Almeera

Almeera
BAB 7


Pak Trisno memandangi Alma yang benar-benar kondisinya sangat menyedihkan dengan luka lebam di bagian wajah nya (Luka akibat pukulan Melisa saat sebelum terjadi kebakaran).


Malang sekali nasib mu nak, Bapak akan merawatmu, dan menganggap mu sebagai anak bapak sendiri “gumam Pak Trisno”


Ada pergerakan tangan dari Alma dan kesadaran nyamulai pulih, dia merasa sedikit pusing, “awww” pekik Alma,


Ø  Pak Trisno      : Kau sudah bangun nak Alma?


Ø  Alma               : Iya pak, agak sedikit pusing,saya dimana ini pak?


Ø  Pak Trisno      : sekarang kau ada di Rumah Sakit nak


Ø  Alma               : “hiks..hiks..hiks…


Ø  Pak Trisno      : kenapa nak Alma menangis?


Ø  Alma               : hanya menangis mengingat kejadian semalam sewaktu sebelum kejadian kebakaran dia telah di siksa dan diancam oleh Melisa, “Alma takut pak, Alma tidak punya siapa-siapa pak


Ø  Pak Trisno      : Nak Alma yang sabar ya, ada Bapak disini, nak alma tidak perlu khawatir ya


Ø   Alma              : hanya menangis sesenggukan


Ø  Alma               : oh ya pak, siapa saja yang selamat


dari kebakaran di Panti Pak, Alma ingin tau dan melihat kondisi mereka pak, karena mereka adalah keluarga Alma, Alma tidak tau harus bagaimana pak, kasihan adik-adik dipanti nanti kami semua tinggal dimana pak…


bapak tidak bisa mengenali mereka semua, kondisi jenazah mereka benar-benar


memprihatinkan (sambil berlinang air mata)


Ø  Alma               : Lalu bagaimana dengan kak Reyhan pak? Apa dia masih selamat? (peluh mengalir di wajah alma)


Ø  Pak Trisno      : hanya menggeleng


Alma menangis


sejadi-jadinya, karena Alma dan Reyhan sangat dekat, Pak Trisno memeluk Alma


dan menenangkan Alma.


Ø  Pak Trisno      : Sudah nak, Bapak tau kau sangat menyayangi Reyhan, ini sudah takdir dari yang maha kuasa, kamu harus iklas dengan kejadian yang sudah meninpa mu


Ø  Alma               : hiks…hiks… Alma takut pak, selama ini Kak Reyhan lah yang selalu membantu Alma disaat susah maupun senang, Kak Reyhan seperti kakak untuk Alma, seperti kualrga Alma sendiri


Ø  Pak Trisno      : Jika nak Alma nanti sudah


boleh pulang dari RS, nak Alma ikut Bapak saja, Bapak akan merawatmu nak


Alma hanya menangis dan mengangguk.