
Hari hari yang dilalui Adel cukup baik walau dia harus berhadapan dengan bos yang dingin.Hari hari Adel di kantor juga penuh dengan canda tawa karena Adel orang yang sumpel sehingga mudah akrab dengan siapa saja.Siang hari ini Ade beserta Ani yang melupakan teman dikantornya sedang makan siang di caffe dekat kantor
"Hari ini cukup melelahkan dan yahhhh...bos kita memberikan tugas yang tiada terkira".Keluh Ani.
"Sudahlah dinikmati aja,lagi pula mamang di cabang sedang ada masalah ya jadi wajar dong".Kata Adel.
"Emang ada masalah apa sih di kantor cabang?Sampai bos kita ikut turun tangan??".Tanya Ani.
"Ya katanya ada penyeludupan yang masuk ke kantor cabang dan membuat banyak kerugian disana.Sekarang kondisi disana cukup memprihatinkan".Jawab Adel.
"Kasian sekali ya bos kita harus bolak-balik".Ujar Ani.
Makan siang pun berlanjut dengan pembicaraan yang hanya meraka yang tau
#disisi lain
"Apa lo tau siapa dibalik ini semua?".Tanya Yuda.
"Kita sudah menyelidiki tapi hasilnya masih nihil.Kita juga sudah menyelidiki penyelundup itu namun dia masih bungkam dan tak mau bicara sedikit pun.Aku merasa dia dibayar seseorang untuk melakukan perbuatan ini.".Kata Arga.
"Aku pun masih memikirkan hal yang sama,detektif kita sedang menyelidiki mereka".Tambah Haris.
"Sekarang kita ambil langkah.Lo tau kan Haris?Apa yang akan Lo lakukan kepada orang itu??" Tanya Yuda dengan licik.
"Ya aku tau sobat apa yang harus aku lakukan".Jawab Haris.
"Buat dia buka mulut dengan cara apapun".Titah Yuda. "Dan Lo tangani masalah di kantor cabang,gue percaya Lo bisa".Tambah Yuda
"Yaa..Kita akan segera menyelesaikan masalah ini".Kata Arga.
Setelah mereka selesai berbicara,mereka mulai rencana mereka seperti apa yang sudah direncanakan.Mereka tidak mempunyai waktu untuk memikirkan pujaan hati mereka.Yang mereka pikirkan hanya masalah yang sedang mereka hadapi saat ini.Biarlah semua berjalan apa adanya mereka memang menyukai Adel dan teman-temannya,namun meraka masih belum yakin dan sekarang pun Arga dan Haris tidak tau dimana mereka saat ini dan itu membuat beban pikiran mereka juga.
Hari hari mereka lalui dengan kesibukan masing-masing,entah sampai kapan.Adel sibuk dengan pekerjaannya sekarang walaupun dia sering bertemu dengan Yuda namun itu hanya sebatas pekerjaan saja.Begitu juga dengan Arga dan Haris,mereka sibuk dengan urusan kantor cabang sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan pujaan hatinya.Walaupun waktu pertama mereka berkenalan terkesan hanya modus semata,namun mereka sungguh tertarik dengan gadis itu.Mereka merasa nyaman dan damai jika berada di dekat pujaan hatinya.Namun takdir berkata lain karena harus berpisah dan sekarang tidak tau dimana pujaan hati.
"Gue sudah lama tidak melihat wajah dinginnya Bella,dimana dia sekarang??Kenapa tidak ada kabar sama sekali??Aku sudah berusaha menghubungi dia namun nomor telepon nya tidak aktif lagi.Dan itu membuatku sangat merindukannya".Kata Arga disela kesibukannya.
"Iyaaa aku pun merasakan apa yang kau rasakan,Aku pun sangat merindukan Nesya.Walaupun dia sangat cerewet sekali namun itu yang aku rindukan".Ujar Arga.
"Kita segera selesaikan saja masalah disini,semakin cepat pekerjaan kita selesai maka semakin cepat pula kita menemukan pujaan hati kita".Kata Haris.
"Kau benar kawan,kita harus secepatnya menemukan mereka".Tambah Arga.
Hari berlalu bergitu cepat,masalah satu persatu dapat diatasi baik di kantor pusat maupun di kantor cabang.Seperti biasa hari Yuda cs sedang kumpul di salah satu caffe.
