
Pagi ini suasana rumah Nesya rame karena Haris dan Arga memutuskan untuk menginap dirumahnya Nesya.Mereka ingin dekat dengan si twins yang semakin hari semakin montok saja badannya.Sedangkan Niko tidak ikut menginap karena ada beberapa hal yang harus dia urus.
"Bella tolong bangunin Haris dan Arga!". Perintah Adel yang saat itu tangah memasak untuk sarapan pagi.
"Siap Mama muda!".Bella segera menuju kamar tamu.Dia segera membangunkan kedua cunguk itu.Walau Bella harus mengeluarkan jurus andalannya yaitu berteriak karena kedha cecunguk itu tidak bisa dibangunkan dengan cara baik baik.Dengan sekali teriakan mereka seger bangun dan membersihkan diri.
Saat ini semuanya sudah siap di meja makan dan menikmati masakan Adel.Adel pun tengah sibuk mengurusi twins.
"Eh ngomong ngomong nam twins siapa sihh?? Kok dari kemarin kita enggak tau ya?".Dengan bodohnya Arga bertanya.
"Dasar oon Lo!!".Ejek Nesya.
"Lo yang oon.Orang gue nanyanya baik Lo nyolot!". Terjadilah perang pagi ini.
"Sudah sudah!!...Gitu aja ribut!!..Namanga Alvaro Abiyatsa dan Alvara Abiyatsa.Nama panggilan Varo dan Vara".Jelas Bella sambil memotong motong dagingnya.
"Cekep bener tu nama!".Haris ikut nimbrung.
"Emang Adel baik ya!..Udah disakiti masih aja menambahkan nama ayahnya di belakang nama anak-anaknya".Ujar Arga.
"Adel enggak mau egois terhadap anak-anaknya".Tambah Bella.
Kemudian meja makan menjadi hening sampai sarapan mereka selesai.Adel pun juga sudah sarapan dan membawa twins untuk main bersama para uncle dan auntynya.
Haris dan Arga segaja untuk libur hari ini dan sudah meminta izin kepada Yuda dengan alasan yang dibuat mereka sendiri.Haris dan Arga sedang asik bermain bersama si twins yang sangat menggemaskan.
"Jadi kapan Lo siap ketemu dengan Yuda?".Tanya Arga disela mereka maen sama twins.
"Gue belum tau kapan kapannya.Gue belum siap aja ketemu dengan keluarga gue dalam keadaan kayak gini".Jawab Adel lesu.
"Siap enggak siap Lo harus siap Del...Bagainapun juga Lo harus tetep pulang.Bukannya gue bermaksud untuk ngusir Lo".Tambah Nesya.
"Iya gue tau Nes.Tapi bagaimana nanti keluarga gue kalau tau anaknya hamil diluar nikah.Orang tua mana yang enggak kecewa.Gue udah ngehancurin harapan mereka".Adel mulai terisak.
Bella yang mengetahui keadaan ini langsung membawa si twins kedalam kamar.
"Kita akan bantu ngejelasin ke orang tua Lo dengan sejelas-jelasnya.Dan untuk masalah Yuda belakangan aja.Sekang kita pikirkan gimana ngadepin orang tua Lo".Ujar Arga yang enggak tega ngeliatin Adel seperti sekarang ini.
"Lusa gue akan pulang!".Adel mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
"Gue enggak mau hidup seperti ini.Gue juga harus memikirkan twins.Mereka harus tau siapa keluarganya.Aku tak akan menyembunyikan kebenarannya".Ucap Adel.
"Kita akan ikut pulang".Sergah Nesya.
Mereka serempak untuk pulang bersama Adel dan membantu menyelesaikan masalah Adel.Sedangkan Haris dan Arga akan membantu Yuda agar masalah mereka cepat selesai.
@@@( Yuda )
Disaat sedang sibuk dengan berkas berkas tiba-tiba Citra masuk.
"Yud!,hari ini aku mau pergi belanja di Mall dan kayakke bakal pulang terlambat".Jelas Citra namun tetap diacuhkan Yuda.
"Yuda kamu dengar kan?!".Citra mulai geram.
Yuda hanya memberikan kartu ATM kepunyaannya.
"Pergi saja!".Lalu Yuda beranjak pergi meninggalkan Citra yang sedang mencoba menahan amarahnya.
"Awas saja kau Yuda!!Akan aku buat kamu menderita dan itu tidak akan lama lagi!".Citra juga beranjak pergi.
Yuda pergi ke sebuah caffe' untuk menghilangkan stres sejenek.Tiba tiba saja Haris menelepon Yuda.
"Bro masalah disini hampir selesai,ini tinggal 5% lagi masalahnya selesai".Ujar Haris.
"Bagus".Tanggapan Yuda dengan lesu dan tidak bersemangat.Bahkan semangatnya hilang sejak dia kehilangan kekasihnya itu.
"Lo kenapa bro?".Haris heran dengan sahabatnya ini.
"Gue bingung,bagaimana ngomong sama nyokap bokap gue perihal Citra!.Mereka terlalu percaya sama Citra.Dan gue juga enggak mungkin menuduh Citra gitu aja tanpa ada bukti yang bisa membuat nyokap bokap gue percaya!". Yuda sangat bingung saat ini.
"Kita besok lusa akan pulang dan kita akan ngebantu Lo mencari bukti-bukti tentang Citra!".Haris mencoba menenangkan sahabatnya.
"Thenks bro...Belum lagi masalah Adel yang menghilang sejak kejadian itu!".Yuda berkata dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Haris.
"Sejak kapan?".Kata Haris penasaran jika sahabatnya tau jika dirinya telah mengetahui siapa yang tidur dengannya saat itu.
Yuda pun menceritakan tentang waktu itu dengan lengkap persis seperti yang diceritakan Adel hanya saja ini versi Yuda.Haris yang mengetahui hal itu sangat kecewa dan ingin sekali memukul sahabatnya itu.Namun dia tidak bisa karena dia juga sudah mengetahuinya dari Adel.
"Kita akan bantuin Lo untuk masalah ini.Lo tenang aja!Jangan gegabah kita akan bisa mengungkap yang sebenarnya dan menemukan Adel kembali".Haris mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.
"Ya sudah gue tutup dulu!".Yuda mengakhiri telepon.
'Gue akan membuka kedok Lo Citra agar gue bisa lepas dari Lo!!...Dan Lo enggak akan pernah bisa menguasai kekayaan keluarga gue bahkan Lo enggak akan pernah bisa menyentuhnya '
"Dimana kamu Adel?? Bagaimana keadaan kamu?? Bagaimana tentang masa depan kamu yang telah aku rengggut dengan sadinya?".
Jujur saja,Yuda sangat menyesal telah berbuat yang tidak baik kepada kekasihnya itu.Dia sangat menyesal telah mengambil mahkota Adel.Apa lagi itu bukan haknya.
@@@
TERIMAKASIH TELAH MEMBACA๐๐
JANGAN LUPA LIKE,COMENT,DAN VOTE CERITA KU๐๐๐