
Alma mencoba mencari pekerjaan seadanya buruh cuci, penjaga warung atau apalah yang penting abisa mendapatkan uang untuk bisa bu bayar sekolah dan biaya ujian nanti. Harus terkumpul dalam 2 bulan ini “ AYO SEMANGAT ALMA, KAMU BISA!!” Alma menyemangati diri
nya sendiri.
Alma berjalan melewati pasar, dan menanyakan beberapa toko disana apakah ada yang membutuhkan karyawan, tapi saying beberapa toko yang di datangi alma sedang tidak butuh karyawan, Alma berpikir sejenak, apa aku bisa jadi kuli panggul seperti ibu-ibu disana itu ya? Akan aku coba “Gumam Alma”
Alma mendatangi Agen sembago di sebelah pasar tadi,
apakah masihmenerima lowongan disana sebagai kuli pun taka pa.
Ø Alma : Permisi pak, apa agen di sini tidak membutuhkan pegawai pak? Karena saya sedang
membutuhkan pekerjaan untuk biaya sekolah saya pak
Ø Pemilik Agen : kalau untuk karyawan kami belum butuh dek
Ø Alma : Begitu ya pak
Ø Pemilik Agen : kalau kamu mau jadi kuli, karena di sini butuh kuli dek, bagaimana??
Ø Alma : oh Alhamdulilah tidak apa-apa pak, saya mau asalkan halal apapun saya mau pak, terima kasih
Ø Pemilik Agen : mulai besok kamu bisa mulai kerja, dan untuk upah nya saya memberikan tiap hari tinggal menghitung berapa kali kamu angkutin karung-karung yang dari Pabrik sembako itu, tiap karung nya Rp.5.000.-
Ø Alma : tidak apa-apa pak, saya mau,
besok saya akan datang mulai bekerja, setelah pulang sekolah, terima kasih pak
Alma mengucap syukur berkali-kali karena dia
mendapatkan pekerjaan dan bisa membantu bapak. Sampai nya dirumah Alma
memberitahu Pak Trisno kalau sudah di terima bekerja.
Ø Alma : Pak, alhamdulilah alma sudah mendapatkan pekerjaan
Ø Pak Trisno : Kerja? Kerja dimana nak?
Ø Alma : Sebagai pelayan toko pak, di
pasar (maafkan alma pak, alma harus berbohong, alma tidak mau buat bapak khawatir
Ø Pak Trisno : oh begitu, baiklah nak kerja yang rajin ya
Ke Esokan Hari nya
Alma sudah di sibuk kan dengan pekerjaan barunya
sebagai kuli panggul di agen sembako di dekat pasar, Alma semangat sekali.
Dan Alma mulai mengangkuti karung-karung itu di
taruh di gudang penyimpanan, 3x alma mengangkut karung-karung itu terasa sakit
punggung nya. Dan beristirahat sejenak untuk mengatur nafas.
Aku harus semangat ini demi Bapak dan biaya sekolah
ku, aku tidak ingin membebani bapak. Bapak sudah terlalu baik kepadaku. “Ya
Allah kuatkan hati ku. Sehat kan badan ku, supaya aku bisa terus bekerja,
walaupun sebagai kuli tidak apa-apa” doa Alma dalam hati.
Jam sudah menunjukan pukul 14.30 tandanya toko agen
sembako akan segera tutup, Alma bergegas membersihkan diri, dan menuju Meja
kasir untuk menerima upah. Alma ini upah kamu hari ini Rp. 55.000,- terima kasih pak, ucap alma
Alhamdulilah aku hari ini mendapatkan rejeki, kalau
setiap hari aku bisa mengangkut lebih banyak karung aku bisa mendapatkan uang
lebih, “gumam Alma”
Setibanya di rumah Alma membersihkan rumah dan
memasak makan malam seadanya untuk alma dan Pak Trisno, hari ini masak nasi
goreng saja, karena Cuma ada nasi, tidak ada lauk, walaupun begitu Alma masih
seadanya.
Sudah sekitar 2 minggu Alma bekerja di agen tsb,
Alma merasa benar-benar lelah dengan hari-harinya tetapi dia tak patah semangat
untuk mengais rejeki, terkadang dia juga menerima cucian untuk menambah
penghasilan untuk biaya ujian dan sehari-hari untuk membantu Pak Trisno.
#1 Bulan Kemudian
Ketika Alma akan berangkat sekolah tiba_tiba ada yang
mengetuk pintu rumah nya Tok..tok… Alma..Alma apakah kau dirumah teriak
seseorang di luar “ iya, tunggu sebentar” saut Alma.
