
Pikiran Yuda sangat kacau ketika mengetahui hal itu.Sampai sampai dia tidak memperhatikan Citra.
"Kamu kenapa sihh?Kok akhir-akhir ini kamu berubah?".Tanya Citra.
"Kenapa?".Tanya Yuda tanpa memperhatikan Citra.
"Kamu enggak pernah memperhatikan aku,kamu sekarang lebih dingin!". Ucapan Citra meninggi.
"Terus?".Tanya Yuda cuek.
"Aku jika pernah nafkah dari kamu ?".Citra berkata lagi.
"Semua udah aku cukupin,uang tinggal gesek,fasilitas lengkap,kurang apa kagi sihh?!". Bingung Yuda.
"Aku tidak hanya butuh nafkah lahir aja Yuda ,Aku juga butuh nafkah batik!". Tekan Citra.
"Kata siapa kamu tak mendapat nafkah batin?".Tanya Yuda cuek lalu pergi.
'Siall!!!...Apakah Yuda sudah tau apa yang aku lakukan dibelakangnya?? Bagaimanapun juga aku harus bisa tidur sama Yuda!!'
@@@ (Adel)
"Hallo! Kamu sampai mana Dell???".Tanya Nesya di bandara.
Hari ini Adel sudah sampai negara yang Nesya tempati,rencananya Adel akan tinggal bersama Nesya karena kebetulan Nesya hanya tinggal sendiri di rumah mewahnya.
"Ini aku udah sampai kamu dimana?".Kata Adel.
Adel celingukan mencari Nesya.Seketika matanya mengarah ke kanan,disana Adel melihat Nesya sedang mencarinya.
"Nesyaa!!!".Teriak Adel lalu berlari kecil menuju Nesya.
"Adelll!!!...Aku kangen banget sama kamu".Kata Nesya.
"Aku juga kangen banget sama kamu".Kata Adel manja.
"Bagaimana kabar si twins??".Kata Nesya sambil mengelus perut Adel yang sudah agak membuncit sedikit.
"Twins sehat aunty".Kata Adel sambil menirukan suara anak kecil.
"Ayo kita pulang kerumah,kasihan dedeknya pasti mereka capek".Ujar Nesya.
"Bella sudah sampai belum kesini?? Katanya dia akan tinggal disini karena ada bisnis cabang disini".Kata Adel.
"Besok kayaknya dia sampai".Jawab Nesya.
"Ya udah deh".Kata Adel.
Mereka berjalan menuju rumah Nesya.Disana Adel akan merawat anak-anak sampai dia siap bertemu dengan keluarganya.Adel juga belum siap jika bertemu dengan Yuda.Adel belum siap dengan keadaannya yang sekarang.Bahkan untuk telpon pun tak ada keberanian apa lagi untuk bertemu.
Hari berganti hari Bulan berganti bulan.Saat ini usia kandungan Adel sudah menginjak 8 bulan,hanya tinggal menunggu satu bulan lagi kedua anaknya akan lahir.Hanya ada Nesya dan Bella yang senantiasa menemani Adel disela kesibukan Keduanya.Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Adel mencoba membuka usaha butik cabang dari buktinya yang ada di rumahnya.
Saat ini Adel sedang berada di butiknya.Sebenarnya kedua sahabatnya sudah tidak memperbolehkan Adel untuk bekerja mengingat usia kandungan Adel dan perut Adel yang semakin membuncit sehingga akan sulit untuk bergerak.Namun Adel Kekeh tetap ingin mengurus butiknya.
Tiba-tiba saja Adel ingin berjalan-jalan melihat baju baju yang ada dibutinya karena dia bosan berada di ruangan tanpa melakukan apapun.Saat sedang asik melihat aktivitas di butik tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya.
"Adel??".Kata orang itu.
Adel pun membalikkan badannya.Beta terkejutnya dia ketika melihat Niko.Niko pun sama terkejutnya ketika melihat Adel berada di negara ini dengan keadaan perut yang membuncit.
"Ka kamu ngapain disini?".Tanya Adel gugup.
"Seharusnya aku yang tanya sama kamu,kamu ngapain disini?".Tanya balik Niko.
"A aku sedang li liburan.Iya aku sedang liburan".Cengir Adel gugup.
"Lalu dengan perut kamu?".Niko memicingkan matanya.
"A a akuu...".Gugup Adel.
"Apa kamu sudah menikah?".Niko semakin curiga karena Adel yang gugup.
"A aku ada keperluan jadi lain kali aja jika kita ketemu lagi".Kata Adel beranjak pergi.Namun belum sempat pergi Niko sudah mencekal lengannya.
"Bisa diceritakan sekarang?".Pinta Niko. "Apa kamu akan meninggalkan teman yang sudah lama tidak bertemu ini?".Tambah Niko.
Adel pun mengalah dan mengajak Niko untuk ke rumah makan yang berada di depan butiknya.
'Aduhhh... bagaimana kalau dia bertanya tentang kehamilan ku ini??Lalu aku harus menjawab apa?'.
"Ehh...enggak kok".Jawab Adel.
"Berapa usia kandungan mu??".Tanya Niko.
