Almeera

Almeera
BAB 22


Ya… Pria itu adalah Reyhan, Alma


menjerit ketakutan melihat adegan pemukulan yang ada di depan nya rasanya dia benar-benar syok melihat kejadian seperti itu.


Alma berteriak minta tolong, akhirnya


ada bebrapa warga yang melintas di sana dan membantu Reyhan meringkus 2 Pemuda yang terkenal sebagai pembuat Onar, yang sering meresahkan warga.


Alma masih menangis sesenggukan melihat tubuh Reyhan yang sudah ada lebam-lebam di wajah nya.


Lalu Alma menghampiri Reyhan “ Tuan Rey, apakah anda tidak apa-apa? Mari saya antar ke Klinik atau Rumah Sakit terdekat untuk memeriksakan luka anda”  ucap Alma


menatap nanar Reyhan.


“ Saya, tidak apa-apa, apakah kamu


terluka oleh 2 pemuda tadi?” Tanya Reyhan


“Tidak tuan, saya baik-baik saja. Terima


kasih sudah membantu saya, saya minta maaf karena menolong saya Tuan Rey jadi terluka” Jawab Alma dan bulir-bulir air mata nya sudah tak terbendung lagi.


Reyhan menatap sendu Alma, rasanya di


DeJavu, seperti melihat sosok Alma kecilnya, lamunan reyhan Buyar ketika orang kepercayaan Reyhan datang, membantu Reyhan bangkit dan masuk ke dalam mobil.


“Hey… Ayo saya antar kan kamu pulang,


ini sudah malam” cerca Reyhan, lalu Alma menggelang dan berkata “ Tidak usah tuan terima kasih, saya bisa pulang sendiri, maaf sudah meropotkan tuan Rey” ucap Alma


“ Sudahlah.. saya tidak mau mendengar


Akhirnya Alma menurut, dan bergegas


membereskan barang-barang nya yang sudah tercecer di jalan akibat 2 pemuda


tadi, dan tak lupa dia memakai kalung pemberian orang tuanya.


Selama di dalam mobil perjalan pulang


hening… tidak ada obrolan diantara mereka berdua. Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.


“ Ehemm.. reyhan berdeham, nama kamu


siapa??” Tanya Reyhan


“ Saya, Mira tuan” jawab Alma menunduk


“ Oh…, apakah kamu sering pulang malam seperti ini setiap hari? Pertanyaan penuh selidik dari Reyhan


“ Tidak selalu malam tuan, hanya


beberapak kali dalam 1 minggu, kebutulan saya ambil shift Siang jadi saya pulang agak malam” jawab Alma masih menunduk


“ Apakah tidak pernah di ajarkan sopan


santun orang tuamu??? Kalau di ajak bicara tatap muka lawan bicara!!” hardik Reyhan


“Maaf tuan, saya tidak ada maksud


seperti itu” jawab Alma dengan suara parau nya