Ada yang bisa Alma bantu Pak? Tanya Alma kepada seseorang yang tak lain adalah RT di rumah nya “ Begini Alma tadi saya dapat kabar kalau Pak Trisno sedang di Rumah Sakit dan kondisinya sedang kritis”
seketika Alma kaget dan menangis “Ba..bagaimana bisa pak?” Tanya Alma, "Pak Trisno korban tabrak lari, ayo segera kita kesana nak" jawab Pak RT. Mereka bergegas berangkat ke RS.
Setibanya di RS, Alma kaget melihat kondisi Pak Trisno seperti itu, dia hanya menangis tanpa bisa berkata apa-apa, Alma mencium punggung tangan Pak Trisno “ Bapak harus kuat, Bapak harus segera pulih, Bapak
jangan tinggalin Alma pak, Alma mohon ayo bangunlah sambil terisak melihat kondisi Pak Trisno.
Tak lama suster datang untuk memberitahu Alma harus keruang Administrasi untuk tanda tangan persetujuan operasi “Deg batin Alma dalam hati, Biaya nya pasti sangat mahal, sedangkan Alma tidak punya cukup
uang, untuk makan sehari-hari saja sudah pas-pas an, Alma hanya ada uang yangnanti akan di bayarkan untuk biaya ujian dan pasti itu tidak akan cukup” Alma berjalan gontai mengikuti suster, dan di depan
ruang administrasi ada Pak RT yang menunggu Alma “ Bapak ada disini? Saya kira tadi sudah pulang”, Belum nak, Bapak masih khawatir dengan kondisi bapak mu.
Alma hanya diam menatap nanar Pak RT, Pak RT seakan tau apa yang ada dipikiran Alma
Pak RT : Saya tau yang nak Alma pikirkan, biaya Operasi nya memang tidak sedikit, saya akan membantu, mengingat kebaikan Pak Trisno kepada keluarga saya.
Alma : Hanya menangis dan mengangguk
Pak RT : Mudah-mudahan Pak Trisno segera sadar, dan pulih setelah
menjalani operasi, yang sabar ya nak Alma
Alma : terima kasih pak atas bantuan nya, saya tidak tau harus bagaimana pak, semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak
Alma kembali keruangan Pak Trisno sedang Pak RT menunggu di luar ruangan, di dalam ruangan Alma menatap Pak Trisno, hatinya benar-benar gundah seakan takut jika Pak Trisno meninggal. “ Pak, Bapak harus
kuat ya, Bapak harus sehat lagi, Bapak kan sudah janji sama Alma kalau nanti Wisudah kelulusan sekolah Alma bapak akan datang, Pak Alma mohon ayo bangunlah
pak.. alma semakin terisak”
Tiba-tiba tubuh Pak Trisno kejang, Alma lekas lari memanggil suster yang berjaga, tak lama suster ke ruangan Pak Trisno dengan dokter yang merawatnya “ Tolong Bapak saya dokter, saya mohon” Alma memohon pada dokter, “ Kami akan berusaha sebaik mungkin nona” Alma menunggu lama di luar mondar mandir gelisah,
Pak RT yang melihat seakan tau apa yang sedang Alma rasakan.
“Nak.. bersabarlah, kita doakan sama-sama, semoga bapak
mu bisa melewati masa kritisnya”, Alma hanya diam mematung dengan belinang air
mata tak mejawab Pak RT.
30 menit kemudian, dokter keluar dari ruangan, Alma menghampiri “Ba bagaima keadaan bapak saya dok?”, Tanya Alma”, dokter menghela nafas nya dengan kasar “ Maaf nona, kami sudah berupaya sebaik mungkin, namun
tuhan berkehendak lain”, jawab dokter. “ma maksud dokter apa berbicara seperti itu?” seakan alma tidak percaya “itu tidak mungkin, tidak mungkin bapak meninggalkan Alma, tidak mungkin!!!” alma menangis histeris seakan tak sanggup menopang tubuhnya, lalu lemas terduduk di bawah. Pak RT membantu Alma untuk
duduk di kursi.
“Yang sabar ya Nak Alma, semoga tuhan memberikan tempat yang layak disisinya”, Alma hanya menggeleng menangis sejadi-jadinya, lalu Alma berlari masuk ke ruangan Pak Trisno, membuka kain putih penutup tubuh
Pak Trisno, Alma menangis sejadi-jadinya dan memeluk Pak Trisno “Bapak kenapa tinggalin Alma, Alma sudah tidak punya siapa-siap lagi, lalu bagaimana Alma melewati ini semua tanpa Bapak? Apa Bapak tidak sayang Alma pak? Kenapa bapak ninggalin Alma?? Alma mohon bangun lah pak hiks..hiks..”
Pak RT masuk keruangan Pak Trisno dan menenankan Alma “ sudah nak jangan seperti itu, kamu harus ikhlas kan bapakmu, agar dia tenang disana, doakan bapak mu, bapak mu akan sedih kalau melihat mu seperti
ini” kata Pak RT.