"Ngalamunin apa Lo??Sampai gitu amat?".Tanya Arga.
"Enggak usah bo'ong luu...Kita sahabatan udah lama dan gue tau apa yang mengganggu pikiran lu".Tambah Haris.
"Sok tau luu!!".Jawab Yuda.
"Yahh siapa lagi kalau bukan sekretarisnya yang cantik, mulus plus putih dan manis.Jangan dengan sikap jutekinya itu".Kata Haris.
"Kenapa enggak Lo ungkapin aja sih perasaan Lo...Lo mau orang yang ko suka diembat orang lain??!".Tanya Arga.
Yaa..memang Yuda menyukai Adel sejak meraka bertemu di halte bus itu.Namun waktu itu Yuda belum tau perasaannya.Lambat laun Yuda baru menyadari bahwa itu bukan lebih dari sekedar suka namun taraf yang lebih tinggi lagi.Apa lagi setelah Adel menjadi sekretarisnya,mereka bahkan lebih banyak menghabiskan waktu bersama.Entah itu lembur,bertemu Klein dan urusan lainnya yang mengharuskan keduanya untuk bersama.Semenjak Adel menjadi sekretarisnya perasaan Yuda ke Adel semakin kuat dan semakin Yuda ingin menghindarinya maka akan semakin ada kesempatan untuk mereka bertemu.Setelah Yuda berfikir maka ia merasa bahwa dia harus memperjuangkan perasaannya.Namun dia takut kalau cintanya bertepuk sebelah tangan dan Adel akan menjauhinya.
"Akan gue usahakan tapi tidak untuk sekarang karena gue takut perasaan gue ke dia itu salah dan dia akan menjauhi guee.. kemungkinan besar dia akan berhenti bekerja di perusahaan guee".Jawab Yuda.
"Aku juga sependapat bro sama Lo,tapi semakin Lo menunda itu maka semakin kecil kemungkinan Lo untuk dapetin dia".Ujar Haris.
"Dan apapun jawaban dari Adel Lo harus terima,setidaknya untuk melepas beban yang Lo Pendem selama ini.Udah hampir satu tahun mennn".Arga ikut bicara.
"Akan gue coba".Jawab Yuda.
"Dan itu terserah Lo mau ikutin saran gue atau enggak...Kita sebagai sahabat Lo cuma bisa ceramahin Lo aja untuk masalah ini".Ujar Arga.
"Kalau enggak mau gimana kalau Adel buat gue aja??".Usul Haris.
"Enak aja Lo maen nyrobot aja..buat guee elahhh".Kata Arga .
"Jika Lo dan lo berani habis habis kau!!". Tiba-tiba Yuda bangkin dari duduk dan berlalu pergi.
"Eluu sihh pake acara godain harimau pusing,begini kan jadinya".Kata Arga kesal dengan Haris.
"Elu juga ikut ikutan tokekkkk!!" Haris tak mau kalah. "Dasar tuan kulkas,udah tau cinta masih aja gensinya setengah mati,heran gue".Tambah Haris.
"Iya yaa,sahabat lo nohhh!!".Kata Arga.
"Sahabat Lo juga tokekkk!!".Jawab Haris.
"Cabut yukk udah mau malem juga"Kata Arga.
Meraka pun cabut dari caffe tersebut menyusul Yuda pulang ke apartemen Yuda.Karena hari ini mereka akan menginap di apartemen Yuda.Disana mereka akan bersenang-senang dengan game dan makanan bukan dengan wanita malam.Walaupun tampang mereka seperti pakboy(Kata anak sekarang)namun mereka enggan untuk melakukannya.Bagi mereka bertiga sex sebelum menikah adalah pantangan yang sangat dihindari.Meraka juga jarang minum minuman beralkohol,jika bukan karena klien meminta untuk bertemu di club mereka tak akan kesana.Mereka hanya akan minum sedikit untuk menghormati klien mereka.Dan itu tidak sampai mabuk.Mereka masih sadar bahwa yang mereka lakukan akan merugikan mereka sendiri bisa juga dengan orang lain.
terimakasih sudah membaca๐๐๐
jangan lupa like,coment,dan vote