
Lalu Reyhan dan dr. Henrda beranjak ke kediaman dr. Hendra, sedangkan melisa ikut keluarga Pak Danu.
Di tempat lain Alma tinggal dengan Pak Trsino, “ Alma berdiri di depan jendela kamarnya, melamun entah apa yang di lamunkan” terdengar suara ketukan pintu seketika membuyarkan lamunan alma “tok…tok…tok” Alma apakau kau di dalam nak? Tanya Pak Trisno
Segera Alma membuka pintu kamar nya, ah iya pak ada yang bisa Alma bantu? Tanya Alma, kemarilah nak, kita makan bersama saut Pak Trisno, segera Alma duduk di depan Pak Trisno
Ø Pak Trisno : Makan seadanya ya nak, bapak
tidak bisa memberimu makan enak dan tempat tinggal yang layak
Ø Alma : Ah bapak kenapa bicara seperti
itu? Sudah bisa makan hari ini dan ada tempat untuk tinggal apakah sudah lebih
dari cukup pak? Bapak tidak perlu seperti itu.
Ø Pak Trisno : Bapak akan berusaha memberimu makanan dan hidup yang jauh lebih layak, karena sekarang bapak ada kamu yang menemani hari-hari bapak.
Ø Alma : Sudah lah pak, jangan berbicara seprti itu, alma akan membantu bapak untuk mencari kerja agar kebutuhan sekolah dan biaya sehari-hari bisa terpenuhi
Ø Alma : hiks..hiks… bapak, Alma akan berbakti kepada bapak, Alma akan menjadi anak yang membanggakan untuk bapak.
Pak Trisno : Sudah-sudah ayo kita makan malah nangis terus kapan makan nya nanti keburu tidak enak.
#1 Minggu kemudian
Reyhan..rey… apa kamu bisa kemari sebentar nak? Dr. Hendra memanggil, iya pa ada apa? Saut Reyhan.
Kenapa papa mengemasi barang-barang papa? Tanya Reyhan kepada dr. Hendra
Ø dr. Hendra : Nak, papa di pindah tugaskan ke kota, jadi mau tidak mau kita harus pindah.
Ø Reyhan : Tapi kenapa mendadak sekali pa?
Ø dr. Hendra : Papa dapat surat tugas nya juga baru hari ini nak, ayo kemasi barang-barang mu karena besok kita akan berangkat ke kota.
Ø Reyhan : baiklah pa kalau seperti itu