Almeera

Almeera
BAB 4


Alma hanya menangis dan meratapi kejadian ini “ jangan sedih terus, ya. Jadilah wanita kuat, jangan cengeng, ok” kata-kata Reyhan mampu mmebuat Alma sedikit tenang. Baiklah sekarang bersihkan semua kotoran dibadan mu dan jangan bersedih lagi, aku akan selalu menjaga mu Alma, ucapan Reyhan seakan membuat Alma menjadi malu, dan senang.


Setelah Almamembersihkan tubuhnya, dia beranjak sholat, agar hati nya sedikit tenang,


“ Ya Allah ampuni semua


dosa-dosaku dan perbuatan ku, engkau tau semua apa yang di lakukan oleh umat


mu, Engkau maha mengetahui atas apa yang terjadi pada umatmu. Berikan petunjuk


mu Ya allah, kuatkan aku menjalani ini semua, lindungilah semua orang yang ku


sayangi “ Amien


Setelah selesai sholat, tiba-tiba Melisa masuk ke dalam kamar Alma “ Dasar kau ini kenapa Reyhan selalu


membelamu!!, aku benar-benar membencimu Alma, kau tidak pantas mendapat perhatian semua orang!!, sebaiknya kau pergi dari panti ini!” ucap Melisa dengan Marah.


Apa yang membuatmu sebenci itu kepadaku Mel? Aku tidak pernah jahat atau mencari gara-gara kepadamu,


Iya aku sangat membenci mu kau adalah orang yang munafik, dan aku tidak suka semua orang perhatian kepadamu, terlebih Reyhan!! Jawab Melisa.


Jangan kau isi hati mu dengan kedengkian Mel, kau sendiri yang kan tersiksa nantinya, Melisa yang


geram dengan jawaban Alma, tidak usah menceramahi aku!!  lalu mendorong tubuh Alma dan mencakar wajah Alma, Alma hanya menangis kesakitan. Lalu Melisa berucap “ Asal kau tau aku lah yang memberi campuran di makanan waktu itu, dan kau tau semua orang mempercayaiitu!!! Ha ha ha dan sampai kapan pun aku akan membuatmu menderita Alma!!! Lalu Melisa beranjak pergi.


Alma hanya menangis dengan menahan sakit di wajahnya “ Ya Allah lindungilah hamba” hanya itu yang


mampu di ucapkan Alma. Ketika Melisa masuk kamar Alma Reyhan melihat dan menguping pembicaraan mereka, dan Reyhan kaget atas pengakuan Melisa, Reyhan tidak mungkin masuk ke dalam kamar Alma. Reyhan


gusar dan tak tenang ingin bertemu dengan Alma, dan ingin melihat kondisinya


seperti ini. “ Alma maafkan aku, disaat kamu seperti ini aku tidak bisa


mendampingimu, kakak macam apa aku ini” dungus Reyhan kesal