"Sudah delapan bulan".Jawab Adel.
'Delapan bulan??Artinya waktu aku ajak Adel makan waktu itu dia sudah hamil.Berarti porsi makan dia yang bertambah banyak karena dia sedang hamil??'
Niko pun sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Lalu dimana suami kamu??Kok tadi enggak nemani kamu belanja??".Tanya Niko heran.
"Enggak...dia lagi sibuk aja.Tadi itu cabang butik aku".Adel mencoba tenang.
"Wahh..hebat ya kamu.Dengan keadaan perut yang besar kamu masih bisa bekerja.Kalau aku jadi suami kamu,aku tidak akan memperolehkan kamu untuk beranjak dari rumah".Tutur Niko.
Adel hanya bisa meringis saja.
"Apa ada yang kamu sembunyikan Adel?". Selidik Niko.
"Ehh engakk kok".Kata Adel.
Mereka pun makan dengan nyaman.Namun Niko masih meragukan soal kandungan Adel.Karena setau dia Adel itu belum menikah dan menurut analisa otaknya,jika usia kandungan Adel sudah delapan bulan seperti yang dipikirkan tadi dapat disimpulkan bahwa Adel belum menikah.Karena menurut informasi yang dia dapat dari karyawan butiknya Adel pergi ke luar negeri.Itu saja yang informasi yang dia dapat.
Selesai makan,Adel dan Niko pun pulang ke rumahnya masing-masing.Tidak lupa keduanya pun saking bertukar nomor telepon dan alamat rumah.
Hari ini Adel berencana untuk pergi bersama Niko walaupun perginya tidak jauh dari rumah mengingat kondisinya saat ini.Niko pun juga sudah mengetahui keadaan Adel dari keduanya sahabat.Setelah mereka makan waktu itu,niko berusaha mencari alamat Adel.Ternga disana ada Nesya dan Bella.Kemudia mereka berkenalan dan berbincang-bincang.Nesya dan Bella pun percaya kepada Niko karena mereka tau bahwa Niko adalah seorang pengacara hebat disini.Mereka pun menceritakan kehidupan Adel mulai dari awal ketemu dengan Yuda sampai saat ini.Niko yang mendengar terkejut karena dia tau siapa Yuda yang merupakan seorang CEO dari perusahaan terkemuka di kota X.
Saat ini Adel dan Niko sedang makan bersama.
"Tumben kamu ngajakin aku makan?".Tanya Adel.
"Kangen aja sama kamu".Canda Niko.
"Ada ada saja kamu".Kata Adel malu.
"Aku siap menjadi ayah untuk twins".Kata Niko mengagetkan Adel.
"Kamu ini ngomong apa sihh??Aku itu udah punya suami,mana mungkin kamu mau menjadi ayah dari twins?".Sergah Adel.
"Aku sudah tau semuanya tentang kamu Adel".Kata Niko .
"Apa yang kamu tau?".Tanya Adel dingin.
"Aku tau semuanya tanpa terkecuali Adel.Aku siap menjalani ayah twins".Kata Niko mantap.
"Enggak".Adel beranjak pergi namun Niko mencegah dan menarik Adel sehingga Adel berada di pelukan Niko.
"Aku akan menganggap twins anak aku sendiri".Kata kata Niko berhasil membuat Adel luluh bahkan sampai menangis.
Setelah Adel merasa tenang,Adel pun duduk kembali dan menceritakan kisahnya dengan lengkap.
Niko yang melihat Adel begitu tertekan lalu beranjak dan memeluknya kembali.
Setelah kejadian itu,Niko sering sekali berkunjung ke rumah Adel dan teman-temannya.Nesya selaku pemilik rumah tidak merasa terganggu malahan dia merasa senang karena sekarang Adel sudah kembali menjadi Adel yang ceria lagi.
Pagi ini Adel merasakan perutnya sakit.Semakin lama semakin menjadi-jadi.Dia berusaha membangunkan Nesya yang ada di sebelah kamar tidurnya.
"AKKHH!!!".Teriak Adel.
Nesya dan Bella yang mendengar suara teriakan Adel segera berlari menghampiri Adel yang sudah terduduk dilantai dengan keadaan yang sangat pucat.
"Ya tuhann Adell!!...Kamu kenapa?".Tanya Nesya panik.
Adel sudah tidak bisa menjawab pertanyaan Nesya,dia hanya bisa menahan rasa sakitnya.
"Bella cepat kamu hubungi Niko.Katankan bahwa Adel akan melahirkan sekarang". Perintah Nesya.
Bella pun menelfon Niko.Tak selang waktu lama Niko pun datang dengan terburu-buru dan segera membawa Adel ke rumah sakit.Mereka bertiga sudah sama sama tegang.Niko mondar-mandir di depan pintu persalinan Adel.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya kamar gembiranya datang.Baby twins telah terlahir di dunia dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan.Adel merasa kaget bahagia sekali dan lega rasanya melihat kedua buah hatinya telah lahir ke dunia.
@@@@
Maaf ya up nya lamaa..Kuota habis ππ
jangan lupa like,coment,dan vote ya cerita kuππ