Almeera

Almeera
BAB 27


setelah kejadian mengharukan itu mereka larut dalam pikiran masing-masing. Tangisan mereka berdua pecah setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu lagi setelah insiden kebakaran di panti asuhan. Reyhan tak pernah lelah untuk mencari keberadaan Alma. Akhirnya Reyhan bisa bertemu dengan orang yang di rindukan nya itu.


Padahal mereka berdua 1 kantor tapi tidak ada yang menyadari perubahan fisik diantara keduanya.


setelah melepas kerinduan nya akhirnya Alma mengajak Reyhan ke rumah Pak Trisno.


Kak ini adalah rumah peninggalan Alm. Pak Trisno, dulu setelah kejadian kebakaran itu Pak Trisno mengajak aku tinggal disini. Pak Trisno merawat dan menganggap aku sebagai anak nya sendiri.


Reyhan masih melihat sekeliling rumah sederhana itu, bisa di bilang jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan kehidupan nya sekarang.


Kau pasti melewati masa-masa yang sulit Alma, tinggal di rumah seperti ini, aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan mu dulu waktu bersama Pak Trisno. ucap Reyhan


hening sesaat...


Walaupun kehidupan kami dulu bisa di bilang susah tapi aku tetap bersyukur kak, masih ada orang yang mau menerimaku bahkan menggap ku sebagai keluarga. aku tidak akan tau bagaimana nasib ku jika dulu tidak bertemu dengan Pak Trisno.


setelah kembali dari sini apa rencanamu Alma? tanya Reyhan


yah.. seperti yang kakak tau aku ini kan bawahanmu ya pasti aku tetap bekerja di perusahaan mu dan akan tetap melanjutkan pendidikan ku. jawab Alma


ikutlah dengan ku Alma, kau tidak usah bekerja lagi di kantorku. aku kan membiayai semua keperluan mu termasuk biaya pendidikan dan tempat tinggal, kau tidak perlu khawatir, sudah cukup kesusahan yang kau alami aku tidak akan membiarkan mu. balas Reyhan


Tidak kak, aku tidak mau bergantung pada siapapun. Aku masih mampu untuk menghidupi diriku sendiri, aku mau berusaha dengan usaha ku sendiri tanpa merepotkan orang lain.


aku mohon jangan menolak bantuan ku Alma, aku masih ingat janjiku padamu waktu itu, kalau aku akan menjagamu. tidak perlu memikirkan apapun sekarang kau fokus saja dengan pendidikan mu.


Alma diam saja, untuk saat ini dia malas berdebat dengan orang yang ada di depan nya.


sebaiknya kita segera kembali ke kota sebelum larut di jalan. ucap reyhan


baiklah lusa aku akan menjeputmu disini, aku tidak mau sampai kehilangan mu lagi.


Sambil beranjak reyhan mengusap kepala Alma dan memeluknya sebentar.


rasanya masih kurang lama untuk berbincang dengan Alma. orang yang sangat dia rindukan, yang di cari selama ini.


rasanya masih enggan untuk meninggalkan Alma sendirian disini, berhubung besok ada pekerjaan penting yang tidak bisa ditinggal akhirnya Reyhan bergegas kembali ke kota.




setelah kepulangan Reyhan, Alma masih berjibaku dengan pikiran nya, rasanya dia sulit percaya dengan kejadian hari ini.



orang yang selama ini dirindukan ternyata adalah bos nya sendiri, rasanya masih belum percaya.



Alma sangat bahagia bisa bertemu dengan Reyhan lagi, satu-satunya orang yang dulu di panti yang selalu menjaga nya, walaupun tidak punya ikatan darah tapi saling menyayangi satu sama lain.



Alma masih menatap nanar atas kamar pak trisno. sudah lama dia tidak pulang ke rumah ini, banyak sekali kenangan dengan pak trisno.