaget, Dasar kau ini anak sialan “umpat Melisa”, dan tiba-tiba Melisa menyiram Alma dengan Air kotor dan sampah, Alma hanya menangis dan tanpa perlawanan, Melisa mengolok-olok Alma dan Reyhan mendengar tangisan Alma langsung bergegas membantu Alma, dan membela alma, “Hey apa yang


kau lakukan Mel? Apa kau ini sudah tidak waras hah??? Bentak Reyhan kepada Melisa


Melisa tak bergeming dan melontarkan kata-kata kasar yang membuat Alma menangis menjadi-jadi, dasar


kau ini anak tidak tau terima kasih, membawa sial dan kau tau kau itu adalah anak haram!!!. Reyhan sangat marah ketika melisa menyebut nya anak haram. “Jaga bicaramu Mel, kau jangan melewati batas!!” aku akan bilang ke Bu Hamidah soal kelakuan mu ini!! Bentak Reyhan, dan mengajak Alma pergi dari situ. Melisa melihat kepergian mereka semakin kesal dalam batin nya “ kenapa Reyhan selalu membela Alma, apa bagusnya anak itu” huuh